Polsek Kembang Janggut Ungkap Pencurian Laptop di SDN 005, Terduga Pelaku Diamankan

Kukar – Unit Reskrim Polsek Kembang Janggut mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di lingkungan SDN 005 Kembang Janggut, Desa Genting Tanah, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Peristiwa tersebut diketahui pada Senin, 31 Agustus 2026 sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, pihak sekolah memperoleh informasi bahwa ruang guru telah dibobol dan satu unit laptop yang disimpan di dalam laci diketahui hilang.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pihak sekolah melakukan pengecekan ke ruang guru. Dari pemeriksaan awal ditemukan adanya jejak telapak kaki di dalam ruangan serta kondisi tempat penyimpanan laptop yang sudah tidak berisi barang.

Perkara kemudian dilaporkan ke Polsek Kembang Janggut untuk dilakukan penyelidikan. Perkembangan kasus mengarah kepada seorang pemuda berusia 19 tahun yang diamankan di Desa Genting Tanah pada Senin, 7 September 2026.

Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku disebut mengakui telah mengambil laptop yang sebelumnya disimpan di ruang guru SDN 005 Kembang Janggut.

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit laptop merek Zyrex, satu dusbook laptop, serta satu kabel charger laptop merek Zyrex.

Kapolsek Kembang Janggut AKP Dedi Supriyanto melalui Unit Reskrim memastikan proses penanganan perkara terus dilakukan sesuai ketentuan hukum. Polisi telah membuat laporan polisi, memeriksa saksi-saksi, melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti dan tersangka, serta melengkapi administrasi penyidikan.

Terduga pelaku dijerat dengan ketentuan Pasal 477 ayat (1) huruf (f) jo Pasal 127 ayat (1) dan (2) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, terkait dugaan pencurian dengan pemberatan.

Polsek Kembang Janggut menegaskan bahwa pengungkapan perkara ini merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan rasa aman, khususnya terhadap fasilitas pendidikan dan aset masyarakat, sekaligus memastikan setiap laporan masyarakat ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan secara profesional.

Cegah Karhutla, Polsek Tenggarong Seberang Pasang Spanduk Himbauan di Desa Sumberejo

Kukar – Polsek Tenggarong Seberang memasang spanduk himbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sumberejo, Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan sekitar pukul 11.00 WITA tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terlebih di tengah kondisi cuaca panas dan kering yang dapat mempercepat penyebaran api.

Melalui spanduk tersebut, masyarakat juga diajak menjaga lingkungan dari potensi sumber api, aktif mencegah Karhutla, serta turut menyebarluaskan informasi kepada lingkungan sekitar.

Kapolsek Tenggarong Seberang Iptu Rizky Tovas menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat. Kegiatan pemasangan himbauan berlangsung aman dan lancar sebagai bagian dari upaya Polri mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.

Karhutla Lahap 30 Hektare Lahan di Batuah, Polsek Loa Janan Bersama Tim Gabungan Bergerak Cepat

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan Dusun Batuah RT 14, Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

Kebakaran terjadi di sekitar area penambangan PT BEP dengan objek yang terbakar berupa semak belukar dan vegetasi kering. Kondisi lahan yang kering membuat api cepat merambat hingga area terdampak diperkirakan mencapai ±30 hektare.

Mengetahui kejadian tersebut, personel Polsek Loa Janan bersama unsur pemadam kebakaran, masyarakat dan pihak perusahaan langsung melakukan penanganan di lokasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran menjalar ke wilayah lain.

Pemadaman turut diperkuat dukungan unit water tank dari PT MOP dan PT BEP untuk menyuplai kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga melaksanakan pemantauan di sekitar lokasi, terutama terhadap titik-titik yang berpotensi kembali memunculkan api.

Kapolsek Loa Janan AKP Abdillah Dalimunthe menegaskan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak terhadap potensi Karhutla, khususnya saat kondisi cuaca panas dan kering.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tegasnya.

Hingga laporan disampaikan, situasi di lokasi dalam keadaan aman dan kondusif, sementara pemantauan terhadap area terdampak terus dilakukan sebagai langkah antisipasi munculnya kembali titik api.

olda Lampung Perkuat Pencarian 5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda

LAMPUNG, 9 SEPTEMBER 2026 – Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” tutur Yuni.

Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan. Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan.

