Hadapi Ancaman Super El Nino, Kapolda Riau Turun Langsung ke Bengkalis Pastikan Pemadaman Karhutla Berjalan Maksimal

Bengkalis-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat (3/4/2026), untuk memastikan proses pemadaman berjalan maksimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada tim gabungan di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) bidang perlindungan hutan, Prof. Bambang Hero Suharjo, serta Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar.

Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa penanganan karhutla di Riau dilakukan secara terpadu, menggabungkan pendekatan operasional dan ilmiah.

Di tengah kondisi lapangan yang masih dipenuhi titik api, Irjen Herry menyapa langsung personel BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) yang terus berjibaku melakukan pemadaman.

“Kami hadir di sini untuk memberikan motivasi, dukungan moril dan memastikan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara maksimal. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, tetapi harus kolaboratif melibatkan semua pihak,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan bahwa langkah strategis yang saat ini dilakukan adalah menemukan dan memutus titik api sedini mungkin agar kebakaran tidak meluas, terlebih menjelang puncak musim kemarau.

“Lebih baik bekerja keras sekarang sebelum memasuki puncak kemarau, daripada nanti memadamkan dalam kondisi yang jauh lebih besar dan sulit,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan bahwa selain pemadaman, aspek penegakan hukum menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Sepanjang 2025, Polda Riau telah menangani 74 kasus karhutla dengan jumlah tersangka yang sama.

“Penegakan hukum harus tegas dan berkeadilan. Tidak boleh ada toleransi bagi pelaku pembakaran, baik yang disengaja maupun yang berlindung di balik alasan kelalaian,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polda Riau bersama stakeholder telah memasang ratusan papan imbauan di wilayah rawan karhutla. Plang tersebut tidak hanya berisi ancaman pidana, tetapi juga larangan pemanfaatan lahan bekas terbakar.

“Kami ingin ada efek jera. Lahan yang sudah terbakar tidak boleh dimanfaatkan kembali, termasuk untuk penanaman sawit. Ini bagian dari upaya moratorium agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Bambang Hero Suharjo mengingatkan bahwa situasi tahun ini memerlukan kewaspadaan ekstra seiring munculnya sinyal fenomena Super El Nino yang berpotensi memicu kekeringan panjang dan memperparah karhutla.

Ia menjelaskan, Super El Nino ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut hingga 2,7 derajat celsius di atas rata-rata, yang berdampak pada perubahan sirkulasi atmosfer global dan memicu cuaca ekstrem.

“Dengan kondisi 2,7 derajat ini, ini persis seperti kejadian kebakaran 1997–1998, di mana lahan yang terbakar mencapai 10 hingga 11 juta hektare dan menimbulkan korban jiwa hingga ratusan orang,” kata Bambang.

Dalam peninjauan di Bengkalis, ia juga menyoroti kondisi tinggi muka air di kanal yang telah melebihi ambang batas aman, sehingga memperbesar potensi kebakaran.

“Ini harus segera dimitigasi secara komprehensif. Karena ke depan akan semakin kering dan kita akan kekurangan air,” ujarnya.

Bambang menegaskan bahwa kunci utama menghadapi ancaman tersebut adalah langkah preventif dan peringatan dini, sebagaimana juga ditekankan dalam berbagai studi ilmiah terbaru.

Ia turut mengapresiasi pendekatan Green Policing yang dijalankan Polda Riau, khususnya dalam upaya penanaman pohon sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian karhutla.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar simbolik. Secara scientific, itu adalah cara untuk menekan emisi gas rumah kaca akibat kebakaran. Kalau tidak diimbangi, emisi yang kita lepaskan akan semakin besar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda kembali menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya dari sisi pemadaman, tetapi juga pencegahan, penegakan hukum, dan pendekatan ekologis.

