Wakapolres Kukar Tekankan Personel Hindari Gaya Hidup Hedon dan Pelanggaran Tugas Saat Apel Pagi

Kukar – Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kutai Kartanegara, Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, memimpin apel pagi personel Polres Kutai Kartanegara yang digelar di halaman Mapolres Kukar, Senin (19/1/2026) pagi.

Apel yang diikuti para pejabat utama, perwira, bintara, serta ASN Polres Kukar tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan arahan pimpinan sekaligus penguatan disiplin dan integritas personel sebelum melaksanakan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Wakapolres mengingatkan seluruh personel untuk senantiasa bersyukur atas kesehatan dan kesempatan yang diberikan sehingga dapat menjalankan tugas kepolisian dengan baik. Ia juga menyampaikan informasi adanya sejumlah pejabat baru di lingkungan Polda Kalimantan Timur, yang diharapkan segera dikenal oleh seluruh jajaran karena berpotensi melaksanakan kunjungan kerja ke Polres Kukar.

Wakapolres meminta personel agar mempersiapkan diri secara maksimal serta melaksanakan tugas sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Secara khusus, Kompol Izdiharuddin menekankan pentingnya menghindari gaya hidup hedonisme serta segala bentuk pelanggaran, sekecil apa pun, yang dapat mencoreng citra dan kehormatan institusi Polri.

“Saya menghimbau kepada seluruh personel untuk menjauhi perilaku hedon dan pelanggaran tugas. Gaya hidup berlebihan dapat berdampak buruk, baik bagi pribadi anggota maupun institusi kepolisian secara keseluruhan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh personel segera menyelesaikan kewajiban administrasi dan pembinaan, seperti pengisian aplikasi e-rohani, e-mental, serta kewajiban lainnya di awal bulan, sehingga tidak menumpuk dan mengganggu pelaksanaan tugas.

Selain itu, Wakapolres menegaskan pentingnya pelaksanaan tugas pengawasan, termasuk bagi personel yang ditunjuk sebagai pendamping pawas, agar bertanggung jawab penuh, terutama dalam pengecekan ruang tahanan.

Apel pagi yang berlangsung hingga pukul 08.25 WITA tersebut berjalan dengan aman, tertib, dan penuh kedisiplinan. Melalui apel pagi ini, Wakapolres Kutai Kartanegara berharap seluruh personel dapat terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Polres Kukar Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Desa Long Beleh Modang

Kukar – Kepolisian Resor Kutai Kartanegara melalui Polsek Kembang Janggut menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak banjir di Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Senin (19/1/2026).

Kegiatan penyaluran bantuan yang dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WITA tersebut berlangsung di Kantor Desa Long Beleh Modang. Bantuan diserahkan secara langsung oleh personel Polsek Kembang Janggut, yakni Kanit Binmas dan Ps. Kanit Propam, dengan didampingi Kepala Desa Long Beleh Modang.

Sebanyak 31 kepala keluarga penerima bantuan yang terdampak banjir menerima paket sembako sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati Polres Kutai Kartanegara terhadap masyarakat yang terdampak bencana, sekaligus upaya untuk meringankan beban warga.

“Kami berharap bantuan sembako ini dapat sedikit membantu kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir. Polri akan terus hadir dan berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti bencana alam,” ujarnya.

Selain penyaluran bantuan, personel Polsek Kembang Janggut juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem serta menjaga kesehatan dan keselamatan selama masa pemulihan pascabanjir.

Kegiatan penyaluran bantuan sembako tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat atas perhatian dan kepedulian Polres Kutai Kartanegara kepada warga yang terdampak bencana.

Polda Aceh Buka Posko Pelayanan Khusus STNK dan BPKB Rusak atau Hilang Pascabencana di Aceh Tamiang

Tamiang. Hari ini, Senin 19 Januari 2026, Polda Aceh bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Aceh membuka posko pelayanan khusus bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor untuk pengurusan STNK dan BPKB yang hilang maupun rusak.

