Polisi dan BPBD Padamkan Karhutla di Tenggarong, Setengah Hektare Lahan Terbakar

Kukar – Polsek Tenggarong bersama TNI dan BPBD bergerak cepat menangani kebakaran lahan pertanian di Jalan Dr. Syaukani, kawasan Villa Kaning, Kelurahan Loa Ipuh, Rabu (14/10/2026).

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.30 WITA itu menghanguskan sekitar setengah hektare lahan. Petugas gabungan tiba di lokasi pukul 15.30 WITA dan langsung melakukan pemadaman serta pendinginan.

Dugaan sementara, api berasal dari sisa kebakaran sebelumnya. Api berhasil dipadamkan dan dilanjutkan dengan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api kembali. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi melalui penanganan di lapangan menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama bara api yang masih tersisa setelah kebakaran.

Polisi mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Polsek Kembang Janggut Kawal Aspirasi Warga Long Beleh Haloq, Mediasi Digelar agar Konflik Plasma Tak Berlarut

Kukar – Mengedepankan pelayanan humanis dan menjaga situasi tetap kondusif, Polsek Kembang Janggut mengawal aksi unjuk rasa masyarakat Desa Long Beleh Haloq yang menuntut kepastian realisasi kebun plasma 20 persen dari PT. REA Kaltim Plantations, Rabu (14/10/2026).

Aksi yang melibatkan sekitar 50 warga tersebut berlangsung di kawasan Teguh Estate Divisi 07, Kecamatan Kembang Janggut. Warga melakukan penutupan jalan operasional perusahaan sebagai bentuk tuntutan atas belum adanya kepastian dan jawaban resmi terkait hasil pertemuan sebelumnya.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto bersama personel Polsek, mengawal jalannya aksi sekaligus mendorong penyelesaian melalui dialog dan musyawarah. Mediasi yang digelar di lokasi pada pukul 11.30 WITA turut melibatkan pihak manajemen perusahaan, perwakilan masyarakat, serta unsur TNI dan pengamanan objek vital Polda Kaltim.

Dalam mediasi tersebut, pihak perusahaan menyampaikan telah berupaya menawarkan sejumlah skema terkait Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) atau plasma 20 persen. Sementara itu, masyarakat meminta kepastian tertulis mengenai hasil pembahasan sebelumnya, termasuk besaran pendapatan kemitraan yang diharapkan sesuai dengan poin-poin Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kutai Kartanegara.

Kapolsek AKP Dedi Supriyanto menegaskan bahwa kepolisian hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mengawal penyampaian aspirasi masyarakat agar berlangsung tertib dan membuka ruang penyelesaian bagi semua pihak.
Ia menyarankan agar setiap poin kesepakatan maupun skema yang ditawarkan perusahaan dituangkan dalam perjanjian tertulis resmi, sehingga memiliki kejelasan dan dapat menjadi pedoman bersama.

“Kami mengimbau seluruh pihak mengedepankan musyawarah, menjaga situasi tetap kondusif, dan mencari solusi yang dapat diterima bersama. Harapannya, hak-hak masyarakat dapat diperjelas dan aktivitas perusahaan kembali berjalan tanpa menimbulkan persoalan berkepanjangan,” pesan Kapolsek.

Meski dialog telah dilaksanakan, tuntutan warga hingga saat ini belum memperoleh jawaban konkret. Masyarakat masih melakukan pemortalan di empat titik akses operasional perusahaan, yakni Jembatan Santekan 1, Pos Jaga Badak, Pulau Desa Long Beleh Haloq, dan Jalan Teguh Estate Divisi 07.

Polsek Kembang Janggut terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis untuk mencegah eskalasi, menjaga keamanan, serta memastikan penyampaian aspirasi berlangsung damai.

Resmi Jabat Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Jossy Kusumo Dorong Polisi Lebih Dekat dengan Masyarakat

Jakarta- Irjen Jossy Kusumo resmi menjabat sebagai Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri setelah menjalani upacara serah terima jabatan di Mako Baharkam Polri, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Jossy menggantikan Irjen Mahmud Nazly Harahap dalam upacara yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Herry Heryawan.

Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi bagian dari kesinambungan organisasi Polri dalam memperkuat fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya melalui peran Korps Sabhara sebagai salah satu unsur utama dalam pelaksanaan tugas preventif kepolisian.

