Cegah Karhutla Sejak Dini, Polsek Sebulu Gencarkan Edukasi Hukum kepada Warga

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan Polsek Sebulu jajaran Polres Kutai Kartanegara. Tidak hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul, kepolisian memperkuat langkah pencegahan melalui pembinaan dan penyuluhan hukum kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan personel Polsek Sebulu melalui kegiatan Binluh Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 WITA tersebut, personel memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan sekaligus konsekuensi hukum bagi pelakunya.

Petugas mengingatkan masyarakat, khususnya para petani, agar tidak menggunakan metode pembakaran dalam membuka atau membersihkan lahan. Cara tersebut dinilai berisiko memicu api tidak terkendali, terutama pada kondisi lahan yang mudah terbakar.

Selain memberikan edukasi hukum, personel Polsek Sebulu juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari upaya pencegahan Karhutla. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo menekankan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Pencegahan bukan hanya tugas kepolisian. Masyarakat memiliki peran penting untuk menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran sejak dari sumbernya,” ujarnya.

Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman bahwa Karhutla tidak hanya merusak hutan dan lingkungan, tetapi dapat mengganggu kesehatan masyarakat, mengurangi kualitas udara serta berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan apabila asap menyebar luas.

Kegiatan Binluh Karhutla tersebut dilaksanakan oleh delapan personel Polsek Sebulu, yakni Aiptu Irwan, Aiptu Nyoto, Aiptu I.D. Ferdian, Aipda Slamet N., Bripka I Ketut Sudira, Brigpol M. Wahyu Effendi, Bripda M. Zaki Akbar dan Bripda Muhammad Brigas Kuncahya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Sebulu menunjukkan komitmennya untuk mengedepankan langkah preventif, membangun kesadaran hukum masyarakat dan memperkuat partisipasi warga dalam mencegah Karhutla.

Panen Raya di Loa Kulu, Polri Hadir Dukung Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan

Kukar – Hamparan persawahan di Dusun Loa Gagak, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi saksi semangat para petani dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Panen raya padi digelar pada Rabu (2/9/2026) mulai pukul 09.00 WITA.

Kegiatan panen raya tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh serta kelompok tani. Kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Loa Kulu Kota, Briptu Haiqal, turut menjadi wujud dukungan Polri terhadap aktivitas masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Panen raya diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan kelompok tani, Pemerintah Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, UPTD Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur serta Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Kartanegara.

Suasana semakin semarak saat dilakukan pemotongan padi secara simbolis oleh Ketua Kelompok Tani Segar Bugar A bersama para tamu undangan. Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kerja keras petani yang telah mengelola lahan hingga menghasilkan panen.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto melalui kehadiran Bhabinkamtibmas menegaskan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan.

Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah kegiatan pertanian juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memastikan kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar.

Panen raya ini diikuti para anggota Kelompok Tani Segar Bugar A, Segar Bugar B dan Segar Bugar C. Selain menjadi momentum syukuran atas hasil pertanian, kegiatan tersebut diharapkan dapat semakin memotivasi petani untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Loa Kulu.

Cegah Api Sebelum Membesar, Polsek Kembang Janggut Perkuat Sinergi Muspika, Desa dan Perusahaan Hadapi Karhutla

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah muncul. Langkah antisipasi sejak dini menjadi kunci untuk mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla yang digelar di Gedung BPU Lama Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan unsur Muspika, pemerintah desa serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kembang Janggut untuk menyatukan langkah menghadapi potensi Karhutla.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat hingga memastikan kesiapan personel dan sarana pemadam kebakaran.

“Edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan, terutama mengenai larangan pembakaran hutan dan lahan serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan,” tegas Kapolsek.

Selain aspek penegakan hukum, Polsek Kembang Janggut juga mendorong seluruh perusahaan untuk memastikan personel, peralatan dan sarana prasarana pemadam kebakaran dalam kondisi siap digunakan sewaktu-waktu.

Menurutnya, kesiapan tersebut tidak hanya untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah konsesi perusahaan, tetapi juga dapat menjadi kekuatan bersama apabila terjadi Karhutla di wilayah sekitar yang membutuhkan bantuan.

“Kesiapsiagaan tidak boleh menunggu api muncul. Patroli di titik-titik rawan harus dilakukan secara berkala agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kembang Janggut Suhartono mengimbau pemerintah desa dan perusahaan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat komunikasi.