Kepala Seksi BPKB Ditlantas Polda Aceh, Kompol Vifa Febriana Sari S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kehadiran posko ini merupakan bentuk respons cepat Polri terhadap kebutuhan administrasi masyarakat pascabencana.

“Pada hari ini kita melaksanakan kegiatan posko pelayanan khusus bagi masyarakat yang ingin mengurus STNK dan BPKB yang hilang atau rusak karena bencana banjir dan tanah longsor yang telah terjadi di wilayah Aceh.” Jelasnya di Mako Polres Aceh Tamiang.

Ia menambahkan bahwa pelayanan tersebut dibuka selama hampir satu bulan penuh agar dapat menjangkau masyarakat terdampak secara maksimal.

“Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 19 Januari sampai dengan 14 Februari 2026.” Tambahnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Puluhan warga mendatangi lokasi pelayanan untuk mengurus dokumen kendaraan yang terdampak bencana.

Kompol Vifa mengapresiasi kesadaran masyarakat Aceh Tamiang, khususnya terkait kepatuhan administrasi kendaraan dan pembayaran pajak.

“Hari ini merupakan hari pertama dan kita cukup mengapresiasi masyarakat di kota Tamiang ternyata banyak masyarakat yang sadar akan kepeduliannya terhadap pembayaran pajak tadi bisa kita melihat kurang lebih ada 40 hingga 50 masyarakat yang sudah antri dan melaksanakan pengurusan baik itu pengurusan STNK hilang BPKB hilang maupun pembayaran pajak tahunan” Ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya agar memanfaatkan layanan tersebut selama masih berlangsung.

“Kami menghimbau bagi masyarakat yang berada di seputar wilayah Tamiang dan sekitarnya silahkan datang ke aula Polres Aceh Tamiang untuk melaksanakan pelayanan STNK maupun BPKB yang hilang atau rusak” imbaunya.

Diketahui bersama bahwa BPKB adalah dokumen berharga dan STNK adalah kelengkapan dalam berkendara di jalan raya.

Salah satu warga Kampung Pahlawan, Ibu Puspita, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan khusus tersebut. Ia menyampaikan bahwa proses pengurusan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

“Iya, terbantu Sekali, Tidak ada kendala” Ungkapnya.

Ibu Puspita juga menyampaikan bahwa dirinya memperoleh informasi terkait pengurusan BPKB dan STNK yang rusak akibat bencana dari tetangga di lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagai informasi, berikut persyaratan penggantian STNK dan BPKB bagi masyarakat terdampak bencana:

Persyaratan pengurusan STNK hilang atau rusak akibat bencana :

1.  KTP asli atau surat keterangan yang diterbitkan oleh kelurahan/desa.

a. Untuk kendaraan dinas/BUMN, melampirkan surat keterangan dari instansi dinas/BUMN.
b. Melampirkan surat keterangan domisili, SIUP, SITU, TDP, NPWP, akta perusahaan, serta surat izin usaha angkutan barang/orang (jika ada).
2. BPKB asli atau fotokopi.
3. Fotokopi KTP pihak yang diberi kuasa (apabila dikuasakan).
4. Cek fisik kendaraan bermotor.
5. Surat pernyataan pemilik STNK yang menyatakan bahwa STNK hilang, bermaterai/rusak akibat bencana, dibuat di hadapan petugas.

Persyaratan Penggantian BPKB Hilang Karena Bencana :

  1. Mengisi formulir permohonan.
  2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).
  3. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan bahwa:
  • BPKB yang hilang tidak terkait kasus pidana maupun perdata;
  • BPKB hilang akibat dampak bencana.
  1. Surat keterangan yang menyatakan pemilik kendaraan benar terdampak bencana, dikeluarkan oleh desa atau kelurahan.
  2. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.
  3. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Persyaratan Penggantian BPKB Rusak Karena Bencana :

  1. Mengisi formulir permohonan.
  2. Melampirkan tanda bukti identitas pemilik (KTP).
  3. BPKB yang rusak.
  4. Surat pernyataan pemilik bermaterai yang menyatakan BPKB rusak akibat bencana, diketahui oleh RT/RW setempat.
  5. Hasil cek fisik kendaraan bermotor.
  6. Surat kuasa, apabila pengurusan diwakilkan.