Kakorsabhara Baharkam Polri Irjen Jossy Kusumo menegaskan komitmennya untuk memperkuat kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat melalui pendekatan yang lebih humanis, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurutnya, tantangan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat terus berkembang. Karena itu, jajaran Sabhara dituntut tidak hanya memiliki kesiapan operasional, tetapi juga kemampuan membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat.

“Semangat Polisi Bersama Masyarakat menjadi salah satu landasan penting dalam pelaksanaan tugas tersebut. Kehadiran polisi diharapkan tidak sebatas merespons gangguan keamanan, tetapi juga mampu membangun rasa aman, mencegah potensi gangguan, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” kata Jossy.

Dalam konteks tersebut, Jossy memandang penguatan patroli, pelayanan kepolisian, pengamanan objek vital, serta optimalisasi kemampuan personel dan sarana pendukung sebagai bagian penting dalam meningkatkan efektivitas tugas Korps Sabhara.

“Pendekatan preventif juga perlu diiringi dengan kolaborasi bersama masyarakat. Sebab, keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Sementara itu, upacara serah terima jabatan berlangsung dengan rangkaian pembacaan keputusan Kapolri, pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara serah terima jabatan dan pakta integritas.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat utama Baharkam Polri, termasuk Kakorbinmas, Kakorpolairud, serta para pejabat di lingkungan Korsabhara Baharkam Polri.

Pergantian kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi Korps Sabhara dalam mendukung kebijakan Kapolri, khususnya mewujudkan pelayanan kepolisian yang profesional, responsif, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, Korps Sabhara diharapkan mampu menjadikan kehadiran polisi sebagai sumber rasa aman sekaligus membangun kepercayaan publik melalui tindakan nyata di lapangan.

Prof. Henry Indraguna Apresiasi Komitmen Polri Berantas Peredaran Narkoba

JAKARTA – Pengamat hukum Prof. Henry Indraguna mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dalam memperkuat pemberantasan peredaran narkoba. Ia menilai langkah cepat tersebut menunjukkan keseriusan Polri dalam melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya narkotika.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Kapolri Jenderal Suyudi. Baru dilantik langsung gebrak narkoba. Ini yang ditunggu masyarakat. Narkoba adalah musuh negara, musuh kita semua,” kata Henry dalam pernyataan tertulis yang diterima pada Rabu (14/10/2026).

Henry menilai pemberantasan narkoba perlu menyasar seluruh mata rantai peredaran, mulai dari pengguna hingga bandar besar dan jaringan internasional. Ia juga menyoroti penindakan di sejumlah kawasan rawan peredaran narkotika, termasuk Kampung Ambon di Cengkareng dan Kampung Boncos di Palmerah, Jakarta Barat.

Menurutnya, upaya penegakan hukum perlu dilakukan secara konsisten dan diimbangi langkah pencegahan yang melibatkan masyarakat. “Agar langkah penegakan hukum dapat berjalan beriringan dengan pencegahan,” ujarnya.

Henry berharap penguatan pemberantasan narkoba dapat dilakukan di seluruh jajaran Polda dan Polres, disertai kolaborasi lintas lembaga, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN), Kejaksaan, dan Bea Cukai, untuk memutus rantai pasokan narkoba dari luar negeri. Ia juga menyatakan kesiapan Barisan Pemuda Nusantara (BAPERA) untuk menjadi mitra Polri dalam menyosialisasikan bahaya narkoba kepada kalangan pemuda.

“Narkoba menghancurkan masa depan anak bangsa. Satu orang kena narkoba, satu keluarga hancur. Kalau satu generasi hancur, negara bisa hancur. Jadi apa yang dilakukan Jenderal Suyudi ini adalah menyelamatkan masa depan Indonesia,” tegas Henry.

Ia berharap komitmen pemberantasan narkoba berjalan beriringan dengan peningkatan profesionalisme dan pelayanan publik. Menurutnya, semangat “Polisi Bersama Masyarakat” perlu diwujudkan melalui kerja sama yang berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkotika.

IPW Dorong Kapolri Suyudi Perkuat Pemberantasan Narkoba dan Reformasi Internal Polri

JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mendorong Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk memperkuat pemberantasan narkoba sekaligus melanjutkan pembenahan internal Polri. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme personel, memperkuat pengawasan, serta menghadirkan pelayanan publik yang adil, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ketua IPW menilai pemberantasan narkoba perlu menjadi salah satu prioritas dalam pelaksanaan program 100 hari kerja Kapolri. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui penguatan koordinasi antara Bareskrim Polri, jajaran Polda, serta Badan Narkotika Nasional (BNN), khususnya dalam penindakan terhadap jaringan peredaran narkoba dan kawasan yang rawan penyalahgunaan narkotika.