“Kita bergerak bersama mencari titik api secara strategis, tujuannya agar tidak terjadi rembetan di tempat lain. Ini adalah komitmen bersama lintas sektor untuk melindungi lingkungan dan masyarakat,” pungkas Irjen Herry. []

Gerebek Rumah Biru di Desa Perdana, Polsek Kembang Janggut Amankan 37 Paket Sabu

Kukar – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Kembang Janggut berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara. Seorang pria berinisial SH (54) diringkus petugas di kediamannya di Dusun Ketenuq, Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut, pada Kamis (02/04/2026) sore.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dalam jumlah cukup besar, yakni 36 bungkus plastik bening kecil dan satu bungkus plastik bening sedang dengan total berat kotor mencapai 8,05 gram.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah akan seringnya terjadi transaksi narkoba di wilayah Dusun Ketenuq.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kembang Janggut memimpin langsung serangkaian penyelidikan intensif. “Setelah melakukan pemantauan terhadap sebuah rumah kayu berwarna biru muda yang dicurigai, tim bergerak melakukan penggerebekan pada Kamis pukul 15.00 WITA,” ujar AKP Dedi.

Saat digeledah, petugas menemukan tersangka SH sedang berada di dalam kamar. Dari tangannya, polisi menyita sebuah tas handbag merk Quicksilver warna hitam yang di dalamnya berisi puluhan poket sabu siap edar.

Selain paket sabu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung lainnya, di antaranya Uang tunai sebesar Rp550.000 yang diduga hasil penjualan, Satu unit timbangan digital warna hitam, Dua buah sendok takar plastik dan satu pak plastik klip kosong, Satu unit ponsel merk Oppo warna biru yang digunakan untuk berkomunikasi dalam transaksi.

Saat ini, tersangka SH beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Polsek Kembang Janggut guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana disesuaikan dalam UU RI No. 1 Tahun 2026.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Kembang Janggut. Kami juga mengapresiasi warga yang berani melapor, karena peran masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran barang haram ini,” tegas AKP Dedi Supriyanto.

Polsek Kembang Janggut kini tengah melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan atau asal-usul barang haram yang didapatkan oleh tersangka.

Pastikan Keamanan Senpi Inventaris, Si Propam Polres Kukar Lakukan Pengecekan Fisik dan Amunisi di Gudang Senjata

Kukar – Guna mengantisipasi penyalahgunaan senjata api (senpi) dan memastikan kesiapsiagaan sarana prasarana dinas, Seksi Profesi dan Pengamanan (Si Propam) Polres Kutai Kartanegara menggelar inspeksi mendadak (sidak) pengecekan fisik senpi dan amunisi di Gudang Senjata Mapolres Kukar, Kamis (02/04/2026).

Kegiatan Penegakan Ketertiban dan Kedisiplinan (Gaktibplin) ini dipimpin langsung oleh Kasi Propam Polres Kukar, AKP Slamet Rijadi bersama lima personel provos lainnya.

Kasi Propam AKP Slamet Rijadi menjelaskan bahwa pemeriksaan ini mencakup pengecekan fisik secara mendetail terhadap ratusan senjata inventaris, baik jenis laras pendek (genggam) maupun laras panjang (bahu).

“Berdasarkan data inventaris, kami telah melakukan pengecekan fisik terhadap seluruh senjata api yang nerada di gudang dari berbagai jenis. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh senjata yang tersimpan di gudang dalam keadaan baik, terawat, dan lengkap,” ujar AKP Slamet Rijadi.

Selain senjata api, tim Si Propam juga menghitung secara teliti jumlah amunisi yang tersimpan. Tercatat amunisi berbagai jenis, meliputi amunisi tajam, karet, hingga amunisi hampa, dalam kondisi lengkap sesuai dengan buku mutasi logistik.

Terkait senpi yang sedang dipinjam pakaikan kepada personel untuk kepentingan penugasan, seperti pengamanan bank dan obyek vital lainnya, Kasi Propam menegaskan akan dilakukan pengecekan susulan secara terjadwal.

