Satu Hektare Terbakar, Polisi dan Unsur Terkait Bergerak Cepat Hentikan Api di Loa Lepu

Kukar – Api menjalar di tengah hamparan rumput dan daun kering di Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Senin (14/9/2026) sore. Sekitar 1 hektare lahan terbakar, namun kobaran berhasil dihentikan sebelum merambat lebih jauh.

Begitu informasi diterima, Polsek Tenggarong Seberang langsung bergerak. Tiga personel diterjunkan ke lokasi dan segera berkoordinasi dengan Damkar serta Tim Relawan Kebakaran Desa Loa Lepu untuk melakukan pemadaman.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 17.00 WITA, petugas mendapati kondisi lahan dipenuhi rumput dan daun kering yang mudah terbakar. Material kering tersebut membuat api berpotensi cepat menjalar, terutama dalam kondisi cuaca panas.

Sebanyak 8 personel Damkar dan 7 relawan kebakaran Desa Loa Lepu turut dikerahkan. Pemadaman dilakukan menggunakan mesin pompa air dan peralatan manual, dengan fokus utama melokalisir kobaran agar tidak meluas.
Polisi tidak hanya datang setelah api membesar.

Personel Polsek Tenggarong Seberang langsung mengambil langkah koordinasi di lapangan, memastikan unsur pemadam dan relawan bergerak bersama dalam satu penanganan.

Hasilnya, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 18.00 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali serta melaksanakan pemantauan untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Dari pengecekan awal, kebakaran diduga dipicu rumput dan daun kering yang terbakar akibat kondisi cuaca panas. Namun, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Lahan tersebut diketahui milik warga yang berdomisili di Samarinda. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Rizky Tovas mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya ketika kondisi lahan kering.

“Api kecil di lahan kering dapat dengan cepat berubah menjadi kebakaran yang lebih luas. Segera laporkan jika melihat titik api agar bisa ditangani sejak awal,” imbau kepolisian.

Penanganan ini menjadi bukti bahwa kecepatan informasi, respons polisi dan kekuatan bersama di lapangan menjadi benteng pertama untuk mencegah Karhutla meluas.

Hotspot Terdeteksi, Polsek Tenggarong Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat Tangani Karhutla di Loa Tebu

Kukar – Begitu informasi titik panas terdeteksi, jajaran Polsek Tenggarong langsung bergerak. Personel bersama TNI, BPBD, relawan pemadam kebakaran, perangkat kelurahan dan masyarakat turun ke Kelurahan Loa Tebu, Kecamatan Tenggarong, untuk memastikan kondisi di lapangan, Senin (14/9/2026).

Informasi hotspot yang diterima menunjukkan tingkat kepercayaan medium berdasarkan pemantauan satelit NOAA20 dengan sumber data NASA. Setelah dilakukan pengecekan langsung, titik tersebut ditemukan berada di area lahan yang terbakar.

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi bersama enam personel Polsek Tenggarong memimpin langsung pengecekan dan penanganan di lokasi yang berjarak sekitar 40 kilometer dari Mapolsek Tenggarong.

Tak berhenti pada verifikasi, kepolisian langsung menggerakkan kekuatan gabungan untuk mengendalikan api. Sebanyak 7 personel Sat Samapta Polres Kukar, 10 personel Koramil Tenggarong, 8 personel BPBD, 10 relawan Damkar Loa Tebu, perangkat kelurahan, masyarakat serta unsur perusahaan turut dikerahkan.

Kekuatan tersebut diperkuat sejumlah armada dan peralatan, mulai dari kendaraan Polsek, dua unit kendaraan BPBD termasuk mobil tangki, tangki relawan Damkar, kendaraan tangki berkapasitas 1.000 liter, hingga satu unit dozer dan kendaraan tangki milik perusahaan.

Dengan luas lahan terbakar yang diperkirakan mencapai ±30 hektare, penanganan dilakukan secara bersama untuk mencegah api meluas dan mengancam kawasan di sekitarnya.

Polri tidak hanya hadir untuk memastikan titik hotspot terverifikasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menggerakkan respons cepat, mengoordinasikan kekuatan di lapangan, serta mendukung pemadaman bersama TNI dan unsur terkait.

