Patroli Berujung Pemadaman, Polisi dan Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di Samboja Barat

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan meluas terus dilakukan Polsek Samboja bersama unsur gabungan. Patroli yang digelar di wilayah hukum Samboja dan Samboja Barat berlanjut dengan pemadaman api di kawasan RT 08, Kelurahan Amborawang Laut, Selasa (29/9/2026).

Petugas bergerak sejak pukul 10.00 WITA setelah mendapati titik kebakaran yang diperkirakan membakar area sekitar 2 hektare.

Jarak lokasi yang mencapai sekitar 35 kilometer dari Mako Polsek Samboja tak menyurutkan langkah personel untuk segera melakukan penanganan.

Sebanyak 23 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari Polsek Samboja, Koramil Samboja, Damkar, Redkar, unsur perusahaan, serta warga setempat. Didukung satu unit mobil pemadam, satu tangki berkapasitas 5.000 liter dan pompa air, petugas berjibaku memutus penyebaran api.

Setelah sekitar tiga jam penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WITA. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, Kondisi cuaca yang sangat panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu indikasi awal yang masih didalami petugas.

Gerak cepat ini menjadi bagian dari upaya kepolisian bersama seluruh unsur terkait untuk menekan risiko meluasnya karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar.

Polsek Samboja juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

800 Jamaah Penuhi Mako Polsek Muara Jawa, Majelis Maulid Jadi Ruang Pererat Silaturahmi

Kukar – Suasana religius menyelimuti halaman Mako Polsek Muara Jawa, Senin (28/9/2026) malam. Sekitar 800 jamaah berkumpul mengikuti Majelis Maulid Arbain Wa Isyriin yang digelar Polsek Muara Jawa di Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Muara Jawa Ulu, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara.

Kegiatan yang dimulai pukul 20.30 WITA tersebut tidak hanya menjadi momentum memperingati dan menghayati keteladanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mempertemukan jajaran kepolisian dengan unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga dalam suasana penuh kebersamaan.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman hadir bersama Camat Muara Jawa Muhammad Ramli, para lurah, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Sejumlah ulama dan tokoh agama turut hadir, termasuk Zainal Ilmi Ahmad yang menyampaikan tausiah kepada jamaah.

Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan Maulid Habsyi, ayat suci Al-Qur’an, sambutan, tausiah, hingga doa bersama. Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian dan persaudaraan di tengah masyarakat.

Menariknya, halaman Mako Polsek berubah menjadi ruang silaturahmi masyarakat, kehadiran ratusan jamaah memperlihatkan kedekatan antara polisi dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan keagamaan.

Kehadiran jajaran Polsek Muara Jawa dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Hubungan yang terjalin diharapkan semakin memudahkan koordinasi dalam menjaga keamanan dan menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang harmonis.

Bukan Sekadar Larangan, Polisi Edukasi Warga Sebulu Cegah Karhutla dari Hulu

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak cukup hanya dengan memadamkan api ketika sudah membesar. Polsek Sebulu memilih memperkuat pencegahan dari tingkat masyarakat dengan memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai bahaya, aturan hukum dan dampak karhutla.

Edukasi tersebut dilakukan personel Polsek Sebulu di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, Kutai Kartanegara, Senin (28/9/2026) sekitar pukul 10.30 WITA. Bhabinkamtibmas BIPTU I Putu Yudhi P dan BRIPDA I Gede Dehan Saskara turun langsung menyampaikan imbauan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman agar tidak menggunakan metode pembakaran saat membuka atau mengolah lahan. Polisi juga mengingatkan bahwa tindakan membakar hutan atau lahan dapat menimbulkan konsekuensi hukum.

Pesan yang dibawa polisi bukan sekadar “jangan membakar”, tetapi mengajak warga memahami dampaknya. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat ketika kondisi lahan kering, sementara asap yang dihasilkan dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan aktivitas penerbangan serta merusak lingkungan.

Personel Polsek Sebulu juga mendorong masyarakat agar menjadi bagian dari sistem pencegahan. Warga diminta segera melaporkan apabila melihat adanya aktivitas pembakaran maupun titik api sehingga penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Bagi petani, pesan tersebut menjadi perhatian khusus. Polisi mengajak masyarakat mencari cara pengelolaan lahan yang tidak menggunakan pembakaran, sehingga aktivitas pertanian tetap berjalan tanpa meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

Melalui edukasi langsung kepada masyarakat, Polsek Sebulu berupaya membangun kesadaran bahwa menjaga lahan dan lingkungan bukan hanya tugas petugas, melainkan tanggung jawab bersama.

