Safari Subuh di Samboja, Kapolsek dan Muspika Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat

Kukar – Mengawali pagi dengan ibadah, jajaran Muspika Kecamatan Samboja bersama tokoh agama dan masyarakat memperkuat silaturahmi serta kepedulian sosial melalui kegiatan Safari Subuh di Masjid Jami Nurul Huda, Kelurahan Handil Baru Darat, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 04.30 WITA tersebut diikuti Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid, perwakilan Pemerintah Kecamatan Samboja, pengurus MUI, tokoh agama, para lurah dan kepala desa, serta sekitar 100 jemaah.

Safari Subuh ini tidak sekadar menjadi momentum ibadah berjemaah, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antara pemerintah, kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kebersamaan serta kondusivitas wilayah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan salat Subuh berjemaah dan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan sambutan, tausiah agama, doa bersama, penyerahan bingkisan, serta ramah tamah.

Dalam sambutannya, Sekretaris Kecamatan Samboja Andri Wirawan menyampaikan bahwa Safari Subuh merupakan program rutin pemerintah kecamatan yang direncanakan berlangsung satu kali setiap bulan secara bergiliran di kelurahan dan desa.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat yang turut menyisihkan rezekinya untuk membantu warga yang membutuhkan. Semangat berbagi tersebut diharapkan semakin memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kehadiran Kapolsek Samboja dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan kemitraan bersama tokoh agama serta unsur pemerintahan.

Melalui silaturahmi yang terjalin, diharapkan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat semakin terbuka, sehingga berbagai persoalan di lingkungan warga dapat dibicarakan dan dicarikan solusi bersama.

Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun kebersamaan dan memperkuat kepercayaan masyarakat.

Kampung Nelayan Muara Jawa Mulai Dibangun, Polsek Kawal Momentum Kebangkitan Ekonomi Pesisir Kukar

Kukar – Harapan baru bagi masyarakat pesisir mulai diwujudkan, pembangunan Kampung Nelayan di Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa, ditandai dengan peletakan batu pertama, Sabtu (18/10/2026).

Program ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat sektor perikanan di Kutai Kartanegara.

Momentum tersebut dirangkai dengan kunjungan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar, Muslik, bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 Kelurahan Muara Jawa Pesisir.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman turut hadir bersama Danramil Muara Jawa Kapten Inf Waskito, Camat Muara Jawa Muhammad Ramli, anggota DPRD Kukar Sabir serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan rombongan di Pelabuhan Handil, kemudian meninjau kawasan pembangunan Kampung Nelayan. Sepanjang perjalanan, rombongan disambut dengan sajian aneka makanan khas laut bakaran yang mencerminkan kekayaan kuliner masyarakat pesisir.

Puncak kegiatan berlangsung pada pukul 10.45 WITA melalui seremoni peletakan batu pertama pembangunan Kampung Nelayan Muara Jawa Pesisir. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama masyarakat dan Kerukunan Keluarga Pinrang (KKP).

Dalam sambutan yang mewakili Bupati Kutai Kartanegara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Muslik menegaskan bahwa Muara Jawa Pesisir memiliki posisi strategis sebagai salah satu kawasan penghasil perikanan tangkap di Kukar.

Namun, potensi tersebut masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, mulai dari abrasi, hasil tangkapan yang fluktuatif, hingga akses pasar yang perlu ditingkatkan.

Karena itu, pembangunan Kampung Nelayan tidak boleh berhenti sebagai seremoni semata, melainkan harus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui Program Dedikasi Kukar Idaman.

Program ini diharapkan mampu mendukung peningkatan nilai tukar nelayan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

Kehadiran Kapolsek Muara Jawa bersama jajaran dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan kepolisian terhadap agenda pembangunan daerah, sekaligus menjaga komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah serta masyarakat.

Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan warga menjadi modal penting agar pembangunan berjalan lancar serta manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Peringatan HUT ke-20 Kelurahan Muara Jawa Pesisir pun menjadi momentum memperkuat kebersamaan sekaligus menatap masa depan kawasan pesisir yang lebih maju dan sejahtera.

Pembangunan Kampung Nelayan diharapkan menjadi titik awal bagi penguatan ekonomi pesisir, peningkatan kesejahteraan nelayan, dan kemajuan Muara Jawa Pesisir.

