Operasi Gabungan Polda Sumsel Bongkar Ladang Ganja 20 Hektar di Empat Lawang, 220 Kg Ganja dan Bandar Utama Ditangkap

EMPAT LAWANG — Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse Narkoba bersama Polres Empat Lawang berhasil mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja berskala besar melalui operasi gabungan pada Jumat, 24 April 2026. Operasi ini membongkar ladang ganja seluas 20 hektar di Desa Batu Jungul, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, sekaligus mengamankan 220 kilogram ganja kering siap edar.

Operasi dipimpin langsung Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K., bersama Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi, S.H., S.I.K., M.H. Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan intensif sejak Februari 2026 yang berhasil memetakan jaringan distribusi ganja lintas wilayah hingga Pulau Jawa.

Penangkapan tersangka utama berinisial PD alias Pinhar dilakukan di loket bus Jalan Gubernur H. Bastari, Palembang. Dari tangan tersangka, petugas menemukan ganja yang kemudian mengarah pada pengembangan ke lokasi utama di Desa Batu Jungul. Di lokasi tersebut, petugas menemukan ladang ganja aktif beserta barang bukti ganja kering dalam jumlah besar.

Barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 220 kilogram ganja kering yang dikemas dalam 11 karung besar, empat unit sepeda motor hasil tindak pidana, serta dokumen kepemilikan lahan dan peta ladang ganja. Selain itu, petugas juga mengungkap bahwa tersangka mengelola seluruh rantai produksi mulai dari penanaman hingga distribusi.

Dari hasil penyidikan, tersangka PD diketahui mengendalikan jaringan yang telah beroperasi sejak tahun 2024 dengan distribusi mencakup wilayah Empat Lawang, Palembang, hingga Pulau Jawa. Empat orang lainnya yang terlibat dalam jaringan tersebut saat ini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) dan masih dalam pengejaran.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan kemungkinan pengembangan pasal sesuai hasil penyidikan lanjutan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Yulian Perdana menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi kuat antara Polda dan jajaran kewilayahan.

“Sejak 2024 jaringan ini mengelola ladang ganja dan mendistribusikannya hingga ke Pulau Jawa. Hari ini seluruh rantai tersebut berhasil kami putus. Barang bukti 220 kilogram ganja tidak jadi beredar, dan pengembangan terhadap jaringan terus kami lakukan,” tegas Kombes Pol Yulian Perdana.

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi menyampaikan bahwa pengungkapan ini menjadi langkah strategis dalam menyelamatkan masyarakat dari ancaman narkotika di wilayahnya.

“Ladang ganja seluas 20 hektar telah kami bongkar dan bandar utamanya berhasil diamankan. Kami juga terus memburu para pelaku lain serta melakukan pendekatan sosial kepada masyarakat agar tidak kembali terlibat dalam aktivitas ilegal ini,” ujar AKBP Abdul Aziz Septiadi.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., pada Minggu(26/04/2026) menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan salah satu capaian terbesar dalam pemberantasan narkotika di wilayah Sumatera Selatan.

“Polda Sumsel tidak hanya menindak peredaran narkoba di hilir, tetapi juga memutus sumber produksi di hulu. Ladang ganja 20 hektar dan 220 kilogram ganja yang berhasil disita merupakan bukti keseriusan kami dalam melindungi masyarakat,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengembangan kasus hingga seluruh jaringan terungkap, sekaligus mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi guna memberantas peredaran narkotika di wilayah Sumatera Selatan.

1 Mei Jadi Momentum Refleksi Sejarah dan Persatuan Papua dalam NKRI

Papua — Semangat persatuan dan pentingnya memahami sejarah bangsa kembali disuarakan oleh Steve R. E. Mara, M.Han., mahasiswa program doktoral asal Papua yang tengah menempuh studi di Inggris sekaligus Ketua Melanesian Youth Diplomacy Forum. Dalam pandangannya, pemahaman yang utuh terhadap sejarah Papua menjadi kunci untuk memperkuat persatuan dan mendorong generasi muda berkontribusi dalam pembangunan.

