Di Balik Pengabdian Lebih dari 1.000 Taruna, 71 Taruni Akpol Perkuat Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Rakyat

Jakarta, 5 Agustus 2026 – Di balik pengabdian lebih dari 1.000 Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dalam Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026, terdapat 71 Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang turut mengambil peran penting dalam mendampingi para siswa. Bersama 372 Taruna Akpol yang diterjunkan Polri ke 73 Sekolah Rakyat di 29 Subsatuan Taruna (Subsattar), para taruni hadir untuk memperkuat pembentukan karakter generasi muda melalui keteladanan, kepemimpinan, dan pendekatan yang humanis.

Program Taruna Bhakti merupakan kolaborasi Kementerian Sosial RI, Akademi TNI, dan Akademi Kepolisian yang dilaksanakan selama lima hari, 1–5 Agustus 2026, bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui program ini, para taruna mendampingi siswa baru untuk mengenal kehidupan berasrama, membangun disiplin, kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta kebiasaan hidup yang mandiri dan bertanggung jawab.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan kehadiran Taruni Akpol merupakan implementasi nyata arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang saat melepas Program Taruna Bhakti pada 1 Agustus 2026 meminta seluruh taruna menjadi role model dan kakak asuh bagi siswa Sekolah Rakyat.

“Pesan Bapak Menteri Sosial sangat jelas, para taruna harus menjadi teladan yang membimbing dengan empati dan keteladanan. Polri menerjemahkan arahan tersebut melalui kehadiran 372 Taruna Akpol, termasuk 71 Taruni Akpol yang bergabung bersama Taruna Akademi TNI. Kehadiran para taruni semakin memperkaya proses pendampingan karena membawa nilai kepemimpinan, kepedulian, komunikasi yang hangat, serta semangat pengabdian yang dapat menginspirasi seluruh siswa,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Menurutnya, para Taruni Akpol memiliki pengalaman yang sama dalam menjalani pendidikan yang disiplin dan kehidupan berasrama sebagai calon perwira Polri. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk membantu para siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi tantangan, serta membangun rasa percaya diri sejak hari pertama memasuki Sekolah Rakyat.

Selama lima hari pendampingan, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI berperan sebagai kakak asuh, mentor, dan teladan. Mereka membimbing para siswa melalui pengenalan tata tertib sekolah dan kehidupan berasrama, pembiasaan bangun pagi dan manajemen waktu, penataan kamar dan kerapian tempat tidur, pembiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pelatihan baris-berbaris, pembinaan kepemimpinan, kerja sama dan gotong royong, penguatan wawasan kebangsaan, kegiatan kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga memberikan motivasi agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Kehadiran 71 Taruni Akpol juga memperkuat pendekatan yang inklusif dalam proses pendampingan. Bersama para taruna lainnya, mereka memastikan seluruh siswa memperoleh ruang belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai, sejalan dengan penekanan Menteri Sosial agar pelaksanaan Program Taruna Bhakti terbebas dari perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi.

“Yang kami bangun bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Taruni Akpol bersama Taruna Akpol lainnya hadir sebagai kakak yang menginspirasi, membimbing, dan mendengarkan. Kami ingin setiap siswa merasakan bahwa mereka didampingi untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berkarakter, serta memiliki semangat untuk menggapai cita-cita. Itulah makna pengabdian Polri melalui Program Taruna Bhakti,” tutup Brigjen Pol. Trunoyudo.

Dalam Program Taruna Bhakti Tahun 2026, Polri mengerahkan 372 Taruna Akpol yang didukung 110 personel pendamping (Paping) terdiri atas 23 Perwira Menengah, 77 Perwira Pertama, dan 10 Bintara, sehingga total personel Polri yang terlibat mencapai 482 personel. Kehadiran mereka menjadi bagian dari sinergi nasional bersama lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian untuk mendukung Program Sekolah Rakyat sebagai investasi pembangunan karakter generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

Wakapolri Dorong Personel Berinovasi, Bripda Muhammad Putra Aulia Jadi Contoh Nyata

Jakarta, 4 Agustus 2026 – Pangkat bukanlah penghalang untuk terus belajar, meneliti, dan berinovasi. Semangat itulah yang terus didorong Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. kepada seluruh personel Polri agar mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuannya dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Nilai tersebut tercermin pada sosok Bripda Muhammad Putra Aulia, S.Pt., anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang memadukan kompetensi akademik, pengalaman profesional di industri, serta dedikasi pengabdian kepada masyarakat untuk melahirkan inovasi di bidang ketahanan pangan nasional dan Green Policing.

