Karhutla di Tamapole Ditangani Cepat, Petugas Padamkan Api di Lahan Semak Seluas 2 Hektare

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kebakaran yang melanda kawasan semak belukar di Jl. Jalur Pipeline RT 001, Kelurahan Tamapole, Selasa (1/9/2026).

Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 12.30 WITA, Personel Polsek Muara Jawa yang menerima informasi segera bergerak menuju lokasi pada titik koordinat 0.763284° Lintang Selatan dan 117.251283° Bujur Timur untuk melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan unsur terkait.

Dalam penanganan tersebut, kekuatan personel terdiri dari 4 personel Polsek Muara Jawa, 5 personel Rantis Karhutla Polda Kaltim, 2 personel BKO Siswa S2 STIK, 5 personel PHSS serta 3 warga Tamapole.

Petugas didukung sejumlah sarana dan prasarana, yakni 1 unit mobil Damkar, 1 unit Rantis Karhutla Polda Kaltim, 1 unit mobil BPBD Kukar dan 1 unit vacuum petrolog.

Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±2 hektare, dengan material yang terbakar berupa semak belukar, ilalang serta ranting-ranting kering yang mudah terbakar. Setelah dilakukan upaya pemadaman secara bersama-sama, api berhasil dikendalikan.

Petugas kemudian melanjutkan dengan pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi memunculkan api kembali, sekaligus melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan, terlebih saat kondisi musim kemarau.

Masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Penanganan Karhutla tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mencegah meluasnya kebakaran serta menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat di wilayah Kecamatan Muara Jawa.

Cegah Karhutla dari Lahan Pertanian, Polsek Loa Kulu dan Mahasiswa PTIK Edukasi Petani Jongkang

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau tidak hanya ditangani saat api sudah membesar. Langkah pencegahan justru diperkuat dari tingkat masyarakat, salah satunya melalui edukasi langsung kepada para petani di Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Mahasiswa Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) bersama jajaran Polsek Loa Kulu menggelar sosialisasi pencegahan Karhutla di Pondok Pak Toyo, kelompok petani Jl. Eks Projakal Gang Semangka RT 03, Desa Jongkang.

Kegiatan dihadiri Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto, Kanit Intelkam Aiptu Filmansyah, Bhabinkamtibmas Aiptu Budi Santoso, PPL Desa Jongkang Siti Muriati serta 18 orang petani.

Sosialisasi menghadirkan dua mahasiswa PTIK, Iptu Rastra Mokat dan Iptu Medika yang memberikan pemahaman mengenai bahaya dan dampak Karhutla terhadap lingkungan, kesehatan maupun kehidupan masyarakat.

Para petani juga diberikan edukasi mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar, langkah pencegahan selama musim kemarau, hingga pentingnya segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran lahan.

Tak hanya soal bahaya kebakaran, masyarakat turut diberikan pemahaman mengenai konsekuensi hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan, sehingga diharapkan tidak ada warga yang mengambil jalan pintas dengan menggunakan api saat membuka lahan.

Kegiatan tersebut menjadi langkah preventif untuk membangun kesadaran bahwa mencegah Karhutla bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab bersama. Petani sebagai salah satu kelompok yang bersentuhan langsung dengan lahan memiliki peran penting dalam memastikan tidak ada sumber api yang berkembang menjadi bencana.

Kehadiran Bhabinkamtibmas bersama mahasiswa PTIK dan unsur terkait juga menjadi bentuk pendekatan kepolisian yang mengedepankan edukasi serta kemitraan dengan masyarakat.

Melalui edukasi dari tingkat desa, diharapkan kepedulian masyarakat semakin kuat sehingga api tidak sempat menjadi bencana dan Karhutla dapat dicegah sejak dini.

Kemarau Panjang, Polisi Bersama BPBD dan PDAM Antar Air Bersih ke Warga Jongkang

Kukar – Di tengah kemarau panjang yang membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan air bersih, kepedulian lintas instansi hadir langsung ke tengah masyarakat Desa Jongkang, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026) pagi.

Bhabinkamtibmas Desa Jongkang Aiptu Budi Santoso bersama PDAM, BPBD dan Pemerintah Desa Jongkang menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di Jl. Eks Projakal RT 01, RT 06 serta Jl. Suaka Polewali RT 05.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menyebutkan Air bersih dari PDAM diangkut menggunakan kendaraan tangki BPBD dan didistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan. Bhabinkamtibmas turut mendampingi proses penyaluran sekaligus memastikan kegiatan berjalan tertib.