Cegah Karhutla, Polsek Kota Bangun Ingatkan Warga Ancaman Sanksi Pidana

Kukar – Cegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak dini, Polsek Kota Bangun turun langsung memberikan imbauan kepada masyarakat Desa Kota Bangun Ulu, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WITA ini dilaksanakan oleh Aipda Raden, Bripka Marapi, dan Bripda Dino Michel.

Petugas mengingatkan warga, khususnya petani, agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai aturan hukum dan sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan.

Polsek Kota Bangun mengajak masyarakat berperan aktif mencegah karhutla karena dampaknya dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, hingga membahayakan keselamatan penerbangan.

Cegah api sebelum meluas. Polri mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dari ancaman karhutla.

Satresnarkoba Polres Kukar Sisir Tempat Hiburan di Tenggarong, Pengunjung Tahta Biliard Diperiksa

Kukar – Upaya mencegah penyalahgunaan narkoba terus digencarkan Polres Kutai Kartanegara. Kali ini, personel gabungan menggelar patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) dan pemeriksaan di kawasan tempat hiburan Tahta Biliard, Jalan Adji Masnandai, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Jumat (16/10/2026) malam.

Operasi yang dimulai pukul 20.00 Wita tersebut melibatkan Satresnarkoba, Samapta, Pamapta, dan Provos Polres Kukar. Kegiatan dipimpin KBO Satresnarkoba Polres Kukar, IPTU Sugiyono, sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Kukar.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan patroli dan pemeriksaan terhadap masyarakat di sekitar lokasi. Pemeriksaan juga diarahkan untuk mendeteksi dugaan penyalahgunaan narkoba melalui tes urine terhadap orang yang dicurigai.

Hasil pemeriksaan malam itu, tidak ditemukan pengunjung Tahta Biliard yang melakukan penyalahgunaan narkoba.

Meski demikian, petugas tidak berhenti pada pemeriksaan. Personel turut memberikan imbauan kepada karyawan dan pengunjung agar menjauhi narkoba serta tidak terlibat dalam peredaran maupun penyalahgunaannya.

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan preventif kepolisian untuk mempersempit ruang penyalahgunaan narkoba, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan membutuhkan peran bersama.

Melalui patroli KRYD dan Operasi Kampung Narkoba Tahun 2026, Satresnarkoba Polres Kukar bersama fungsi terkait terus mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman narkoba.

Pesan kepolisian jelas: tempat hiburan harus menjadi ruang yang aman, bukan tempat berkembangnya penyalahgunaan narkoba.

Polres Kukar mengajak masyarakat berani menjauhi narkoba dan segera melaporkan apabila mengetahui aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredarannya.

1.500 Warga Padati Pembukaan Pesta Laut Samboja 2026, Polsek Kerahkan Pengamanan Gabungan hingga Dini Hari

Kukar – Ribuan warga memadati Lapangan Sepak Bola Pasar Samboja Kuala, Kecamatan Samboja, untuk menyaksikan pembukaan Pesta Laut Samboja 2026, Jumat (16/10/2026) malam. Mengantisipasi kepadatan pengunjung, Polsek Samboja bersama personel perkuatan dan sejumlah instansi terkait memperketat pengamanan demi memastikan pesta budaya berlangsung aman dan tertib.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid memimpin langsung apel kesiapan pengamanan pada pukul 18.40 Wita. Personel gabungan disiagakan bersama petugas dari RSUD Abadi Samboja, Damkarmatan, PMI, dan Linmas Kelurahan Samboja Kuala.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta memastikan kesiapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama kegiatan berlangsung.

Pembukaan resmi dimulai pukul 20.00 Wita, dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kukar Awang Agus Dharmawan, Camat Samboja Damsik, Plt. Camat Samboja Barat Tajuddin, Danramil 0906-06/Samboja Kapten Inf. Nelwan, para kepala desa dan lurah, tokoh masyarakat, serta tamu undangan. Sekitar 1.500 warga turut memeriahkan acara tersebut.

Pengamanan menjadi perhatian utama di tengah kemeriahan panggung budaya dan musik. Pesta Laut Samboja 2026 mengusung tema “Tempoe Doeloe”, yang mengangkat sejarah, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat pesisir Samboja Kuala.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penampilan Ecoprint Samboja, Tari Kain Soga dari SMAN 1 Samboja, serta pertunjukan Sanggar Tari Ratritara dan Sanggar Tari Kharisma.