Bripda Muhammad Putra Aulia memiliki kompetensi di bidang peternakan, teknologi hasil ternak, keamanan pangan, nutrisi ternak, teknologi pakan, biosekuriti, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan. Lulusan Program Studi Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau tersebut meraih predikat Cum Laude dengan IPK 3,80. Skripsinya mengenai optimalisasi produksi gelatin halal dari kaki ayam menggunakan metode hidrolisis enzim papain menjadi salah satu riset yang berkontribusi pada pengembangan teknologi hasil ternak dan industri pangan halal. Selama menempuh pendidikan, ia juga aktif sebagai peneliti laboratorium dan teaching assistant.

Komitmennya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan terus berlanjut. Saat ini Bripda Putra tengah menempuh pendidikan Magister Peternakan di Universitas Padjadjaran dengan konsentrasi Nutrisi Ternak. Penelitian yang dikembangkannya berfokus pada inovasi feed additive berbasis asam amino untuk meningkatkan efisiensi Feed Conversion Ratio (FCR), produktivitas peternakan, dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebelum bergabung dengan Polri melalui jalur Bintara Kompetensi Khusus, Bripda Putra memiliki pengalaman profesional di berbagai sektor industri. Ia pernah menjadi Farm Manager Partnership di PT Charoen Pokphand Indonesia dengan tanggung jawab mengelola peternakan broiler berkapasitas hingga 100.000 ekor, mengembangkan biosekuriti, nutrisi, sanitasi, feed additive, serta manajemen produksi peternakan modern. Ia juga berpengalaman sebagai Farm Manager Quality Control di PT Malindo Feedmill Indonesia dalam pengendalian mutu produksi peternakan, serta sebagai Tenaga Ahli Quality Assurance pada industri air minum demineral dengan penerapan standar HACCP, GMP, BPOM, dan SNI. Selain itu, ia pernah menjalani magang di Balai Benih Inseminasi Buatan dengan fokus pada teknologi reproduksi ternak, sexing semen, dan seleksi bibit unggul.

Kompetensi akademik dan pengalaman profesional tersebut kemudian diimplementasikan dalam tugasnya sebagai anggota Polri di Polda Riau. Bripda Putra berhasil mengembangkan Fertiplus Harmoni Hijau, pupuk ramah lingkungan yang telah memproduksi lebih dari 5,2 ton dan didistribusikan ke seluruh Polres dan Polsek jajaran Polda Riau sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia juga mengembangkan Densifur, disinfektan sulfur multifungsi untuk sektor pertanian, peternakan, dan perikanan, serta berbagai inovasi lain yang mendorong produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Atas berbagai inovasi tersebut, Bripda Putra menerima sejumlah penghargaan, di antaranya Siswa Terfavorit, Serdik Terinovatif, Satya Mitra Utama, serta apresiasi dari Kepala Pusdik Binmas Polri. Berbagai inovasinya juga mendapat perhatian luas melalui publikasi di Kompas TV, detikcom, kanal resmi Pusdik Binmas Polri, serta dokumentasi bersama Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia.

Inovasi yang dikembangkan Bripda Putra menjadi implementasi nyata konsep Green Innovation dalam paradigma Green Policing yang diinisiasi Kapolda Riau Irjen Pol. Herry Heryawan bersama Universitas Riau melalui pembentukan Pusat Studi Green Policing.

