Karhutla 15 Hektare di Jembayan, Petugas Berjibaku di Medan Perbukitan

Kukar – Kebakaran lahan melanda kawasan perkebunan sawit milik PT KBP di Dusun Durung RT 12, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Api membakar lahan yang diperkirakan mencapai ±15 hektare. Kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar dan vegetasi kering membuat penanganan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Situasi semakin sulit lantaran lokasi kebakaran berada di wilayah perbukitan, minim sumber air, serta memiliki akses menuju titik api yang cukup sulit. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pengendalian api membutuhkan waktu serta pengerahan berbagai unsur.

Mendapat informasi kebakaran, Bhabinkamtibmas Desa Jembayan Aipda Indra Kusuma bersama personel Koramil Loa Kulu, Pemerintah Desa Jembayan, Damkar Bakungan, BPBD Kutai Kartanegara, pihak PT IHM dan PT MHU, serta masyarakat bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Sinergi lintas unsur tersebut difokuskan pada upaya mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran merembet menuju kawasan permukiman warga di sekitar lokasi.

Hingga laporan disampaikan, personel Polri, TNI, pemerintah desa, petugas pemadam dan masyarakat masih bersiaga di sekitar lokasi untuk memantau perkembangan api dan mengantisipasi munculnya kembali kobaran atau perambatan ke wilayah lain.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pengecekan dan pendalaman untuk mengetahui awal mula kebakaran serta faktor yang memicunya.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto melalui personelnya menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas dalam penanganan tersebut.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali, sementara pemantauan terus dilakukan.

Api Kembali Merambat di Sanipah, Tim Gabungan Bergerak Kendalikan Karhutla

Kukar – Kebakaran semak belukar kembali terjadi di Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026). Api yang muncul di titik yang sama dengan kebakaran sehari sebelumnya kembali merambat hingga mendekati lahan perkebunan warga.

Kebakaran terpantau sekitar pukul 12.00 WITA di area seluas kurang lebih 1 hektare. Sebelumnya, titik tersebut telah ditangani melalui pemadaman hingga sekitar pukul 01.30 WITA pada malam sebelumnya.

Mendapat informasi adanya api yang kembali muncul, Polsek Samboja bersama unsur K3 PT AJP, CRC PT PHM, MPA Kelurahan Sanipah, pemerintah kelurahan serta masyarakat langsung bergerak menuju lokasi.

Sebanyak 21 personel dan unsur masyarakat terlibat dalam penanganan. Pemadaman dilakukan menggunakan dua unit Alkon portabel, sekaligus dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.00 WITA, kobaran api dan asap berhasil dikendalikan. Petugas kemudian tetap melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api kembali meluas, terlebih titik kebakaran berada dekat dengan lahan perkebunan warga.

“Pemadaman tidak berhenti setelah api terlihat padam. Pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujarnya.

Untuk penyebab kebakaran, pihak terkait masih melakukan penyelidikan. Kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu indikasi awal yang diperhatikan, namun kepastian penyebab masih menunggu hasil pendalaman.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga penanganan selesai, situasi di lokasi aman dan kondusif, dengan titik api dalam tahap pendinginan dan pemantauan.

Berjibaku Hingga Malam, Polisi dan Warga Jinakkan Api di Lahan Semak Anggana

Kukar – Ketika sebagian warga mulai beraktivitas di malam hari, petugas kepolisian bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan relawan justru berjibaku memadamkan kobaran api di lahan semak belukar RT 14, Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026).

Titik api diketahui sekitar pukul 18.10 WITA. Piket Regu 2 langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Kobaran api melanda lahan semak belukar milik masyarakat dengan luas diperkirakan mencapai ±1 hektare.

Penanganan tidak dilakukan sendirian. Empat personel kepolisian bersama Penjabat Sekcam Anggana, Kepala Desa Anggana, Kepala Desa Sidomulyo, serta sekitar 20 relawan bahu-membahu melawan api hingga malam.

