Di Tengah Latihan Gong Bali, Polsek Tenggarong Seberang Sisipkan Pesan Keras Cegah Karhutla

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan Polsek Tenggarong Seberang. Tak hanya menyasar lokasi rawan kebakaran, kepolisian juga menyampaikan edukasi langsung kepada kelompok masyarakat dalam berbagai aktivitas.

Langkah tersebut dilakukan personel Polsek Tenggarong Seberang saat menyambangi Paguyuban Kesenian Gong Bali (Sekhe Gong) Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026) malam.

Menariknya, sosialisasi berlangsung di tengah kegiatan latihan gamelan Gong Bali. Sebanyak 20 anggota paguyuban menerima langsung pesan pencegahan Karhutla yang disampaikan tiga personel Polsek Tenggarong Seberang, yakni Aiptu I Ketut Gede Legiawan, Aipda I Putu Darmayasa dan Aipda I Komang Pasti.

Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem, gangguan kesehatan hingga kerugian sosial, serta dapat berujung pada sanksi hukum.

Warga juga diminta menjaga lingkungan sekitar dari potensi munculnya api dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar sehingga dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.

Polsek Tenggarong Seberang turut mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut mengambil peran aktif dalam mencegah Karhutla. Jika menemukan adanya titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas.

Selain aspek pencegahan, personel juga menyampaikan mengenai ancaman hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan, serta mengingatkan masyarakat terhadap Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2026 terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Risky Tovas menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama agar pencegahan Karhutla dimulai dari lingkungan masyarakat.

Melalui pendekatan langsung seperti ini, Polsek Tenggarong Seberang terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam mendeteksi, mencegah, dan menekan potensi Karhutla sejak dini.

Polsek Sanga Sanga Pastikan Karhutla di Area Sumur Pertamina Berhasil Dikendalikan

Kukar – Kebakaran lahan seluas sekitar 2 hektare terjadi di area Nony Sumur Pertamina Nomor 1173, RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026) malam.

Mendapat informasi kebakaran, Kapolsek Sanga Sanga IPTU Wahid bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan penanganan bersama unsur terkait.

Pemadaman melibatkan personel kepolisian, BKO Polair Polda Kaltim, Babinsa, Damkar Kecamatan Sanga Sanga, Damkar dan petugas keamanan Pertamina EP, serta Redkar Kelurahan Jawa.

Setelah dilakukan penanganan bersama, tidak lagi ditemukan titik api. Petugas kemudian melanjutkan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi kemunculan api kembali.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 23.30 WITA, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara penyebab kebakaran dan kerugian materiil masih dalam pendataan serta pendalaman.

Respons cepat dan kolaborasi lintas unsur menjadi langkah penting untuk memastikan kebakaran tidak berkembang dan mengancam kawasan di sekitarnya.

Tembus Medan 2 Kilometer di Tengah Gelap, Tim Karhutla Samboja Berjibaku Jinakkan Api

Kukar – Penanganan kebakaran lahan di RT 04, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, berlangsung penuh tantangan. Tim gabungan harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer dari ruas Tol Balikpapan–Samarinda untuk mencapai titik api yang membakar hamparan rumput dan semak di kawasan gambut.

Kebakaran yang terjadi Senin (7/9/2026) sekitar pukul 20.30 WITA itu juga terlihat dari ruas Tol Balikpapan–Samarinda Km 31+400 B. Titik api berada sekitar 30 kilometer dari Mako Polsek Samboja.

Personel gabungan dari Otorita IKN, Polsek Samboja, Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Manggala Agni, Gakkum Hutwil Kaltim, Jasa Marga, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Sungai Merdeka langsung melakukan penanganan.

Medan yang sulit membuat pemadaman tidak mudah. Petugas harus membawa mesin pompa Mark3 dan perlengkapan pemadaman dengan berjalan kaki pada malam hari. Sebanyak delapan selang dengan total panjang sekitar 240 meter disambungkan dari sumber air sungai menuju area kebakaran.

Kondisi gelap dengan jarak pandang terbatas hanya mengandalkan penerangan senter semakin menyulitkan pergerakan petugas. Sementara area yang terbakar merupakan hamparan rumput dan semak gambut yang memiliki potensi menyimpan bara dan memunculkan kembali titik api.