Hingga laporan ini dibuat, proses pemadaman masih berlangsung. Personel Polri bersama TNI, BPBD, relawan, perangkat wilayah dan masyarakat terus melakukan penanganan di lokasi.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari komitmen Polres Kutai Kartanegara dalam menghadapi Karhutla: hotspot terdeteksi, personel bergerak, api dilokalisasi sebelum meluas.

Api Belum Padam Sepenuhnya, Polsek Sangasanga Kawal Pemadaman Karhutla di Lahan Gambut

Kukar – Permukaan lahan yang tampak mulai tenang belum menjadi tanda kebakaran benar-benar berakhir. Di Sungai Bogem, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, sejumlah titik api masih ditemukan pada lahan gambut yang terbakar, Senin (14/9/2026).

Menyikapi kondisi tersebut, Polsek Sangasanga bersama personel BKO Polairud Polda Kaltim, Damkar, Redkar dan masyarakat turun langsung melakukan peninjauan sekaligus pemadaman. Kegiatan dimulai sekitar pukul 14.00 WITA di lokasi dengan koordinat -0,6837348, 117,2035556.

Polri menjadi bagian dari tim yang memastikan penanganan di lapangan terus berjalan. Dua personel Polsek Sangasanga bersama lima personel BKO Polairud Polda Kaltim diterjunkan untuk mendukung pemadaman sekaligus memantau perkembangan situasi di lokasi.

Kebakaran diperkirakan telah menghanguskan sekitar 3 hektare lahan milik PT ABN. Hingga kegiatan berakhir pukul 17.30 WITA, petugas masih menemukan beberapa titik api.

Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri. Api yang terlihat padam di permukaan berpotensi kembali muncul dari bagian bawah lahan, sehingga proses penanganan tidak berhenti hanya ketika kobaran api berkurang.

Di sisi lain, penyebab kebakaran masih dalam pendalaman. Petugas melakukan pengecekan di lokasi untuk memastikan sumber awal api dan mengetahui apakah kebakaran berkaitan dengan aktivitas di kawasan lahan atau faktor lainnya.

Bagi kepolisian, penanganan Karhutla bukan sekadar memadamkan api yang terlihat, tetapi juga memastikan titik rawan terus dipantau agar api tidak kembali membesar dan meluas.

Polsek Sangasanga bersama seluruh unsur terkait tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi lokasi, terutama pada area gambut yang masih memiliki potensi munculnya kembali titik api.

Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Kenohan Pasang Spanduk Imbauan di Titik Aktivitas Warga

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polres Kutai Kartanegara.

Polsek Kenohan memasang spanduk imbauan Karhutla di kawasan yang menjadi titik berkumpulnya masyarakat di Jalan Inpres, Desa Kahala, Kecamatan Kenohan, Senin (14/9/2026).

Pemasangan spanduk dilakukan personel Polsek Kenohan sebagai langkah preventif untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Pesan tersebut sengaja ditempatkan di lokasi yang mudah dilihat warga, sehingga imbauan pencegahan Karhutla dapat langsung tersampaikan kepada masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo mengatakan pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Masyarakat diharapkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah kondisi yang rawan terjadinya kebakaran.

Langkah sederhana melalui pemasangan spanduk menjadi bagian dari strategi kepolisian untuk mencegah api sebelum muncul, sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan.

Kapolres Kukar Dampingi Menteri Kehutanan Tinjau Kesiapsiagaan Karhutla di Bukit Tengkorak IKN

Kukar – Kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) mendapat perhatian langsung pemerintah pusat. Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, bersama jajaran terkait turun langsung meninjau kondisi kawasan hutan Bukit Tengkorak IKN, Senin (14/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol. Endar Priantoro, Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Krido Pramono, Stafsu Kepala OIKN Bidang Keamanan & Keselamatan Publik Irjen Pol. Edgar Diponegoro, Direktur Ketentraman & Ketertiban Umum OIKN Brigjen Pol. Fransiscus Barung Mangera dan Para Pejabat Utama (PJU) Polda Kalimantan Timur.

Turut hadir pula Kapolresta IKN Kombes Pol. Supriyanto, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman, Dandim 0913/PPU Letkol Infanteri Fandy Satria Dwi Wahyuono, Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara, Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika serta Danramil 0913-04/Sepaku Kapten Inf Andik Supratikto.