Melalui pelayanan ini, Polda Aceh berharap masyarakat dapat kembali memiliki kelengkapan administrasi kendaraan secara sah dan aman, sekaligus mendukung ketertiban berlalu lintas pascabencana.

Tim DVI Polri Lakukan Tahap Awal Identifikasi 10 Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Makassar – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Selatan menggelar Konferensi Pers terkait perkembangan penanganan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Biddokkes Polda Sulsel pada Senin (19/1/2026).

Konferensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol. Didik Supranoto, S.I.K., M.H., didampingi Kabiddokkes Polda Sulsel, perwakilan Pusdokkes Polri selaku Kabid DVI, serta perwakilan Bareskrim Polri melalui Kabiddaktikkrim Pusident.

Dalam keterangannya, Kombes Pol Didik Supranoto menyampaikan bahwa Polda Sulsel telah mengerahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk melakukan proses identifikasi terhadap para korban kecelakaan pesawat tersebut.

“Sejak awal kejadian, Polda Sulsel telah mengerahkan Tim DVI untuk menangani proses identifikasi korban. Tim ini diperkuat oleh Tim DVI dari Pusdokkes Polri serta dukungan dari Tim Pusident Bareskrim Polri,” ujar Kombes Pol Didik.

Ia menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih fokus pada proses pengumpulan data antemortem dari keluarga korban sebagai tahapan awal identifikasi.

“Sampai dengan saat ini, kami telah melaksanakan pengumpulan data awal atau antemortem terhadap keluarga korban. Sebanyak delapan keluarga korban telah dilakukan pemeriksaan dan pengambilan data,” jelasnya.

Menurut Kabid Humas, pengumpulan data antemortem meliputi berbagai aspek penting, seperti data DNA, data medis, serta data administrasi milik korban.

Sementara itu, dua keluarga korban lainnya masih dalam proses pengumpulan data.
Berdasarkan data manifes yang diperoleh dari pihak maskapai penerbangan serta keterangan resmi dari Kementerian Perhubungan Udara, total korban dalam insiden tersebut berjumlah 10 orang, yang terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang.

“Setelah seluruh data antemortem terkumpul, Tim DVI akan melanjutkan ke tahapan postmortem. Proses ini dilakukan setelah adanya penyerahan korban atau temuan lainnya dari tim pencarian yang dipimpin oleh Basarnas,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa proses identifikasi korban dilakukan melalui pencocokan data antemortem dan postmortem secara teliti dan profesional.

“Data antemortem dan postmortem nantinya akan dicocokkan untuk memastikan identitas korban. Setelah proses pencocokan selesai, barulah dapat disimpulkan kesesuaian antara korban yang ditemukan dengan data manifes yang disampaikan oleh pihak maskapai maupun Kementerian Perhubungan Udara,” terang Kombes Pol Didik.

Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses identifikasi dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.

“Kami pastikan seluruh proses identifikasi dilakukan secara profesional, akuntabel, serta dapat dipertanggungjawabkan baik secara hukum maupun keilmuan,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa hasil identifikasi nantinya akan sangat penting bagi keluarga korban untuk kepentingan administrasi dan keperluan lainnya.

“Hasil identifikasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak keluarga korban untuk kepentingan lanjutan, seperti pengurusan asuransi maupun administrasi lainnya,” tutup Kabid Humas Polda Sulsel.

Hingga saat ini, proses pencarian dan identifikasi korban masih terus berlangsung. Polda Sulsel bersama instansi terkait berkomitmen untuk bekerja maksimal guna memastikan seluruh korban dapat teridentifikasi dengan baik dan diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Brimob Polda Sumut Gelar Edukasi dan Trauma Healing untuk Anak TK Terdampak Bencana di Tapanuli Selatan

Sumatera Utara – Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara Batalyon C melaksanakan kegiatan edukasi dan trauma healing kepada anak-anak TK ABA Huta Godang, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Senin (19/1/2026). Kegiatan ini ditujukan bagi anak-anak yang terdampak bencana alam di wilayah tersebut.