Kapolsek Sebulu IPTU Ozi Susantro melalui personelnya memastikan kegiatan edukasi pencegahan karhutla terus dilakukan sebagai langkah menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat dan keamanan wilayah.

Karhutla Km 47 Samboja Barat Dipadamkan 3 Jam, Polisi dan Tim Gabungan Cegah Api Meluas

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Jalan Soekarno-Hatta Km 47, RT 12, Kelurahan Bukit Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, kembali ditangani petugas gabungan. Sekitar 10.000 meter persegi area terdampak api berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama lebih dari tiga jam.

Penanganan berlangsung Senin (28/9/2026), dimulai sekitar pukul 13.30 WITA. Dari hasil pemantauan di lapangan, terdapat satu titik api yang sempat melebar di kawasan tersebut. Kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko kebakaran.

Polsek Samboja langsung turun bersama tim gabungan. Dua personel kepolisian bergabung dengan lima personel Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim, dua anggota MPA Kelurahan Bukit Merdeka serta tujuh personel dari unsur perusahaan untuk melakukan pemadaman dan mencegah api menjalar lebih luas.

Upaya pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 14.00 WITA. Dukungan armada air menjadi bagian penting dalam penanganan, dengan pengerahan kendaraan tangki dari Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim dan unsur perusahaan, serta satu kendaraan berukuran lebih kecil untuk mendukung penanganan di lapangan.

Setelah penanganan intensif, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.15 WITA. Petugas kemudian memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan melakukan pengecekan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Jarak lokasi yang mencapai sekitar 30 kilometer dari Mako Polsek Samboja tidak menghalangi personel untuk bergerak melakukan penanganan. Respons cepat tersebut menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas dan berdampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

Kegiatan patroli dan pemadaman lanjutan berlangsung aman, tertib dan lancar. Polsek Samboja bersama unsur terkait tetap meningkatkan pemantauan wilayah sebagai langkah antisipasi terhadap potensi munculnya kembali karhutla di tengah kondisi cuaca panas.

Api Lahap 5 Hektare Semak Belukar di Loa Janan, Polisi dan Relawan Bergerak Hadang Perluasan

Kukar – Kebakaran lahan kembali menguji kesigapan petugas di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Kebakaran yang terjadi di kawasan Putaq Bugis, Dusun Masaping, RT 11, Desa Loa Duri Ulu, Senin (28/9/2026), membakar semak belukar dengan luasan diperkirakan mencapai 5 hektare.

Api diketahui sekitar pukul 11.00 WITA dan diduga berasal dari lahan milik warga sebelum merambat ke kawasan hutan dan semak belukar. Kondisi vegetasi yang didominasi semak serta dedaunan kering membuat api mudah menjalar dan memperluas area terdampak.

Bhabinkamtibmas Desa Loa Duri Ulu Aipda Daris bersama Kanit Lantas Polsek Loa Janan IPTU Abd Hakim, Babinsa, perangkat desa dan tim relawan mendatangi lokasi untuk mengecek titik api sekaligus melakukan penanganan.

Akses menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan sehingga sebagian lokasi hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal di seluruh titik dan petugas harus mengutamakan pemadaman pada area yang masih dapat dijangkau serta melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan api.

Dukungan juga datang dari Damkar Kecamatan Loa Janan, Relawan Kamaseku dan Relawan Damba. Mobil water tank dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman di lokasi yang memungkinkan dijangkau kendaraan.

Meski menghadapi medan sulit, kolaborasi petugas dan relawan berhasil mengendalikan kebakaran. Sebagian api dipadamkan secara manual, sementara titik yang belum dapat dijangkau terus dipantau untuk mencegah api kembali membesar dan bergerak ke arah Kampung Masaping.

Kondisi hujan yang sempat turun turut membantu menghambat penjalaran api. Berdasarkan pengecekan awal, sebagian besar pepohonan tidak terbakar, sementara api lebih banyak melahap semak dan dedaunan kering.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Kebakaran juga tidak menyebabkan kerusakan bangunan maupun fasilitas umum.

Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika melalui personelnya memastikan pemantauan tetap dilakukan bersama unsur terkait. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama pada area yang sulit dijangkau.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan tantangan penanganan karhutla di medan terbuka: bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga berpacu dengan akses, vegetasi kering dan arah penjalaran api. Karena itu, sinergi polisi, pemerintah desa, damkar, relawan dan masyarakat menjadi kunci agar api tidak kembali meluas.