Peninjauan difokuskan pada kondisi kawasan hutan, potensi kerawanan Karhutla, hingga kesiapan personel dan sarana prasarana yang digunakan apabila terjadi kebakaran.

Menteri Kehutanan bersama rombongan juga mengecek secara langsung kesiapan personel gabungan dari TNI-Polri, BNPB/BPBD, Otorita IKN dan pemadam kebakaran dalam menghadapi potensi Karhutla.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menegaskan kehadiran Polri merupakan bagian dari komitmen menjaga keamanan kawasan sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan Karhutla, khususnya wilayah yang berbatasan atau beririsan dengan kawasan IKN.

“Kesiapsiagaan bukan hanya soal merespons ketika api muncul, tetapi memastikan seluruh unsur siap bergerak sebelum api membesar,” pungkas Kapolres.

Selain pengecekan personel dan peralatan, kegiatan juga diisi dengan koordinasi serta arahan untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkuat sinergitas, dan mempercepat langkah penanganan apabila ditemukan potensi kebakaran.

Di tingkat wilayah, Polsek Loa Janan turut mendukung pengamanan kegiatan melalui pengerahan personel serta koordinasi dengan unsur terkait guna memastikan seluruh rangkaian kunjungan berjalan aman dan lancar.

Kehadiran lintas institusi dalam peninjauan ini menjadi penegasan bahwa pencegahan Karhutla di kawasan IKN membutuhkan kesiapan bersama dengan respons cepat, koordinasi kuat, dan pengamanan kawasan yang berkelanjutan.

Kapolri Beberkan Langkah Pemerintah Lindungi Industri Tekstil Nasional

SUKABUMI – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan berbagai langkah pemerintah dalam melindungi industri tekstil dan produk tekstil dalam negeri dari tekanan global, lonjakan impor, serta peredaran barang ilegal.

Hal tersebut disampaikan Kapolri pada Puncak Acara HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di PT Pratama Abadi Industri, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (14/9/2026).

Kapolri mengatakan, meningkatnya ketegangan geopolitik, perang dagang, fluktuasi harga energi dan bahan baku, gangguan rantai pasok, serta perkembangan teknologi telah berdampak terhadap dunia usaha.

Berbagai kondisi tersebut turut meningkatkan biaya impor energi dan bahan baku, biaya produksi dan distribusi, serta memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan daya saing industri, termasuk industri tekstil, sandang, dan kulit.

“Apabila tidak dikelola dengan baik, berbagai tekanan tersebut dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat, industri tekstil atau kulit dalam negeri, memicu ketidakpuasan, dan memengaruhi stabilitas keamanan dalam negeri, serta berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Kapolri.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah memperkuat pengendalian impor melalui mekanisme larangan dan pembatasan. Pemerintah juga melarang masuknya barang tertentu, termasuk pakaian bekas impor.

Perlindungan lainnya dilakukan melalui penerapan Bea Masuk Tindakan Pengamanan atau safeguard terhadap lonjakan impor yang merugikan industri dalam negeri, serta Bea Masuk Anti-Dumping terhadap produk yang terbukti melakukan praktik dumping.

Pengawasan terhadap impor ilegal dan penyelundupan turut diperketat, mulai dari pintu masuk, pemeriksaan dokumen impor, hingga peredaran barang di pasar domestik.

“Polri, Bea Cukai, dan Kementerian Perdagangan juga melakukan operasi bersama untuk mencegah masuk dan beredarnya tekstil selundupan di pasar dalam negeri,” kata Kapolri.

Pemerintah juga memperkuat standardisasi dan persyaratan teknis serta mendorong peningkatan teknologi agar produk nasional semakin kompetitif dan mampu bersaing dengan produk impor.

Selain itu, dukungan bagi industri padat karya diberikan melalui Kredit Industri Padat Karya untuk membiayai investasi, modal kerja, dan revitalisasi mesin. Insentif perpajakan juga diberikan kepada pekerja pada sektor tekstil, pakaian jadi, kulit, dan alas kaki sejak 1 Januari 2026.