Perjuangan di lapangan tidak mudah, keterbatasan armada pemadam serta jauhnya sumber dan suplai air menjadi kendala tersendiri. Meski demikian, petugas dan relawan tetap melakukan upaya pemadaman secara maksimal agar api tidak merambat ke area lainnya.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.50 WITA. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara pemilik lahan masih belum diketahui.

Keberhasilan pemadaman ini menjadi bukti bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya tugas satu pihak. Sinergi antara kepolisian, pemerintah dan masyarakat menjadi kunci ketika api mulai mengancam lingkungan.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada lahan yang dipenuhi vegetasi kering dan mudah terbakar.

Api Mengancam Lahan Warga Sarijaya, Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Karhutla

Kukar – Kobaran api kembali mengancam lahan warga di Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026). Kebakaran lahan terjadi di kawasan Jalan Yos Sudarso Gang Karya RT 10 sekitar pukul 11.30 WITA.

Begitu informasi diterima, personel Polsek Sanga Sanga bersama unsur TNI, Damkar, relawan, serta personel BKO langsung bergerak melakukan peninjauan sekaligus pemadaman di lokasi.

Sedikitnya 14 personel dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan, terdiri dari anggota Polsek Sanga Sanga, Koramil Sanga Sanga, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, Damkar Kecamatan Sanga Sanga, serta relawan pemadam dari Kelurahan Jawa dan Sarijaya.

Lahan milik warga bernama Hartono yang terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare.
Hingga penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pengecekan dan pendalaman oleh petugas di lapangan.
Kesigapan tim gabungan membuahkan hasil.

Api berhasil dipadamkan sebelum berkembang lebih luas. Petugas juga memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan dan sinergi seluruh unsur, terutama ketika kondisi lahan kering dan mudah terbakar.

“Yang paling penting adalah api segera dikendalikan agar tidak meluas. Kami bersama seluruh unsur akan terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Pisah Sambut Tiga Kapolsek di Polres Kukar, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Amanah dalam Bertugas

Kukar — Polres Kutai Kartanegara menggelar acara pisah sambut Kapolsek Anggana, Kapolsek Loa Janan, dan Kapolsek Sebulu, Selasa (8/9/2026) siang.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Lantai III Mako Polres Kutai Kartanegara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar.

Acara berlangsung mulai pukul 13.30 WITA dan dihadiri Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharudiin Faris Raharja Putra, Kabag SDM Kompol Suwarno, Kabag Ren AKP Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan, para Kasat, Kasi, perwira, Kapolsek jajaran, serta jajaran Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara.

Dalam sambutannya, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa mutasi dan pergantian jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari dinamika organisasi, sekaligus menjadi sarana pembinaan dan pengembangan karier personel.

“Setiap pejabat yang diberikan kepercayaan untuk mengemban suatu jabatan harus mampu mempertanggungjawabkan amanah tersebut secara profesional dan proporsional. Setiap saat kita harus siap melaksanakan tugas maupun menyerahkan kembali jabatan demi kepentingan organisasi,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pejabat baru. Ia berharap kehadiran pejabat baru dapat membawa semangat, motivasi, serta inovasi dalam meningkatkan kinerja personel di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara.

Ia menekankan pentingnya profesionalisme, loyalitas, kreativitas, dan kebersamaan dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya yakin tugas kita akan berjalan dengan baik apabila kita bekerja secara profesional dan proporsional, serta didukung rasa kebersamaan dan peran seluruh anggota untuk saling bahu membahu mewujudkan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Kepada pejabat lama, Kapolres menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kinerja, serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di jajaran Polres Kutai Kartanegara.

“Atas nama keluarga besar Polres Kutai Kartanegara, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kinerja dan pengabdian saudara. Semoga seluruh tugas dan pengabdian terbaik yang telah dilakukan menjadi amal ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” ungkapnya.

Kapolres juga memberikan penghargaan kepada para Bhayangkari yang selama ini setia mendampingi dan mendukung suami dalam menjalankan tugas kepolisian, termasuk kontribusi dalam membesarkan Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara.

