Diduga Tipu Korban dalam Transaksi Tanah, Polsek Sebulu Buru Pelaku hingga Kalimantan Tengah

Kukar – Unit Reskrim Polsek Sebulu, Polres Kutai Kartanegara, berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penipuan dalam transaksi jual beli tanah. Dalam pengungkapan tersebut, seorang pria berinisial ML (54) diamankan setelah petugas melakukan pengejaran hingga wilayah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, Kamis (10/9/2026).

Perkara ini bermula dari laporan polisi yang diterima Polsek Sebulu pada 6 September 2026, korban sebelumnya mengaku mengalami kerugian setelah menyerahkan uang sebesar Rp100 juta dalam transaksi pembelian lahan di wilayah Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu.

Berdasarkan laporan, korban awalnya mendapat informasi mengenai lahan yang ditawarkan untuk dijual. Korban kemudian bersama sejumlah pihak melakukan pengecekan lokasi pada 29 Agustus 2026.

Setelah merasa yakin dengan lahan yang ditawarkan, korban pada 1 September 2026 menyerahkan uang tunai Rp100 juta. Dalam transaksi tersebut, korban juga menerima sejumlah dokumen surat tanah yang disebut berkaitan dengan lahan yang diperjualbelikan.

Namun, sehari setelah pembayaran, korban mendapat informasi bahwa transaksi tanah tersebut bermasalah. Korban kemudian meminta pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Sebulu.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Serbu Unit Reskrim Polsek Sebulu bergerak melakukan penyelidikan dan pencarian terhadap terduga pelaku. Hasil penyelidikan mengarah ke wilayah Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.

Tak ingin kehilangan jejak, petugas Polsek Sebulu berkoordinasi dengan Tim Buser Macan Polres Barito Selatan. Kerja sama lintas wilayah tersebut membuahkan hasil. Terduga pelaku ML akhirnya berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dalam pengungkapan perkara itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya uang tunai sekitar Rp25,8 juta serta sejumlah perhiasan emas yang diduga berkaitan dengan hasil transaksi.

Polisi juga mengamankan dokumen terkait kepemilikan tanah, kuitansi transaksi, buku tabungan, kartu ATM dan satu unit telepon seluler sebagai bagian dari barang bukti penyidikan.

Dari hasil pemeriksaan awal, sebagian uang yang diterima korban diduga telah digunakan oleh terduga pelaku untuk keperluan pribadi serta biaya selama melarikan diri ke wilayah Kalimantan Tengah.

Kapolsek Sebulu IPTU Ozi Susantro melalui menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian memberikan kepastian hukum sekaligus menindaklanjuti laporan masyarakat secara cepat.

Perkara tersebut kini masih dalam proses penyidikan. Terduga pelaku diproses berdasarkan dugaan tindak pidana penipuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 492 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kepolisian masih mendalami rangkaian transaksi dan dokumen tanah dalam perkara tersebut guna memastikan fakta hukum serta pihak-pihak yang memiliki keterkaitan dengan dugaan penipuan.

Polsek Anggana dan Tim Gabungan Padamkan Karhutla 1,5 Hektare di Sidomulyo

Kukar – Polsek Anggana bergerak cepat menindaklanjuti laporan kebakaran lahan di RT 11 Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kamis (10/9/2026) dini hari.

Kapolsek Anggana IPTU Rizky Alief Darmawan bersama personel dan Babinsa langsung mengecek titik hotspot sekaligus membantu proses pemadaman bersama 15 relawan desa, lima karyawan perusahaan dan lima warga.

Kebakaran melanda lahan belukar milik masyarakat dengan luas sekitar 1,5 hektare, dimana kondisi semak yang tebal menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman.

Berkat kerja sama lintas unsur dan dukungan mobil tangki serta peralatan pemadaman, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WITA. Petugas kemudian memastikan kondisi lokasi untuk mencegah api kembali muncul.

Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, Kepolisian mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Laporan Warga Picu Gerak Cepat Polisi, Hotspot di Anggana Berhasil Dipadamkan

Kukar – Laporan warga terkait munculnya titik panas atau hotspot di kawasan perbatasan Desa Anggana dan Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, langsung ditindaklanjuti Polsek Anggana, Rabu (9/9/2026).

Sekitar pukul 15.30 Wita, Pawas sekaligus Kanit Reskrim Polsek Anggana Ipda Supriyadi, S.H., bersama personel bergerak menuju lokasi di RT 14 Desa Anggana setelah menerima informasi dari masyarakat.

Hasil pengecekan memastikan adanya kebakaran lahan masyarakat dengan luas sekitar 1 hektare. Lokasi berada di wilayah Desa Anggana dan berbatasan langsung dengan Desa Sidomulyo.

Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel Polsek Anggana, 15 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Sidomulyo, 10 relawan Desa Anggana, tujuh personel PMI, kepala desa, serta masyarakat setempat.