Steve menekankan bahwa proses integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bagian dari dinamika panjang dekolonisasi yang melibatkan berbagai pihak di tingkat internasional. Ia menggarisbawahi bahwa berbagai tahapan, mulai dari Konferensi Meja Bundar hingga Perjanjian New York 1962, merupakan proses diplomasi yang sah dan diakui dunia internasional.

Menurutnya, tanggal 1 Mei 1963 menjadi momentum penting dalam perjalanan sejarah tersebut, karena pada saat itu Papua secara resmi diserahkan kepada Indonesia melalui mekanisme yang difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia menilai momentum ini seharusnya dipahami sebagai bagian dari perjalanan bangsa menuju persatuan, bukan dipersepsikan secara keliru.

“Ini adalah bagian dari sejarah yang harus dipahami secara utuh. Integrasi Papua merupakan hasil proses panjang yang melibatkan hukum internasional dan kesepakatan global,” ujarnya.

Lebih jauh, Steve mengajak generasi muda Papua untuk tidak terjebak dalam perdebatan masa lalu, melainkan fokus pada upaya membangun masa depan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri melalui pendidikan serta keterlibatan aktif dalam pembangunan di berbagai sektor.

“Generasi muda Papua harus mengambil peran. Kita perlu meningkatkan kualitas diri dan bersama-sama membangun daerah serta bangsa ini,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat atau narasi yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, menjaga keutuhan bangsa adalah tanggung jawab bersama yang harus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Steve berharap Papua dapat terus berkembang melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, sehingga tercipta kondisi yang aman, damai, dan kondusif sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan di Tanah Papua.

150 Paket Beras Dibagikan Polwan Ditreskrimum Polda Kaltim Bersama Bhayangkari di Balikpapan

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan oleh Polwan Polda Kalimantan Timur bersama Bhayangkari Daerah Kaltim melalui kegiatan sosial berbagi di Jl. Pondok Karya Agung RT 17, Kelurahan Sungai Nangka, Sabtu (25/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polwan Ditreskrimum Polda Kaltim bersama Bhayangkari menyalurkan bantuan sebanyak 150 paket beras dengan berat masing-masing 5 kg kepada warga setempat. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan upaya meringankan beban masyarakat.

Para personel Polwan dan Bhayangkari tampak langsung turun ke lapangan, menyapa warga sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis. Kehadiran mereka disambut hangat oleh masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya kegiatan tersebut.

Pakor Polwan Polda Kaltim AKBP Nina Ike Herawati, S. H., M.H menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polwan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam tugas penegakan hukum tetapi juga kegiatan sosial kemanusiaan.

“Melalui kegiatan berbagi ini, kami berharap dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat serta mempererat hubungan antara Polri, khususnya Polwan, dengan warga. Ini adalah bentuk kepedulian kami agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar AKBP Nina.

Sementara itu, rasa syukur dan terima kasih disampaikan oleh warga penerima bantuan. Salah satu warga mengungkapkan bahwa bantuan tersebut sangat berarti bagi kebutuhan sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Polwan Polda Kaltim dan Bhayangkari atas bantuan beras ini. Sangat membantu kami, terutama dalam kondisi ekonomi saat ini. Semoga kebaikan ini dibalas dan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” ungkapnya.

Kegiatan sosial ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi antara Polri dan masyarakat, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Peringati Hari Bumi 2026, Dit Polairud Polda Kaltim Bersama Mahasiswa Uniba Gelar Aksi Biru Hijau

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026, Dit Polairud Polda Kaltim menggelar aksi lingkungan bertajuk “Biru Hijau” melalui kegiatan bersih sampah dan penanaman mangrove di kawasan daerah aliran sungai (DAS) hutan mangrove Muara Rapak, Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan personel Dit Polairud Polda Kaltim bersama mahasiswa Universitas Balikpapan yang tergabung dalam Korps Relawan Mahasiswa. Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan pesisir sekaligus upaya nyata mengurangi pencemaran di kawasan ekosistem mangrove.

