Polres Kukar bersama Sespimmen Polri Digrek Ke 67 Perkuat Sinergi Melalui FGD Penanganan Karhutla

Kukar – Polres Kutai Kartanegara memperkuat sinergi lintas instansi dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Langkah tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Kuliah Kerja Profesi (KKP) Sespimmen dan SPPK, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang digelar di Ruang Catur Prasetya Polres Kukar itu diikuti 34 peserta dan melibatkan unsur Pemkab Kukar, TNI, BPBD, Damkar, DLHK, Satpol PP, Manggala Agni, kejaksaan, serta jajaran kepolisian.

Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama dan tidak dapat dibebankan kepada satu institusi.

“Pencegahan dilakukan melalui edukasi, patroli terpadu, pemasangan imbauan, deteksi dini, pemantauan hotspot melalui aplikasi Lembuswana hingga patroli darat di wilayah rawan,” tegasnya.

Polres Kukar juga memastikan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan tetap menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan, disertai kesiapan Satgas dan sarana prasarana pemadaman bersama stakeholder.

Sementara itu, Ketua Tim Sespimmen Lemdiklat Polri Kombes Pol Ari Lasta Irawan, menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla menjadi bagian dari Operasi Aman Nusa II melalui penguatan edukasi kepada masyarakat, korporasi, sekolah, komunitas, dan internal kepolisian.

“Pencegahan harus diperkuat dari hulu melalui edukasi dan keterlibatan seluruh unsur,” ujarnya.

FGD kemudian dilanjutkan dengan diskusi strategi pencegahan Karhutla, penyerahan cendera mata, dan foto bersama. Kegiatan berakhir pukul 11.50 WITA dalam keadaan aman dan lancar. Ditempat terpisah yakni ruang kerja Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Pendamping (Paping) Kelompok Belajar (Pokjar) 7 Sespimmen Polri Dikreg ke-67, Brigjen Pol. Sonny Irawan yang juga menjabat Kasespimmen Sespim Lemdiklat Polri menegaskan pentingnya pelibatan modal sosial masyarakat dalam penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Dalam hal ini Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menegaskan, Karhutla bukan hanya persoalan pemadaman, tetapi ancaman yang harus dicegah sejak dini melalui deteksi, edukasi, kesiapsiagaan, sinergi dan penegakan hukum.

Api Karhutla di Batuah Belum Padam, Respons Cepat Polsek Loa Janan Cegah Api Mendekati Permukiman

Kukar – Kebakaran lahan di Dusun Karya Tani RT 49, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, masih berlangsung hingga Sabtu (12/9/2026) dini hari. Menghadapi medan yang sulit, Polsek Loa Janan bergerak cepat dengan memprioritaskan agar api tidak merambat ke permukiman warga.

Sejak menerima informasi kebakaran, personel Polsek Loa Janan langsung mendatangi lokasi dan berkoordinasi dengan unsur terkait serta masyarakat untuk mengendalikan api. Namun, medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan jangkauan selang pemadam membuat penanganan di titik api belum maksimal.

Melihat kondisi tersebut, Polsek Loa Janan mengambil langkah koordinatif dengan menghubungi dan mengerahkan dukungan PT KBM untuk menyiagakan water tank di lokasi. Suplai air tambahan ini diposisikan sebagai penguat penanganan agar upaya pemadaman dapat terus dilakukan sekaligus mengantisipasi pergerakan api menuju permukiman RT 49.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Polsek Loa Janan untuk membangun lapis pertahanan sebelum api mencapai rumah warga. Terlebih, kondisi angin dan vegetasi kering membuat kobaran berpotensi cepat merambat.

Petugas terus memantau arah perambatan api dan berkoordinasi dengan unsur di lapangan. Penanganan tidak hanya diarahkan pada titik kebakaran, tetapi juga pada upaya menjaga kawasan permukiman tetap aman.