Hingga Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, api belum sepenuhnya padam. Mesin pompa Mark3 kehabisan bahan bakar, sementara akses menuju lokasi cukup sulit dan personel yang terlibat telah mengalami kelelahan setelah melakukan pemadaman dalam kondisi malam hari.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, upaya pemadaman dihentikan sementara. Meski demikian, petugas memastikan perkembangan api tetap menjadi perhatian untuk penanganan lanjutan.

Langkah berikutnya disiapkan pada Selasa pagi. Sekitar pukul 08.30 WITA, Otorita IKN bersama unsur terkait akan melakukan pengecekan menggunakan drone untuk memastikan kondisi titik api dari udara.

Apabila hasil pemantauan masih menemukan titik api yang aktif, opsi water bombing melalui udara akan diusulkan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat penanganan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Samboja dan Samboja Barat menjadi indikasi awal yang masih perlu didalami.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid melalui personelnya memastikan koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus dilakukan, Penanganan Karhutla juga diarahkan untuk mencegah api menjalar ke kawasan lainnya.

Karhutla Lima Hektare di Sanipah, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api hingga Dini Hari

Kukar – Kebakaran hutan dan semak belukar melanda wilayah Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026). Kobaran api membakar lahan seluas sekitar 5 hektare dan baru berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku hingga dini hari.

Kebakaran diketahui terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WITA. Mendapat informasi tersebut, Polsek Samboja bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Mako Polsek Samboja untuk melakukan penanganan bersama unsur terkait.

Pemadaman melibatkan 5 personel Polsek Samboja, 2 personel Koramil, 6 petugas pemadam kebakaran, 10 personel Damkar PT AJP, serta 3 personel PMI.

Tim gabungan bekerja di tengah kondisi lahan yang terbakar dan kepulan asap untuk mencegah api terus menjalar. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WITA, Selasa (8/9/2026).

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan kondisi di lokasi tetap aman dan melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun asap.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Samboja menjadi salah satu indikasi awal yang masih perlu didalami lebih lanjut.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid melalui personelnya memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara bersama dengan unsur terkait. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Respons cepat dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran tersebut. Saat ini, kondisi api dan asap telah berhasil dikendalikan, sementara situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Samboja tetap aman dan kondusif.

Karhutla 5 Hektare di Sidomulyo Belum Padam, Polsek Tabang Terkendala Akses dan Sumber Air

Kukar – Kebakaran lahan seluas kurang lebih 5 hektare terjadi di kawasan hutan Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang, Senin (7/9/2026) malam. Hingga sekitar pukul 21.55 WITA, api masih terlihat menyala dan berpotensi meluas.

Personel Polsek Tabang bersama Koramil, masyarakat dan pihak PT. MKP bergerak melakukan pengecekan serta penanganan. Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius karena tidak terdapat akses jalan menuju titik api, sumber air maupun jaringan komunikasi di lokasi.

Tim bahkan harus menelusuri jalan setapak untuk mencapai titik kebakaran yang berjarak sekitar 2 kilometer dari jalan hauling PT. MKP, tepatnya di sekitar KM 4–5.

Kondisi medan yang sulit membuat penanganan belum maksimal. Tim membutuhkan bantuan unit traktor untuk membuka akses menuju lokasi dengan memanfaatkan perkiraan bekas jalan SKP.

Sementara itu, personel Polsek Tabang bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan pada titik yang masih dapat dijangkau guna mencegah api merambat lebih luas.

Polsek Tabang juga memastikan pemantauan terus dilakukan, sementara Unit Reskrim melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus diperkuat sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas maupun memicu kebakaran susulan.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu menegaskan penanganan di lapangan masih berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif.

Karhutla Bakar 2 Hektare Lahan Dondang, Polsek Muara Jawa Bergerak Cepat Jinakkan Api

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Sekitar dua hektare lahan yang dipenuhi semak belukar, ilalang hingga ranting-ranting kering terbakar di kawasan Jalan Poros Muara Jawa–Sanga Sanga, RT 010, Kelurahan Dondang, Senin (7/9/2026).