Sebelum pelaksanaan aksi, personel Polairud memberikan pembekalan materi terkait ekosistem mangrove kepada para mahasiswa. Materi tersebut mencakup pentingnya mangrove sebagai pelindung garis pantai dari abrasi, habitat biota laut, hingga perannya dalam menyerap emisi karbon.

Usai pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih sampah di sepanjang aliran sungai kawasan hutan mangrove Muara Rapak. Para peserta tampak antusias mengumpulkan sampah yang mencemari lingkungan sekitar, mulai dari plastik hingga limbah rumah tangga.

Selain itu, dilakukan pula penanaman bibit mangrove sebagai langkah rehabilitasi kawasan pesisir. Penanaman ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem mangrove serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Dit Polairud Polda Kaltim berharap sinergi antara aparat dan generasi muda dapat terus terjalin dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Timur.

Peringatan Hari Bumi tahun ini pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam merawat lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.

Wakapolres Kukar: Kedisiplinan dan Profesionalisme Adalah Kunci Utama Pelayanan Polri

Kukar – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara mempertegas komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penguatan kedisiplinan dan profesionalisme personel. Hal ini menjadi poin utama dalam arahan Apel Pagi yang digelar di Halaman Mako Polres Kutai Kartanegara, Senin (27/4/2026).

Bertindak selaku pimpinan apel, Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, menekankan bahwa profesionalisme anggota Polri dimulai dari kedisiplinan yang konsisten, mulai dari hal terkecil seperti ketepatan waktu dalam pelaksanaan apel.

“Kedisiplinan bukan sekadar kewajiban formalitas, melainkan cerminan kesiapan kita dalam melayani masyarakat. Saya apresiasi personel yang hadir lebih awal hari ini, dan saya minta semangat profesional ini terus dipertahankan serta ditingkatkan,” tegas Kompol Izdiharuddin.

Lebih lanjut, Wakapolres mengingatkan agar setiap personel memahami secara mendalam tugas dan tanggung jawabnya masing-masing (job description). Menurutnya, anggota yang profesional adalah mereka yang mampu bekerja secara mandiri dan tuntas tanpa harus menunggu teguran dari pimpinan.

“Kita sudah dibekali dengan tugas pokok masing-masing. Jalankan tanggung jawab tersebut dengan penuh dedikasi. Profesionalisme kita diuji dari bagaimana kita menyelesaikan target-target organisasi, termasuk dalam menyukseskan program Beyond Trust Tahap 2 yang akan segera berjalan,” tambahnya.

Menjelang peringatan Hari Bhayangkara, Wakapolres juga mewanti-wanti agar tidak ada personel yang melakukan pelanggaran, baik disiplin maupun kode etik profesi. Hal ini bertujuan agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri tetap terjaga melalui perilaku anggota yang teladan.

Sebagai penunjang profesionalisme dalam bertugas, faktor kebugaran fisik juga menjadi perhatian. Personel diminta aktif mengikuti kegiatan olahraga rutin untuk memastikan kondisi kesehatan tetap prima saat memberikan pelayanan di lapangan.

Penguatan integritas ini diharapkan dapat berdampak langsung pada peningkatan kinerja Polres Kutai Kartanegara ke depan.

Perkuat Ketahanan Pangan Desa, Bhabinkamtibmas Polsek Loa Janan Turun ke Ladang Dampingi Petani Jagung

Kukar – Langkah nyata dalam mendukung kedaulatan pangan terus digencarkan oleh jajaran Polsek Loa Janan. Melalui peran Bhabinkamtibmas Desa Loa Janan Ulu, Aipda Suwarno, pihak kepolisian melakukan peninjauan langsung serta pendampingan terhadap budidaya tanaman jagung milik warga binaan di wilayah Desa Loa Janan Ulu, Minggu (26/04/2026).

Kegiatan sambang ladang ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menyukseskan program ketahanan pangan nasional yang dimulai dari tingkat desa. Dalam kunjungannya, Aipda Suwarno berdialog langsung dengan para petani guna memastikan proses pertumbuhan tanaman berjalan optimal tanpa kendala hama maupun distribusi pupuk.