Dalam sambutan Bupati Kutai Kartanegara yang dibacakan Plt. Kepala Dinas Pariwisata, disampaikan bahwa Pesta Laut Samboja telah menjadi agenda tahunan daerah. Tradisi ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud rasa syukur nelayan atas hasil laut sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Kegiatan juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM dan talenta lokal untuk berkembang, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Kem eriahan berlanjut dengan penampilan sejumlah musisi, di antaranya The Huffelpuff, Relix, Saus Kacang, Kiki Bintang Pantura, Zealous, hingga Setia Band.

Di tengah padatnya pengunjung dan rangkaian hiburan, personel gabungan tetap menjalankan tugas pengamanan hingga acara berakhir pada pukul 00.30 Wita.

Polsek Samboja memastikan masyarakat dapat menikmati pesta budaya dengan rasa aman dan nyaman. Sinergi kepolisian, TNI, tenaga kesehatan, petugas pemadam kebakaran, PMI, dan Linmas menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran salah satu agenda budaya masyarakat pesisir Kukar tersebut.
Seluruh rangkaian pembukaan Pesta Laut Samboja 2026 berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Green Policing, Polsek Sangasanga Turun Langsung Bersihkan Lingkungan, Wujud Nyata Polri Peduli

Kukar – Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dengan imbauan, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata. Polsek Sangasanga menunjukkan komitmen tersebut dengan menggelar kegiatan Jumat Bersih dalam mendukung program Green Policing, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 10.00 Wita ini dipimpin Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid, S.H., bersama personel Polsek Sangasanga sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas yang mendukung aktivitas keagamaan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, jajaran Polsek Sangasanga tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan, tetapi juga mengambil peran dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Program Green Policing menjadi salah satu bentuk pendekatan humanis Polri dengan mengajak masyarakat menumbuhkan kesadaran menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong kepedulian bersama, dimulai dari lingkungan sekitar.

Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid menekankan pentingnya membangun kebiasaan peduli lingkungan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial juga menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya memperkuat kepercayaan publik melalui aksi sosial yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar.

Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga mengajak masyarakat merawat lingkungan. Melalui program Green Policing, Polsek Sangasanga berharap semangat menjaga kebersihan dan kelestarian alam tumbuh menjadi budaya bersama di wilayah Kutai Kartanegara.

Pesta Laut Samboja 2026 Meriah! 500 Warga dan Nelayan Ikuti Ritual Melarung dan Belimbur, Polsek Samboja Pastikan Kegiatan Berjalan Dengan Lancar

Kukar – Tradisi leluhur kembali menyatukan masyarakat pesisir dalam kemeriahan Pesta Laut Samboja 2026. Sekitar 500 warga dan nelayan Samboja Kuala mengikuti ritual adat Melarung dan Belimbur, Jumat (16/10/2026), dengan pengamanan dari Polsek Samboja untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan lancar.

Kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat pesisir ini berlangsung sejak pagi, melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta komunitas nelayan yang antusias mengikuti setiap prosesi.

Rangkaian acara dimulai pukul 07.30 Wita dengan arak-arakan Lawo Suji atau sesaji dari rumah Tahang di RT 018, Kelurahan Samboja Kuala, menuju Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Samboja Kuala.

Memasuki pukul 08.00 Wita, prosesi Melarung dilaksanakan dengan membawa Lawo Suji menggunakan perahu menuju laut Samboja. Perjalanan tersebut diiringi rombongan kapal nelayan, menciptakan suasana kebersamaan yang kental di tengah masyarakat pesisir.

Kemudian, sekitar pukul 09.00 Wita, masyarakat melanjutkan prosesi Belimbur di laut dan sekitar Pelabuhan TPI Samboja Kuala. Tradisi ini menjadi salah satu momen yang dinantikan dalam rangkaian Pesta Laut Samboja.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid hadir bersama Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kukar Awang Agus Dharmawan, Danramil 0906-06/Samboja Kapten Inf. Nelwan, Sekcam Samboja Andri Wirawan, Lurah Samboja Kuala Muhammad Saleh, Ketua Damkarmatan Samboja Saharuddin, serta tokoh masyarakat nelayan Tahang.

Kehadiran unsur kepolisian menjadi bagian dari upaya mendukung kegiatan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama tradisi berlangsung.