Begitu menerima informasi kebakaran, Polsek Muara Jawa langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus melakukan penanganan awal. Polisi juga segera berkoordinasi dengan unsur terkait guna mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas.

Penanganan dilakukan secara bersama dengan melibatkan lima personel Polsek Muara Jawa, lima personel Rantis Karhutla Polda Kaltim, tiga personel Koramil Muara Jawa, empat warga Dondang, dua personel Kecamatan Muara Jawa, serta empat personel Kodim 0906 Kutai Kartanegara.

Sejumlah sarana pemadaman turut dikerahkan, yakni mobil Damkar Muara Jawa, Rantis Karhutla Polda Kaltim, mobil patroli, mobil vakum, serta mobil Damkar Sanga Sanga.

Kerja cepat petugas akhirnya membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WITA. Setelah api berhasil dijinakkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan dilakukan pada sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan kembali bara api.

Pemantauan juga dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada titik api baru yang kembali muncul dan memicu kebakaran susulan.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman melalui personelnya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terlebih di tengah kondisi musim kemarau.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api di kawasan hutan maupun lahan. Jika menemukan titik api atau kepulan asap, warga diimbau segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.

Respons cepat kepolisian bersama unsur gabungan menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran, sekaligus mencegah api menjalar ke area yang lebih luas.

Polsek Tabang Bergerak Cepat, Karhutla Gunung Naga Berhasil Dipadamkan

Kukar – Mendapat laporan masyarakat terkait kebakaran lahan di kawasan Gunung Naga, Desa Buluq Sen, Kecamatan Tabang, Senin (7/9/2026), personel Polsek Tabang langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan api tidak meluas.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 14.46 WITA tersebut membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering di kawasan perbukitan. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai ±1 hektare.

Personel Polsek Tabang menjadi salah satu unsur yang berada di garis depan penanganan bersama Koramil Tabang, Pemerintah Kecamatan Tabang dan Damkar. Setibanya di lokasi, polisi langsung melakukan pengecekan titik api, berkoordinasi dengan seluruh unsur dan turut melakukan pemadaman menggunakan sarana pemadam yang tersedia.

Medan perbukitan dan akses jalan yang menanjak menjadi tantangan tersendiri.
Ditambah minimnya sumber air di sekitar lokasi, personel harus bergerak cepat dan efektif agar kobaran tidak semakin meluas.

Selain terlibat langsung dalam pemadaman, Polsek Tabang juga melakukan penyisiran dan pendinginan setelah api berhasil dikendalikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang dapat kembali memicu kebakaran.

Sekitar pukul 16.00 WITA, api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dinyatakan aman. Polsek Tabang selanjutnya melakukan pemantauan berkala bersama unsur terkait.

Di sisi lain, Unit Reskrim Polsek Tabang melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Hingga penanganan selesai, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu melalui personelnya juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi lahan yang kering.

Respons cepat, koordinasi lintas sektor dan pemantauan berkelanjutan menjadi langkah Polsek Tabang untuk memastikan kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Karhutla di Mangkurawang Meluas 1 Hektare, Tim Gabungan Bergerak Padamkan Api

Kukar – Kebakaran lahan terjadi di kawasan lahan kosong Jalan Penjuluk RT 25, Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026).

Kebakaran yang dilaporkan sekitar pukul 08.13 WITA tersebut langsung ditindaklanjuti petugas. Sekitar pukul 08.30 WITA, personel Polsek Tenggarong bersama unsur gabungan bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 6 kilometer dari Mako Polsek Tenggarong.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare. Kondisi lokasi berupa lahan kosong dan berada cukup jauh dari permukiman warga sehingga tidak terdapat korban jiwa maupun laporan mengenai dampak terhadap rumah penduduk.

Penanganan melibatkan Polsek Tenggarong, Polres Kutai Kartanegara, Koramil 0906-01 Tenggarong, BPBD Kukar, Manggala Agni, relawan Balakar Kramajaya Mangkurawang serta masyarakat sekitar.

Sebanyak 37 personel dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dan pengendalian api. Sejumlah kendaraan pemadam dan pendukung juga diterjunkan, termasuk mobil BPBD, Manggala Agni, Balakar, patroli Polsek dan Polres, serta kendaraan Koramil.