DELAPAN BULAN BERSAMA MASYARAKAT, SATGAS KEPOLISIAN OPERASI DAMAI CARTENZ-2026 TINGGALKAN KENANGAN KEKELUARGAAN DI KIWIROK

KIWIROK, PEGUNUNGAN BINTANG – Delapan bulan menjalankan tugas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 membangun kedekatan dengan masyarakat di 12 kampung. Kebersamaan yang terjalin selama penugasan itu menjadi bagian dari cerita yang tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga hubungan antarmanusia.

Momen kebersamaan tersebut terlihat dalam kegiatan makan bersama masyarakat Kiwirok yang dirangkaikan dengan acara pisah sambut personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, personel lama dan personel baru bersama masyarakat duduk menikmati makanan serta berbincang untuk mempererat hubungan sebelum berlangsungnya serah terima tugas.

Di tengah suasana tersebut, Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, mewakili masyarakat dari 12 kampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel yang selama kurang lebih delapan bulan telah berada dan menjalankan tugas bersama masyarakat. Penyampaian tersebut disampaikan pada Senin (7/9/2026).

“Atas nama masyarakat dari 12 kampung, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan seluruh rombongan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 yang selama kurang lebih delapan bulan telah bersama-sama dengan kami. Selama berada di sini, Bapak dan seluruh personel telah memberikan perhatian, menjaga serta membangun kebersamaan yang luar biasa dengan masyarakat,” ujar Abdeus.

Bagi masyarakat Kiwirok, pertemuan tersebut bukan sekadar kegiatan makan bersama. Setelah berbulan-bulan bertemu dan berinteraksi, suasana pisah sambut membuat hubungan yang terbangun terasa semakin dekat. Percakapan ringan, saling menyapa, dan menikmati makanan dalam satu tempat menjadi bagian dari momen yang menghangatkan suasana.

Abdeus mengatakan, kebersamaan selama delapan bulan telah membuat hubungan antara masyarakat dan personel Satgas terasa lebih dekat. Menurutnya, interaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari telah menumbuhkan rasa saling mengenal dan kepercayaan.

“Bagi kami, kebersamaan selama delapan bulan ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi telah menjadi sebuah hubungan kekeluargaan yang akan selalu kami kenang. Kami juga memohon maaf apabila selama kebersamaan terdapat kesalahan, kekurangan, maupun hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” katanya.

Ia berharap hubungan baik yang telah terbentuk tetap terjaga dalam pelaksanaan pisah sambut personel Satgas. Abdeus juga menyampaikan apresiasi kepada personel lama atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan selama menjalankan tugas, serta menyambut personel baru yang akan melanjutkan pengabdian di Kiwirok.

“Kami berharap kebersamaan dan hubungan baik yang telah dibangun selama ini dapat terus dilanjutkan. Kepada personel yang akan melanjutkan tugas di tempat lain, kami mengucapkan terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kebersamaan yang telah diberikan. Kepada personel yang baru, kami menyampaikan selamat datang dan berharap dapat terus bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di Kiwirok,” tuturnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan terima kasih atas penerimaan masyarakat Kiwirok selama personel menjalankan tugas.

“Selama berada di Kiwirok, kami tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga berusaha membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Kami berterima kasih karena masyarakat telah menerima dan mendukung personel kami selama menjalankan tugas di sini,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Menurutnya, kegiatan pisah sambut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tugas dan hubungan baik antara personel Satgas dengan masyarakat. Pergantian personel diharapkan tidak mengurangi komunikasi serta kerja sama yang telah terbangun.

“Pesan kami kepada masyarakat Kiwirok dan 12 kampung, tetap jaga persaudaraan, keamanan dan kedamaian. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah hubungan antarmasyarakat. Kami berharap hubungan baik yang sudah terbangun dapat terus dijaga dan dilanjutkan bersama personel yang baru,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan kebersamaan selama delapan bulan menjadi pengalaman berharga bagi personel yang bertugas di Kiwirok.

“Delapan bulan merupakan waktu yang cukup panjang untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Kami sangat menghargai sambutan, dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepada personel Ops Damai Cartenz-2026. Hubungan seperti ini menjadi modal penting untuk menjaga keamanan secara bersama-sama,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

Momen makan bersama dan pisah sambut tersebut menjadi penanda berakhirnya satu rangkaian penugasan bagi sebagian personel sekaligus dimulainya tugas bagi personel yang baru. Namun, bagi masyarakat Kiwirok, delapan bulan kebersamaan telah meninggalkan cerita tentang pertemuan, komunikasi, saling membantu, dan hubungan kekeluargaan yang diharapkan tetap terjaga.