“Pemberantasan narkoba harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Selain menindak jaringan peredaran, Polri juga perlu memperkuat pencegahan, melindungi generasi muda, serta memastikan setiap anggota yang terbukti terlibat narkoba ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Ketua IPW.

Dukungan tersebut disampaikan menyusul pengungkapan kasus narkoba di sejumlah wilayah. Di Sumatera Utara, melalui Operasi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) bersama BNN Provinsi Sumatera Utara, petugas mengamankan 37 orang di kawasan bantaran Sungai Jalan M. Yusuf Jintan, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, pada Minggu (11/10/2026). Dari jumlah tersebut, 27 orang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Sementara itu, penggerebekan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10/2026), melibatkan personel Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya bersama BNN. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan 24 orang, terdiri atas 16 orang dari Kampung Ambon dan delapan orang dari Kampung Boncos, serta menyita sejumlah barang bukti narkotika dan senjata yang diduga digunakan untuk melakukan perlawanan.

Menurut IPW, langkah penindakan tersebut perlu diikuti dengan pemetaan kawasan rawan narkoba, penguatan operasi terpadu, serta evaluasi berkala terhadap hasil pelaksanaannya. Penanganan juga perlu disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah agar upaya pemberantasan berjalan efektif.

Selain pemberantasan narkoba, IPW menyoroti pentingnya pembenahan organisasi Polri, terutama dalam aspek pelayanan publik, pengawasan internal, dan pengelolaan sumber daya manusia. Evaluasi kinerja pimpinan di setiap tingkatan dinilai perlu dilakukan berdasarkan kompetensi, rekam jejak, integritas, serta capaian pelaksanaan tugas.

Ketua IPW mengatakan bahwa perubahan organisasi perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan. Menurutnya, masyarakat harus memperoleh pelayanan kepolisian secara profesional tanpa harus terlebih dahulu menyampaikan persoalannya melalui media sosial agar mendapatkan perhatian.

“Pembenahan Polri perlu diukur dari hasil yang dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan membuat laporan, kejelasan penanganan perkara, hingga sikap personel saat memberikan pelayanan. Prinsip meritokrasi, transparansi, dan pengawasan yang konsisten menjadi bagian penting untuk mewujudkan perubahan tersebut,” ungkapnya.

IPW juga mendorong penguatan pengawasan melekat sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2022. Pelaksanaannya dinilai penting untuk mencegah penyimpangan, meningkatkan disiplin, serta memastikan pimpinan bertanggung jawab dalam membina dan mengawasi personel di bawah kewenangannya.

Dalam hal mutasi dan penempatan jabatan, IPW berpandangan bahwa keputusan organisasi perlu didasarkan pada pertimbangan objektif, termasuk kompetensi, kapabilitas, integritas, dan kebutuhan organisasi. Evaluasi yang terukur diharapkan dapat menjaga profesionalisme sekaligus memperkuat soliditas internal Polri.

IPW turut menekankan bahwa pembenahan internal harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hubungan antara polisi dan masyarakat. Pelayanan yang humanis, keterbukaan informasi, serta penanganan pengaduan yang akuntabel dinilai menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan publik.

Melalui berbagai langkah tersebut, IPW berharap program 100 hari kerja Kapolri dapat menjadi momentum untuk memperkuat pemberantasan narkoba, meningkatkan kualitas pengawasan internal, dan mendorong pelayanan kepolisian yang semakin profesional.

Upaya tersebut sejalan dengan harapan agar Polri terus meningkatkan kehadirannya di tengah masyarakat melalui penegakan hukum yang adil, pelayanan yang responsif, serta komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Api Padam, Asap Gambut Masih Mengepul! Kapolsek Muara Kaman Pimpin Pendinginan di Lahan PT ATK

Kukar – Kobaran api di lahan gambut kawasan HGU PT ATK, Desa Sabintulung dan Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, berhasil dipadamkan. Namun, perjuangan petugas belum berakhir. Kepulan asap masih muncul dari dalam gambut yang terbakar sehingga pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali menyala.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin bersama personel Polsek dan tim gabungan turun langsung menangani kebakaran pada Senin, 12 Oktober 2026, sekitar pukul 13.40 Wita.

Sebanyak 188 personel gabungan dari tim pemadam perusahaan PT ATK dan PT SKL, KTPA, MPA, serta Manggala Agni dikerahkan untuk membantu penanganan di lokasi.