Petugas melakukan pemadaman sekaligus pendinginan untuk menekan penyebaran api dan mengantisipasi munculnya kembali titik api di area yang telah terbakar.

Hingga laporan diterima, upaya pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Petugas terus melakukan penanganan di lapangan untuk memastikan api dapat dikendalikan sepenuhnya.

Polsek Tenggarong bersama seluruh unsur yang terlibat juga memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, Pemantauan dan penanganan terus dilakukan hingga situasi benar-benar dinyatakan aman.

Api Mengancam Kawasan Hutan Tamapole, Lima Unsur Bergerak Padamkan Karhutla

Kukar – Kobaran api melahap lahan berupa semak belukar dan ilalang kering di kawasan Tamapole, lingkungan RT 001, Kelurahan Tamapole, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026).

Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 11.30 WITA tersebut langsung mendapat respons cepat. Personel Polsek Muara Jawa bersama Koramil, Damkar, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan warga bahu-membahu melakukan pemadaman agar api tidak terus merambat.

Sedikitnya 31 personel gabungan dikerahkan ke lokasi. Polsek Muara Jawa menerjunkan tujuh personel, Koramil empat personel, Damkar lima personel, MPA Tamapole 10 personel, serta lima warga sekitar.

Dengan dukungan satu unit mobil pemadam, satu unit truk Kodim dan satu unit vacum petrolog, tim gabungan bergerak menyisir area terdampak dan melakukan pemadaman pada bagian lahan yang masih terbakar.

Objek yang terbakar didominasi semak belukar, ilalang serta ranting-ranting kering yang mudah tersulut dan berpotensi membuat api cepat meluas, terutama dalam kondisi cuaca panas dan kering.

Kerja bersama tersebut membuahkan hasil. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 WITA. Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Proses pendinginan dilakukan pada sejumlah titik yang masih berpotensi menyimpan bara untuk memastikan api tidak kembali muncul.

Petugas juga melakukan pemantauan secara berkala sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.

Luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan sekitar 2 hingga 2,5 hektare. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya saat kondisi lahan dan vegetasi mengering.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kepulan asap atau titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Kecepatan respons menjadi kunci, Api yang terlambat ditangani dapat berubah menjadi kebakaran yang jauh lebih luas. Karena itu, sinergi kepolisian, TNI, petugas pemadam dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga wilayah Muara Jawa dari ancaman Karhutla.

Dekat Area Sumur Pertamina, Karhutla Hanguskan Sekitar 2 Hektare Lahan Warga di Sanga Sanga

Kukar – Kebakaran lahan seluas kurang lebih 2 hektare terjadi di area Nony Sumur Pertamina Nomor 1173, RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026).

Menyikapi kejadian tersebut, Polsek Sanga Sanga bersama unsur gabungan bergerak melakukan peninjauan sekaligus pemadaman untuk memastikan kobaran api tidak meluas ke area di sekitarnya.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 13.00 WITA tersebut dipimpin langsung Kapolsek Sanga Sanga IPTU Wahid bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa, personel BKO Polair Polda Kaltim, Babinsa, serta dibantu tim Damkar dan petugas keamanan Pertamina EP.

Kebakaran terjadi di lahan milik warga yang berada di sekitar area sumur. Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan secara serius dengan melibatkan unsur terkait guna mengantisipasi kemungkinan api menjalar dan menimbulkan dampak lebih luas.

Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid menjelaskan dari hasil penanganan di lapangan, tidak ditemukan lagi titik api. Kendati demikian, petugas dilapanhan tetap melakukan pemantauan untuk memastikan tidak muncul kembali bara maupun titik api baru.

“Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pengecekan dan pendalaman di lokasi untuk mengetahui sumber awal kebakaran serta memastikan faktor yang memicu munculnya api”, ucap Kapolsek.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Adapun kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Sinergi antara kepolisian, TNI, unsur pemadam, pihak perusahaan dan petugas keamanan menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran lahan tersebut. Kehadiran personel Polsek Sanga Sanga juga memastikan proses pemadaman sekaligus pengamanan lokasi berjalan aman dan terkendali.