Pisah sambut personel boleh mengubah siapa yang bertugas di lapangan, tetapi hubungan baik yang telah dibangun bersama masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Di Tengah Latihan Gong Bali, Polsek Tenggarong Seberang Sisipkan Pesan Keras Cegah Karhutla

Kukar – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus digencarkan Polsek Tenggarong Seberang. Tak hanya menyasar lokasi rawan kebakaran, kepolisian juga menyampaikan edukasi langsung kepada kelompok masyarakat dalam berbagai aktivitas.

Langkah tersebut dilakukan personel Polsek Tenggarong Seberang saat menyambangi Paguyuban Kesenian Gong Bali (Sekhe Gong) Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026) malam.

Menariknya, sosialisasi berlangsung di tengah kegiatan latihan gamelan Gong Bali. Sebanyak 20 anggota paguyuban menerima langsung pesan pencegahan Karhutla yang disampaikan tiga personel Polsek Tenggarong Seberang, yakni Aiptu I Ketut Gede Legiawan, Aipda I Putu Darmayasa dan Aipda I Komang Pasti.

Dalam kesempatan tersebut, personel kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kebiasaan tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan ekosistem, gangguan kesehatan hingga kerugian sosial, serta dapat berujung pada sanksi hukum.

Warga juga diminta menjaga lingkungan sekitar dari potensi munculnya api dan meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Kondisi cuaca yang panas dan kering membuat api lebih mudah menyebar sehingga dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.

Polsek Tenggarong Seberang turut mendorong masyarakat agar tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi ikut mengambil peran aktif dalam mencegah Karhutla. Jika menemukan adanya titik api maupun kondisi yang berpotensi memicu kebakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas.

Selain aspek pencegahan, personel juga menyampaikan mengenai ancaman hukum bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan, serta mengingatkan masyarakat terhadap Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup Nomor 16 Tahun 2026 terkait larangan pembukaan lahan dengan cara membakar.

Kapolsek Tenggarong Seberang IPTU Risky Tovas menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama agar pencegahan Karhutla dimulai dari lingkungan masyarakat.

Melalui pendekatan langsung seperti ini, Polsek Tenggarong Seberang terus memperkuat sinergi dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam mendeteksi, mencegah, dan menekan potensi Karhutla sejak dini.

Polsek Sanga Sanga Pastikan Karhutla di Area Sumur Pertamina Berhasil Dikendalikan

Kukar – Kebakaran lahan seluas sekitar 2 hektare terjadi di area Nony Sumur Pertamina Nomor 1173, RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026) malam.

Mendapat informasi kebakaran, Kapolsek Sanga Sanga IPTU Wahid bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Jawa langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan penanganan bersama unsur terkait.

Pemadaman melibatkan personel kepolisian, BKO Polair Polda Kaltim, Babinsa, Damkar Kecamatan Sanga Sanga, Damkar dan petugas keamanan Pertamina EP, serta Redkar Kelurahan Jawa.

Setelah dilakukan penanganan bersama, tidak lagi ditemukan titik api. Petugas kemudian melanjutkan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi kemunculan api kembali.

Hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 23.30 WITA, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara penyebab kebakaran dan kerugian materiil masih dalam pendataan serta pendalaman.

Respons cepat dan kolaborasi lintas unsur menjadi langkah penting untuk memastikan kebakaran tidak berkembang dan mengancam kawasan di sekitarnya.

Tembus Medan 2 Kilometer di Tengah Gelap, Tim Karhutla Samboja Berjibaku Jinakkan Api

Kukar – Penanganan kebakaran lahan di RT 04, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, berlangsung penuh tantangan. Tim gabungan harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer dari ruas Tol Balikpapan–Samarinda untuk mencapai titik api yang membakar hamparan rumput dan semak di kawasan gambut.

Kebakaran yang terjadi Senin (7/9/2026) sekitar pukul 20.30 WITA itu juga terlihat dari ruas Tol Balikpapan–Samarinda Km 31+400 B. Titik api berada sekitar 30 kilometer dari Mako Polsek Samboja.

Personel gabungan dari Otorita IKN, Polsek Samboja, Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Manggala Agni, Gakkum Hutwil Kaltim, Jasa Marga, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Sungai Merdeka langsung melakukan penanganan.

Medan yang sulit membuat pemadaman tidak mudah. Petugas harus membawa mesin pompa Mark3 dan perlengkapan pemadaman dengan berjalan kaki pada malam hari. Sebanyak delapan selang dengan total panjang sekitar 240 meter disambungkan dari sumber air sungai menuju area kebakaran.