Sinergi antarinstansi dinilai penting agar setiap potensi Karhutla dapat segera direspons sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Dalam rapat tersebut, masing-masing perusahaan juga memaparkan kesiapan sarana dan prasarana pemadam kebakaran, personel yang dimiliki, serta kegiatan pencegahan dan patroli yang telah dilaksanakan, baik di dalam wilayah konsesi maupun kesiapan memberikan bantuan di luar area konsesi.

Sementara itu, para kepala desa turut menyampaikan kondisi lapangan, potensi kerawanan serta berbagai kendala yang dihadapi di wilayah masing-masing. Penyampaian tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pola pencegahan Karhutla secara terpadu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kembang Janggut Suhartono, Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto, Danramil Kembang Janggut Kapten Yudi Prasetyoko, Sekcam Kembang Janggut Subli, para kepala desa serta perwakilan perusahaan PT Bara Tabang, PT RMB, PT AKM, PT Rekap, PT TPS, PT ABK dan PT SRL.

Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak diharapkan tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun sistem pencegahan yang terintegrasi, dengan komunikasi cepat, patroli rutin dan kesiapan peralatan pemadam sebagai langkah utama menghadapi ancaman Karhutla.

Kebakaran Semak Belukar di Purwajaya Capai 2 Hektare, Polsek Loa Janan Bergerak Cepat Kendalikan Api

Kukar – Kebakaran semak belukar terjadi di kawasan Km 7 RT 01, Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026) sore. Kobaran api membakar vegetasi kering dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 2 hektare.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 17.30 WITA. Mengetahui adanya kebakaran, Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe bersama personel Polsek Loa Janan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, PMK, relawan dan unsur terkait langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan serta penanganan.

Hasil pengecekan awal menunjukkan api diduga bermula dari semak belukar yang mengering akibat kondisi cuaca panas. Api kemudian merambat ke bagian atas tebing dan membakar pepohonan, semak belukar serta dedaunan kering di sekitar lokasi.

Medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Akses menuju titik api tidak dapat dilalui kendaraan dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Selain itu, lokasi kebakaran berada di kawasan yang telah terisolir oleh danau, tebing atau jurang serta jalan hauling perusahaan.

Dengan kondisi tersebut, upaya penanganan dilakukan melalui pemantauan titik api dari lokasi yang dapat dijangkau, sembari menyiagakan sarana pendukung berupa 1 unit water tank relawan Siaga Batuah dan 1 unit water tank PT IBP di titik terdekat yang dapat diakses kendaraan.

Kapolsek bersama personel dan unsur gabungan terus melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali merambat ke area lain. Setelah kondisi api terkendali, petugas juga melakukan penyisiran terhadap area terdampak guna mengantisipasi adanya bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kegiatan penanganan berlangsung hingga sekitar pukul 21.30 WITA. Kebakaran berhasil dikendalikan dan tidak ditemukan korban jiwa maupun korban luka. Tidak terdapat pula kerusakan terhadap bangunan maupun fasilitas umum.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa personel bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

“Kesigapan personel Polsek bersama relawan, TNI, pihak perusahaan, PMK dan unsur terkait menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran, terlebih kondisi medan menuju titik api cukup sulit dijangkau,” ujar Kapolsek.

Kapolsek Loa Janan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya di tengah kondisi cuaca panas dan banyaknya vegetasi kering yang mudah terbakar.

Polsek Loa Janan bersama seluruh unsur terkait berkomitmen melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran lahan secara cepat guna mencegah api meluas serta menjaga keamanan masyarakat dan lingkungan.

Cegah Karhutla Meluas, Kapolsek Loa Janan Turun Langsung Padamkan Kepulan Asap di TPA Loa Duri Ilir

Kukar – Kepulan asap yang muncul dari area tempat pembuangan sampah di RT 17 dan RT 26, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, langsung mendapat respons cepat dari jajaran Polsek Loa Janan, Rabu (2/9/2026).

Mendapat informasi sekitar pukul 14.00 WITA, Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe bersama empat personel segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus mencegah munculnya kembali titik api.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 14.15 WITA, petugas menemukan kepulan asap dan bara yang masih berpotensi menimbulkan api. Hasil pengecekan awal juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut sebelumnya telah beberapa kali mengalami kebakaran. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar satu hektare.

Tak ingin bara api kembali membesar dan merembet ke areal sekitar, personel Polsek Loa Janan langsung melakukan pemadaman dan pendinginan secara manual. Dengan memanfaatkan ranting pohon, petugas menyisir titik-titik yang masih mengeluarkan asap untuk memastikan bara benar-benar padam.