“Kehadiran petugas di lapangan menjadi bagian dari pelayanan dan kepedulian bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama kondisi kemarau berkepanjangan”,ujar Kapolsek.

Bantuan tersebut mendapat sambutan dari warga yang membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kegiatan sekaligus memperlihatkan kuatnya sinergitas Polri, BPBD, PDAM dan Pemerintah Desa dalam merespons dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.

Bagi Polri, hadir di tengah masyarakat bukan hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga memastikan warga mendapatkan dukungan ketika menghadapi kesulitan.

Cegah Karhutla dari Titik Rawan, Polsek Tenggarong Seberang Pasang Spanduk di 3 Lokasi Tambang

Kukar – Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak hanya dilakukan saat api muncul. Jajaran Polsek Tenggarong Seberang memilih memperkuat langkah pencegahan dengan memasang spanduk imbauan di sejumlah titik yang menjadi akses aktivitas masyarakat, Selasa (1/9/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Tenggarong Seberang bersama manajemen PT Separi Energy yang menaungi IUP PT JMB, PT KRA dan PT ABE denhan memasang spanduk imbauan Karhutla di tiga lokasi.

Spanduk dipasang di PIT PT KRA Desa Suka Maju, PIT PT JMB Desa Mulawarman, dan PIT PT ABE Desa Bhuana Jaya.

Pesan yang disampaikan cukup tegas: masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, menjaga lingkungan dari sumber api, serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau ketika kondisi panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar.

Masyarakat juga diajak berperan aktif mencegah Karhutla dengan menyebarkan informasi dan mengingatkan lingkungan sekitar agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Selain mengedepankan pencegahan, spanduk tersebut turut mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan dapat berujung pada sanksi pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Polsek Tenggarong Seberang membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pihak perusahaan dalam menghadapi ancaman Karhutla, khususnya di tengah musim kemarau.

Cegah Karhutla, Bhabinkamtibmas Bersama Babinsa Pasang Spanduk Imbauan di Loa Kulu

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan jajaran Polsek Loa Kulu dengan menggandeng unsur TNI dan masyarakat.

Minggu (30/8/2026) pukul 10.00 WITA, Bhabinkamtibmas Desa Margahayu Aiptu Sunardi bersama Babinsa Sertu Benyamin, Ketua RT 12 Casmat dan Linmas Margahayu memasang spanduk imbauan Karhutla di Desa Margahayu RT 12, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemasangan spanduk tersebut menjadi bagian dari langkah preventif untuk mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang dapat memicu kebakaran serta menimbulkan polusi udara.

Jajaran Polsek Loa Kulu juga mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kejadian yang berpotensi menimbulkan Karhutla atau situasi darurat lainnya melalui layanan kepolisian maupun Bhabinkamtibmas setempat.

Kolaborasi antara Polri, TNI dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

HUT ke-81 Kejaksaan, Kapolres Kukar Bersama Forkopimda Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Kukar – Sinergi aparat penegak hukum dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan sekaligus mengawal pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Semangat tersebut mengemuka dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 yang digelar di Kantor Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara, Jalan Pesut, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.15 WITA tersebut dihadiri sekitar 120 orang, termasuk Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kutai Kartanegara.

Turut hadir Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Dandim 0906/Kutai Kartanegara Letkol Arm Benny Budiman, Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI Aji Muhammad Arifin, Wakil Ketua I DPRD Kukar Junaidi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ahmad Taufik Hidayat, para Kasi dan Kasubbag Kejaksaan Negeri Kukar serta tamu undangan lainnya.

Peringatan HUT Kejaksaan ke-81 menjadi momentum untuk melakukan introspeksi, memperkuat soliditas dan solidaritas internal, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kajari Kukar Aji Kalbu Pribadi menekankan bahwa penegakan keadilan tidak hanya berorientasi pada penerapan aturan secara tekstual, tetapi juga perlu memperhatikan nilai keadilan yang hidup di tengah masyarakat.