Kapolda Riau menjelaskan bahwa Green Policing merupakan paradigma pemolisian yang menempatkan perlindungan lingkungan hidup sebagai bagian integral dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ancaman terhadap lingkungan, seperti kebakaran hutan dan lahan, pembalakan liar, perambahan kawasan hutan, pencemaran, hingga perubahan iklim, tidak hanya berdampak terhadap ekosistem, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial, mengganggu aktivitas ekonomi, dan mengancam keselamatan masyarakat.

Menurut Kapolda Riau, implementasi Green Policing dibangun melalui tiga pilar utama, yakni prevention, law enforcement, dan restoration, yang diperkuat dengan budaya organisasi melalui Green Leadership, Green Mindset, Green Culture, dan Green Innovation. Dalam kerangka tersebut, inovasi yang dikembangkan Bripda Muhammad Putra Aulia menjadi contoh nyata bagaimana kompetensi akademik seorang anggota Polri dapat diterjemahkan menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengatakan transformasi Polri memerlukan semakin banyak personel yang mampu memadukan kompetensi akademik dengan pengabdian di lapangan.

“Pangkat bukan alasan ataupun penghalang untuk terus mengembangkan diri. Setiap anggota Polri memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, meneliti, berinovasi, dan mengabdikan ilmunya bagi masyarakat. Passion terhadap ilmu pengetahuan harus menjadi energi untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujar Wakapolri.

Menurut Wakapolri, Bripda Muhammad Putra Aulia merupakan contoh bahwa ilmu pengetahuan yang dimiliki setiap anggota Polri dapat menjadi kekuatan institusi sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Inilah wajah Polri yang ingin kita bangun. Anggota yang tidak berhenti belajar, mampu mengembangkan keilmuannya, kemudian mengimplementasikannya untuk kepentingan masyarakat. Kompetensi yang dimiliki setiap personel harus menjadi kekuatan institusi dalam mendukung program-program nasional, mulai dari ketahanan pangan, lingkungan hidup, kesehatan, teknologi, hingga pelayanan publik,” tegas Wakapolri.

Untuk memperkuat budaya inovasi tersebut, Polri terus membangun kolaborasi dengan dunia akademik melalui jejaring Pusat Studi Kepolisian STIK-PTIK Lemdiklat Polri di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia. Hingga saat ini telah terbentuk 79 Pusat Studi Kepolisian, dengan rincian 40 pusat studi telah beroperasi, 5 sedang dalam tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), dan 34 lainnya dalam proses pembentukan.

Menurut Wakapolri, keberadaan jejaring Pusat Studi Kepolisian menjadi ruang kolaborasi bagi personel Polri, akademisi, peneliti, mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mengembangkan Police Science berbasis riset, inovasi, serta evidence-based policing. Melalui ekosistem tersebut, diharapkan lahir semakin banyak Bhayangkara yang mampu mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuannya, sebagaimana yang telah ditunjukkan Bripda Muhammad Putra Aulia.

“Kami ingin membangun budaya organisasi yang menghargai ilmu pengetahuan. Siapa pun anggotanya, apa pun pangkatnya, ketika memiliki gagasan, riset, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, maka harus diberikan ruang untuk berkembang. Polri harus menjadi rumah bagi inovasi sekaligus mitra strategis perguruan tinggi dalam melahirkan solusi bagi bangsa,” tutup Wakapolri.

Ngopi Bareng Polsek Loa Kulu, Jalin Kedekatan Dengan Masyarakat

Kukar – Guna mempererat tali silaturahmi dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukumnya, Kepolisian Sektor (Polsek) Loa Kulu menggelar kegiatan dialogis bertajuk “Ngopi Bareng” bersama Paguyuban dan Seni Budaya Desa Margahayu.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan ini digelar di Kantor Desa Margahayu pada Selasa (4/8/2026) malam, mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WITA. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto forum santai ini menjadi jembatan komunikasi dua arah untuk menyerap aspirasi sekaligus memperkuat sinergitas kemitraan antara Polri dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menyampaikan rasa bangga dan apresiasi yang tinggi atas antusiasme para pelaku seni. Meski undangan disampaikan secara sederhana dalam waktu singkat, kehadiran para tokoh budaya ini membuktikan solidnya hubungan emosional dan komitmen bersama dalam menjaga keharmonisan di Loa Kulu.