Hingga laporan terakhir, pemadaman masih berlangsung. Polsek Loa Janan memastikan koordinasi dukungan water tank tetap berjalan sebagai langkah penguatan pemadaman dan perlindungan terhadap warga, sembari memantau perkembangan situasi di lapangan.

Api Kepung Semak dan Gambut di Anggana, Polisi Kerahkan Kekuatan Gabungan hingga Pendinginan

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di tengah kondisi kering. Sekitar satu hektare semak belukar dan lahan gambut di Jalan Pembangunan RT 014, Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, terbakar pada Jumat (11/9/2026).

Informasi dari masyarakat langsung direspons Polsek Anggana. Pawas Regu 3 sekaligus Kanit Samapta Polsek Anggana, Iptu Jumarin, bersama personel kepolisian bergerak ke lokasi dan memimpin penanganan, sekaligus mengoordinasikan unsur terkait untuk mencegah api meluas.

Medan yang dipenuhi semak belukar, gambut dan ranting kering menjadi bahan bakar yang membuat penanganan harus dilakukan secara maksimal. Polisi bersama Damkar, relawan, Masyarakat Peduli Api (MPA), PMI dan pemerintah setempat mengerahkan kekuatan gabungan untuk mengepung titik kebakaran.

Sedikitnya tiga unit Alkon digunakan untuk mendukung proses pemadaman, ditambah armada Damkar Anggana, kendaraan operasional MPA Desa Sidomulyo, kendaraan relawan serta ambulans PMI.

Setelah beberapa jam penanganan, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.30 WITA. Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dilakukan pada titik-titik yang masih berpotensi menyimpan bara, dilanjutkan pemantauan untuk memastikan tidak muncul api baru.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Titik lokasi kebakaran tercatat pada koordinat 0.556421°S, 117.275906°E, yang digunakan sebagai data pendukung untuk memastikan lokasi penanganan dan pemantauan di lapangan

Penanganan tersebut melibatkan unsur Polsek Anggana, pemerintah kecamatan dan desa, Damkar, relawan, MPA Desa Sidomulyo serta PMI. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian api sekaligus mencegah kebakaran merambat ke area lainnya.

Polsek Anggana juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi kemarau. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Api boleh padam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam. Pemantauan pascakebakaran tetap dilakukan untuk memastikan lahan benar-benar aman dari potensi munculnya kembali titik api..

Karhutla Eks Kitadin di Kerta Buana Berhasil Dipadamkan, 9 Personel Gabungan Dikerahkan

Kukar – Kebakaran lahan seluas sekitar satu hektare terjadi di lahan eks PT Kitadin, RT 10, Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara, Jumat (11/9/2026) sore.

Menerima informasi sekitar pukul 16.00 WITA, 9 personel gabungan langsung diterjunkan untuk menangani kebakaran. Kekuatan tersebut terdiri dari 4 personel Polsek Tenggarong Seberang, 3 personel Koramil, dan 2 personel Tim Rescue PT MSJ.

Tim gabungan bergerak melakukan pemadaman menggunakan mesin pompa air serta peralatan manual. Kondisi lahan yang dipenuhi rumput, daun kering dan pohon kering membuat api berpotensi cepat merambat.

Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh unsur, api berhasil dilokalisir dan dipadamkan sekitar pukul 18.00 WITA. Petugas kemudian melakukan pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara yang dapat memicu api kembali.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu material kering di tengah kondisi cuaca panas. Namun, penyebab pasti masih menjadi perhatian petugas.

Polsek Tenggarong Seberang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Karhutla di Lahan Gambut Sangasanga Belum Sepenuhnya Jinak, Polisi dan Tim Gabungan Terus Pantau Api

Kukar – Kebakaran lahan di Jalan Halliburton, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, belum sepenuhnya dapat dianggap aman. Meski penanganan dilakukan sejak Jumat (11/9/2026) sore, sejumlah titik api masih ditemukan di lahan gambut.

Sekitar pukul 16.00 WITA, Kapolsek Sangasanga Iptu Wahid bersama personel Polsek, Koramil, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, Damkar Kecamatan Sangasanga dan relawan Damkar Kelurahan Pendingin turun melakukan peninjauan sekaligus pemadaman.

