Api Lahap 5 Hektare Semak Belukar di Loa Janan, Polisi dan Relawan Bergerak Hadang Perluasan

Kukar – Kebakaran lahan kembali menguji kesigapan petugas di Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Kebakaran yang terjadi di kawasan Putaq Bugis, Dusun Masaping, RT 11, Desa Loa Duri Ulu, Senin (28/9/2026), membakar semak belukar dengan luasan diperkirakan mencapai 5 hektare.

Api diketahui sekitar pukul 11.00 WITA dan diduga berasal dari lahan milik warga sebelum merambat ke kawasan hutan dan semak belukar. Kondisi vegetasi yang didominasi semak serta dedaunan kering membuat api mudah menjalar dan memperluas area terdampak.

Bhabinkamtibmas Desa Loa Duri Ulu Aipda Daris bersama Kanit Lantas Polsek Loa Janan IPTU Abd Hakim, Babinsa, perangkat desa dan tim relawan mendatangi lokasi untuk mengecek titik api sekaligus melakukan penanganan.

Akses menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan sehingga sebagian lokasi hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak dapat dilakukan secara maksimal di seluruh titik dan petugas harus mengutamakan pemadaman pada area yang masih dapat dijangkau serta melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan api.

Dukungan juga datang dari Damkar Kecamatan Loa Janan, Relawan Kamaseku dan Relawan Damba. Mobil water tank dikerahkan untuk mendukung upaya pemadaman di lokasi yang memungkinkan dijangkau kendaraan.

Meski menghadapi medan sulit, kolaborasi petugas dan relawan berhasil mengendalikan kebakaran. Sebagian api dipadamkan secara manual, sementara titik yang belum dapat dijangkau terus dipantau untuk mencegah api kembali membesar dan bergerak ke arah Kampung Masaping.

Kondisi hujan yang sempat turun turut membantu menghambat penjalaran api. Berdasarkan pengecekan awal, sebagian besar pepohonan tidak terbakar, sementara api lebih banyak melahap semak dan dedaunan kering.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Kebakaran juga tidak menyebabkan kerusakan bangunan maupun fasilitas umum.

Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika melalui personelnya memastikan pemantauan tetap dilakukan bersama unsur terkait. Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama pada area yang sulit dijangkau.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan tantangan penanganan karhutla di medan terbuka: bukan hanya soal memadamkan api, tetapi juga berpacu dengan akses, vegetasi kering dan arah penjalaran api. Karena itu, sinergi polisi, pemerintah desa, damkar, relawan dan masyarakat menjadi kunci agar api tidak kembali meluas.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twenty + fifteen =