Kapolsek Loa Janan menegaskan bahwa kehadiran personel Bhabinkamtibmas tidak hanya untuk menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi produktif di wilayah pedesaan.

“Kami ingin memastikan program pemerintah di bidang ketahanan pangan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui pengecekan rutin ini, personel kami di lapangan memberikan motivasi sekaligus edukasi kepada warga agar lebih produktif dalam memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan pertanian yang menghasilkan,” ujar jajaran Polsek Loa Janan.

Dalam interaksi tersebut, Aipda Suwarno juga berbagi tips mengenai perawatan tanaman, mulai dari intensitas penyiraman, ketepatan waktu pemupukan, hingga pembersihan gulma secara berkala. Hal ini dilakukan demi menjamin kualitas hasil panen yang maksimal sehingga mampu menopang ketersediaan bahan pangan di tingkat lokal.

“Kehadiran kami di tengah ladang ini diharapkan dapat membakar semangat para petani. Jika ketahanan pangan di tingkat desa kuat, maka secara otomatis stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat akan terjaga, yang pada akhirnya berdampak positif pada situasi Kamtibmas yang kondusif,” tutur Aipda Suwarno.

Para petani di Desa Loa Janan Ulu menyambut hangat kehadiran petugas kepolisian. Mereka mengaku merasa lebih diperhatikan dan terbantu dengan adanya pendampingan serta motivasi yang diberikan oleh pihak kepolisian.

Hingga kegiatan berakhir, situasi di wilayah pertanian Desa Loa Janan Ulu terpantau aman dan produktif. Polsek Loa Janan memastikan akan terus melakukan pendampingan berkelanjutan bagi kelompok tani di wilayah hukumnya sebagai wujud bakti Polri untuk kemakmuran rakyat.

Polsek Kembang Janggut Evakuasi Jasad Warga yang Tenggelam di Sungai Belayan

Kukar – Personel Polsek Kembang Janggut menunjukkan aksi sigap dan humanis dalam merespons laporan masyarakat terkait penemuan jasad seorang pria yang mengapung di perairan Sungai Belayan, tepatnya di kawasan Nangka Jawa, Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Senin (27/4/2026) dini hari.

Peristiwa ini bermula saat saksi mata, T (34) dan I (30), melihat sesosok jasad dalam posisi telungkup di perairan sekitar pukul 03.30 WITA. Berdasarkan keterangan di lapangan, korban diketahui berinisial H (39), warga RT 08 Desa Genting Tanah. Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam bertuliskan “Sama Indah” dan celana panjang kain berwarna coklat.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menjelaskan bahwa sesaat setelah menerima laporan, pihaknya langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

“Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat, personel kami segera menuju TKP dan berkoordinasi dengan Tim Basarnas serta BPBD untuk mengevakuasi jenazah. Fokus utama kami adalah memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan memberikan pendampingan yang layak bagi pihak keluarga korban,” ujar AKP Dedi Supriyanto.

Aksi kepolisian tidak hanya berhenti pada evakuasi fisik. Dengan pendekatan humanis, pihak kepolisian juga memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan saat proses penyerahan jenazah dilakukan. Langkah ini diambil sebagai bentuk empati Polri atas musibah yang menimpa warga setempat.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah ini. Saat ini, jenazah sudah kami serahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah dilakukan pendataan dan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi di lapangan,” tambah Kapolsek.

Selain melakukan evakuasi, Polsek Kembang Janggut juga telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bahan keterangan (Pulbaket) untuk memastikan kronologi kejadian. Situasi di lokasi penemuan hingga rumah duka terpantau aman dan kondusif berkat kerja sama yang baik antara kepolisian, instansi terkait, dan masyarakat desa setempat.

Pererat Silaturahmi Melalui Tradisi, Bhabinkamtibmas Polsek Loa Kulu Hadiri Ritual Sedekah Bumi di Desa Sumber Sari

Kukar – Menjunjung tinggi nilai kearifan lokal sekaligus memperkuat harmoni sosial, Bhabinkamtibmas Desa Sumber Sari, Aiptu Budi Santoso, hadir di tengah ratusan warga dalam perayaan adat Bersih Desa dan Sedekah Bumi. Kegiatan yang sarat akan makna syukur ini dipusatkan di Balai Dusun 1, Jalan Amat Kasim, Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, pada Minggu (26/04/2026).

