Polsek Sangasanga Padamkan Karhutla di Gunung Hapko, Titik Api Terpetakan

Kukar – Kebakaran lahan sekitar 1 hektare terjadi di kawasan Gunung Hapko, Jalan Yos Sudarso RT 10, Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) malam.

Lokasi kebakaran tercatat pada koordinat -0.638935, 117.234361 dan -0.638635, 117.233981. Data koordinat menjadi pendukung penting dalam mengidentifikasi dan memetakan secara tepat titik kejadian, sehingga dapat digunakan sebagai acuan petugas untuk melakukan verifikasi lapangan, pemantauan perkembangan titik api, serta mendukung penanganan dan pengecekan lanjutan.

Menerima informasi kebakaran, personel Polsek Sangasanga bersama Koramil, relawan Damkar dan masyarakat langsung melakukan peninjauan sekaligus pemadaman di lokasi.

Sebanyak 26 personel gabungan dikerahkan untuk mengendalikan api. Berkat kerja sama tersebut, api berhasil dipadamkan hingga kegiatan berakhir sekitar pukul 00.00 WITA.

Polsek Sangasanga memastikan situasi di lokasi aman dan terkendali. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam pengecekan dan pendalaman, sedangkan kerugian materiil masih dalam pendataan.

Kapolsek Sangasanga Iptu Wahid menegaskan pihaknya bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah rawan Karhutla, termasuk memastikan informasi lokasi dan titik api dapat menjadi dasar penanganan secara cepat dan tepat.

Surutnya Danau Semayang Sisakan Belukar Kering, Api Muncul di Akses Desa Semayang

Kukar – Surutnya air Danau Semayang menyisakan hamparan semak belukar yang mengering. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian saat kebakaran lahan terjadi di Dusun Durung RT 08, Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) malam.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan pinggir jalan masuk Desa Semayang. Api membakar vegetasi dan semak belukar yang sebelumnya mengering akibat menyusutnya air Danau Semayang.

Begitu informasi diterima, personel Polsek Kenohan bersama Pemerintah Desa Semayang, personel TNI, tim Damkar Kota Bangun, Damkar Kecamatan Kenohan serta masyarakat bergerak ke lokasi. Penanganan dilakukan sejak malam hari dengan fokus menghentikan api agar tidak berkembang dan merembet ke wilayah yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Di lokasi yang berada dekat akses jalan desa, petugas berhasil memadamkan api. Namun, persoalan belum sepenuhnya selesai. Api masih terlihat pada bagian lahan yang berada lebih jauh dari badan jalan.

Kondisi gelap menjadi tantangan tersendiri. Selain menyulitkan penghitungan luasan lahan yang terbakar, petugas juga menghadapi keterbatasan sumber air dan akses menuju titik api yang sulit dijangkau.

Karena itu, personel gabungan bersama warga tetap bertahan di sekitar lokasi untuk melakukan pemantauan. Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan api kembali membesar maupun merembet ke arah permukiman.

Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo melalui personelnya menegaskan bahwa penanganan tidak berhenti pada pemadaman api. Polisi juga melakukan pengecekan lokasi, meminta keterangan awal warga, berkoordinasi dengan unsur terkait serta mendalami penyebab kebakaran.

“Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan api tidak berkembang dan merembet ke arah permukiman. Penyebab kebakaran juga masih dalam pengecekan dan pendalaman di lokasi,” ujarnya.

Hingga laporan terakhir, luas lahan yang terbakar belum dapat dipastikan karena kondisi malam dan keterbatasan jarak pandang. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.

Polsek Kenohan juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi kering akibat surutnya air danau. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan.

Hingga malam hari, personel Polri, TNI dan masyarakat masih melakukan standby dan pemantauan di sekitar lokasi. Situasi secara umum aman dan terkendali.

Karhutla Sungai Merdeka Meluas 15 Hektare, Tim Gabungan Berjibaku hingga Malam

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah RT 04, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi tantangan serius bagi tim gabungan. Api yang awalnya membakar sekitar 2 hektare pada Senin (7/9/2026) malam, meluas hingga total sekitar 15 hektare pada Selasa (8/9/2026).

Titik api bahkan terlihat dari ruas Tol Balikpapan–Samarinda Km 31+400 B, sehingga penanganan dilakukan secara intensif untuk mencegah api semakin meluas.

Pada Senin malam, personel gabungan dari Otorita IKN, Polsek Samboja, Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Manggala Agni, Gakkum Hutwil Kaltim, Jasa Marga Tol Balikpapan–Samarinda serta MPA Sungai Merdeka bergerak menuju lokasi.