Meski api di permukaan telah padam, bara dapat bertahan di bawah tanah dan kembali memicu kebakaran. Kondisi rawa gambut yang sulit dijangkau, keterbatasan sumber air, serta minimnya jaringan komunikasi semakin menyulitkan upaya pemadaman.

Petugas pun terus melakukan penyiraman dan pendinginan secara bertahap. Sebanyak 10 mesin pompa, 230 selang, 30 nosel, dan tiga mobil tangki digunakan untuk mendukung penanganan. Pihak perusahaan juga berupaya mengalirkan air melalui sungai dan parit serta membuat sekat atau kanal guna mencegah api meluas.

Berdasarkan laporan di lapangan, api awalnya berasal dari lahan APL milik pemerintah, kemudian merembet ke kawasan HGU PT ATK akibat angin kencang. Luas lahan yang terbakar masih menunggu verifikasi lebih lanjut.

Kapolsek Muara Kaman bersama tim gabungan terus memantau titik kebakaran, terutama karena lokasi tersebut merupakan area hotspot berulang yang sebelumnya telah ditangani melalui pemadaman darat dan dukungan helikopter water bombing.

Penanganan ini menegaskan bahwa padamnya api di permukaan bukan berarti ancaman karhutla telah selesai. Pendinginan dan pemantauan harus terus dilakukan hingga titik-titik yang berasap benar-benar terkendali, demi mencegah kebakaran kembali meluas dan melindungi lingkungan serta masyarakat sekitar.

Final Kota Bangun III Cup Berlangsung Sengit, Kapolsek Pimpin Langsung Pengamanan

Kukar – Persaingan sengit mewarnai partai final Turnamen Sepak Bola Kota Bangun III Cup di Lapangan Desa Kota Bangun III, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kutai Kartanegara, Selasa (13/10/2026). Untuk memastikan pertandingan berjalan aman dan tertib, Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan memimpin langsung pengamanan bersama tujuh personel.

Dua pertandingan berlangsung ketat. DKI FC akhirnya keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan LKC Benua Baru melalui adu penalti dengan skor 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 2-2. Sementara itu, Independent FC-B mengamankan posisi juara ketiga usai menundukkan Maskot FC dengan skor 2-1.

Hasil akhir turnamen menempatkan DKI FC sebagai juara pertama, LKC Benua Baru juara kedua, Independent FC-B juara ketiga, dan Maskot FC di posisi keempat.

Kehadiran Kapolsek bersama personel Polsek Kota Bangun menjadi bagian dari upaya Polri menjaga keamanan sekaligus memastikan masyarakat dapat menikmati pertandingan dengan nyaman.

Pengamanan berakhir pukul 18.20 Wita. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib, mencerminkan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, panitia, pemain, dan masyarakat dalam menyukseskan kegiatan olahraga.

AWC Samapta Polres Kukar Dikerahkan, Bantu Padamkan Kebakaran yang Hanguskan 11 Rumah di Tenggarong

Kukar – Mobil Armoured Water Cannon (AWC) Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara dikerahkan untuk membantu proses pemadaman kebakaran besar di Jalan Kartini Gang Karya, RT 61 dan RT 26, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Selasa (13/10/2026) malam.

Kehadiran AWC menjadi bagian dari upaya Polres Kukar membantu petugas pemadam kebakaran dan relawan mengendalikan kobaran api yang dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 23.50 Wita itu menghanguskan 11 rumah dan menimbulkan duka mendalam bagi warga.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.35 Wita dengan bantuan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kukar dan relawan. Namun, dampak kebakaran sangat memilukan: dua anak berusia 7 tahun dan 3 tahun meninggal dunia, sementara seorang warga mengalami luka bakar.

AWC Samapta Polres Kukar hadir sebagai dukungan nyata dalam penanganan darurat, pengerahan kendaraan taktis berkemampuan menyemprotkan air tersebut memperkuat upaya pemadaman bersama unsur terkait saat api meluas di kawasan permukiman yang sebagian besar bangunannya terbuat dari kayu.

Polisi juga melakukan pengamanan tempat kejadian perkara, mengumpulkan keterangan saksi, serta berkoordinasi dengan ketua RT setempat. Penyebab kebakaran masih diduga akibat korsleting listrik dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Inafis Satreskrim Polres Kukar.