Pesta Laut Samboja bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan dan menjaga keberlangsungan tradisi masyarakat nelayan yang diwariskan turun-temurun.

Seluruh rangkaian ritual berakhir sekitar pukul 11.00 Wita. Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar, dengan semangat kebersamaan masyarakat pesisir yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga tradisi lokal di Samboja.

Jumat Keliling, Kapolsek Loa Kulu Ajak Warga Bersatu Cegah Narkoba hingga Karhutla

Kukar – Menjaga keamanan bukan hanya tugas polisi, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan seluruh masyarakat. Pesan itu disampaikan Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto saat melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Juling) di Masjid Al Mizan, Kelurahan Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Jumat (16/10/2026).

Usai salat Jumat berjemaah, Kapolsek memanfaatkan momen tersebut untuk bersilaturahmi dengan tokoh agama dan masyarakat sekaligus mengajak warga memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam penyampaiannya, AKP Hari Supranoto menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan. Masyarakat diminta tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan serta membangun kebiasaan saling mengingatkan demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Narkoba, kejahatan digital, dan karhutla menjadi perhatian. Kapolsek mengajak masyarakat bersama-sama mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan generasi muda, melalui pengawasan dan kepedulian mulai dari lingkungan keluarga.

Warga juga diingatkan agar bijak menggunakan media sosial. Informasi yang belum terverifikasi, penipuan daring, berita bohong, hingga provokasi dapat memicu kerugian dan keresahan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya ataupun menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Tak kalah penting, Kapolsek mengajak warga berperan aktif mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan tidak membuka lahan melalui pembakaran. Selain merusak lingkungan, kebakaran dapat mengancam kesehatan, keselamatan, dan kehidupan masyarakat sekitar.

Melalui Jumat Keliling, Polsek Loa Kulu terus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat agar berbagai persoalan keamanan dapat dicegah sejak dini. Sinergi polisi dan warga menjadi kunci untuk menjaga Loa Kulu tetap aman, tertib, dan kondusif.

Safari Subuh Polres Kukar Perkuat Silaturahmi, Ajak Masyarakat Bangkitkan Kepedulian Sosial

Kukar – Menjaga keamanan dan mempererat persaudaraan tak hanya dilakukan melalui patroli, tetapi juga dengan mendekatkan diri kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Polres Kutai Kartanegara bersama Forkopimda, organisasi keagamaan, dan warga menggelar Safari Subuh di Langgar Al Karim, Jalan Gunung Menyapa, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 04.30 Wita tersebut menjadi ruang memperkuat silaturahmi antara kepolisian, pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdifahrudin Faris Raharja Putra hadir bersama Kasi Propam Polres Kukar AKP Slamet Rijadi, unsur pemerintah daerah, tokoh keagamaan, tokoh masyarakat, Forum RT Kelurahan Timbau, serta sekitar 60 jemaah.

Dalam sambutan pengurus Langgar Al Karim, kegiatan Safari Subuh diharapkan semakin mempererat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat. Jemaah juga diajak memakmurkan masjid, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, khususnya bagi warga yang terdampak musibah kebakaran di Kecamatan Tenggarong.

Sementara itu, dalam kultum Subuh, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sekaligus pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar, Ustadz Bahrun Rasid, menyampaikan pentingnya menjaga pengendalian diri, terutama ketika menghadapi persoalan rumah tangga.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil keputusan saat emosi memuncak, melainkan menenangkan diri terlebih dahulu. Masjid juga didorong menjadi tempat memperkuat keimanan, menenangkan hati, menimba ilmu, dan membangun persaudaraan.

Tak hanya itu, jemaah diajak meneladani kehidupan masjid pada masa Nabi Muhammad SAW, termasuk semangat Ashabus Shuffah yang mencerminkan kesederhanaan, semangat menuntut ilmu, dan kebersamaan.

Kepedulian terhadap korban kebakaran di Kelurahan Melayu turut menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Apresiasi disampaikan kepada masyarakat dan berbagai pihak yang telah memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Safari Subuh ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kedekatan dengan warga, komunikasi yang baik, dan penguatan nilai keagamaan, diharapkan tercipta lingkungan yang semakin rukun, peduli, dan kondusif.