“Untuk beberapa pucuk senpi yang saat ini dipegang anggota dalam penugasan maupun yang berada di Polsek jajaran, akan segera dijadwalkan pengecekan susulan guna memastikan Surat Izin Memegang Senjata Api (SIMSA) masih berlaku dan kondisi senjata tetap laik pakai,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Telegram Rahasia Kapolri dan perintah Kabid Propam Polda Kaltim terkait langkah antisipasi pelanggaran anggota Polri dalam penggunaan senjata api.

Melalui pengecekan rutin ini, Polres Kutai Kartanegara berkomitmen untuk menerapkan pengawasan internal yang ketat guna mewujudkan personel yang disiplin, bertanggung jawab, dan profesional dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Tingkatkan Profesionalisme Anggota, Polres Kukar Sosialisasikan Aturan Baru Penilaian Kinerja Personel

Kukar – Bagian Sumber Daya Manusia (Bag SDM) Polres Kutai Kartanegara menggelar kegiatan sosialisasi Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 1 Tahun 2025 terkait sistem penilaian kinerja terbaru bagi seluruh anggota Polri. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Ruang Catur Prasetya Mapolres Kukar, Selasa (31/03/2026).

Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Kutai Kartanegara, KOMPOL Izdiharuddin Faris Raharja Putra, didampingi Kabag SDM KOMPOL Suwarno.

Fokus utama kegiatan ini adalah membedah mekanisme penilaian kinerja anggota Polri melalui Sistem Manajemen Kinerja (SMK) yang telah diperbarui dalam Perpol No 1 Tahun 2025. Aturan ini dirancang untuk menciptakan sistem penilaian yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data objektif.

“Penilaian kinerja bukan sekadar rutinitas administrasi, melainkan tolok ukur profesionalisme setiap personel dalam menjalankan tugas. Dengan sistem baru ini, diharapkan setiap anggota memiliki motivasi lebih untuk meningkatkan prestasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar KOMPOL Izdiharuddin saat memberikan sambutan.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar, di antaranya Kasikum AKP Hadi Winarno, Kasipropam AKP Slamet Rijadi, serta Kasi Humas Iptu Maryono. Turut hadir pula para Kasium dari Polsek jajaran serta Kaurmin dari setiap Bagian, Satuan, dan Seksi di lingkungan Polres Kukar.

Dalam sesi teknis, Operator SIPK (Sistem Informasi Penilaian Kinerja) Brigpol M. Yogi Dwiyantono memaparkan tata cara penginputan dan verifikasi kinerja yang kini terintegrasi secara digital. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pemantauan progres kinerja personel secara real-time.

Kabag SDM Polres Kukar, KOMPOL Suwarno, menekankan bahwa pemahaman terhadap Perpol terbaru ini sangat krusial bagi para Kaurmin dan Kasium sebagai ujung tombak administrasi di satuan kerja masing-masing.

“Kami ingin memastikan seluruh personel memahami indikator penilaian terbaru ini agar selaras dengan semangat Polri yang Berprestasi, Inovasi, dan Presisi,” tegas Kabag SDM.

Langkah ini diharapkan mampu memperkuat integritas internal Polres Kutai Kartanegara dalam rangka memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kasat Binmas Polres Kukar Buka Latsar Satpam Gada Pratama: Tekankan Profesionalisme dan Larang Arogansi

Kukar – Dalam rangka menciptakan satuan pengamanan yang tangguh dan profesional, Satuan Binmas Polres Kutai Kartanegara (Kukar) secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Satpam Gada Pratama Angkatan ke-XVIII Tahun 2026. Upacara pembukaan berlangsung di Pusdiklat PT Garda Kedung Jaya, Simpang Raya, Kecamatan Loa Janan, Senin (30/03/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Kukar, AKP Sukardi, didampingi Direktur PT Garda Kedung Jaya, Ruskan, serta dihadiri jajaran Kanit Sat Binmas dan 38 peserta pelatihan.

Dalam amanatnya, AKP Sukardi menegaskan bahwa Satpam merupakan mitra utama Polri yang memiliki peran krusial sebagai pengembang fungsi kepolisian terbatas di lingkungan kerja. Sebagai ujung tombak perusahaan, Satpam dituntut memiliki kemampuan preventif yang mumpuni dalam penegakan hukum.