Kegiatan trauma healing dilakukan sebagai bentuk kepedulian Polri dalam memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak agar mereka dapat kembali ceria, mengurangi rasa takut, serta memulihkan semangat belajar pascabencana.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob Polda Sumut mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas positif, seperti permainan edukatif, bernyanyi bersama, serta interaksi yang menyenangkan. Selain itu, diberikan pula edukasi dasar mengenai langkah-langkah sederhana menyelamatkan diri saat terjadi bencana banjir.

Kabagpenum Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peran aktif Polri dalam pemulihan kondisi psikologis masyarakat, khususnya anak-anak.

“Trauma healing yang dilakukan oleh personel Brimob Polda Sumut ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap anak-anak korban bencana. Kami ingin mereka kembali merasa aman, tenang, dan dapat menjalani aktivitas belajar seperti sediakala,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Menurutnya, pemulihan psikologis anak-anak pascabencana menjadi hal yang sangat penting agar mereka tidak terus dibayangi rasa takut dan cemas.

“Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis saat bencana terjadi. Oleh karena itu, Polri hadir memberikan pendampingan agar mereka bisa kembali ceria, berani, dan memiliki semangat untuk bersekolah,” tambahnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun orang tua murid. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang digelar oleh personel Brimob.

Melalui program edukasi dan trauma healing ini, diharapkan anak-anak terdampak bencana di Kecamatan Batang Toru dapat pulih secara mental dan emosional, merasa lebih aman, serta kembali menjalani aktivitas belajar dengan penuh semangat dan keceriaan.

Polri menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk memberikan dukungan kemanusiaan dan pemulihan pascabencana.

Sentuhan Kemanusiaan di Pos Sinak: Brimob Hadir Menjaga Kesehatan dan Harapan Warga

SINAK – Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah Pos Sinak, kehadiran personel Brimob Polri (11/01/26) menjadi fase harapan bagi masyarakat setempat. Tidak sekadar menjalankan tugas pengamanan, pasukan Brimob menunjukkan wujud nyata pengabdian melalui pelayanan kesehatan langsung kepada warga, mulai dari pemberian obat anti nyeri, vitamin, hingga antibiotik sesuai kebutuhan medis.

Dengan pendekatan yang humanis dan penuh empati, personel Brimob melayani warga secara menyeluruh, khususnya anak-anak dan para lansia yang rentan terhadap gangguan kesehatan. Setiap interaksi dilakukan dengan sikap ramah dan profesional, mencerminkan komitmen Brimob dalam menjunjung nilai-nilai kemanusiaan di daerah penugasan.

Kegiatan ini bukan hanya bagian dari pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi jembatan sosial yang mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. Kehadiran Brimob di tengah warga menghadirkan rasa aman yang utuh, tidak hanya melalui penjagaan stabilitas wilayah, tetapi juga melalui perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, yakni kesehatan.

Salah satu warga berinisial A, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian tersebut. Ia menuturkan bahwa perhatian yang diberikan personel Brimob membuat masyarakat merasa tidak sendiri. “Kami merasa diperhatikan. Brimob datang bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga peduli dengan kesehatan kami. Ini sangat berarti, terutama bagi orang tua dan anak-anak di kampung,” ujarnya dengan haru.

Melalui kegiatan ini, Brimob Polri menegaskan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Di Pos Sinak, pengabdian itu hadir dalam bentuk sederhana namun bermakna, menyentuh langsung kehidupan warga dan menumbuhkan kepercayaan yang kuat antara aparat dan masyarakat.

Polri Bangun 100 Unit Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Kapalo Koto, Padang

Sumatera Barat – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak bencana melalui kegiatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (19/1/2026).