Acara ini diikuti oleh warga dari RT 01, 02, 03, dan 04. Kehadiran personel Polsek Loa Kulu di tengah ritual adat ini merupakan wujud nyata Polri dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memastikan stabilitas Kamtibmas melalui pendekatan yang kekeluargaan.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menegaskan bahwa kehadiran Bhabinkamtibmas dalam acara adat adalah bagian dari strategi Cooling System untuk menjaga kedekatan emosional antara petugas keamanan dan warga binaannya.

“Kehadiran Polri di acara Sedekah Bumi ini bukan sekadar tamu undangan, melainkan simbol kebersamaan. Kami ingin memastikan bahwa nilai-nilai gotong royong dan keamanan lahir dari hubungan sosial yang harmonis seperti ini,” ujar jajaran Polsek Loa Kulu.

Dipimpin oleh Kepala Desa Sumber Sari, rangkaian acara diisi dengan aksi bersih lingkungan secara gotong royong dan makan bersama dari hasil bumi lokal. Puncak kekhidmatan terasa saat ratusan warga memanjatkan doa bersama dan pembacaan ikrar turun-temurun sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkah kesehatan dan rezeki yang melimpah.

Gema selawat dan ikrar “Tetap iman dan tetap Islam, RAHAYU RAHAYU RAHAYU WILUJENG!” menutup prosesi dengan suasana haru dan penuh rasa syukur. Ikrar tersebut menjadi doa tulus warga agar Desa Sumber Sari senantiasa diberikan kesejahteraan dan dijauhkan dari segala balak.

Aiptu Budi Santoso di sela kegiatan juga menyempatkan diri berdialog dengan warga, memberikan pesan-pesan Kamtibmas agar semangat kebersamaan dalam Sedekah Bumi ini terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.

“Tradisi seperti ini adalah benteng pertahanan sosial kita. Jika warganya rukun dan bersatu seperti ini, maka situasi keamanan desa dengan sendirinya akan terjaga dengan baik,” tutur Aiptu Budi.

Hingga akhir kegiatan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Cerita inspiratif dari Desa Sumber Sari ini menjadi bukti bahwa sinergi antara kepolisian dan masyarakat dapat terjalin melalui penghormatan terhadap adat istiadat dan tradisi leluhur.

Buka Muktamar Pemuda Persis, Kapolri Tekankan Sinergi Jaga Stabilitas Kamtibmas

Jabar – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan sinergisitas seluruh elemen bangsa dalam menjaga serta menciptakan situasi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Hal tersebut ditegaskan Kapolri saat menghadiri sekaligus membuka acara opening ceremony Muktamar XIV Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 25 April 2026.

Sigit memaparkan bahwa, di situasi perkembangan teknologi dewasa ini terkadang kerap dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan. Di antaranya maraknya penyebaran misinformasi yang menyesatkan masyarakat. Belum lagi kejahatan lain yang merugikan warga seperti narkoba, cyber crime dan kejahatan seksual.

Menurut Sigit, untuk menghadapi segala bentuk tantangan dan kejahatan tersebut diperlukan sinergisitas dan dukungan seluruh elemen Bangsa Indonesia.

“Tentunya harapan kita PERSIS dengan seluruh kekuatan dan kader yang dimiliki bisa bekerja sama dengan kami dengan Polri. Karena kami juga tentunya menyadari bahwa Polri tidak akan bisa berdiri sendiri, Polri tidak akan bisa bekerja sendiri tanpa dukungan dari seluruh elemen bangsa,” kata Sigit.

Oleh sebab itu, Sigit menegaskan, Polri dan PERSIS ke depannya bakal terus meningkatkan sinergisitas dan soliditas demi menjaga situasi kamtibmas dalam menghadapi segala bentuk tantangan yang muncul.