“Saudara adalah garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di instansi masing-masing. Oleh karena itu, tingkatkan profesionalisme agar profesi Satpam semakin terhormat dan dipercaya masyarakat,” ujar Kasat Binmas di hadapan puluhan siswa Gada Pratama.

Salah satu poin tegas yang disampaikan AKP Sukardi adalah mengenai netralitas dan integritas Satpam. Ia mengingatkan agar personel pengamanan tidak mudah terprovokasi untuk melakukan tindakan tidak terpuji, seperti mogok kerja atau demonstrasi, yang justru bertentangan dengan fungsi pengamanan.

“Jangan sampai Satpam menjadi kepala serikat kerja atau terlibat aksi unjuk rasa di tempatnya bertugas. Hal ini sangat bertentangan dengan tugas, fungsi, dan peranan saudara sebagai satuan pengamanan. Jauhkan sifat arogansi dan selalu kedepankan koordinasi,” tegasnya.

Selain pembekalan mental, Kasat Binmas juga mensosialisasikan Peraturan Kepolisian (Perpol) Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa. Ia berharap melalui diksar ini, para peserta mampu mengimplementasikan kode etik Satpam dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

“Terapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini sebagai bekal di lapangan. Bantu pemerintah mensosialisasikan kebijakan-kebijakan positif kepada karyawan dan warga di tempat saudara bermukim,” tambahnya.

Upacara pembukaan berakhir pada pukul 10.00 WITA dalam situasi yang aman, tertib, dan lancar. Dengan dimulainya pelatihan ini, diharapkan lahir personel Satpam yang tidak hanya cakap secara fisik, tetapi juga memiliki integritas tinggi dalam menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah Kutai Kartanegar

Laka Lantas di Jalan Poros Sebulu-Muara Kaman, Dua Pengendara Motor Alami Luka Berat

Kukar – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua unit sepeda motor terjadi di Jalan Poros Sebulu-Muara Kaman, tepatnya di Desa Bunga Jadi, RT 015, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, pada Minggu (29/03/2026) malam sekira pukul 19.30 WITA. Akibat insiden tersebut, dua pengendara motor harus dilarikan ke fasilitas medis karena mengalami luka berat.

Kapolsek Muara Kaman, Iptu Herwin, mengonfirmasi bahwa kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa plat nomor dengan sepeda motor Honda Vario warna orange bernopol KT 5449 CAP.

Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat melaju dari arah Sebulu menuju Muara Kaman dengan kecepatan sedang.

“Setibanya di lokasi kejadian, pengendara Honda Beat tersebut berbelok ke arah kanan jalan tanpa menggunakan lampu isyarat (sein). Pada saat yang bersamaan, muncul sepeda motor Honda Vario dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat terhindarkan,” jelas Iptu Herwin.

Kondisi jalan di TKP merupakan jalan cor (beton) yang lurus dengan marka jalan tidak terputus. Meski lampu penerangan jalan cukup terang, kelalaian dalam memberikan isyarat saat berbelok diduga kuat menjadi penyebab utama kecelakaan.

Kondisi Korban dan Kerugian
Akibat benturan keras tersebut, kedua pengendara mengalami luka berat (LB). Pengendara honda beat dilaporkan mengalami patah tangan kanan, luka pada pelipis, lecet wajah, serta benjol pada kepala dan kini sedang mendapatkan perawatan intensif di RS Parikesit Tenggarong. Sementara itu, pengedara Honda Vario juga mengalami patah tangan kanan dan dirawat di Klinik As Sifa, Desa Panca Jaya.

Selain korban luka, kerugian material akibat kerusakan kedua kendaraan ditaksir mencapai Rp5.000.000 (lima juta rupiah).

Personel Polsek Muara Kaman yang tiba di lokasi segera melakukan langkah-langkah kepolisian, di antaranya mengevakuasi korban, melakukan olah TKP, mendata saksi-saksi, serta mengamankan barang bukti kendaraan ke Mapolsek.

