Tegakkan Prosedur dan Evakuasi Cepat, Personel Polsek Muara Wis Tangani Laka Lantas Maut di Poros Kukar-Kubar

Kukar – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Wis bergerak cepat melakukan penanganan pasca-terjadinya kecelakaan lalu lintas tunggal yang merenggut nyawa seorang pemuda di Jalan Poros penghubung Kukar-Kubar, tepatnya di RT 05 Desa Lebak Cilong, Sabtu (04/04/2026) dini hari.

Segera setelah menerima laporan warga sekira pukul 00.30 WITA, personel piket Polsek Muara Wis yang dipimpin oleh Kapolsek Muara Wis, AKP Al Anas, langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan langkah-langkah darurat kepolisian.

Fokus utama personel di lapangan adalah menyelamatkan nyawa korban. Polisi segera melakukan evakuasi terhadap pengendara motor berinisial AA (19) yang ditemukan dalam kondisi luka parah akibat benturan keras.

“Prioritas kami saat tiba di lokasi adalah memberikan pertolongan pertama dan memastikan korban segera mendapatkan perawatan medis. Korban langsung kami larikan ke Puskesmas Rimba Ayu Kota Bangun II menggunakan sarana evakuasi yang tersedia,” ujar AKP Al Anas.

Meskipun tim medis telah berupaya maksimal, korban dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan akibat cidera berat di bagian kepala dan patah tulang di beberapa bagian tubuh.

Pasca-evakuasi, peran kepolisian berlanjut pada proses identifikasi dan olah TKP guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Petugas melakukan pengukuran jalan, mencari saksi mata, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda CBR 150 R warna hitam ke Mapolsek Muara Wis.

“Berdasarkan hasil olah TKP awal, kecelakaan ini murni merupakan Out Of Control atau kehilangan kendali. Pengendara melaju dengan kecepatan tinggi dan gagal mengantisipasi kendaraan di depannya sehingga terlempar ke arah kanan jalan,” jelas Kapolsek.

Dalam proses penyelidikan, pihak kepolisian menemukan fakta-fakta penting, di antaranya korban yang berkendara tanpa menggunakan pelindung kepala (helm) serta adanya dugaan pengaruh minuman keras berdasarkan keterangan saksi keluarga.

Menyikapi temuan tersebut, AKP Al Anas menegaskan bahwa peran kepolisian tidak hanya berhenti pada penanganan kejadian, tetapi juga pada aspek edukasi dan pencegahan.

“Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi kami untuk terus meningkatkan patroli dan imbauan kepada masyarakat. Kami sangat menekankan pentingnya penggunaan helm dan larangan keras berkendara dalam pengaruh alkohol demi keselamatan nyawa pengguna jalan,” tegasnya.

Sapa Jemaat Gereja St. Yoseph, Kapolda Sumsel Ajak Gotong Royong Jaga Kamtibmas Bumi Sriwijaya

​PALEMBANG – Semarak perayaan Hari Raya Paskah tahun 2026 di Kota Palembang berlangsung khidmat dan damai. Guna memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani dalam beribadah, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, turun langsung memimpin peninjauan pengamanan di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu (5/4/2026).

​Momen peninjauan tersebut terasa istimewa. Sekitar pukul 10.00 WIB usai pelaksanaan ibadah misa Paskah, Kapolda Sumsel mengambil waktu khusus untuk berdiri di altar dan menyapa langsung ribuan jemaat yang hadir.

​Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Sumsel tidak datang sendiri. Ia turut didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel, di antaranya Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Karoops Polda Sumsel Kombes Pol M. Annis Prasetio, Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min, Dirintelkam Polda Sumsel Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, serta Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sony Mahar. Rombongan disambut dengan hangat oleh Romo Paroki Gereja Santo Yoseph, Romo Hyginus Gono Pratowo, dan Ketua Panitia Hari Paskah 2026, Bapak Yohanes Subardan.

​Mengawali sapaannya, Irjen Pol Sandi Nugroho menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi seluruh pihak sehingga rangkaian ibadah berjalan kondusif. Ia menekankan bahwa rasa aman adalah sebuah produk dari perencanaan dan sinergi bersama.

​”Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, seluruh rangkaian ibadah dari minggu lalu sampai hari Paskah ini berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan membawa berkah. Keamanan ini tidak datang tiba-tiba. Tanpa direncanakan dengan baik dan tanpa doa kita bersama, semuanya tidak akan berjalan seperti yang kita harapkan,” ujar Kapolda di hadapan jemaat.