Upaya tersebut berlangsung mulai pukul 14.20 hingga 16.00 WITA. Berkat penanganan cepat, kepulan asap berhasil dikendalikan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap lokasi tersebut sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

“Kami tidak ingin kepulan asap ini kembali menjadi titik api dan meluas ke area sekitar. Karena itu, kami langsung melakukan pemadaman dan pendinginan sekaligus memastikan lokasi tetap dalam kondisi aman,” ujarnya.

Selain pemadaman, Polsek Loa Janan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terlebih di tengah kondisi yang rawan terjadinya kebakaran lahan.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Desa Loa Duri Ilir akan diupayakan melakukan penyekatan menggunakan excavator untuk membantu melokalisasi area dan mencegah api kembali menjalar.

Polsek Loa Janan juga akan terus memantau lokasi bekas kebakaran serta mengajak masyarakat berperan aktif dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kewaspadaan bersama dinilai menjadi kunci agar kejadian serupa tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Dua Anak Ditemukan Meninggal di Sungai Loa Haur, Tim SAR Hentikan Pencarian

Kukar – Upaya pencarian terhadap dua anak yang sebelumnya dilaporkan hilang di Perairan Sungai Loa Haur, Desa Bakungan, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, membuahkan hasil pada Selasa (1/9/2026).

Tim SAR gabungan menemukan dua korban dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian secara intensif di sekitar lokasi kejadian.

Korban pertama ditemukan sekitar pukul 11.40 WITA, berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi yang diduga menjadi titik awal kejadian. Sementara korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA, sekitar 200 meter dari lokasi tersebut.

Pencarian melibatkan personel Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, Ditpolairud Polda Kaltim, Polsek Loa Janan, Basarnas, BPBD, Damkar, relawan serta masyarakat.

Informasi awal diperoleh setelah keluarga mencari keberadaan kedua anak yang belum kembali ke rumah. Berdasarkan rekaman CCTV warga, keduanya diduga terlihat berada di sekitar perairan Sungai Loa Haur sebelum kemudian tidak lagi terlihat.

Setelah kedua korban ditemukan, petugas melakukan evakuasi dan penanganan sesuai prosedur. Pihak keluarga kemudian menerima penyerahan jenazah dan menyatakan menolak dilakukan pemeriksaan visum maupun autopsi, yang dituangkan dalam administrasi resmi.

Kasatpolairud Polres Kutai Kartanegara AKP Benedict Jaya menyampaikan bahwa proses pencarian dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan keselamatan serta koordinasi seluruh unsur yang terlibat.

Kepolisian mengimbau para orang tua dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya ketika berada di sekitar sungai atau perairan yang memiliki risiko keselamatan.

Polsek Sanga Sanga Aktif Cegah Karhutla, Warga Pendingin Didorong Jadi Garda Terdepan

Kukar – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya dilakukan saat api sudah berkobar. Polsek Sanga Sanga mengambil langkah konkret dengan memperkuat edukasi, deteksi dini dan keterlibatan masyarakat dalam mencegah Karhutla di Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan penyuluhan Karhutla oleh siswa Sesko TNI di BPU Kelurahan Pendingin, Rabu (2/9/2026).

Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Pendingin Aiptu Budi Santoso hadir langsung bersama unsur TNI, pemerintah kecamatan, kelurahan, para ketua RT serta tokoh masyarakat dan agama.

Dalam kegiatan tersebut, Polsek Sanga Sanga berperan mendorong masyarakat memahami bahwa pencegahan Karhutla dimulai dari lingkungan masing-masing. Warga diberikan pemahaman agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.

Bhabinkamtibmas juga menjadi ujung tombak Polsek dalam membangun komunikasi dengan perangkat kelurahan, ketua RT dan masyarakat.

Informasi mengenai potensi kebakaran diharapkan dapat disampaikan sedini mungkin sehingga petugas dapat segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah penanganan.

Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid menegaskan, kepolisian tidak hanya bertindak ketika terjadi kebakaran, tetapi juga aktif melakukan langkah pencegahan di tengah masyarakat.

“Kami mendorong masyarakat untuk menjadi mata dan telinga di lingkungannya. Jika melihat asap atau titik api, segera laporkan. Kecepatan informasi sangat menentukan agar api dapat ditangani sebelum meluas,” tegasnya.

Menurutnya, sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, perangkat kelurahan, relawan dan masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun sistem deteksi dini Karhutla.

Polsek Sanga Sanga akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk menyampaikan imbauan, memantau kondisi wilayah serta membangun koordinasi apabila ditemukan potensi kebakaran.