Momentum hari jadi tersebut juga diarahkan sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem internal dan meningkatkan kualitas pelayanan hukum. Kajari Kukar turut menekankan pentingnya mempertahankan serta meningkatkan sinergitas Forkopimda yang selama ini telah berjalan baik dalam mendukung keamanan dan pembangunan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sementara itu, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menyampaikan pentingnya hubungan yang harmonis antara Pemerintah Kabupaten Kukar dan Kejaksaan Negeri Kukar. Hubungan tersebut dinilai diperlukan untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan sesuai koridor hukum.

Kolaborasi lintas sektor juga menjadi bagian penting untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, akuntabel dan transparan. Sinergi dengan Kejaksaan diharapkan dapat terus dilakukan dalam mengawal berbagai program serta kebijakan pemerintah daerah demi kepentingan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kukar turut menyoroti kondisi wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara yang tengah menghadapi musim kemarau panjang. Sejumlah wilayah mengalami kebakaran dan terdapat indikasi kejadian yang mengarah pada dugaan tindak pidana.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, kepolisian dan kejaksaan dalam melakukan penanganan serta proses hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kehadiran Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama unsur Forkopimda menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas antarinstansi. Bagi Polres Kukar, koordinasi dengan Kejaksaan Negeri dan unsur Forkopimda merupakan bagian dari upaya menjaga situasi kamtibmas sekaligus mendukung penegakan hukum di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sinergi tersebut juga memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan daerah, termasuk dampak kemarau panjang, potensi Karhutla serta persoalan hukum yang dapat muncul di tengah masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 Kejaksaan Republik Indonesia di Kabupaten Kutai Kartanegara menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, TNI, DPRD dan seluruh pemangku kepentingan.

Melalui sinergi tersebut, upaya menjaga keamanan, mengawal pembangunan serta menghadirkan penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat terus diperkuat.

Sebelum Salat Istisqa, Kapolres dan PJU Polres Kukar Bagikan Masker kepada Peserta Doa Bersama

Kukar – Kepedulian terhadap kesehatan masyarakat ditunjukkan jajaran Polres Kutai Kartanegara di tengah kondisi kemarau dan kualitas udara yang kurang baik. Sebelum pelaksanaan Salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026) pagi.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra dan jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar turun langsung membagikan masker kepada para peserta.

Aksi tersebut dilakukan menjelang pelaksanaan doa bersama dan Salat Istisqa yang diikuti ribuan peserta, terdiri dari unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, ASN, guru, pelajar serta masyarakat.

Dengan membawa masker, Kapolres bersama PJU Polres Kukar menyambangi peserta yang telah berkumpul di lokasi. Masker dibagikan sebagai bentuk kepedulian sekaligus imbauan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang dipengaruhi kemarau dan kabut asap.

Tidak hanya membagikan masker, Kapolres dan jajaran juga mengingatkan masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan serta menggunakan pelindung pernapasan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang kurang baik.

“Ini bagian dari kepedulian kami kepada masyarakat. Selain kita bersama-sama berdoa memohon hujan, kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Langkah sederhana itu mendapat respons positif dari para peserta. Di tengah suasana khidmat menjelang Salat Istisqa, kehadiran personel kepolisian yang turun langsung membagikan masker menunjukkan sisi humanis Polri yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga hadir memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Setelah pembagian masker, Kapolres Kukar bersama PJU mengikuti rangkaian doa bersama dan Salat Istisqa. Ribuan peserta menundukkan kepala, memanjatkan doa kepada Allah SWT agar kemarau panjang segera berakhir dan hujan turun membawa keberkahan bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kutai Kartanegara KH Abdul Hanan, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama dan masyarakat dalam menghadapi dampak kemarau. Jika doa menjadi ikhtiar spiritual, maka menjaga kesehatan, mencegah Karhutla dan menjaga lingkungan menjadi ikhtiar nyata yang harus dilakukan bersama.

Kapolres Kukar bersama jajaran PJU menegaskan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas kepolisian.

Kapolres dan PJU Polres Kukar Bersama Ribuan Peserta Panjatkan Doa, Perkuat Sinergi Hadapi Kemarau dan Kabut Asap

Kukar – Di tengah kemarau panjang yang mulai berdampak pada kondisi lingkungan dan kualitas udara, ribuan masyarakat Kutai Kartanegara menyatukan langkah dalam sebuah ikhtiar spiritual. Sekitar 2.300 orang berkumpul di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026), untuk melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama memohon turunnya hujan.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, ASN, guru hingga pelajar. Di antara ribuan peserta, tampak Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar.