Kebakaran diperkirakan melanda sekitar satu hektare lahan warga. Kondisi gambut menjadi tantangan karena api berpotensi kembali muncul meski permukaan telah dipadamkan.

Tim gabungan melakukan penanganan sekaligus pemantauan terhadap titik-titik api yang masih tersisa. Kondisi tersebut membuat proses pendinginan dan pengawasan menjadi penting untuk mencegah api kembali membesar dan merambat ke area lain.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pengecekan dan pendalaman di lokasi untuk mengetahui sumber awal api.

Titik lokasi kebakaran tercatat pada koordinat -0.669211, 117.284142 sebagai data pendukung dalam penanganan dan pemantauan lapangan.

Kegiatan berakhir sekitar pukul 18.00 WITA dengan situasi aman dan kondusif. Namun, keberadaan titik api di lahan gambut membuat kewaspadaan tetap diperlukan agar kebakaran tidak kembali meluas.

Sespimti Polri Turun ke Samboja Barat, Keluhan Karhutla Dibuka Langsung dari Warga dan Relawan

Kukar – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Persoalan di lapangan perlu didengar langsung dari masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan ancaman tersebut.Pesan itu mengemuka dalam Sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 di BPU Kantor Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WITA tersebut mempertemukan jajaran Sespimti Polri dengan unsur pemerintah, TNI-Polri, Damkar, Manggala Agni, relawan hingga masyarakat peduli api. Sedikitnya 50 masyarakat undangan turut mengikuti forum tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol. Sabilul Alif, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Joko Setiono, Serdik Sespimti Dikreg ke-36 TA 2026, Kapolresta Kawasan IKN beserta jajaran, Kabagren Polres Kukar, Kapolsek Samboja, Danramil 0906-06/Samboja, Plt. Camat Samboja Barat, serta perwakilan Damkarmatan, Manggala Agni, Yayasan Jejak Pulang, Masyarakat Peduli Api dan sekitar 50 masyarakat undangan.

Kehadiran Sespimti bukan sekadar memberikan penyuluhan. Forum justru diarahkan untuk mendengar langsung keluhan masyarakat dan kendala yang dihadapi petugas maupun relawan saat menangani Karhutla.

Ketua Tim Dikreg Sespimti ke-36 menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II. Para peserta didik Sespimti turun ke wilayah sebagai bentuk kepedulian sekaligus menjalankan instruksi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ancaman Karhutla.

Karhutla dinilai menjadi tantangan serius di Kalimantan Timur, khususnya saat musim kemarau. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat.

Di Samboja Barat sendiri, persoalan Karhutla menjadi perhatian Plt. Camat Samboja Barat Tajuddin menyampaikan bahwa sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan kebakaran lahan sehingga diperlukan solusi dan masukan untuk memperkuat penanganannya.

Forum kemudian berkembang menjadi ruang pertukaran informasi. Masyarakat dan relawan dapat menyampaikan kondisi serta hambatan yang mereka hadapi, sementara jajaran Sespimti mendapatkan gambaran langsung mengenai persoalan Karhutla dari tingkat lapangan.

Hotspot Medium Terdeteksi di Batuah, Polsek Loa Janan Bergerak Cepat Kendalikan Karhutla

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali muncul di wilayah Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara. Satu titik hotspot dengan tingkat kepercayaan medium terdeteksi di wilayah Batuah, bertepatan dengan penanganan kebakaran lahan di Dusun Harapan Jaya RT 06, Desa Tani Harapan, Jumat (11/9/2026).

Data hotspot tersebut menjadi indikator pendukung dalam pemantauan potensi kebakaran, sementara kondisi di lapangan langsung diverifikasi oleh petugas. Sekitar pukul 11.10 WITA, personel Polsek Loa Janan bersama unsur terkait bergerak menuju lokasi setelah menerima informasi adanya kebakaran lahan.