Kondisi gelap dengan jarak pandang terbatas hanya mengandalkan penerangan senter semakin menyulitkan pergerakan petugas. Sementara area yang terbakar merupakan hamparan rumput dan semak gambut yang memiliki potensi menyimpan bara dan memunculkan kembali titik api.

Hingga Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, api belum sepenuhnya padam. Mesin pompa Mark3 kehabisan bahan bakar, sementara akses menuju lokasi cukup sulit dan personel yang terlibat telah mengalami kelelahan setelah melakukan pemadaman dalam kondisi malam hari.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, upaya pemadaman dihentikan sementara. Meski demikian, petugas memastikan perkembangan api tetap menjadi perhatian untuk penanganan lanjutan.

Langkah berikutnya disiapkan pada Selasa pagi. Sekitar pukul 08.30 WITA, Otorita IKN bersama unsur terkait akan melakukan pengecekan menggunakan drone untuk memastikan kondisi titik api dari udara.

Apabila hasil pemantauan masih menemukan titik api yang aktif, opsi water bombing melalui udara akan diusulkan sebagai langkah lanjutan untuk mempercepat penanganan.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Samboja dan Samboja Barat menjadi indikasi awal yang masih perlu didalami.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid melalui personelnya memastikan koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus dilakukan, Penanganan Karhutla juga diarahkan untuk mencegah api menjalar ke kawasan lainnya.

Karhutla Lima Hektare di Sanipah, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api hingga Dini Hari

Kukar – Kebakaran hutan dan semak belukar melanda wilayah Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026). Kobaran api membakar lahan seluas sekitar 5 hektare dan baru berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku hingga dini hari.

Kebakaran diketahui terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WITA. Mendapat informasi tersebut, Polsek Samboja bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 10 kilometer dari Mako Polsek Samboja untuk melakukan penanganan bersama unsur terkait.

Pemadaman melibatkan 5 personel Polsek Samboja, 2 personel Koramil, 6 petugas pemadam kebakaran, 10 personel Damkar PT AJP, serta 3 personel PMI.

Tim gabungan bekerja di tengah kondisi lahan yang terbakar dan kepulan asap untuk mencegah api terus menjalar. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WITA, Selasa (8/9/2026).

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas memastikan kondisi di lokasi tetap aman dan melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun asap.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di wilayah Samboja menjadi salah satu indikasi awal yang masih perlu didalami lebih lanjut.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid melalui personelnya memastikan penanganan Karhutla dilakukan secara bersama dengan unsur terkait. Polisi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kering.

Respons cepat dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mengendalikan kebakaran tersebut. Saat ini, kondisi api dan asap telah berhasil dikendalikan, sementara situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Samboja tetap aman dan kondusif.

Karhutla 5 Hektare di Sidomulyo Belum Padam, Polsek Tabang Terkendala Akses dan Sumber Air

Kukar – Kebakaran lahan seluas kurang lebih 5 hektare terjadi di kawasan hutan Desa Sidomulyo, Kecamatan Tabang, Senin (7/9/2026) malam. Hingga sekitar pukul 21.55 WITA, api masih terlihat menyala dan berpotensi meluas.

Personel Polsek Tabang bersama Koramil, masyarakat dan pihak PT. MKP bergerak melakukan pengecekan serta penanganan. Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius karena tidak terdapat akses jalan menuju titik api, sumber air maupun jaringan komunikasi di lokasi.

Tim bahkan harus menelusuri jalan setapak untuk mencapai titik kebakaran yang berjarak sekitar 2 kilometer dari jalan hauling PT. MKP, tepatnya di sekitar KM 4–5.

Kondisi medan yang sulit membuat penanganan belum maksimal. Tim membutuhkan bantuan unit traktor untuk membuka akses menuju lokasi dengan memanfaatkan perkiraan bekas jalan SKP.

Sementara itu, personel Polsek Tabang bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan pada titik yang masih dapat dijangkau guna mencegah api merambat lebih luas.

Polsek Tabang juga memastikan pemantauan terus dilakukan, sementara Unit Reskrim melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran. Koordinasi dengan seluruh unsur terkait terus diperkuat sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas maupun memicu kebakaran susulan.

Kapolsek Tabang IPTU Yohan Lihu menegaskan penanganan di lapangan masih berlangsung dalam kondisi aman dan kondusif.