Langkah perlindungan tersebut menjadi penting karena industri tekstil dan produk tekstil menyerap lebih dari 3,8 juta tenaga kerja serta mencatat nilai ekspor sekitar USD4,85 miliar pada semester I tahun 2026. Sementara itu, industri alas kaki menyerap sekitar 921 ribu pekerja.

“Berbagai kebijakan tersebut diarahkan agar industri tetap tumbuh, perusahaan semakin kuat, dan kesejahteraan rekan-rekan pekerja terus meningkat,” pungkas Kapolri.

Polri Kerahkan Tim DVI untuk Mendukung Penanganan Hilangnya Kapal Virgo

Jakarta – Polri mengerahkan tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung proses penanganan dan identifikasi korban terkait hilangnya kapal Virgo dalam pelayaran rute Surabaya–Banjarmasin.

Dukungan DVI Polri dilakukan melalui sejumlah posko yang ditempatkan di wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan korban, identifikasi, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait dapat berjalan secara terpadu.

Saat ini terdapat lima posko DVI yang disiapkan, yakni Posko DVI di Sumenep, Polda Jawa Timur, dengan kekuatan 8 personel; Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Surabaya, Polda Jawa Timur, sebanyak 20 personel; serta Posko DVI di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur, sebanyak 8 personel.

Sementara di Kalimantan Selatan, Polri menyiapkan Posko DVI di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan kekuatan 20 personel dan Posko DVI di Ruang Otopsi RSB Banjarmasin sebanyak 15 personel.

Selain lima posko tersebut, Tim DVI Rodokpol Pusdokkes Polri juga disiapkan untuk diberangkatkan pada malam ini, 14 September 2026. Tim tersebut berjumlah 6 personel, terdiri dari 1 personel DNA expert dan 5 personel lainnya, dengan keberangkatan menunggu petunjuk dan arahan pimpinan.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, pengerahan personel DVI merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam mendukung proses penanganan insiden serta memberikan kepastian melalui proses identifikasi yang dilakukan secara profesional dan terukur.

“Polri melalui tim DVI terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung proses penanganan hilangnya kapal Virgo. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk memperkuat koordinasi, penanganan, dan proses identifikasi apabila ditemukan korban,” ujar Johnny, Senin (14/9).

Ia menambahkan, seluruh personel yang terlibat akan bekerja sesuai prosedur dan berkoordinasi dengan instansi terkait di lapangan.

“Tim DVI akan bekerja secara profesional, mengedepankan ketelitian dan prosedur identifikasi korban. Polri juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap perkembangan dapat ditangani secara cepat dan tepat,” katanya.

Kapolri Apresiasi Buruh Dorong Desk Ketenagakerjaan Polri Masuk RUU Ketenagakerjaan

Sukabumi — Kapolri menyampaikan apresiasi kepada kalangan buruh yang mendorong agar Desk Ketenagakerjaan Polri masuk dalam revisi RUU Ketenagakerjaan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat penyelesaian persoalan hubungan industrial sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik bagi pekerja.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri puncak HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di Sukabumi, Senin (14/9/2026).

“Saya juga berterima kasih bahwa teman-teman buruh mendorong Desk Ketenagakerjaan ini untuk masuk di revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih untuk rekan-rekan semua,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri selama ini telah membantu menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial yang sebelumnya berlarut-larut. Melalui desk tersebut, Polri berupaya menjadi bagian dari penyelesaian masalah ketenagakerjaan secara cepat, objektif, profesional, dan berkeadilan.

Sejak 2025 hingga Agustus 2026, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menangani 358 perkara ketenagakerjaan. Selain itu, sebanyak 4.236 pekerja terdampak PHK telah difasilitasi untuk dapat kembali bekerja.

Kapolri pun secara khusus mengapresiasi dukungan buruh agar keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dapat diperkuat melalui revisi RUU Ketenagakerjaan. Menurutnya, langkah tersebut membuka ruang bagi Polri untuk terus berkontribusi dalam membantu penyelesaian persoalan perburuhan.

Di sisi lain, Kapolri menegaskan bahwa perlindungan dan kesejahteraan pekerja harus terus diperkuat melalui regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan. Penyusunan RUU Ketenagakerjaan menjadi momentum penting untuk mengakomodasi berbagai aspirasi pekerja sekaligus menciptakan hubungan industrial yang semakin sehat.