Salah satu kendala di lapangan adalah jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran, sehingga proses pemadaman membutuhkan dukungan kendaraan dan peralatan yang dibawa menuju titik api.

Berkat koordinasi dan kerja sama lintas unsur, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 Wita. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Titik lokasi kebakaran tercatat pada koordinat -0,5624, 117,2751. Koordinat tersebut menjadi data pendukung bagi petugas dalam memastikan posisi kejadian sekaligus mendukung pemantauan dan dokumentasi penanganan di lapangan.

Sementara itu, pemilik lahan maupun penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan. Polisi belum menarik kesimpulan mengenai sumber api hingga proses pendalaman selesai.

Polsek Anggana mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Respons cepat terhadap laporan warga tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Anggana mencegah kebakaran meluas dan menjaga wilayah tetap aman serta kondusif.

Lahan Gambut Sanipah Terbakar 6 Hektare, Tim Gabungan Berjibaku hingga Tengah Malam

Kukar – Kepulan asap pekat dari lahan gambut di Kampung Kamal RT 011, Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, kembali memicu respons cepat petugas gabungan, Rabu (9/9/2026).

Kebakaran yang merupakan dampak dari peristiwa Karhutla sejak 7 September tersebut membakar semak belukar di area gambut dengan luas sekitar 6 hektare. Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kepulan asap, personel Polsek Samboja bersama TNI, pemadam kebakaran, PMI, perusahaan dan masyarakat langsung bergerak ke lokasi.

Pemadaman melibatkan 31 personel, terdiri dari tiga personel Koramil 0906-06/Samboja, enam personel Polsek Samboja, tujuh personel Damkarmatan Samboja, tiga personel PMI, lima personel K3 PT AJP dan tujuh personel CRC PT PHM.

Medan lahan gambut dan semak belukar menjadi perhatian petugas karena api dapat kembali muncul dari area yang terbakar. Dengan dukungan dua unit mobil pemadam, kendaraan patroli Polsek Samboja dan ambulans PMI, upaya pemadaman terus dilakukan hingga api berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.45 WITA.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan respons cepat dan kerja sama seluruh pihak, terutama ketika kebakaran terjadi di lahan gambut.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Adanya dugaan faktor cuaca ekstrem masih menjadi indikasi awal dan belum dapat disimpulkan sebagai penyebab pasti.

Lokasi kebakaran berjarak sekitar 15 kilometer dari Mako Polsek Samboja. Koordinat kejadian digunakan sebagai data pendukung untuk memastikan posisi titik api, dokumentasi, pemetaan, serta pemantauan lanjutan.

Polsek Samboja mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun dan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api. Langkah cepat masyarakat sangat penting untuk mencegah kebakaran meluas, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering.

Cegah Api Meluas ke Permukiman, Polsek Tenggarong dan BPBD Kukar Padamkan Kebakaran Lahan di Tenggarong

Kukar – Kebakaran lahan terjadi di Jalan Anggana, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 19.20 WITA.

Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Tenggarong bersama anggota Sat Samapta Polres Kukar dan BPBD Kukar langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi kebakaran.

Lahan yang terbakar diperkirakan seluas 200 meter persegi dan berada tidak jauh dari permukiman warga. Petugas gabungan kemudian melakukan penanganan hingga api berhasil dipadamkan dan kondisi lokasi dinyatakan aman.

Dalam penanganan tersebut, diterjunkan dua personel Polsek Tenggarong, lima personel Sat Samapta Polres Kukar, serta 10 personel BPBD dengan dukungan satu unit kendaraan patroli dan satu unit mobil pemadam kebakaran.

Petugas juga melakukan pengecekan lokasi guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali membesar.

Titik koordinat lokasi menjadi data pendukung untuk memastikan posisi kejadian, dokumentasi, serta pemantauan lanjutan oleh petugas.

Kapolsek Tenggarong AKP Nahrawi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, termasuk saat membersihkan kebun atau lahan. Masyarakat juga diminta tidak membuang benda yang dapat memicu api sembarangan dan segera melaporkan kepada kepolisian maupun petugas terkait apabila menemukan titik api.

“Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat meluas, terlebih dalam kondisi cuaca kering,” tegas Kapolsek.

25 Hektare Lahan Terbakar di Jembayan, Medan Sulit Jadi Tantangan Pemadaman oleh Petugas Gabungan

Kukar – Kebakaran melanda lahan persawahan yang telah lama tidak digarap serta area perkebunan karet di Dusun Ukung RT 008, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Rabu (9/9/2026).

Api yang muncul sekitar pukul 16.00 Wita tersebut membakar lahan yang diperkirakan mencapai 25 hektare. Kondisi lahan yang dipenuhi rumput tinggi dan kering akibat musim kemarau membuat api mudah menjalar.