​Lebih lanjut, Jenderal Bintang Dua tersebut mengajak masyarakat untuk terus merawat kearifan lokal kebanggaan Bumi Sriwijaya dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). “Semoga kerukunan dan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Sumatera Selatan bisa terus kita jaga dan kembangkan bersama-sama,” tegasnya.

​Membawa semangat community policing yang merakyat, Kapolda juga menitipkan pesan bernada humanis terkait keberadaan personel Polri dan aparat gabungan yang bersiaga di lapangan.

​”Kami menitipkan anggota kami dari jajaran Polda, Polrestabes, maupun Polsek kepada Bapak-Ibu sekalian. Jika bertemu di lapangan, mohon disapa. Kalau ada yang salah mohon dimaafkan, jika ada yang meminta bantuan sekadar air putih mohon diberi. Kepolisian tidak bisa bekerja sendiri menjaga kamtibmas tanpa dukungan dan doa dari masyarakat,” tambah Kapolda penuh keakraban.

​Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi Polri di Sumatera Selatan ini mendapat apresiasi mendalam dari pihak gereja dan umat. Mewakili jemaat, Romo Hyginus Gono Pratowo menyampaikan rasa terima kasih atas totalitas pengamanan yang diberikan oleh negara.

​”Saya atas nama seluruh umat Katolik Paroki Santo Yoseph Palembang mengucapkan selamat datang dan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas perhatian luar biasa dan dukungan dari TNI-Polri. Kami merasa sangat nyaman beribadah sejak Minggu Palma sampai dengan perayaan Paskah ini. Semuanya terjadi karena kerjasama yang sangat baik,” ungkap Romo Hyginus.

​Sinergi yang terjalin erat antara aparat kepolisian, pengurus gereja, dan elemen masyarakat ini menjadi wujud nyata komitmen Polda Sumsel dalam menjamin kebebasan dan kenyamanan beribadah, sekaligus memperkokoh fondasi kamtibmas yang damai di Bumi Sriwijaya.

Pengamanan Satgas Damai Cartenz Hadirkan Rasa Aman Saat Ibadah Prapaskah di Sinak

Puncak — Personel Satgas Tindak dalam Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan pengamanan ibadah Katolik dalam rangka prapaskah di Gereja Santa Elisabeth, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Sabtu (4/4/2026). Kegiatan berlangsung dengan aman dan terkendali.

Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya umat Katolik yang menjalankan ibadah. Kehadiran personel di lokasi juga dilakukan dengan pendekatan humanis guna membangun kedekatan dengan warga.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pengamanan kegiatan keagamaan merupakan prioritas untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

“Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan rasa aman, khususnya pada kegiatan ibadah, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” ujarnya.

Selain itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas, sehingga kehadiran Polri dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.

Dari hasil kegiatan, pengamanan ibadah berjalan aman dan mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran aparat dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan di Distrik Sinak serta memberikan rasa nyaman bagi umat yang beribadah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua agar tetap aman dan damai.

Polri Kerahkan Personel ke Papua Tengah dan Maluku Utara Guna Perkuat Keamanan

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan ratusan personel untuk diberangkatkan ke wilayah Papua Tengah dan Maluku Utara guna memperkuat pengamanan serta merespons perkembangan situasi kamtibmas di kedua daerah tersebut.

Pengecekan kesiapan pasukan Brimob yang akan bertugas di Papua Tengah dilaksanakan pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 12.00 WIB di Mako Brimob dan dipimpin langsung oleh Wakapolri.

Adapun kekuatan personel yang disiapkan antara lain 100 personel Brimob untuk Papua Tengah, Tim Itwasum sebanyak 8 personel yang dibagi ke Papua Tengah dan Maluku Utara, Tim BIK 10 personel untuk Papua Tengah, Tim Divpropam 26 personel yang terbagi ke dua wilayah, serta Tim Bareskrim sebanyak 20 personel untuk Papua Tengah.

Untuk wilayah Maluku Utara, sebanyak 12 personel Divpropam telah diberangkatkan pada Sabtu pagi menggunakan pesawat Beechcraft. Sementara 4 personel Itwasum masih dalam proses pencarian tiket keberangkatan.

Sedangkan untuk penguatan di Papua Tengah, total personel gabungan yang akan diberangkatkan berjumlah 148 personel. Mereka dijadwalkan berangkat pada Minggu, 5 April 2026 pukul 01.00 WIB menggunakan maskapai Batik Air dengan tujuan Nabire.