Kapolri juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang seimbang antara buruh dan pengusaha. Keduanya harus menjadi mitra strategis yang saling membutuhkan dan menguatkan. Kesejahteraan pekerja akan mendorong produktivitas, sementara perusahaan yang sehat dapat menjaga keberlangsungan lapangan kerja dan investasi.

Dalam kesempatan itu, Kapolri berharap sinergi antara Polri dan buruh terus terjaga, khususnya dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif dan kesejahteraan pekerja yang semakin baik.

Bagi Kapolri, dukungan buruh terhadap Desk Ketenagakerjaan Polri menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, buruh, pengusaha, dan Polri harus bergerak bersama agar perlindungan terhadap pekerja semakin kuat dan setiap persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan secara adil.

Tiga Titik Api di Purwajaya Padam, Polsek Loa Janan Kembali Cek Lokasi

Kukar – Polsek Loa Janan bergerak cepat memastikan kondisi bekas kebakaran lahan di RT 11, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengecekan ulang dilakukan Senin (14/9/2026) sekitar pukul 10.30 WITA, setelah sehari sebelumnya terpantau tiga titik api dan kepulan asap di kawasan tersebut.

Dipimpin Kasium Polsek Loa Janan IPTU Budiyono, bersama tiga personel, polisi kembali mendatangi lokasi untuk memastikan api benar-benar padam sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru.

Hasil pemantauan menunjukkan tiga titik api yang sebelumnya terlihat pada Minggu malam telah padam. Tidak ditemukan kobaran api, kepulan asap, maupun tanda-tanda kebakaran susulan di area yang dapat dijangkau.

Meski demikian, personel tetap meningkatkan kewaspadaan. Kondisi lokasi yang berada di kawasan perbukitan dengan medan terjal dan terdapat jurang membuat akses menuju titik tertentu cukup sulit.

Polsek Loa Janan juga melakukan pemantauan terhadap area sekitar guna memastikan tidak terjadi perambatan api. Hasil pengecekan kemudian dilaporkan kepada pimpinan dan dikoordinasikan dengan pihak terkait sebagai langkah antisipasi apabila kembali ditemukan titik api.

Polsek Loa Janan menegaskan pemantauan tidak berhenti setelah api padam. Pengawasan tetap dilakukan secara berkala, terutama pada wilayah dengan kondisi lahan dan medan yang berpotensi menyulitkan penanganan apabila kebakaran kembali terjadi.

Hingga pengecekan terakhir, situasi di RT 11 Desa Purwajaya aman dan kondusif, tanpa ditemukan api baru maupun kebakaran susulan.

Satu Hektare Lahan Terbakar di Teluk Dalam, Polisi Bergerak Cepat Putus Perambatan Api

Kukar – Kobaran api melanda lahan kering di RT 3 Desa Teluk Dalam, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (14/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Kondisi lahan yang dipenuhi rumput dan daun kering membuat api cepat merambat.

Mendapat informasi tersebut, Polsek Tenggarong Seberang langsung turun ke lokasi bersama BPBD dan Tim Redkar Belida. Sebanyak empat personel Polsek Tenggarong Seberang diterjunkan untuk melakukan penanganan sekaligus mencegah api menjalar ke area lain.

Dari hasil pengecekan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Material yang terbakar berupa rumput, daun kering serta sejumlah pohon kering yang berada di sekitar lokasi.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan mesin pompa air dan peralatan pemadaman manual. Petugas tidak hanya mengejar kobaran api, tetapi juga melokalisir titik-titik api agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Sekitar pukul 11.00 WITA, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pendinginan pada sejumlah bagian yang masih berpotensi menyimpan bara, disertai pemantauan untuk mengantisipasi munculnya api kembali.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh rumput dan daun kering yang terbakar di tengah kondisi cuaca panas. Namun, penyebab tersebut masih bersifat dugaan berdasarkan hasil pengecekan awal di lapangan.

Polsek Tenggarong Seberang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama saat kondisi kering. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat asap atau titik api sekecil apa pun.

Kolaborasi cepat antara kepolisian, BPBD dan relawan menjadi kunci sehingga kebakaran satu hektare lahan tersebut dapat dikendalikan sebelum merambat lebih jauh.