“Kami telah mengamankan barang bukti dan saat ini sedang melengkapi laporan polisi serta sketsa TKP. Kasus ini merujuk pada pelanggaran Pasal 310 UU RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ),” tambah Kapolsek.

Atas kejadian ini, Iptu Herwin mengimbau kepada seluruh masyarakat pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas, terutama pentingnya penggunaan lampu isyarat saat akan berbelok serta menjaga batas kecepatan guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Dorong Ekonomi Pesisir, Kapolda Riau Bantu Nelayan Meranti dengan 20 Mesin Ketinting

Kepulauan Meranti-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyerahkan 20 unit mesin ketinting kepada nelayan Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (31/3/2026), sebagai langkah konkret mendorong produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Bantuan yang diserahkan di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti tersebut terdiri dari 10 unit mesin merek Motoya dan 10 unit Pro-Quip, yang diberikan kepada 20 nelayan sebagai penguat produktivitas sekaligus penggerak ekonomi pesisir.

Kapolda menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari peran Polri yang tidak berhenti pada fungsi keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat secara langsung.

“Kami menyadari bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Karena itu, kami harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya.

Ia menekankan bahwa masyarakat pesisir memiliki potensi besar yang selama ini perlu didorong dengan dukungan sarana dan akses yang memadai.

“Bantuan ini diharapkan menjadi pengungkit produktivitas nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kita ingin masyarakat terus bergerak maju, mandiri, dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ujar lulusan Akpol 1996 itu.

Dalam pandangannya, pembangunan yang kuat tidak hanya bertumpu pada program, tetapi juga pada semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan dan semangat human solidarity, kita bisa membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan yang terus didorong Polda Riau melalui konsep Green Policing, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman delapan bibit pohon jenis jambu madu dan mangga secara simbolis, sebagai pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Camat Rangsang Barat, Jefri, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan Kapolda Riau dan jajaran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Kapolda Riau beserta rombongan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi nelayan kami karena dapat meningkatkan aktivitas dan produktivitas mereka, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir.

Senada dengan Camat Jefri, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis yang berdampak langsung dan berkelanjutan.

Menurut Kapolres, bantuan ini tepat sasaran dan berpotensi meningkatkan produktivitas nelayan serta memperkuat ekonomi lokal.

“Kehadiran Bapak Kapolda juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat kepada Polri, yang terlihat dari antusiasme masyarakat serta situasi kegiatan yang berlangsung aman dan kondusif,” kata Aldi.

Ia menambahkan, sinergi yang terbangun antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

SIARAN PERS POLRI

Dari London hingga Seoul, Rasa Bhayangkara Nusantara Menembus Dunia

Perjalanan Global Buku MBG Polri Perkuat Gastrodiplomasi Indonesia

Jakarta — Perjalanan internasional buku Rasa Bhayangkara Nusantara atau Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program terus menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah menjangkau Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Jepang, kini buku tersebut resmi hadir di Korea Selatan sebagai bagian dari ekspansi diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia.

Kehadiran buku ini di Korea Selatan merupakan kelanjutan dari rangkaian perjalanan global yang sebelumnya dibawa oleh Dirgayuza Setiawan, B.Med.Sc., M.Sc., Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan berkolaborasi dengan Wakapolri Dedi Prasetyo, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. ke berbagai penjuru dunia dalam setiap lawatan internasionalnya, termasuk London, forum World Economic Forum di Davos, Washington D.C., hingga Jeddah, serta penguatan diplomasi di Kedutaan Besar Jepang. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menekankan bahwa perjalanan global buku ini merupakan bagian dari strategi besar diplomasi Indonesia.

“Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Jepang hingga Korea Selatan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi—melalui gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Buku ini kami tulis bersama sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia,” tegas Wakapolri.