Langkah penguatan ini dilakukan seiring dengan adanya perkembangan situasi kamtibmas di beberapa wilayah. Di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terjadi konflik antarwarga yang dipicu oleh kasus dugaan pembunuhan seorang warga di Desa Bobane Jaya.

Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi aksi saling serang antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo yang mengakibatkan korban jiwa, pembakaran rumah warga, fasilitas umum, serta satu unit tempat ibadah. Aparat gabungan TNI-Polri bersama pemerintah daerah bergerak cepat untuk meredam konflik hingga situasi berangsur kondusif pada Jumat sore.

Selain itu, di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, terjadi aksi penganiayaan berat terhadap personel Polri, Bripda Juventus Edowai, yang dilakukan oleh orang tak dikenal hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Karo Penmas Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa Polri berkomitmen menjaga stabilitas keamanan serta merespons cepat setiap dinamika di lapangan.

“Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan untuk memperkuat pengamanan dan penanganan situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta penegakan hukum terhadap para pelaku kekerasan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, tidak terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan,” tambahnya.

Saat ini, Polri masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus pembunuhan di Halmahera Tengah maupun penyerangan terhadap personel di Dogiyai, serta memastikan situasi keamanan di kedua wilayah tetap terkendali.

Jamin Keamanan Ibadat Jumat Agung, Polsek Tabang Siagakan Personel di 10 Gereja

Kukar – Jajaran Polsek Tabang memastikan pelaksanaan rangkaian ibadah Jumat Agung tahun 2026 di wilayah hukum Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, berjalan dengan aman, khidmat, dan kondusif. Pengamanan ketat dilakukan dengan menempatkan puluhan personel di seluruh gereja yang menggelar ibadah, Jumat (03/04/2026).

Kegiatan pengamanan dan patroli dialogis ini dimulai sejak pukul 09.00 WITA hingga seluruh rangkaian ibadah selesai. Fokus utama petugas adalah menjamin keselamatan jemaat serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi rumah ibadah.

LKapolsek Tabang, Iptu Yohan Lihu, mengonfirmasi bahwa dalam menjalankan tugas pengamanan ini, pihaknya bersinergi erat dengan personel Koramil Tabang.

“Kami menurunkan personel secara merata di 10 gereja besar yang tersebar di wilayah Tabang, mulai dari Desa Umaq Dian, Muara Pedohon, Bilatalang, hingga Desa Umaq Tukung. Sinergitas antara Polri dan TNI menjadi kunci utama untuk memberikan rasa aman bagi saudara-saudara kita yang melaksanakan ibadah,” ujar Iptu Yohan Lihu.

Pemantauan di 10 Titik Gereja
Berdasarkan data yang dihimpun, ribuan jemaat memadati sejumlah gereja dengan mengusung tema besar “Kristus Bangkit Harapan Masih Ada” dan “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”.

Personel Polsek Tabang disiagakan di setiap pintu masuk dan area parkir untuk melakukan pemantauan secara preventif.

Kapolsek Tabang menegaskan bahwa hingga seluruh rangkaian ibadah berakhir sekira pukul 12.00 WITA, tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas yang berarti. Kehadiran polisi di tengah masyarakat mendapatkan apresiasi dari para pemimpin gereja (Pendeta) dan jemaat yang merasa lebih tenang dalam menjalankan ibadah.

“Kami berterima kasih kepada seluruh masyarakat Tabang atas kerja samanya dalam menjaga toleransi dan kerukunan. Secara umum, situasi di wilayah hukum Polsek Tabang terpantau aman dan terkendali,” tutup Iptu Yohan Lihu.

Dengan pengawalan ketat ini, perayaan Jumat Agung di Kecamatan Tabang tahun in

Sigap Penanganan Musibah, Polsek Sebulu Bantu Padamkan Kebakaran Kandang Ayam

Kukar – Personel Polsek Sebulu menunjukkan aksi tanggap darurat saat terjadi musibah kebakaran yang menghanguskan satu unit bangunan kandang ayam di Jalan Antai Baru, RT 002, Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (02/04/2026) malam.

Segera setelah menerima laporan dari warga sekira pukul 21.30 WITA, jajaran Polsek Sebulu yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Sebulu, Iptu Edi Subagyo, langsung bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan dan membantu proses pemadaman.