Begitu menerima laporan warga, personel Polsek Loa Kulu bersama TNI, Damkar, Manggala Agni, pemerintah desa, relawan dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Namun, proses pemadaman menghadapi kendala serius. Lokasi kebakaran cukup jauh dari sumber air, sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan api. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup panjang.

Bhabinkamtibmas Desa Jembayan Aipda Indra Kusuma bersama personel Polsek Loa Kulu turut berada di lapangan, berkoordinasi dengan unsur terkait sekaligus membantu pengendalian kebakaran.

Puluhan personel gabungan dari Polri, TNI, Damkar, Manggala Agni, Linmas, Armed Kesumawira Jembayan, MPA, relawan serta masyarakat dikerahkan. Tim juga tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada api yang kembali muncul.

Titik lokasi kebakaran tercatat pada koordinat -0.5733111, 116.9783972. Data koordinat tersebut menjadi pendukung bagi petugas dalam memastikan lokasi kejadian, pemetaan area terdampak dan pemantauan penanganan di lapangan.

Sementara itu, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan pengecekan dan pendalaman untuk mengetahui sumber awal api serta memastikan apakah kebakaran berkaitan dengan aktivitas di lahan atau faktor lainnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Kapolsek Loa Kulu AKP H. Hari Supranoto melalui personelnya mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Di tengah medan yang sulit dan jauhnya sumber air, sinergi aparat, relawan dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah api meluas lebih jauh.

15 Hektare Terbakar, Api Sempat Menyala Lagi hingga Petugas Berjibaku 3 Hari

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, bukan perkara sekali padam. Api yang pertama kali muncul pada Senin (7/9/2026) malam terus berkembang hingga menghanguskan sekitar 15 hektare lahan dan sempat kembali menyala pada hari ketiga penanganan.

Kebakaran bermula sekitar pukul 20.30 Wita di wilayah RT 04. Kobaran api bahkan terlihat dari ruas Tol Balikpapan–Samarinda Km 31+400 B. Polsek Samboja bersama unsur TNI, Brimob, Otorita IKN, Manggala Agni, Damkar, BPBD, Gakkum, Jasa Marga, MPA, relawan dan unsur terkait langsung bergerak melakukan pemadaman.

Namun, medan yang sulit membuat upaya pemadaman berlangsung tidak mudah. Pada malam pertama, petugas harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer dari badan jalan tol menuju titik api sambil membawa mesin pompa dan selang.

Kondisi medan berupa rumput rawa kering dan semak gambut, minimnya sumber air, asap tebal, jarak pandang terbatas serta kehabisan bahan bakar mesin pompa menjadi tantangan tersendiri. Proses pemadaman malam itu akhirnya dihentikan setelah petugas mengalami kelelahan, sementara masih terdapat api yang belum sepenuhnya padam.

Pada Selasa (8/9), kebakaran kembali meluas hingga RT 16 Kelurahan Sungai Merdeka. Penanganan diperkuat dengan melibatkan lebih banyak unsur. Bahkan, water bombing dilakukan sebanyak 20 kali untuk membantu mengendalikan kobaran api dari udara.

Upaya tersebut sempat membuahkan hasil. Namun, perjuangan belum berakhir. Pada Rabu (9/9) sekitar pukul 10.00 Wita, api kembali menyala di kawasan RT 16. Polsek Samboja bersama Brimob Polda Kaltim, Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim serta MPA Sungai Merdeka dan Bukit Merdeka kembali turun ke lapangan.

Petugas menggunakan mesin pompa Mark3, 11 sambungan selang dengan panjang sekitar 250 meter, satu unit R4 Slip On dan dua unit kendaraan double cabin untuk menjangkau dan memadamkan titik api.

Setelah berjibaku selama tiga hari, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Rabu sekitar pukul 18.00 Wita. Meski demikian, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi dan tetap melakukan pengecekan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang kembali muncul.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menegaskan penanganan Karhutla dilakukan secara bersama dengan mengedepankan kecepatan respons dan koordinasi lintas unsur.

Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Indikasi awal terkait kondisi cuaca yang sangat panas belum dapat dijadikan kesimpulan, sehingga pendalaman tetap dilakukan untuk memastikan penyebabnya.

Tiga titik koordinat yang tercatat selama penanganan menjadi data pendukung untuk memetakan perkembangan lokasi kebakaran, mulai dari titik awal pada -1.010267, 116.988332, titik pada 8 September di -1.004874, 116.989677, hingga titik pada 9 September di -1.011048, 116.990858.

Dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 15 hektare dan api sempat kembali menyala, Polsek Samboja memastikan pemantauan akan terus dilakukan. Pengecekan lanjutan dijadwalkan pada Kamis (10/9/2026) guna memastikan kawasan tersebut benar-benar aman.