Hasil pengecekan awal menunjukkan api diduga berasal dari batang pohon yang sebelumnya terbakar namun kembali menyala. Kobaran kemudian merambat ke bagian atas tebing dan membakar pepohonan, semak belukar serta dedaunan kering.

Medan tebing dan tumpukan material mudah terbakar membuat api cepat menjalar sekaligus menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak cukup hanya dengan memadamkan titik api, tetapi harus diikuti dengan penyisiran dan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali bara.

Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edy Susanto bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, pemerintah desa dan Relawan Tani Harapan turun langsung melakukan pemadaman. Api dipukul menggunakan ranting berdaun sekaligus dibuat sekat untuk menghentikan perambatan.

Pemadaman difokuskan pada area tebing, semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan penyisiran dan pendinginan di seluruh area terdampak, termasuk memeriksa bagian tebing yang berpotensi menjadi titik api kembali.

Sebagai langkah antisipasi, satu unit PMK Tani Harapan tetap disiagakan di sekitar lokasi. Kebakaran berhasil dipadamkan dan dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka. Luas area terdampak berdasarkan pengecekan awal diperkirakan sekitar 20 × 30 meter atau kurang lebih 600 meter persegi.

Kegiatan penanganan selesai sekitar pukul 13.30 WITA. Polsek Loa Janan bersama unsur terkait tetap mengedepankan pemantauan sebagai langkah pencegahan agar bara yang tersisa tidak berkembang menjadi kebakaran baru.

Hotspot menjadi alarm, tetapi verifikasi lapangan dan respons cepat menjadi kunci, yang mana dalam kondisi lahan kering dan mudah terbakar, setiap indikasi api ditindaklanjuti untuk mencegah kebakaran meluas

Api Karhutla Merayap 40 Meter dari Rumah Warga, Tiga Desa Bergerak Lindungi Liang Buaya

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) nyaris menyentuh permukiman warga Desa Liang Buaya, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Api yang muncul dari kawasan rawa gambut di belakang desa sempat bergerak mendekati rumah penduduk dengan jarak sekitar 40 meter.

Peristiwa terjadi Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Api pertama kali terlihat di kawasan belakang Desa Liang Buaya, tepatnya sekitar RT 03, kemudian bergerak ke arah RT 02 hingga RT 01.

Situasi tersebut memicu respons cepat. Warga Liang Buaya bersama aparatur desa, personel Polsek Muara Kaman dan Babinsa langsung melakukan pemadaman. Bantuan juga datang dari warga Desa Tunjungan dan Desa Sedulang, serta tim pemadam dari perusahaan.

Bukan hanya mengejar titik api, warga mengambil langkah untuk melindungi permukiman dengan membuat sekat di belakang rumah-rumah penduduk. Sejumlah pompa Alkon dikerahkan untuk membasahi area sekitar dan menghentikan potensi penjalaran api.

Dalam penanganan tersebut digunakan satu unit Alkon Shibaura milik PT ATK, empat unit Alkon Desa Liang Buaya dan peralatan milik warga, ditambah dukungan Alkon dari Desa Tunjungan dan Desa Sedulang. Warga juga menggunakan alat pemadam gemprok dan parang untuk membuka akses menuju area yang terbakar.

Angin yang cukup kencang membuat api mudah bergerak, sementara semak belukar yang lebat di belakang rumah warga menyulitkan petugas dan masyarakat mencapai titik api.

Medan yang terbakar merupakan rawa gambut yang mengering, sehingga penanganan membutuhkan pembasahan dan pemantauan secara berkelanjutan untuk mencegah api kembali muncul.

Respons lintas desa akhirnya berhasil membendung ancaman tersebut. Area kebakaran di RT 03, RT 02 dan RT 01 berhasil dipadamkan. Warga yang terdampak asap untuk sementara bergeser ke rumah keluarga atau bagian permukiman yang tidak terdampak asap.