“Seni dan budaya adalah media yang sangat efektif untuk merekatkan persaudaraan dan menangkal potensi konflik sosial. Melalui ruang diskusi santai ini, kami ingin mendengar langsung masukan warga agar kita bisa melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas,” ujar AKP Hari Supranoto.

Kapolsek juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi luar biasa dari seluruh paguyuban seni dalam menjaga kamtibmas yang aman dan kondusif, ia langsung mengajak komunitas seni budaya untuk kembali berkolaborasi menyusun agenda kebudayaan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus 2026 mendatang.

Para perwakilan paguyuban seni memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif humanis Polsek Loa Kulu. Mereka berharap forum komunikasi seperti ini dapat terus berjalan secara berkala sebagai wadah menjaga silaturahmi.

Turut hadir mendampingi Kapolsek dalam kegiatan tersebut di antaranya Kades Margahayu Rusdi, Bhabinkamtibmas Polsek Loa Kulu Aiptu Sunardi, Brigpol Eko Heryanto, Briptu M. Haikal, Para Ketua RT, Para Pelaku Kesenian dan Mahasiswa KKN Unikarta. Hingga cangkir kopi terakhir dinikmati, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.

Jalin Komunikasi Yang Baik, Polres Kukar Terima Silaturahmi PT. Pegadaian Cabang Tenggarong

Kukar – Suasana hangat mewarnai Mako Polres Polres Kukar saat Pimpinan Cabang Pegadaian Tenggarong Rudi Sudarmono bersama jajaran direksi melakukan kunjungan silaturahmi ke Polres Kukar. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, Selasa (4/8/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Selain menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan, kunjungan itu juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara PT Pegadaian Tenggarong dan Polres Kukar dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Kukar.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara institusi kepolisian dan badan usaha milik negara memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus menciptakan iklim yang aman bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami menyambut baik kunjungan silaturahmi ini. Sinergi yang telah terjalin diharapkan semakin kuat sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Kapolres.

Sementara itu, Rudi Sudarmono selaku Pimpinan Cabang Pegadaian Tenggarong menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan dan membangun kolaborasi yang positif dengan jajaran kepolisian.

Ia berharap komunikasi yang baik antara PT Pegadaian dan Polres Kukar dapat terus terjalin untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat serta menciptakan lingkungan yang aman dan produktif.

Polsek Kota Bangun Amankan Turnamen Sepak Bola Martadipura Cup 3

Kukar – Kepolisian Sektor Kota Bangun melaksanakan pengamanan kegiatan pertandingan Turnamen Sepak Bola Martadipura Cup 3 Desa Liang Kecamatan Kota Bangun. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Sepak Bola Martadipura, Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, pada Selasa (04/08/2026).

Pertandingan tersebut mempertemukan beberapa tim , di antaranya PT. KUK melawan Hadiva FC dengan skor akhir 0-6 untuk kemenangan Hadiva FC, Elang Putra melawan Perkobas Lucky FC dengan hasil 1-3, dimenangkan oleh Perkobas Lucky FC. Turnamen ini disambut antusias oleh masyarakat setempat dan berlangsung dengan tertib serta kondusif.

Petugas kepolisian dari Polsek Kota Bangun hadir langsung di lokasi untuk melakukan pengamanan selama jalannya pertandingan. Sebelum pertandingan dimulai, petugas bersama panitia memberikan imbauan kepada para peserta agar menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, menjaga ketertiban umum, dan menghindari tindakan-tindakan provokatif yang dapat mengganggu kelancaran kegiatan.

Kapolsek Kota Bangun, AKP Asnan Rusmawan, menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara dan seluruh peserta atas kerjasama yang baik. “Kami dari Polsek Kota Bangun siap mendukung kegiatan positif masyarakat. Turnamen ini bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Alhamdulillah kegiatan berlangsung aman dan tertib berkat kerja sama semua pihak,” ungkap Kapolsek.