“Oleh karena itu tentunya saya mengharap ke depan kolaborasi persahabatan rasa kekeluargaan yang dimiliki Polri dan PERSIS akan terus terjalin dengan semakin baik, semakin kuat dan kita yakin bahwa dengan kita bersama-sama kita akan menghadapi berbagai tantangan bangsa yang kita hadapi sehingga kita bisa menjalankan apa yang menjadi amanat nasional,” ujar Sigit.

Di sisi lain, Sigit mengungkapkan soal situasi global yang masih penuh dengan ketidakpastian. Hal itu juga tentunya berdampak ke seluruh negara termasuk Indonesia.

Menurut Sigit, Presiden Prabowo Subianto terus melakukan upaya terbaik dengan meluncurkan sejumlah program untuk kebaikan Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Sigit menyebut, Presiden, Pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu padu dalam menghadapi segala bentuk tantangan global yang masuk ke dalam negeri.

“Jadi ini adalah tantangan yang harus kita hadapi bersama dan tentunya ini juga menjadi tugas dan PR dari para pemuda khususnya yang nanti akan menghadapi hal-hal seperti ini dan bagaimana kita bisa eksis, bisa ikut berkontribusi dan memiliki semangat untuk bersama-sama menjaga dan menghadapi situasi yang ada,” ucap Sigit.

Indonesia, kata Sigit, pernah berjuang bersama mengusir penjajahan. Menurut Sigit, para pejuang ketika itu mengutamakan untuk menjaga dan mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan.

Oleh sebab itu, Sigit meyakini, Indonesia dengan semangat nilai persatuan dan kesatuan seluruh elemen bangsa, akan bisa menghadapi segala bentuk tantangan yang ada.

“Kalau kita semua memiliki semangat yang sama, memiliki rasa persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan yang memang itu menjadi karunia bagi bangsa Indonesia,” tutup Sigit.

Wujudkan Lingkungan Mako yang Nyaman, Polsek Tenggarong Seberang Gelar Program “ASRI POLRI”

Kukar – Jajaran Polsek Tenggarong Seberang melaksanakan aksi kebersihan lingkungan melalui program “ASRI POLRI” (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) yang dipusatkan di area Mapolsek Tenggarong Seberang, Desa Manunggal Jaya, Jumat (24/04/2026) pagi.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari instruksi Kapolda Kaltim guna menciptakan lingkungan kerja kepolisian yang lebih prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolsek Tenggarong Seberang, Iptu Aulia Hadi Rahman, menjelaskan bahwa program ASRI POLRI merupakan agenda strategis untuk meningkatkan standar kebersihan dan kelestarian di lingkungan institusi Polri.

“Pagi ini seluruh personel terlibat langsung dalam menata dan membersihkan area Mako. Tujuannya jelas, yakni mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah. Lingkungan kerja yang bersih adalah cerminan kesiapan kami dalam melayani masyarakat dengan lebih nyaman dan maksimal,” ujar Iptu Aulia Hadi Rahman.

Dimulai pukul 08.10 WITA, para personel melakukan berbagai pembenahan, mulai dari pengelolaan sanitasi, penataan taman, hingga pembersihan area pelayanan publik. Selain menjaga keindahan, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian anggota terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

Kapolsek menambahkan bahwa kebersihan Mako merupakan faktor penting dalam mendukung kesehatan personel sehingga tugas-tugas kepolisian di lapangan dapat berjalan optimal. Dengan lingkungan yang asri, diharapkan kepercayaan dan kenyamanan masyarakat saat berkunjung ke Mapolsek juga semakin meningkat.

“Kami ingin Mapolsek Tenggarong Seberang menjadi contoh lingkungan yang bersih bagi warga sekitar. Jika lingkungan kantor rapi dan indah, semangat kerja personel akan meningkat dan masyarakat yang datang pun merasa lebih dihargai,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama 20 menit tersebut berjalan dengan aman, lancar, dan penuh semangat gotong-royong. Program ASRI POLRI ini dipastikan akan terus menjadi agenda rutin demi menjaga konsistensi kebersihan di wilayah hukum Polsek Tenggarong Seberang.