Kapolres Kukar Cek Penjagaan Mako, Pastikan Personel Siaga dan Pelayanan Masyarakat Tetap Optimal

Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar didampingi Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kabag Ops Kompol Ecky Widi Prawira, Kabag Log AKP Suprafto dan Kasat Samapta AKP Nursan, melakukan pengecekan langsung terhadap pelaksanaan penjagaan Markas Komando (Mako) Polres Kukar, Senin (29/9/2026) Siang.

Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel, kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas serta sistem pengamanan Mako berjalan sesuai prosedur. Kapolres juga menekankan pentingnya kewaspadaan personel penjagaan, termasuk memastikan setiap akses keluar-masuk Mako terpantau dengan baik.

Kesiapsiagaan penjagaan Mako dinilai memiliki dampak langsung terhadap pelayanan masyarakat. Dengan personel yang selalu siap dan responsif, masyarakat yang datang ke Polres Kukar untuk mendapatkan pelayanan, menyampaikan laporan, membuat pengaduan maupun membutuhkan bantuan kepolisian dapat diterima dan dilayani dengan cepat, aman dan tertib.

Selain aspek keamanan, AKBP Khairul Basyar juga mengingatkan personel piket agar menjaga kebersihan lingkungan Mako. Area penjagaan, ruang pelayanan dan lingkungan sekitar harus tetap bersih serta tertata. Lingkungan yang nyaman akan mendukung terciptanya suasana pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat yang datang ke Polres Kukar.

Orang nomor satu di jajaran Polres Kukar tersebur juga menegaskan, personel piket tidak hanya bertugas menjaga keamanan Mako, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam memberikan kesan pertama kepada masyarakat. Sikap disiplin, kesiapsiagaan, keramahan serta kepedulian terhadap kebersihan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional.

“Dengan pengamanan yang optimal dan lingkungan Mako yang bersih serta tertata, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman ketika datang untuk mendapatkan pelayanan kepolisian”, tegas Kapolres.

Kapolres Kukar juga menekankan bahwa keamanan, kedisiplinan dan kebersihan Mako merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Verifikasi Gerai KDKMP di Karya Jaya Dikawal Polisi, Pastikan Program Koperasi Berjalan Tertib

Kukar – Proses verifikasi dan validasi Gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Karya Jaya, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, mendapat pengawalan dan pendampingan personel kepolisian untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (28/9/2026) tersebut dipusatkan di Koperasi KDKMP Desa Karya Jaya, Jalan Pembangunan RT 04. Tim Verifikasi dan Validasi (Verval) Kabupaten Kukar turun langsung melakukan pengecekan bersama unsur pemerintah desa, pengurus koperasi, BPD, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Dari unsur kepolisian, Bhabinkamtibmas Polsek Samboja Aiptu Udin Krisdianto hadir memastikan kegiatan berlangsung kondusif.

Kehadiran polisi menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran proses verifikasi sekaligus memastikan masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman.

Proses verifikasi dan validasi melibatkan unsur Diskop UKM Kukar, DPMPTSP, DPMP serta DPU Kukar. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan Gerai KDKMP sebelum menjalankan fungsinya di tengah masyarakat.

Selain pemerintah dan pengurus koperasi, kegiatan juga melibatkan Kepala Desa Karya Jaya Parijo, Ketua Koperasi KDKMP Susanto, BPD beserta anggota, para ketua RT, serta Karang Taruna. Kolaborasi lintas unsur tersebut memperlihatkan adanya keterlibatan bersama dalam mendukung kesiapan koperasi di tingkat desa.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah proses verifikasi memastikan kegiatan berlangsung kondusif, sekaligus memperkuat peran Polri dalam mengawal setiap aktivitas pemerintahan dan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Cekcok Berujung Parang Terhunus, Polsek Muara Kaman Amankan Tersangka Penganiayaan

Kukar – Perselisihan di jalan berujung dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam di Desa Muara Kaman Ulu, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial B (30) yang kini berstatus tersangka dalam perkara tersebut.

Peristiwa terjadi pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 13.30 WITA di Jalan Mulawarman RT 003, Desa Muara Kaman Ulu.

Kejadian bermula ketika korban, yang disebut S, melintas menggunakan sepeda motor. Saat berada di sekitar depan Penginapan Martapura, S melihat seorang perempuan yang disebut M terlibat cekcok dengan tersangka B setelah terjadi persoalan di jalan.

S kemudian menghentikan kendaraannya dan mendekati keduanya. Setelah mengetahui persoalan yang terjadi, S meminta tersangka B bertanggung jawab.