Kegiatan kemanusiaan tersebut melibatkan sebanyak 100 personel Brimob Polda Sumatera Barat yang diterjunkan langsung ke lokasi untuk mempercepat proses pembangunan. Kehadiran personel Polri di lapangan difokuskan untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal agar segera mendapatkan hunian layak, aman, dan nyaman.

Kabagpenum Ropenmas Divisi Humas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago menjelaskan, pembangunan Huntara ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu pemulihan pascabencana.

“Pembangunan Huntara ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Polri tidak hanya hadir dalam tugas menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.

Menurutnya, pembangunan hunian sementara tersebut bertujuan agar warga dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih layak sambil menunggu proses rehabilitasi dan pembangunan hunian permanen.

“Kami berharap hunian sementara ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Dengan adanya Huntara, warga bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih tenang dan bermartabat,” tambahnya.

Sebanyak 100 unit Huntara direncanakan dibangun secara bertahap. Hingga saat ini progres pembangunan telah mencapai sekitar 80 persen. Seluruh proses pengerjaan dilakukan dengan semangat gotong royong, disiplin, serta sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Kehadiran personel Brimob Polda Sumbar dalam kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari warga. Masyarakat mengaku sangat terbantu dengan keterlibatan langsung Polri dalam mempercepat pembangunan hunian sementara tersebut.

“Respons masyarakat sangat baik. Mereka merasakan langsung bahwa Polri benar-benar hadir untuk membantu, bukan hanya saat kondisi aman, tetapi juga ketika masyarakat sedang membutuhkan pertolongan,” jelas Erdi.

Melalui kegiatan ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung percepatan pemulihan pascabencana di berbagai daerah. Diharapkan, Huntara yang dibangun dapat segera dimanfaatkan oleh warga terdampak sebagai tempat berlindung yang aman, sambil menunggu proses pemulihan dan pembangunan hunian permanen oleh pemerintah.

Pulihkan Sekolah Pascabanjir Bandang, Polres Bireuen Gotong Royong Bersihkan SD Negeri 11 Kutablang

Bireuen — Kepolisian Resor Bireuen bersama jajaran Polsek melaksanakan gotong royong pemulihan pascabencana banjir bandang di SD Negeri 11 Kutablang, Desa Keurumbok, Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Minggu (18/1/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut difokuskan pada pembersihan lingkungan sekolah yang terdampak banjir bandang. Personel Polres Bireuen dan Polsek jajaran bahu-membahu membersihkan lumpur di halaman sekolah, ruang kelas, serta area pendukung lainnya agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.

Gotong royong ini dipimpin oleh Kasat Pol Airud Polres Bireuen AKP Slamet Rizki selaku ketua tim, dengan melibatkan sejumlah pejabat dan personel Polres Bireuen, personel Polsek Peusangan, serta didukung pihak sekolah, termasuk kepala sekolah dan dewan guru SD Negeri 11 Kutablang.

Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani, S.I.K., M.Med.Kom., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat bangkit pascabencana, khususnya dalam pemulihan fasilitas pendidikan.

“Sekolah adalah tempat membangun masa depan generasi muda. Karena itu, Polri hadir untuk memastikan lingkungan pendidikan segera pulih dan siap digunakan kembali. Kami ingin anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman meskipun baru saja terdampak bencana,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan, Polres Bireuen akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, pihak sekolah, dan masyarakat dalam mendukung proses pemulihan pascabencana, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Bireuen.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong. Dengan kebersamaan, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan berdampak positif bagi kehidupan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, pihak sekolah menyambut baik dan mengapresiasi kepedulian jajaran kepolisian. Kehadiran Polri dinilai sangat membantu mempercepat pemulihan lingkungan sekolah yang sebelumnya tertutup lumpur akibat banjir bandang.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Gotong royong ini menjadi wujud komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan pascabencana.