Kehadiran Kapolres bersama jajaran PJU menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap langkah pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kemarau dan dampaknya terhadap masyarakat.

Tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, jajaran Polres Kukar juga mengambil bagian dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi cuaca ekstrem dan kemarau berkepanjangan.

Kapolres Kukar bersama PJU juga menunjukkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama dan masyarakat dalam mencegah dampak yang lebih luas, khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.

Sinergi tersebut menjadi semakin penting mengingat kondisi kemarau tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan air, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kebakaran serta menurunkan kualitas udara akibat asap.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres dan jajaran PJU mengikuti rangkaian Salat Istisqa bersama para peserta. Suasana khidmat terasa ketika ribuan jamaah mengikuti tuntunan salat yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Kutai Kartanegara KH Abdul Hanan, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Sebelumnya, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengajak seluruh masyarakat untuk menghadapi kondisi kemarau dengan ikhtiar lahir dan batin.

“Pada pagi hari ini kita semua datang ke tempat ini dengan hati yang ikhlas dan terbuka, dengan rendah hati memohon ridho dan rahmat Allah SWT. Kiranya melalui Salat Istisqa ini segera diturunkan hujan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran maupun meluasnya asap di wilayah Kutai Kartanegara.

Pesan tersebut sejalan dengan langkah jajaran Polres Kukar yang selama ini terus mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.

Selain aspek keamanan lingkungan, Polres Kukar juga menaruh perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat akibat kualitas udara. Imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan dan anak-anak.

Kapolres bersama PJU Polres Kukar hadir bukan hanya sebagai bagian dari unsur pengamanan, tetapi juga sebagai representasi Polri yang ingin tetap dekat dengan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

Di tengah kondisi kemarau, sinergi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah daerah mengambil kebijakan dan langkah penanganan, TNI-Polri mendukung pengamanan serta pencegahan bencana, tokoh agama menguatkan sisi spiritual, sementara masyarakat memiliki peran penting menjaga lingkungan.

Usai sambutan Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan salawat, tuntunan Salat Istisqa, pelaksanaan salat serta doa bersama.

Ribuan peserta memanjatkan harapan agar hujan segera turun, kekeringan berakhir, kualitas udara membaik dan masyarakat Kukar diberikan kesehatan serta keselamatan.

Bagi Polres Kutai Kartanegara, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kehadiran, kepedulian dan kolaborasi di tengah masyarakat.

Dari halaman Kantor Bupati Kukar, ribuan doa dipanjatkan ke langit. Sementara di bumi, ikhtiar bersama terus dilakukan agar masyarakat tetap aman, sehat dan terlindungi hingga hujan benar-benar kembali membasahi Kutai Kartanegara.

HUT ke-78 Polwan, Polres Kukar Teguhkan Peran Polisi Wanita sebagai Garda Pelayanan Masyarakat

Kukar – Semangat pengabdian Polisi Wanita (Polwan) terus diperkuat di jajaran Polres Kutai Kartanegara. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Polwan ke-78 Tahun 2026, Polres Kukar menggelar acara syukuran yang berlangsung penuh keakraban di Ruang Tribrata Polres Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WITA tersebut menjadi momentum bagi personel Polwan untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang pengabdian sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Syukuran tersebut dihadiri Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kabag SDM Polres Kukar Kompol Suwarno, Kasi Propam AKP Slamet Rijadi, Kasiwas AKP Gatot Siswanto, Wakil Ketua Bhayangkari Polres Kutai Kartanegara beserta pengurus, serta personel Polwan Polres Kukar.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan. Suasana syukuran semakin hangat saat dilakukan pemotongan tumpeng dan kue sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan pengabdian Polwan yang telah memasuki usia ke-78 tahun.

Potongan tumpeng dan kue kemudian menjadi simbol kebersamaan seluruh personel yang hadir. Momen tersebut sekaligus menggambarkan bahwa perjalanan Polwan tidak hanya dibangun melalui tugas kedinasan, tetapi juga melalui soliditas, kekeluargaan dan dukungan dari seluruh unsur dalam institusi Polri.

Hari Jadi Polwan ke-78 menjadi momentum untuk mengingat bahwa keberadaan Polisi Wanita memiliki peran strategis dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Dengan pendekatan yang humanis, profesional dan penuh empati, Polwan hadir di berbagai lini pelayanan masyarakat.