Menutup sambutannya, Kapolres Kukar mengajak seluruh personel untuk terus mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban yang telah terjaga dengan baik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Polsek Kembang Janggut Ungkap Pencurian Laptop di SDN 005, Terduga Pelaku Diamankan

Kukar – Unit Reskrim Polsek Kembang Janggut mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di lingkungan SDN 005 Kembang Janggut, Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Peristiwa tersebut diketahui pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, pihak sekolah memperoleh informasi bahwa ruang guru telah dibobol dan satu unit laptop yang disimpan di dalam laci diketahui hilang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah melakukan pengecekan ke ruang guru. Dari pemeriksaan awal ditemukan adanya jejak telapak kaki di dalam ruangan serta kondisi tempat penyimpanan laptop yang sudah tidak berisi barang.

Perkara kemudian dilaporkan ke Polsek Kembang Janggut untuk dilakukan penyelidikan. Perkembangan kasus mengarah kepada seorang pemuda berusia 19 tahun yang diamankan di Desa Genting Tanah pada Senin, 7 September 2026.

Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku disebut mengakui telah mengambil laptop yang sebelumnya disimpan di ruang guru SDN 005 Kembang Janggut.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit laptop merek Zyrex, satu dusbook laptop, serta satu kabel charger laptop merek Zyrex.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto melalui Unit Reskrim memastikan proses penanganan perkara terus dilakukan sesuai ketentuan hukum. Polisi telah membuat laporan polisi, memeriksa saksi-saksi, melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti dan tersangka, serta melengkapi administrasi penyidikan.

Terduga pelaku dijerat dengan ketentuan Pasal 477 ayat (1) huruf (f) jo Pasal 127 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait dugaan pencurian dengan pemberatan.

Polsek Kembang Janggut menegaskan bahwa pengungkapan perkara ini merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan rasa aman, khususnya terhadap fasilitas pendidikan dan aset masyarakat, sekaligus memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan secara profesional.

Cegah Karhutla, Polsek Tenggarong Seberang Pasang Spanduk Himbauan di Desa Sumberejo

Kukar – Polsek Tenggarong Seberang memasang spanduk himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sumberejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WITA tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat penyebaran api.

Melalui spanduk tersebut, masyarakat juga diajak menjaga lingkungan dari potensi sumber api, aktif mencegah Karhutla, serta turut menyebarluaskan informasi kepada lingkungan sekitar.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Kegiatan pemasangan himbauan berlangsung aman dan lancar sebagai bagian dari upaya Polri mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.

Karhutla Lahap 30 Hektare Lahan di Batuah, Polsek Loa Janan Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Dusun Batuah RT 14, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

Kebakaran terjadi di sekitar area penambangan PT BEP dengan objek yang terbakar berupa semak belukar dan vegetasi kering. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat merambat hingga area terdampak diperkirakan mencapai ±30 hektare.

Mengetahui kejadian tersebut, personel Polsek Loa Janan bersama unsur pemadam kebakaran, masyarakat dan pihak perusahaan langsung melakukan penanganan di lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke wilayah lain.

Pemadaman turut diperkuat dukungan unit water tank dari PT MOP dan PT BEP untuk menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan pemantauan di sekitar lokasi, terutama terhadap titik-titik yang berpotensi kembali memunculkan api.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak terhadap potensi Karhutla, khususnya saat kondisi cuaca panas dan kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Hingga laporan disampaikan, situasi di lokasi dalam keadaan aman dan kondusif, sementara pemantauan terhadap area terdampak terus dilakukan sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

olda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

LAMPUNG, 9 SEPTEMBER 2026 – Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” tutur Yuni.

Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan. Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan.

DELAPAN BULAN BERSAMA MASYARAKAT, SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ-2026 TINGGALKAN KENANGAN KEKELUARGAAN DI KIWIROK

KIWIROK, PEGUNUNGAN BINTANG – Delapan bulan menjalankan tugas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 membangun kedekatan dengan masyarakat di 12 kampung. Kebersamaan yang terjalin selama penugasan itu menjadi bagian dari cerita yang tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga hubungan antarmanusia.

Momen kebersamaan tersebut terlihat dalam kegiatan makan bersama masyarakat Kiwirok yang dirangkaikan dengan acara pisah sambut personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, personel lama dan personel baru bersama masyarakat duduk menikmati makanan serta berbincang untuk mempererat hubungan sebelum berlangsungnya serah terima tugas.