Satresnarkoba Polres Kukar Ungkap Kasus Sabu di Tenggarong Seberang, Sita 101 Gram Narkotika

Kukar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kutai Kartanegara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika. Seorang pria berinisial FA (36) berhasil diamankan bersama barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat kotor 101,31 gram di wilayah Kecamatan Tenggarong Seberang.

Pengungkapan kasus tersebut terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 Wita, di pinggir Jalan Separi Besar RT 011, Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kasatresnarkoba Polres Kutai Kartanegara AKP Yohanes Bonar Adiguna menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika jenis sabu di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan pemantauan secara intensif sejak awal Januari 2026.

“Setelah dilakukan profiling dan pemantauan selama beberapa hari, tim berhasil mengidentifikasi target yang kerap melakukan transaksi narkotika di pinggir jalan dengan menggunakan sepeda motor,” jelasnya.

Pada saat penangkapan, petugas mengamankan tersangka yang diketahui berinisial FA, warga Kecamatan Muara Badak. Dari hasil penggeledahan badan, pakaian, dan barang bawaan tersangka, petugas menemukan dua bungkus plastik bening berisi narkotika jenis sabu yang disembunyikan di dalam bungkus makanan popcorn dan dompet kulit.

Selain sabu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti lain berupa pipet kaca, plastik klip, sedotan plastik, satu unit telepon genggam, pakaian yang dikenakan tersangka, serta satu unit sepeda motor Yamaha NMAX yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana berat.

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kutai Kartanegara guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Polres Kutai Kartanegara mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi menjaga generasi muda dari bahaya narkoba.

Polsek Kenohan Lakukan Pemantauan Banjir, Sejumlah Wilayah Terendam Akibat Luapan Sungai

Kukar – Curah hujan yang tinggi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jajaran Polsek Kenohan melakukan pemantauan intensif terhadap dampak bencana alam tersebut pada Minggu (18/1/2026), sejak pukul 05.00 hingga 17.00 Wita.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, banjir terpantau menggenangi beberapa titik, di antaranya Desa Kahala Ilir, Desa Semayang, serta Jalan HTI PT AAU di wilayah Loa Surut, Desa Kahala.

Di Desa Kahala Ilir, tepatnya di Jalan Desa RT 07 dan RT 08, air sungai meluap hingga menggenangi badan jalan dan pekarangan rumah warga dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Genangan air juga terpantau mencapai halaman Kantor Desa Kahala Ilir. Kondisi ini diperkirakan masih berpotensi meningkat seiring limpahan air dari wilayah hulu Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut serta tingginya intensitas curah hujan.

Sementara itu, di Desa Semayang, genangan air terpantau di jalan masuk desa sepanjang 50 hingga 400 meter dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter. Kendaraan roda dua dan roda empat masih dapat melintas dengan hati-hati. Namun, di area pemukiman warga, ketinggian air tercatat mengalami kenaikan sekitar 5 sentimeter dan berpotensi bertambah apabila hujan terus berlangsung.

Kondisi paling parah terpantau di Jalan HTI PT AAU, Loa Surut, Desa Kahala. Di lokasi tersebut, air menggenangi jalan dengan ketinggian mencapai sekitar 100 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa, disertai arus yang cukup deras. Untuk keselamatan, seluruh kendaraan, baik truk, kendaraan roda enam, maupun sepeda motor, tidak disarankan melintas. Bagi pengendara roda dua, warga setempat menyediakan jasa penyeberangan menggunakan perahu klotok.

Kapolsek Kenohan, AKP Giri Pratiwo, menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya titik longsor maupun pohon tumbang. Situasi secara umum masih dalam keadaan aman dan terkendali, dengan personel Polsek Kenohan terus melakukan pemantauan serta berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Pemantauan akan terus kami lakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat. Kami juga mengimbau warga agar tetap waspada dan berhati-hati, khususnya saat beraktivitas di wilayah yang terdampak banjir,” ujar Kapolsek.

Polsek Kenohan berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman, serta menyampaikan perkembangan situasi secara berkala sesuai kondisi di lapangan.