Polri: Imbau Masyarakat Waspadai Risiko Judi Online, Tingkatkan Kesadaran Diri Jaga Keluarga

JAKARTA – Polri mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran diri untuk menjaga keluarga dari berbagai modus perjudian daring atau judi online yang berpotensi menimbulkan kerugian finansial dan berdampak pada kehidupan sosial maupun keluarga. Upaya ini sejalan dengan program Quick Wins prioritas Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, upaya tersebut mendorong keterlibatan publik dalam menjaga keamanan serta mencegah penyebaran judi daring dan penipuan digital.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengingatkan bahwa pemberantasan judi online tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum terhadap jaringan dan pelaku, tetapi juga membutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengenali risiko serta mencegah diri dan keluarga terjerat perjudian digital. Hal tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Kapolri, khususnya poin ketiga tentang Bersih Judi Daring dan Penipuan Digital.

“Sejalan dengan program prioritas Kapolri, yaitu program Bersih Judi Daring dan Penipuan Digital, kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan promosi maupun janji keuntungan instan yang ditawarkan melalui ruang digital. Polisi Bersama Masyarakat perlu diwujudkan melalui kepedulian dan peran aktif bersama dalam mencegah penyebaran judi online, mengenali risikonya, serta melindungi diri dan keluarga dari dampak yang ditimbulkan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, promosi judi online dapat ditemukan melalui berbagai saluran digital, mulai dari unggahan media sosial, komentar spam, pesan pribadi, hingga tautan yang mengarahkan pengguna ke situs perjudian. Promosi tersebut dapat dikemas dengan menonjolkan kemenangan atau keuntungan tertentu sehingga menimbulkan persepsi keliru bahwa judi online merupakan cara mudah untuk mendapatkan penghasilan.

Masyarakat perlu memahami bahwa kemenangan sesaat bukan jaminan keuntungan berkelanjutan. Sebaliknya, keinginan untuk mengembalikan uang yang telah hilang akibat kekalahan dapat mendorong seseorang terus bermain dan mempertaruhkan lebih banyak uang. Jika tidak dikendalikan, kondisi ini berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan sehari-hari, menimbulkan utang, hingga memicu persoalan dalam keluarga.

“Jangan sampai keinginan mendapatkan keuntungan dengan cepat justru membuat masyarakat mengabaikan risiko kerugian yang lebih besar. Kami mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap promosi perjudian, tidak menggunakan uang untuk kebutuhan pokok sebagai taruhan, serta tidak menyebarluaskan tautan atau konten yang mempromosikan judi online. Langkah pencegahan perlu dimulai dari diri sendiri dan lingkungan keluarga,” tegasnya.

Untuk mencegah dampak yang lebih luas, masyarakat diimbau tidak mengakses situs perjudian, tidak melakukan deposit atau transfer dana untuk berjudi, serta tidak memberikan data pribadi maupun informasi keuangan kepada pihak yang mempromosikan aktivitas tersebut. Orang tua juga diharapkan mendampingi anak dalam menggunakan internet dan membangun komunikasi terbuka mengenai risiko perjudian digital agar anak dan remaja tidak mudah terpapar konten tersebut.

Apabila menemukan konten atau aktivitas yang diduga berkaitan dengan perjudian daring, masyarakat dapat melaporkannya melalui kanal resmi yang berwenang. Masyarakat juga diimbau tidak ikut menyebarluaskan promosi perjudian, termasuk melalui komentar, unggahan, maupun pesan berantai. Apabila terdapat anggota keluarga yang mulai mengalami kesulitan menghentikan kebiasaan berjudi, dukungan dan komunikasi tanpa menghakimi dapat menjadi langkah awal untuk mencegah dampak yang lebih besar.

Trunoyudo menegaskan bahwa Polisi Bersama Masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui dukungan terhadap penegakan hukum, tetapi juga melalui keterlibatan bersama dalam membangun kesadaran dan mencegah risiko kejahatan digital. Penindakan terhadap pelaku perlu berjalan beriringan dengan edukasi publik agar masyarakat semakin memahami bahaya judi online dan mampu mengambil langkah pencegahan.

“Pemberantasan judi online membutuhkan peran bersama. Kami mengajak masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi penyebaran perjudian daring, berani melaporkan aktivitas yang diduga melanggar hukum, serta saling mengingatkan mengenai risikonya. Polisi Bersama Masyarakat dapat memperkuat upaya perlindungan masyarakat dan mewujudkan ruang digital yang lebih aman serta bertanggung jawab,” tutup Trunoyudo.