Di lokasi kejadian, personel Kepolisian bersinergi dengan warga setempat dan petugas pemadam kebakaran untuk melokalisir kobaran api. Fokus utama petugas adalah memastikan api tidak merembet ke pemukiman padat penduduk yang berada di sekitar lokasi.

“Personel kami di lapangan langsung melakukan pembagian tugas; ada yang membantu memadamkan api menggunakan mesin Alkon, ada yang mengatur arus lalu lintas untuk akses mobil pemadam, serta mengamankan area agar warga tidak mendekat ke titik api yang berbahaya,” ujar Iptu Edi Subagyo.

Berkat kerja keras tim gabungan dan bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran, api akhirnya berhasil dijinakkan sepenuhnya pada pukul 22.30 WITA.

Pasca-api padam, peran kepolisian berlanjut pada tahap identifikasi dan olah TKP awal. Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi di lokasi, sumber api diduga kuat berasal dari tungku pemanas arang yang berada di lantai bawah kandang milik Supriyadi.

Sebagai langkah hukum lebih lanjut, pihak Polsek Sebulu telah mengamankan satu buah tungku pemanas yang menjadi pemicu awal kebakaran dan meminta keterangan dari saksi mata serta mendata estimasi kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp200.000.000 (Dua Ratus Juta Rupiah).

Kapolsek Sebulu menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, pihaknya mengimbau kepada seluruh pelaku usaha peternakan di wilayah Sebulu untuk lebih waspada dalam penggunaan alat pemanas.

“Kami meminta para pemilik kandang untuk selalu melakukan pengawasan ketat terhadap alat pemanas atau tungku api, terutama pada malam hari. Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan situasi kembali kondusif dan membantu masyarakat yang tertimpa musibah,” pungkasnya.

Polsek Muara Kaman Sulap Area Mako Jadi Lebih Asri Lewat Program Jumat Bersih

Kukar – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Muara Kaman menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kenyamanan fasilitas publik. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata kerja bakti dalam bingkai program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang dilaksanakan di area Markas Komando (Mako) Polsek Muara Kaman, Jumat (03/04/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekira pukul 08.30 WITA tersebut melibatkan seluruh personel Polsek Muara Kaman. Dengan semangat gotong royong, para petugas membersihkan setiap sudut halaman kantor, menata drainase, hingga merapikan area pelayanan publik guna memastikan lingkungan kerja tetap asri dan representatif.

Kapolsek Muara Kaman, Iptu Herwin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas kebersihan, melainkan bagian dari upaya menumbuhkan budaya hidup sehat di internal kepolisian.

“Lingkungan yang bersih dan resik adalah modal awal dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Jika kantor kita nyaman, masyarakat yang datang untuk mengurus keperluan kepolisian pun akan merasa lebih dihargai dan tenang,” ujar Iptu Herwin.

Selain menyasar area internal, program Indonesia ASRI ini juga bertujuan menjadi contoh bagi warga sekitar agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri. Polri berharap aksi “Jumat Bersih” ini dapat memicu semangat masyarakat Muara Kaman untuk menghidupkan kembali budaya gotong royong.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga peduli terhadap isu kesehatan lingkungan. Kebersihan adalah bagian dari keamanan itu sendiri,” tambah Kapolsek.

Hingga berakhirnya kegiatan, situasi di Mako Polsek Muara Kaman terpantau aman, lancar, dan kini tampil lebih segar. Langkah konsisten ini diharapkan dapat terus berlanjut guna menciptakan suasana kerja yang kondusif demi mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian di wilayah Kecamatan Muara Kaman.

Lewat Belajar dan Bermain, Satgas Damai Cartenz Hadirkan Senyum Ceria Anak-anak Papua di Momen Paskah

Jayapura – Dalam rangka menyambut perayaan Paskah yang penuh makna, Satgas Ops Damai Cartenz 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan humanis. Kali ini, kegiatan tersebut diwujudkan dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di Gereja GKI Abraham Rollo Green Koya Tengah, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, pada Kamis (2/4/2026) sore.

Kehadiran personel Satgas Humas Ops Damai Cartenz yang terdiri dari Kasubsatgas PID Ipda Andi Mappanyompa S.H, didampingi Brigpol Marthen Luther Emauri, Bripda Rahmad Fajar, Bripda Annisa Mahardika dan Bripda Adnan Maulana disambut dengan penuh antusias oleh anak-anak serta para pengurus gereja. Suasana hangat dan penuh keakraban langsung terasa sejak awal kegiatan, mencerminkan hubungan harmonis antara aparat keamanan dan masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, para personel tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, namun juga berperan sebagai sahabat bagi anak-anak. Dalam kesempatannya, Brigpol Marthen bersama Bripda Annisa memberikan materi tentang dampak negatif penggunaan Media Sosial kepada anak-anak remaja.