Di tengah suasana tersebut, Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, mewakili masyarakat dari 12 kampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel yang selama kurang lebih delapan bulan telah berada dan menjalankan tugas bersama masyarakat. Penyampaian tersebut disampaikan pada Senin (7/9/2026).

“Atas nama masyarakat dari 12 kampung, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan seluruh rombongan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 yang selama kurang lebih delapan bulan telah bersama-sama dengan kami. Selama berada di sini, Bapak dan seluruh personel telah memberikan perhatian, menjaga serta membangun kebersamaan yang luar biasa dengan masyarakat,” ujar Abdeus.

Bagi masyarakat Kiwirok, pertemuan tersebut bukan sekadar kegiatan makan bersama. Setelah berbulan-bulan bertemu dan berinteraksi, suasana pisah sambut membuat hubungan yang terbangun terasa semakin dekat. Percakapan ringan, saling menyapa, dan menikmati makanan dalam satu tempat menjadi bagian dari momen yang menghangatkan suasana.

Abdeus mengatakan, kebersamaan selama delapan bulan telah membuat hubungan antara masyarakat dan personel Satgas terasa lebih dekat. Menurutnya, interaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari telah menumbuhkan rasa saling mengenal dan kepercayaan.

“Bagi kami, kebersamaan selama delapan bulan ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi telah menjadi sebuah hubungan kekeluargaan yang akan selalu kami kenang. Kami juga memohon maaf apabila selama kebersamaan terdapat kesalahan, kekurangan, maupun hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” katanya.

Ia berharap hubungan baik yang telah terbentuk tetap terjaga dalam pelaksanaan pisah sambut personel Satgas. Abdeus juga menyampaikan apresiasi kepada personel lama atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan selama menjalankan tugas, serta menyambut personel baru yang akan melanjutkan pengabdian di Kiwirok.

“Kami berharap kebersamaan dan hubungan baik yang telah dibangun selama ini dapat terus dilanjutkan. Kepada personel yang akan melanjutkan tugas di tempat lain, kami mengucapkan terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kebersamaan yang telah diberikan. Kepada personel yang baru, kami menyampaikan selamat datang dan berharap dapat terus bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di Kiwirok,” tuturnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan terima kasih atas penerimaan masyarakat Kiwirok selama personel menjalankan tugas.

“Selama berada di Kiwirok, kami tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga berusaha membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Kami berterima kasih karena masyarakat telah menerima dan mendukung personel kami selama menjalankan tugas di sini,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Menurutnya, kegiatan pisah sambut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tugas dan hubungan baik antara personel Satgas dengan masyarakat. Pergantian personel diharapkan tidak mengurangi komunikasi serta kerja sama yang telah terbangun.

“Pesan kami kepada masyarakat Kiwirok dan 12 kampung, tetap jaga persaudaraan, keamanan dan kedamaian. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah hubungan antarmasyarakat. Kami berharap hubungan baik yang sudah terbangun dapat terus dijaga dan dilanjutkan bersama personel yang baru,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan kebersamaan selama delapan bulan menjadi pengalaman berharga bagi personel yang bertugas di Kiwirok.

“Delapan bulan merupakan waktu yang cukup panjang untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Kami sangat menghargai sambutan, dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepada personel Ops Damai Cartenz-2026. Hubungan seperti ini menjadi modal penting untuk menjaga keamanan secara bersama-sama,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

Momen makan bersama dan pisah sambut tersebut menjadi penanda berakhirnya satu rangkaian penugasan bagi sebagian personel sekaligus dimulainya tugas bagi personel yang baru. Namun, bagi masyarakat Kiwirok, delapan bulan kebersamaan telah meninggalkan cerita tentang pertemuan, komunikasi, saling membantu, dan hubungan kekeluargaan yang diharapkan tetap terjaga.

Pisah sambut personel boleh mengubah siapa yang bertugas di lapangan, tetapi hubungan baik yang telah dibangun bersama masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.