Perkembangan terbaru ini dilanjutkan oleh Dirgayuza Setiawan yang membawa semangat gastrodiplomasi Indonesia ke Korea Selatan melalui pemberian buku terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam momentum tersebut, Dirgayuza menyampaikan langsung:

“Hari ini saya memberikan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Bapak Cecep. Bapak Cecep merupakan duta besar yang sangat menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal apa saja yang dapat kita pelajari dari implementasi MBG di Korea Selatan.”

Buku tersebut diserahkan kepada Cecep Herawan, S.H., M.H., diplomat senior Indonesia yang menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Korea Selatan di Seoul, yang dikenal aktif mendorong penguatan kerja sama Indonesia–Korea Selatan, termasuk dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik.

Dirgayuza menjelaskan bahwa Korea Selatan telah lebih dahulu menjalankan program serupa dengan skala nasional.

“Setiap tahunnya, Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar 80 triliun rupiah dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan MBG secara nasional. Di Korea, MBG telah menjadi bagian dari kultur bangsa, bahkan ditampilkan dalam berbagai acara televisi yang menunjukkan peran dapur sekolah dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa.”

Menurutnya, proses implementasi di Korea membutuhkan waktu panjang karena menggunakan sistem dapur langsung di sekolah, yang pengembangannya dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

“Dengan adanya buku ini, kami berharap dapat meningkatkan diplomasi kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan, di mana kedua negara sama-sama menjalankan kebijakan MBG nasional bagi seluruh anak sekolah,” tambahnya.

Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara kini membentuk lintasan diplomasi global yang kuat:
• London – Penguatan diplomasi kultural Indonesia di Eropa
• Davos – Hadir dalam forum World Economic Forum sebagai showcase kebijakan berbasis budaya
• Washington D.C. – Mendukung diplomasi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto
• Jeddah – Memperluas pengaruh di kawasan Timur Tengah
• Kedutaan Besar Jepang – Memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang
• Korea Selatan – Menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran implementasi MBG secara global

Setiap titik perjalanan mempertegas bahwa buku ini bukan sekadar karya kuliner, melainkan instrumen komunikasi kebijakan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan.

Dirgayuza menegaskan: “Buku Rasa Bhayangkara Nusantara kami hadirkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia, agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal.”

Gastrodiplomasi sebagai Wajah Baru Indonesia

Rasa Bhayangkara Nusantara memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus merepresentasikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan prioritas nasional.

Kini, dari London hingga Seoul, buku ini terus bergerak melintasi batas geografis dan diplomatik, membawa pesan Indonesia kepada dunia: bahwa kebijakan strategis dapat dikomunikasikan melalui budaya, bahwa keamanan dan kemanusiaan berjalan beriringan, serta bahwa gastrodiplomasi menjadi bagian integral dan selaras dengan diplomasi bangsa.

Hal ini sebagai wujud nyata bahwa Polri, bersama pemerintah, tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membawa inovasi, kebijakan, dan identitas bangsa Indonesia ke panggung global.

Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan Laksanakan Sambang dan Berikan Himbauan Kamtibmas

Kutai Kartanegara, Selasa 31 Maret 2026 — Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan, Aipda Sudarsono, melaksanakan kegiatan sambang di Dusun Harapan Jaya RT 06, wilayah desa binaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sudarsono memberikan masukan serta himbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan saling peduli antarwarga. Hal ini dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tenteram.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan sambang ini merupakan upaya Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat serta mempererat hubungan kemitraan guna menjaga situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif di wilayah Desa Tani Harapan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan Laksanakan Sambang dan Berikan Himbauan Kamtibmas

Kutai Kartanegara, Selasa 31 Maret 2026 — Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan, Aipda Sudarsono, melaksanakan kegiatan sambang di Dusun Harapan Jaya RT 06, wilayah desa binaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sudarsono memberikan masukan serta himbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan saling peduli antarwarga. Hal ini dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tenteram.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan sambang ini merupakan upaya Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat serta mempererat hubungan kemitraan guna menjaga situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif di wilayah Desa Tani Harapan, Kabupaten Kutai Kartanegara.