Tak hanya itu, dirinya juga mengajak anak-anak untuk belajar sambil bermain melalui berbagai aktivitas sederhana yang edukatif seperti menyanyikan lagu indonesia raya sampai menghafalkan pancasila. Canda tawa pun menghiasi setiap momen, menciptakan kebersamaan yang tulus dan penuh makna.

Sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang, personel Satgas juga membagikan bingkisan kepada anak-anak. Pemberian tersebut menjadi simbol perhatian sekaligus upaya mempererat hubungan emosional antara Satgas dan generasi muda di wilayah tersebut. Raut wajah bahagia dan senyum ceria anak-anak pun terlihat jelas, menjadi gambaran keberhasilan pendekatan humanis yang dilakukan.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Satgas untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam konteks penegakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan sosial dan kemanusiaan.

“Momentum Paskah ini kami manfaatkan untuk berbagi kebahagiaan dan mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri melalui Satgas Ops Damai Cartenz membawa rasa aman sekaligus kehangatan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa kegiatan seperti ini diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat terhadap aparat keamanan.

“Kami terus mendorong personel di lapangan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap dapat menumbuhkan rasa saling percaya dan memperkuat kebersamaan,” ungkapnya.

Ketua PAR GKI Abraham Rollo Green, Kores Tasidjawa menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Satgas Ops Damai Cartenz.

“Terima kasih kepada Satgas Ops Damai Cartenz yang telah hadir memberikan materi tentang dampak penggunaan media sosial, khususnya di kalangan remaja. Apa yang disampaikan oleh pihak kepolisian sangat luar biasa, jelas, dan mudah dipahami, sehingga kami dapat menggunakan media sosial dengan lebih baik dan bijak,” ujarnya.

Melalui kegiatan berbagi ini, Satgas Ops Damai Cartenz 2026 tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, kebersamaan, dan kasih sayang di tengah masyarakat Papua, khususnya dalam menyambut hari raya Paskah yang penuh damai dan harapan.

Hadapi Ancaman Super El Nino, Kapolda Riau Turun Langsung ke Bengkalis Pastikan Pemadaman Karhutla Berjalan Maksimal

Bengkalis-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Jumat (3/4/2026), untuk memastikan proses pemadaman berjalan maksimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada tim gabungan di lapangan.

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) bidang perlindungan hutan, Prof. Bambang Hero Suharjo, serta Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar.

Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa penanganan karhutla di Riau dilakukan secara terpadu, menggabungkan pendekatan operasional dan ilmiah.

Di tengah kondisi lapangan yang masih dipenuhi titik api, Irjen Herry menyapa langsung personel BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) yang terus berjibaku melakukan pemadaman.

“Kami hadir di sini untuk memberikan motivasi, dukungan moril dan memastikan bahwa upaya pemadaman dilakukan secara maksimal. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, tetapi harus kolaboratif melibatkan semua pihak,” ujar Kapolda.

Ia menegaskan bahwa langkah strategis yang saat ini dilakukan adalah menemukan dan memutus titik api sedini mungkin agar kebakaran tidak meluas, terlebih menjelang puncak musim kemarau.

“Lebih baik bekerja keras sekarang sebelum memasuki puncak kemarau, daripada nanti memadamkan dalam kondisi yang jauh lebih besar dan sulit,” tegasnya.

Kapolda juga menekankan bahwa selain pemadaman, aspek penegakan hukum menjadi bagian penting dalam penanganan karhutla. Sepanjang 2025, Polda Riau telah menangani 74 kasus karhutla dengan jumlah tersangka yang sama.

“Penegakan hukum harus tegas dan berkeadilan. Tidak boleh ada toleransi bagi pelaku pembakaran, baik yang disengaja maupun yang berlindung di balik alasan kelalaian,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Polda Riau bersama stakeholder telah memasang ratusan papan imbauan di wilayah rawan karhutla. Plang tersebut tidak hanya berisi ancaman pidana, tetapi juga larangan pemanfaatan lahan bekas terbakar.