Mulai dari pelayanan kepada masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, kegiatan sosial, hingga pelaksanaan tugas operasional kepolisian, Polwan terus menunjukkan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan rasa aman sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.

Di jajaran Polres Kutai Kartanegara, semangat tersebut terus dijaga melalui peningkatan profesionalisme, disiplin serta kemampuan personel. Momentum hari jadi juga menjadi pengingat agar setiap tugas yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada penyelesaian pekerjaan, tetapi juga memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat.

Usai pemotongan tumpeng dan kue, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta ramah tamah. Kebersamaan yang tercipta menjadi bagian penting dalam memperkuat soliditas dan semangat pengabdian personel Polwan Polres Kukar.

78 tahun Polwan mengabdi, semangatnya tetap sama. Hadir, melindungi dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Dari Seragam hingga Pengabdian, Kapolres Kukar Hadiri Syukuran HUT ke-78 Polwan di Polda Kaltim

Kukar – Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam institusi kepolisian. Di balik seragam dan tugas yang diemban, para Polisi Wanita (Polwan) terus menunjukkan bahwa keteguhan, keberanian dan ketulusan mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat.

Semangat tersebut terasa dalam Syukuran Hari Jadi ke-78 Polwan Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pertemuan Polda Kalimantan Timur, Balikpapan, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara Ny. Bella Khairul, sebagai bentuk dukungan terhadap kiprah dan pengabdian Polwan di jajaran Polda Kaltim.

Syukuran berlangsung khidmat namun penuh kehangatan. Hadir langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Kaltim sekaligus Ibu Asuh Polwan Polda Kaltim, Ny. Natasha Endar Priantoro.

Turut hadir Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusumo, beserta ibu, para Pejabat Utama Polda Kaltim serta tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara diawali sambutan Kapolda Kaltim dan Ibu Asuh Polwan Polda Kaltim. Suasana semakin istimewa ketika penghargaan diberikan kepada sejumlah personel Polwan berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pencapaian mereka dalam menjalankan tugas.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng dan kue, dilanjutkan ramah tamah yang menjadi momentum mempererat kebersamaan keluarga besar Polri.

Dalam sambutannya, Kapolda Kaltim menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh Polwan yang selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Saat ini, Polda Kaltim memiliki 533 personel Polwan. Menurut Kapolda, angka tersebut bukan sekadar jumlah personel, melainkan menggambarkan keberadaan 533 perempuan yang memiliki peran dan kontribusi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Saat ini Polda Kaltim memiliki 533 personel Polwan. Di balik angka tersebut, ada 533 perempuan hebat yang memberikan dampak positif dan keteladanan,” ujar Irjen Pol. Endar Priantoro.

Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-78 Polwan, “One Police Woman, Extraordinary Impact”, Kapolda menekankan bahwa setiap Polwan diharapkan mampu menghadirkan dampak luar biasa melalui tugas, ketulusan dan pengabdiannya.

Apresiasi juga diberikan atas sederet prestasi yang berhasil ditorehkan Polwan Polda Kaltim, mulai dari keterlibatan dalam Misi Perdamaian PBB FPU 7 MINUSCA 2026, prestasi pada UAE SWAT Challenge 2026, kejuaraan bela diri, hingga keberhasilan dalam pengungkapan cepat kasus kejahatan terhadap anak.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa Polwan tidak hanya memiliki peran dalam pelayanan masyarakat, tetapi juga mampu tampil di berbagai bidang tugas dengan profesionalisme dan kompetensi yang mumpuni.

Kapolda Kaltim juga berpesan agar seluruh Polwan terus meningkatkan kemampuan, bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial, serta senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme.

“Jadilah Polwan yang tidak hanya disegani karena seragamnya, tetapi juga dihormati karena keteladanan dan dicintai karena ketulusannya. Teruslah menjadi sosok yang hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat,” pesan Kapolda.

Kehadiran Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kukar Ny. Bella Khairul dalam momentum tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap semangat pengabdian Polwan, sekaligus memperkuat kebersamaan keluarga besar Polri di Kalimantan Timur.

HUT ke-78 Polwan bukan sekadar perayaan usia pengabdian, tetapi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen bahwa setiap langkah Polwan harus mampu menghadirkan “Extraordinary Impact” bagi masyarakat, bangsa dan negara.