Ancam Area Objek Vital Nasional, Kebakaran Lahan 8 Hektar di Handil Baru Berhasil Dijinakkan Tim Gabungan

Kukar– Sinergi cepat lintas sektor kembali ditunjukkan jajaran Polsek Samboja bersama instansi terkait dan pihak swasta. Lahan gambut serta semak belukar seluas kurang lebih 8 hektar yang terbakar di kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas) PT. ENI Muara Bakau, RT 012 Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, berhasil dipadamkan total, Rabu (16/9/2026).

Kejadian bermula sekira pukul 11.00 WITA tersebut sempat memicu kepulan asap tebal di sekitar wilayah kerja operasional industri vital tersebut. Mengingat lokasinya yang sangat strategis, tim gabungan langsung mengambil langkah respons cepat guna mencegah dampak buruk pada aktivitas Obvitnas maupun pemukiman warga sekitar.

Menempuh jarak tempuh sekitar 20 kilometer dari Mako Polsek Samboja, tim yang dipimpin oleh Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid, langsung menerjunkan 6 personel Polsek, 1 personel Koramil, 7 personel Damkar Kecamatan Samboja, serta didukung penuh oleh Tim Damkar PT. PHM dan Tim Damkar PT. ENI Muara Bakau.

Upaya pemadaman dan pembasahan intensif dilancarkan menggunakan unit armada penyuplai air, yakni 1 unit Mobil Tangki Pemadam Kecamatan, 1 unit Mobil Tangki PT. PHM, serta 1 unit Mobil Tangki Air pendukung.

Perjuangan ekstra di medan gambut kering tersebut akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan secara menyeluruh, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.00 WITA.

Kapolsek Samboja, AKP Mohamad Yazid mengapresiasi soliditas dan kesigapan seluruh unsur yang terlibat di lapangan, terutama dalam mengamankan area industri vital nasional dari bahaya karhutla.

“Kerja sama yang solid antara aparat, Damkar daerah, dan tim Fire Rescue dari PT. PHM serta PT. ENI Muara Bakau menjadi kunci cepatnya penanganan di area berisiko tinggi ini. Tepat pukul 20.00 WITA, lokasi sudah benar-benar aman dan kondusif,” ujar AKP Mohamad Yazid.

Terkait pemicu awal timbulnya titik api di area semak belukar dan kebun karet tersebut, pihak kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Indikasi awal menduga kebakaran dipicu oleh kondisi iklim cuaca ekstrem dan terik panas yang melanda wilayah Samboja belakangan ini.

Kepolisian terus mengimbau seluruh perusahaan dan masyarakat untuk memperketat pengawasan area rawan bakar di musim kemarau.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × three =