“Kami ingin ada efek jera. Lahan yang sudah terbakar tidak boleh dimanfaatkan kembali, termasuk untuk penanaman sawit. Ini bagian dari upaya moratorium agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Bambang Hero Suharjo mengingatkan bahwa situasi tahun ini memerlukan kewaspadaan ekstra seiring munculnya sinyal fenomena Super El Nino yang berpotensi memicu kekeringan panjang dan memperparah karhutla.

Ia menjelaskan, Super El Nino ditandai dengan kenaikan suhu permukaan laut hingga 2,7 derajat celsius di atas rata-rata, yang berdampak pada perubahan sirkulasi atmosfer global dan memicu cuaca ekstrem.

“Dengan kondisi 2,7 derajat ini, ini persis seperti kejadian kebakaran 1997–1998, di mana lahan yang terbakar mencapai 10 hingga 11 juta hektare dan menimbulkan korban jiwa hingga ratusan orang,” kata Bambang.

Dalam peninjauan di Bengkalis, ia juga menyoroti kondisi tinggi muka air di kanal yang telah melebihi ambang batas aman, sehingga memperbesar potensi kebakaran.

“Ini harus segera dimitigasi secara komprehensif. Karena ke depan akan semakin kering dan kita akan kekurangan air,” ujarnya.

Bambang menegaskan bahwa kunci utama menghadapi ancaman tersebut adalah langkah preventif dan peringatan dini, sebagaimana juga ditekankan dalam berbagai studi ilmiah terbaru.

Ia turut mengapresiasi pendekatan Green Policing yang dijalankan Polda Riau, khususnya dalam upaya penanaman pohon sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengendalian karhutla.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar simbolik. Secara scientific, itu adalah cara untuk menekan emisi gas rumah kaca akibat kebakaran. Kalau tidak diimbangi, emisi yang kita lepaskan akan semakin besar,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda kembali menegaskan bahwa penanganan karhutla harus dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya dari sisi pemadaman, tetapi juga pencegahan, penegakan hukum, dan pendekatan ekologis.

“Kita bergerak bersama mencari titik api secara strategis, tujuannya agar tidak terjadi rembetan di tempat lain. Ini adalah komitmen bersama lintas sektor untuk melindungi lingkungan dan masyarakat,” pungkas Irjen Herry. []

Gerebek Rumah Biru di Desa Perdana, Polsek Kembang Janggut Amankan 37 Paket Sabu

Kukar – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polsek Kembang Janggut berhasil mengungkap kasus peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara. Seorang pria berinisial SH (54) diringkus petugas di kediamannya di Dusun Ketenuq, Desa Perdana, Kecamatan Kembang Janggut, pada Kamis (02/04/2026) sore.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dalam jumlah cukup besar, yakni 36 bungkus plastik bening kecil dan satu bungkus plastik bening sedang dengan total berat kotor mencapai 8,05 gram.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah akan seringnya terjadi transaksi narkoba di wilayah Dusun Ketenuq.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Kanit Reskrim Polsek Kembang Janggut memimpin langsung serangkaian penyelidikan intensif. “Setelah melakukan pemantauan terhadap sebuah rumah kayu berwarna biru muda yang dicurigai, tim bergerak melakukan penggerebekan pada Kamis pukul 15.00 WITA,” ujar AKP Dedi.

Saat digeledah, petugas menemukan tersangka SH sedang berada di dalam kamar. Dari tangannya, polisi menyita sebuah tas handbag merk Quicksilver warna hitam yang di dalamnya berisi puluhan poket sabu siap edar.

Selain paket sabu, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung lainnya, di antaranya Uang tunai sebesar Rp550.000 yang diduga hasil penjualan, Satu unit timbangan digital warna hitam, Dua buah sendok takar plastik dan satu pak plastik klip kosong, Satu unit ponsel merk Oppo warna biru yang digunakan untuk berkomunikasi dalam transaksi.

Saat ini, tersangka SH beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mako Polsek Kembang Janggut guna proses pemeriksaan lebih lanjut. Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) atau Pasal 112 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana disesuaikan dalam UU RI No. 1 Tahun 2026.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkoba di wilayah Kembang Janggut. Kami juga mengapresiasi warga yang berani melapor, karena peran masyarakat sangat penting dalam memutus mata rantai peredaran barang haram ini,” tegas AKP Dedi Supriyanto.

Polsek Kembang Janggut kini tengah melakukan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan atau asal-usul barang haram yang didapatkan oleh tersangka.