Kerugian materiil sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Di tengah musibah ini, pengerahan AWC dan keterlibatan personel Polres Kukar menjadi bagian dari respons kepolisian untuk membantu penanganan kebakaran serta mendukung keselamatan masyarakat.

Polres Kukar Kawal PORSENI dan GAMKI 2026, Pertandingan Voli Berlangsung Aman

Kukar – Polres Kutai Kartanegara menerjunkan personel untuk mengamankan kegiatan PORSENI dan GAMKI 2026 di halaman Gedung Olahraga DPRD Kukar, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Selasa (13/10/2026).

Pengamanan dilakukan untuk memastikan rangkaian kegiatan, khususnya lomba bola voli, berjalan tertib dan lancar. Tiga personel Polres Kukar, yakni Aiptu Yusran, Aipda Erwin, dan Aipda Yohanes, disiagakan di lokasi kegiatan.

Kegiatan yang dihadiri panitia dan sekitar 50 masyarakat tersebut berlangsung dengan aman dan terkendali.

Kehadiran personel Kepolisian merupakan bentuk komitmen Polres Kukar dalam menjaga keamanan setiap kegiatan masyarakat, sehingga peserta dan warga dapat beraktivitas dengan nyaman.

Kapolsek Loa Janan Ajak Kades Perkuat Sinergi, Karhutla dan Pengelolaan Dana Desa Jadi Perhatian

Kukar – Kapolsek Loa Janan IPTU Danang Wahyu Rahardika, mengajak seluruh kepala desa memperkuat sinergi dengan Kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mengawasi perkembangan persoalan di desa, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri rapat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Loa Janan di Pemancingan Geri dan Aldi, Desa Tani Bhakti, Selasa (13/10/2026).

Rapat yang dihadiri Camat Loa Janan Hery Rusnandi, Ketua APDESI Adi Sucipto, dan para kepala desa se-Kecamatan Loa Janan itu membahas berbagai persoalan strategis, mulai dari pembangunan desa, pengelolaan anggaran, program ketahanan pangan, hingga kondisi keamanan wilayah.

Dalam kesempatan tersebut, IPTU Danang menegaskan pentingnya komunikasi terbuka antara pemerintah desa dan Kepolisian. Menurutnya, koordinasi sejak dini diperlukan agar setiap persoalan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan.

“Kami mengajak seluruh kepala desa dan perangkatnya untuk terus berkoordinasi dengan Kepolisian, baik terkait penggunaan anggaran desa, persoalan sosial, maupun perkembangan situasi kamtibmas di wilayah masing-masing,” menjadi pesan utama Kapolsek dalam pertemuan tersebut.

Perhatian khusus juga diberikan terhadap ancaman karhutla yang masih menjadi tantangan di tengah kondisi kemarau. Kapolsek meminta pemerintah desa segera melaporkan setiap kejadian kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.

Selain itu, jajaran Polsek Loa Janan siap melakukan edukasi dan pendekatan persuasif bersama Bhabinkamtibmas untuk mencegah potensi gangguan ketertiban, termasuk persoalan konsumsi minuman tuak yang menjadi perhatian pemerintah Desa Tani Harapan.

Kapolsek juga mengajak pemerintah desa mendukung program perlindungan sosial dan ketahanan pangan, khususnya penanaman jagung. Sementara itu, perkembangan Koperasi Desa Merah Putih akan terus dipantau sesuai tugas dan kewenangan Kepolisian.

Dalam rapat tersebut, masing-masing kepala desa turut menyampaikan sejumlah kebutuhan dan kendala di wilayahnya. Pembahasan mencakup pengajuan rambu lalu lintas dan kaca cembung di Desa Purwajaya, normalisasi sungai, perbaikan infrastruktur, penanganan dampak kemarau terhadap pertanian, hingga percepatan administrasi anggaran desa.

Program rehabilitasi rumah tidak layak huni juga menjadi perhatian. Pemerintah Kecamatan Loa Janan menyampaikan masih terdapat kuota sekitar 200 unit yang perlu diverifikasi untuk menentukan calon penerima bantuan.

Camat Loa Janan Hery Rusnandi menegaskan bahwa rapat APDESI merupakan forum koordinasi rutin yang dilaksanakan secara bergiliran di setiap desa. Forum ini diharapkan menjadi wadah untuk menyamakan langkah dalam menyelesaikan persoalan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui pertemuan tersebut, Polsek Loa Janan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah kecamatan dan desa. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, mempercepat penanganan persoalan masyarakat, serta menjaga situasi wilayah Loa Janan tetap aman dan kondusif.