Tiga hari berjibaku, 15 hektare terdampak, api akhirnya padam—namun kewaspadaan belum berakhir.

Polsek Muara Jawa Bergerak Cepat, Karhutla di Dondang Padam

Kukar – Polsek Muara Jawa Polres Kutai Kartanegara bergerak cepat menangani kebakaran lahan yang melanda semak belukar di Jalan Poros Muara Kembang–Dondang, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, Rabu (9/9/2026).

Menerima informasi adanya kebakaran sekitar pukul 16.25 Wita, personel Polsek Muara Jawa bersama Koramil, Dishub dan warga langsung menuju lokasi. Kebakaran diperkirakan menghanguskan sekitar 1 hektare lahan yang didominasi semak, ilalang dan ranting kering.

Dengan dukungan dua mobil tandon milik warga, petugas berjibaku memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.45 Wita.

Petugas kemudian melakukan pendinginan pada titik-titik yang masih berpotensi memunculkan api kembali serta melanjutkan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fattur Rahman mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu Karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.

Koordinat lokasi (-0.731035, 117.233276) menjadi data pendukung petugas dalam memastikan posisi kejadian dan pemantauan penanganan Karhutla.

Karhutla di Pendingin Mengganas, Polisi dan Tim Gabungan Bergerak Padamkan Api

Kukar – Kobaran api yang melanda sekitar satu hektare lahan di Jalan Jaya Makmur RT 03, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga Sanga, Kutai Kartanegara, langsung ditangani secara bersama oleh aparat dan berbagai unsur terkait, Rabu (9/9/2026).

Polsek Sanga Sanga bersama personel BKO Satpolairud Polda Kaltim, TNI, Damkar, relawan, perusahaan, dan masyarakat turun langsung melakukan peninjauan sekaligus pemadaman mulai pukul 13.00 Wita.

Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid bersama Danramil 0906-04 Sanga Sanga Kapten Leo Nardo memimpin koordinasi di lapangan untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan efektif.

Koordinat menjadi salah satu data pendukung penting dalam penanganan, dengan titik lokasi tercatat pada -0.663785, 117.273529. Data tersebut membantu petugas memastikan lokasi kejadian dan menjadi acuan dalam pemantauan serta dokumentasi penanganan Karhutla.

Kekuatan personel diperkuat enam anggota Polsek Sanga Sanga, lima personel BKO Satpolairud Polda Kaltim, lima personel Kodim 0906 Kukar, dua anggota Koramil Sanga Sanga, 15 petugas Damkar Kecamatan Sanga Sanga, serta 15 relawan Redkar Kelurahan Pendingin. Pemadaman juga mendapat dukungan dari unsur pemadam perusahaan dan warga setempat.

Dari hasil penanganan, api berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Untuk penyebab kebakaran, petugas masih melakukan pengecekan dan pendalaman di lokasi. Polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran karena masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah berkaitan dengan aktivitas di lahan atau faktor lainnya.

Setelah berjibaku di lapangan selama beberapa jam, rangkaian peninjauan dan pemadaman selesai sekitar pukul 17.00 Wita. Api padam, situasi aman dan kondusif, namun pemantauan tetap menjadi bagian penting untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.

Hotspot Terdeteksi, Polsek Kembang Janggut Temukan 10 Hektare Lahan Terbakar

Kukar – Polsek Kembang Janggut Polres Kutai Kartanegara bergerak cepat menindaklanjuti deteksi titik panas atau hotspot di wilayah Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, Rabu (9/9/2026).

Pengecekan dilakukan sekitar pukul 10.30 Wita oleh Pawas Regu 1 Aiptu Tohar Molyo Atim bersama tiga personel. Lokasi hotspot berjarak sekitar 27 kilometer dari Mako Polsek Kembang Janggut.

Berdasarkan pemantauan, terdeteksi 1 hotspot berstatus high dan 7 hotspot berstatus medium di wilayah Desa Kelekat. Salah satu titik yang diverifikasi tercatat memiliki tingkat kepercayaan 83 persen, berdasarkan data satelit Terra sumber NASA.

Setibanya di lokasi, personel mendapati api masih belum padam. Kondisi medan juga menjadi tantangan karena tidak terdapat sumber air di sekitar titik kejadian dan jaringan internet tidak tersedia.

Polsek Kembang Janggut kemudian melakukan penanganan bersama 10 personel pemadam dari PT Rea Kaltim serta dua warga Desa Kelekat. Penanganan didukung sejumlah peralatan, di antaranya kendaraan R4, jonder, alkon, serta tiga unit semprotan gendong.

Dari hasil pengecekan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare yang mana Sebagai data pendukung penanganan, titik hotspot tercatat pada koordinat 0.14434, 116.25568. Koordinat tersebut menjadi acuan penting bagi petugas untuk memastikan lokasi yang harus diverifikasi dan ditangani di lapangan.