Situasi kemudian memanas. Tersangka B diduga mencabut parang jenis mandau yang dibawanya dan mengarahkannya ke arah korban.

Melihat senjata tajam tersebut, korban berupaya menjauhkan M dari lokasi. Namun, tersangka B diduga mengayunkan parang ke arah korban. S berusaha menangkis menggunakan tangan kanan, tetapi tebasan tersebut mengenai tangan kanan dan bagian dada hingga menyebabkan korban mengalami luka.

Setelah kejadian, tersangka B meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor. Warga yang berada di sekitar lokasi tidak melakukan pengejaran karena mengetahui tersangka membawa senjata tajam.

Korban kemudian mendapatkan perawatan di Puskesmas Muara Kaman. Sementara itu, personel Polsek Muara Kaman melakukan penanganan perkara dan mengamankan tersangka B beserta barang bukti untuk dibawa ke Polsek Muara Kaman guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dari penanganan tersebut, polisi mengamankan satu bilah parang jenis mandau dan satu lembar kemeja lengan panjang warna biru navy sebagai barang bukti.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin menyampaikan bahwa tersangka B saat ini menjalani proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan saksi-saksi serta melengkapi administrasi penyidikan.

Tersangka B disangkakan melanggar Pasal 466 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait tindak pidana penganiayaan.

Polsek Muara Kaman memastikan proses hukum terhadap tersangka berjalan sesuai prosedur, dengan tetap mengedepankan ketentuan hukum yang berlaku.

Karhutla 2 Hektare Mengganas di Kayu Batu, Tim Gabungan Bertahan hingga Dini Hari Selamatkan Permukiman

Kukar – Kobaran api membakar sekitar 2 hektare hutan non-gambut di RT 009 Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kutai Kartanegara, Minggu malam (27/9/2026). Di tengah angin kencang dan cuaca panas, tim gabungan harus bekerja hingga lewat tengah malam untuk mencegah api merambat ke permukiman warga.

Begitu mendapat informasi, tim Posko Gabungan Karhutla Muara Muntai langsung bergerak. Personel Polsek Muara Muntai, Koramil 0906-10, relawan Damkar, relawan perusahaan dan warga bahu-membahu menghadapi kobaran api di lapangan.

Sedikitnya 30 personel gabungan diterjunkan, termasuk empat personel Polsek Muara Muntai, tiga personel Koramil, lima relawan Damkar Kecamatan Muara Muntai, enam relawan Damkar perusahaan serta 10 warga sekitar.

Kondisi angin yang cukup kencang membuat api sempat membesar dan menyulitkan proses pemadaman. Petugas tidak hanya fokus memadamkan titik api, tetapi juga melakukan pengendalian agar kobaran tidak menjalar ke arah permukiman Desa Kayu Batu dan Dusun Kuyung.

Upaya penanganan berlangsung sejak malam hingga dini hari. Setelah berjibaku di lokasi, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sampai menyebar ke permukiman warga.

Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani menegaskan melalui penanganan personelnya bahwa respons cepat dan koordinasi lintas unsur menjadi kunci dalam mencegah kebakaran meluas.

Menariknya, titik kebakaran tersebut belum terdeteksi sebagai hotspot pada Aplikasi Lembuswana. Hal ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan dan pelaporan langsung dari lapangan karena potensi kebakaran dapat muncul sebelum terpantau sistem deteksi.

Petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 01.00 WITA setelah memastikan api padam dan situasi terkendali. Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.

5 Hektare Lahan Terbakar di Samboja Barat, Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Api

Kukar – Tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran lahan semak belukar di RT 11 Desa Tani Bhakti, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Minggu (27/9/2026).

Kebakaran yang melanda area sekitar 5 hektare tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 13.30 WITA. Personel Polsek Samboja bersama TNI, Damkar, PMI dan relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk memutus penyebaran api.

Sebanyak 24 personel gabungan dikerahkan dengan dukungan mobil pemadam, water tank dan mobil tandon. Petugas berjibaku memadamkan kobaran yang membakar semak belukar serta tumpukan daun kering di lahan yang berbatasan dengan kebun sawit warga.

Sekitar pukul 17.25 WITA, api berhasil dipadamkan. Petugas memastikan kondisi di lokasi tetap dipantau untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang terindikasi meningkatkan risiko kebakaran.

Penanganan berlangsung aman dan lancar, tanpa laporan korban jiwa maupun gangguan terhadap kebun warga di sekitar lokasi.