Hingga pukul 17.50 WITA, seluruh rangkaian kegiatan pengamanan telah selesai dilaksanakan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali, dengan pengawasan yang terus dilakukan oleh petugas hingga acara selesai.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Kota Bangun serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan yang sehat dan sportif.

Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Modus Love Scamming yang Kian Kompleks

Jakarta – Polri memperkuat kapasitas internal dalam menghadapi perkembangan kejahatan digital yang semakin kompleks melalui Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertema “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” yang digelar secara hybrid di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan ini diinisiasi Divisi Humas Polri sebagai wadah peningkatan kapasitas penyidik dan personel Polri dalam memahami perkembangan modus kejahatan digital, khususnya love scamming, yang terus berevolusi seiring kemajuan teknologi.

Kabag Mitra Biro Penmas Divhumas Polri Kombes Pol. Hadi Wahyudi mengatakan perkembangan teknologi digital telah melahirkan berbagai modus operandi baru yang membutuhkan kesiapan seluruh pemangku kepentingan, tidak hanya Polri.

“Perkembangan digital tentu sudah semakin berkembang dengan modus operandinya. Oleh karena itu menjadi kewajiban kita semua, tidak hanya Polri tetapi juga para pemangku kepentingan lainnya, untuk bersama-sama bersinergi dalam mencegah maupun menangani kasus-kasus yang terkait dengan love scamming,” ujar Hadi.

Ia menjelaskan dialog publik tersebut dirancang sebagai forum penguatan pengetahuan, wawasan, dan kompetensi penyidik Polri agar mampu menghadapi berbagai bentuk kejahatan di ruang digital secara lebih adaptif dan profesional.

“Dialog publik yang kita bangun ini adalah untuk meningkatkan kapasitas penyidik-penyidik Polri, baik pengetahuan maupun wawasan dalam membangun kemampuan menghadapi kejahatan-kejahatan di ruang digital,” katanya.

Untuk memperkaya perspektif penanganan perkara, Divisi Humas Polri menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, yakni Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri, Komnas Perempuan, serta psikolog forensik. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman yang komprehensif mulai dari aspek penegakan hukum, perlindungan korban, hingga pendekatan psikologis dalam menangani perkara love scamming.

Melalui forum ini, Polri berharap seluruh personel semakin siap menghadapi tantangan kejahatan digital yang terus berkembang, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi masyarakat.

Polri Gelar Dialog Penguatan Internal untuk Hadapi Ancaman Love Scamming di Era Digital

Jakarta – Polri menggelar Dialog Penguatan Internal Polri ke-2 bertema “Transformasi Penanganan Tindak Pidana Love Scamming dalam Penguatan Kapasitas Polri Menghadapi Modus Kejahatan Digital” di Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan personel Mabes Polri, jajaran kewilayahan, akademisi, serta sejumlah pakar di bidang hukum dan psikologi forensik.

Dialog tersebut diselenggarakan sebagai respons atas meningkatnya ancaman kejahatan digital yang memanfaatkan hubungan emosional sebagai sarana melakukan penipuan, pemerasan, eksploitasi seksual, hingga perdagangan orang. Perkembangan teknologi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence), deepfake, dan berbagai teknik social engineering, membuat modus kejahatan ini semakin kompleks dan sulit dideteksi.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan bahwa transformasi digital telah menghadirkan tantangan baru bagi aparat penegak hukum dalam menjaga keamanan ruang siber.

“Love scamming tidak lagi sekadar menjadi bentuk penipuan konvensional, tetapi telah berkembang menjadi kejahatan yang memanfaatkan hubungan emosional untuk melakukan penipuan, pemerasan, eksploitasi seksual, hingga tindak pidana lintas negara,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Ia menjelaskan bahwa para pelaku kini memanfaatkan media sosial, aplikasi perpesanan, platform kencan daring, hingga teknologi kecerdasan buatan untuk membangun kedekatan dengan korban sebelum melakukan eksploitasi.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dinamika kejahatan digital yang terus berkembang.

“Penanganan love scamming memerlukan pendekatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan kemampuan penyelidikan dan penyidikan, analisis forensik digital, perlindungan korban, serta kerja sama lintas sektor, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yakni Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Sinta, Asisten Koordinator Resource Center Komnas Perempuan Robby Kurniawan, serta Psikolog Klinis Forensik Dra. A. Kasandra Putranto.