Setelah api berhasil dikendalikan, warga Liang Buaya memilih tetap berjaga. Pembasahan terus dilakukan pada area yang berpotensi terbakar di sekitar rumah sebagai langkah antisipasi.

Personel yang terlibat antara lain Bhabinkamtibmas Brigpol Ketut, Bripda Prastyo, Babinsa Serda Sahroji, aparatur Desa Liang Buaya, warga setempat, warga Desa Tunjungan dan Sedulang, serta tim pemadam PT AEK dan PT ATK.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan bahwa menghadapi Karhutla di kawasan gambut membutuhkan kecepatan respons dan kolaborasi. Ketika api sudah berada hanya puluhan meter dari rumah, kesiapsiagaan warga dan sinergi lintas unsur menjadi benteng pertama sebelum kebakaran berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.

Api Muncul di Pinggir Jalan KM 41 Bukit Soeharto, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Cegah Karhutla Meluas

Kukar – Kebakaran kembali menguji kewaspadaan di kawasan hutan. Api terdeteksi di sekitar pinggir jalan kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto KM 41, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Jumat (11/9/2026) siang.

Informasi kebakaran diterima sekitar pukul 14.15 WITA. Tak menunggu api berkembang, Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto bersama Bhabinkamtibmas Desa Batuah Aipda M. Fatchur Rasyid langsung mendatangi lokasi.

Penanganan dilakukan secara bersama dengan personel KHDTK Bukit Soeharto bersama PT Tectona sebanyak tujuh orang serta dua personel Otorita IKN. Kolaborasi lintas unsur ini menjadi langkah penting untuk memastikan api tidak merambat lebih jauh ke kawasan hutan.

Setibanya di lokasi, petugas memastikan adanya kebakaran pada kawasan hutan di sekitar sisi jalan. Sumber api belum diketahui dan masih dalam pendalaman, sehingga petugas tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga melakukan pengecekan terhadap kondisi sekitar lokasi.

Upaya pemadaman dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus memutus potensi penyebaran ke vegetasi di kawasan hutan. Setelah api berhasil ditangani, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.

Penyisiran dan pemantauan kembali dilakukan di sekitar titik kebakaran guna memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Kawasan Bukit Soeharto memiliki nilai penting sebagai kawasan hutan yang harus dijaga. Karena itu, setiap kejadian kebakaran di kawasan tersebut menjadi perhatian serius, terlebih sumber api dalam kasus ini belum dapat dipastikan.

Polsek Loa Janan melalui jajaran di lapangan terus melakukan koordinasi dengan unsur pengelola kawasan dan pihak terkait. Penanganan cepat menjadi bagian dari upaya mencegah kebakaran kecil berkembang menjadi ancaman yang lebih luas terhadap kawasan hutan.

Jumat Berkah, Propam Polres Kukar Bagikan 300 Nasi Kotak untuk Warga di Masjid Babussalam

Kukar – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terus diwujudkan melalui aksi nyata. Personel Sipropam Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan membagikan ratusan nasi kotak kepada masyarakat di Masjid Babussalam, Jalan Gunung Menyapa RT 17, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.10 WITA tersebut dipimpin langsung Kasi Propam Polres Kukar AKP Slamet Rijadi bersama personel Sipropam.

Sebanyak 300 nasi kotak dibagikan kepada masyarakat setempat yang melaksanakan salat Jumat. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian personel Polri sekaligus sarana mempererat kedekatan dan komunikasi antara kepolisian dengan masyarakat.

Jumat Berkah tidak sekadar menjadi kegiatan berbagi makanan, tetapi juga menjadi momentum bagi personel Polres Kukar untuk hadir lebih dekat dengan warga.

Kasi Propam Polres Kukar AKP Slamet Rijadi menyebutkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat rasa kebersamaan serta membangun hubungan yang semakin harmonis

Melalui kegiatan sosial semacam ini, Polres Kukar menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas penegakan hukum dan pemeliharaan keamanan, tetapi juga melalui kepedulian sosial yang dirasakan langsung oleh warga.