Melalui langkah tersebut, Polsek Sanga Sanga berupaya memastikan pencegahan Karhutla tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi diwujudkan melalui edukasi berkelanjutan, pengawasan lingkungan, pelaporan cepat dan koordinasi lintas sektor.

Api Kepung 6 Hektare Lahan Pertamina EP di Anggana, Tim Gabungan Berjibaku hingga Dini Hari

KUKAR – Kebakaran lahan terjadi di kawasan WKP Pertamina EP, lokasi SPNKL, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026) sore.

Mendapat informasi adanya titik api sekitar pukul 17.00 WITA, personel Polsek Anggana bersama Koramil, Damkar, BPBD, relawan, pekerja Pertamina EP serta unsur terkait langsung bergerak melakukan penanganan.

Kobaran api membakar lahan dengan luas diperkirakan mencapai 6 hektare. Proses pemadaman menghadapi kendala berupa keterbatasan armada serta jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Meski demikian, berkat sinergi seluruh unsur, api berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam sekitar pukul 01.25 WITA. Petugas selanjutnya memastikan kondisi lokasi aman guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kehadiran cepat personel gabungan menjadi langkah penting dalam mencegah api meluas dan menjaga kawasan WKP Pertamina EP dari ancaman kebakaran yang lebih besar.

Api Lahap 5 Hektare Lahan di Kota Bangun, Tim Gabungan Berjibaku hingga Dini Hari

Kukar – Kobaran api kembali menguji kesiapsiagaan Tim Satgas Karhutla di Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran lahan terjadi di Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 19.00 WITA.

Begitu informasi diterima, respons cepat langsung dilakukan. Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan, bersama Camat Kota Bangun Abdul Karim dan Tim Satgas Karhutla bergerak menuju lokasi untuk memastikan api tidak semakin meluas.

Sebanyak puluhan personel gabungan dari Polsek Kota Bangun, Koramil, Kecamatan, Damkar, perangkat desa, relawan Masyarakat Peduli Api hingga pihak perusahaan PT KTC bahu-membahu memadamkan kobaran api.

Api diketahui membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering di lahan milik warga dengan luas diperkirakan mencapai 5 hektare. Kondisi lokasi yang berada cukup jauh dari jalan serta medan yang masuk ke area lahan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Tak ingin mengambil risiko, petugas memanfaatkan sejumlah armada pemadam dan peralatan portable. Air juga diambil dari Sungai Mahakam untuk mendukung proses pemadaman.

Perjuangan petugas berlangsung berjam-jam. Mulai sekitar pukul 20.00 WITA hingga 01.00 WITA, tim terus menyiram titik api dan bara yang masih menyala, kemudian dilanjutkan dengan pendinginan serta penyisiran di area terdampak.

Sekitar pukul 01.30 WITA, seluruh titik api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Satu unit mobil portable Damkar Kota Bangun tetap disiagakan di lokasi sebagai langkah antisipasi apabila muncul kembali titik api.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan mengatakan, penanganan cepat dilakukan sebagai upaya mencegah kebakaran meluas sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Setelah api berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ujarnya.

Menariknya, titik kebakaran tersebut belum terdeteksi melalui aplikasi LembuSwana. Meski demikian, Tim Satgas Karhutla Kota Bangun tetap bergerak berdasarkan informasi lapangan dari masyarakat dan perangkat desa.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Kota Bangun. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila melihat asap maupun titik api. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula penanganan dapat dilakukan,” tegasnya.

Sinergi antara kepolisian, TNI, pemerintah kecamatan, Damkar, relawan, perangkat desa dan pihak perusahaan menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran tersebut.

Api Membesar di Tempat Pembuangan Sampah Desa Perian, Polisi dan Relawan Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran terjadi di tempat pembuangan sampah RT 008, Desa Perian, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 20.30 WITA.

Mendapat informasi tersebut, Kapolsek Muara Muntai Iptu Jaelani bersama personel Polsek Muara Muntai dan Relawan Damkar Desa Muara Leka langsung bergerak menuju lokasi.

Api sempat membesar, namun berkat respons cepat dan sinergi petugas serta relawan, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WITA.

Setelah memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali, personel melakukan pengecekan di sekitar lokasi sebelum kembali ke Mako Polsek Muara Muntai.

Kapolsek Muara Muntai mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membuang atau membakar sampah, mengingat kondisi lahan yang rawan terbakar dan api dapat dengan cepat meluas.