Dalam paparannya, Kombes Pol. Sinta menegaskan bahwa kekerasan berbasis gender elektronik telah memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam penanganan kasus yang melibatkan unsur kekerasan berbasis gender secara daring.

“Love scamming dalam konteks kekerasan berbasis gender elektronik bukan sekadar penipuan biasa, melainkan kejahatan digital terorganisasi yang mengeksploitasi emosi, kepercayaan, dan kerentanan korban,” ujarnya.

Sementara itu, Robby Kurniawan menjelaskan bahwa penanganan perkara tidak dapat hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga harus memastikan perlindungan dan pemulihan korban secara menyeluruh.

Berdasarkan data Catatan Tahunan (CATAHU) Komnas Perempuan, jumlah laporan kekerasan berbasis gender online menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Bentuk kekerasan yang paling banyak ditemukan meliputi penyebaran konten untuk merusak citra korban, pelecehan seksual siber, eksploitasi seksual, ancaman daring, dan pelanggaran privasi.

Di sisi lain, Psikolog Klinis Forensik Dra. A. Kasandra Putranto menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, perkembangan teknologi telah mendorong munculnya berbagai bentuk kejahatan baru, seperti cyberflashing, online grooming, pencurian identitas, hingga penyalahgunaan teknologi deepfake.

“Penanganan kekerasan berbasis gender online tidak hanya berfokus pada penindakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga harus mengedepankan pencegahan, edukasi, perlindungan korban, pemulihan psikologis, serta penguatan kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Melalui forum ini, Polri berharap seluruh personel dapat meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi berbagai modus kejahatan digital, memperkuat kapasitas penyidikan berbasis bukti elektronik, meningkatkan perlindungan terhadap korban, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menciptakan ruang digital yang aman, inklusif, dan berkeadilan.

Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini, Ditlantas Polda Kaltim Gelar Polisi Sahabat Anak di Dua Sekolah Dasar di Balikpapan

Balikpapan – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kalimantan Timur melalui Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) terus mengintensifkan upaya edukasi keselamatan berlalu lintas kepada generasi muda melalui program Polisi Sahabat Anak (Polsanak). Pada Senin (3/8/2026), kegiatan tersebut dilaksanakan secara serentak di SD Negeri 006 Balikpapan Kota dan SD Patra Dharma 1 Balikpapan sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.

Kegiatan dipimpin oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kaltim Kompol Ropi, S.H. bersama personel Subdit Kamsel. Di SD Patra Dharma 1, kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA, sedangkan di SD Negeri 006 Balikpapan Kota dilaksanakan mulai 07.30 WITA. Ratusan siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias melalui berbagai materi edukasi yang disampaikan secara komunikatif, interaktif, dan menyenangkan.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, mulai dari mengenal fungsi rambu-rambu lalu lintas, tata cara menyeberang jalan yang benar, pentingnya menggunakan helm saat dibonceng sepeda motor, hingga menanamkan kebiasaan mematuhi aturan lalu lintas sejak usia sekolah dasar.

Materi yang disampaikan dikemas secara menarik melalui komunikasi dua arah dan berbagai aktivitas interaktif sehingga mudah dipahami oleh para siswa. Suasana yang penuh keakraban antara personel kepolisian dan para pelajar diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya kepada Polri sekaligus membentuk karakter disiplin, bertanggung jawab, dan patuh terhadap aturan.

Selain memberikan edukasi, personel Ditlantas Polda Kaltim juga mengajak para siswa untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis, program Polisi Sahabat Anak diharapkan mampu menciptakan agen-agen keselamatan yang dapat mengingatkan orang tua dan lingkungan sekitar akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas.

Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Kalimantan Timur, Kompol Ropi, S.H., menyampaikan bahwa program Polisi Sahabat Anak merupakan salah satu strategi preventif kepolisian dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas sejak dini melalui pendidikan dan pendekatan yang ramah anak.

“Keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sejak usia dini. Melalui Program Polisi Sahabat Anak, kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa disiplin berlalu lintas merupakan bagian dari karakter yang harus dibangun sejak sekarang. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor keselamatan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujar Kompol Ropi.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari para peserta. Ditlantas Polda Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya mewujudkan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) serta membangun budaya tertib berlalu lintas di kalangan generasi muda.

Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari Daerah Kaltim Salurkan Bantuan Sosial kepada Masyarakat di Balikpapan

Balikpapan – Sebagai wujud kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, Polisi Wanita (Polwan) Polda Kalimantan Timur bersama Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur menggelar kegiatan “Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim Berbagi” dengan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, pada Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut dilaksanakan oleh personel Polwan dari Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolair), Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti), serta Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Kalimantan Timur, bersama jajaran Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur.

Dalam kegiatan tersebut, Polwan dan Bhayangkari menyalurkan bantuan kepada warga berupa 50 amplop berisi santunan yang merupakan bantuan dari Ibu Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Timur, serta 35 amplop berisi santunan yang berasal dari Ibu Bhayangkari Direktorat Polairud Polda Kalimantan Timur.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial serta upaya mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan solidaritas.

Kegiatan ini turut diikuti oleh personel Polwan dari Ditpolair, Dittahti, dan SPKT Polda Kalimantan Timur bersama pengurus Bhayangkari dari masing-masing satuan kerja yang secara bersama-sama terlibat dalam proses penyaluran bantuan kepada warga.

Pakor Polwan Polda Kalimantan Timur menyampaikan bahwa kegiatan sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen Polwan dan Bhayangkari untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui kegiatan kemanusiaan yang memberikan manfaat secara langsung.

“Melalui kegiatan Polwan dan Bhayangkari Berbagi ini, kami ingin menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat. Semoga bantuan yang diberikan dapat bermanfaat serta semakin mempererat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Masyarakat menyambut baik pelaksanaan bakti sosial tersebut serta menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polwan dan Bhayangkari Polda Kalimantan Timur yang terus hadir dan berbagi kepada masyarakat.

Kapolres Kukar Laksanakan Pengecekan Asrama Polisi, Pastikan Kebersihan dan Tempat Tinggal Layak Untuk Anggota

Kukar – Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar melakukan pengecekan di asrama polisi yang terletak di Aspol Cempaka 1, Aspol Cempaka 2 dan Aspol Rondong Demang, Senin (3/8/2026).

Dalam kegiatan terdebut turut hadir Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kasat Lantas AKP Ahmad Fandoli dan Kasat Polair AKP Benedict Jaya.

Pengecekan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal anggota Polri khususnya personel Polres Kukar.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar mengatakan bahwa asrama bagi anggota Polri merupakan salah satu program inovasi pimpinan Polri dalam rangka menjamin kesejahteraan anggotanya, terutama bagi mereka yang belum memiliki tempat tinggal atau rumah. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kepedulian personel secara bersama-sama dalam menjaga kebersihan dan kerapian di lingkungan asrama,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama seluruh personel yang tinggal di rumah dinas. 

“Rasa saling memiliki dan peduli terhadap lingkungan, terutama tempat kerja dan asrama kita, merupakan suatu kewajiban. Dengan lingkungan yang bersih, kita akan merasa betah dan nyaman saat berdinas, serta budaya hidup sehat harus diterapkan,” tegasnya.

Dalam kegiatan pengecekan tersebut, Kapolres Kukar tidak hanya melakukan inspeksi visual terhadap kondisi kebersihan, tetapi juga berinteraksi langsung dengan para personel yang tinggal di asrama. 

Ia memberikan arahan serta motivasi untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan tempat tinggal mereka. 

“Kebersihan adalah cerminan disiplin kita sebagai anggota Polri. Asrama yang bersih dan rapi akan menciptakan suasana yang nyaman dan kondusif untuk istirahat setelah menjalankan tugas,” tambahnya.

Pengecekan kebersihan asrama ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Kukar untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapian, baik di lingkungan asrama maupun di tempat kerja.