Namun, medan bukan perkara mudah. Dari badan jalan tol menuju titik api, petugas harus berjalan kaki sekitar 2 kilometer sambil membawa mesin pompa Mark3 dan peralatan pemadaman. Selang sebanyak delapan unit dengan total panjang sekitar 240 meter juga harus disambungkan dari sumber air di sungai.

Kondisi semakin berat karena kebakaran terjadi pada malam hari di kawasan berupa rumput rawa kering dan semak gambut. Jarak pandang terbatas sehingga petugas harus mengandalkan penerangan senter saat bergerak di medan.

Hingga sekitar pukul 02.00 WITA, api belum sepenuhnya padam. Persediaan BBM mesin pompa Mark3 habis, sementara akses menuju lokasi sulit dan personel telah mengalami kelelahan. Upaya pemadaman akhirnya dihentikan sementara dengan tetap memperhatikan kondisi titik api.

Pada Selasa (8/9/2026), api kembali merembet hingga wilayah RT 16 Kelurahan Sungai Merdeka. Akses menuju titik api kemudian dilakukan melalui jalan masuk Panti Asuhan Hidayatul Hayat.

Penanganan diperkuat dengan melibatkan Otorita IKN, Polsek Samboja, Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Kikav Km 28, Manggala Agni, Damkar Samboja, Gakkum Hutwil Kaltim, Jasa Marga Tol Balikpapan–Samarinda, MPA Sungai Merdeka, PT Lembuswana dan PT KMB.

Selain pemadaman dari darat, upaya penanganan juga diperkuat melalui 20 kali bomber water. Tim harus menghadapi asap tebal, minimnya sumber air di sekitar lokasi serta cuaca panas yang membuat vegetasi kering mudah terbakar dan api cepat merambat.

Di tengah kondisi tersebut, personel Polsek Samboja turut melakukan pengamanan, pemantauan perkembangan api, koordinasi dengan unsur terkait serta memastikan upaya pemadaman berjalan hingga titik api dapat dikendalikan.

Setelah berjuang sepanjang hari, tim yang bertahan hingga malam kembali melakukan pemadaman dari titik kumpul di Panti Asuhan Hidayatul Hayya, Kelurahan Sungai Merdeka. Unsur yang bertahan antara lain Otorita IKN, Polsek Samboja, Damkar Samboja, PMI Samboja, Yayasan Jejak Pulang dan MPA Sungai Merdeka.

Hasilnya, sekitar pukul 23.00 WITA, api berhasil dipadamkan. Tim selanjutnya memastikan kondisi lokasi aman dan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan mengutamakan kecepatan respons dan pencegahan agar api tidak semakin meluas.

“Personel terus melakukan koordinasi dan pemantauan di lapangan. Kondisi medan, jarak sumber air dan cuaca menjadi tantangan, namun penanganan tetap dilakukan bersama unsur terkait sampai api berhasil dipadamkan,” ujarnya.

Terkait penyebab kebakaran, pihak terkait masih melakukan penyelidikan. Indikasi awal mengarah pada faktor cuaca panas dan kondisi vegetasi yang sangat kering, namun penyebab pasti belum dapat disimpulkan.

Polsek Samboja juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan serta tidak membuang benda yang berpotensi menjadi sumber api, termasuk puntung rokok maupun sisa material pembakaran.

Sebagai langkah lanjutan, pengecekan kembali akan dilakukan pada Rabu (9/9/2026). Apabila ditemukan bara atau titik api baru, penanganan akan segera dikoordinasikan dengan unsur terkait.

Api di Belakang Permukiman Jembayan, Tim Gabungan Jinakkan Karhutla 3 Hektare

Kukar – Kobaran api membakar lahan warga di Dusun Lembonang RT 001, Desa Jembayan Dalam, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) malam. Yang membuat situasi menjadi perhatian, titik kebakaran berada hanya sekitar 200 meter dari badan jalan dan tepat di belakang kawasan perumahan warga.

Informasi kebakaran diterima personel Polsek Loa Kulu sekitar pukul 19.10 WITA dari masyarakat. Polisi segera berkoordinasi dengan BPBD Kutai Kartanegara dan unsur terkait untuk mempercepat penanganan sebelum api merambat ke kawasan permukiman.

Sekitar pukul 20.40 WITA, tim BPBD tiba di lokasi dan langsung bergabung bersama personel Polsek Loa Kulu, relawan serta masyarakat melakukan pemadaman dan pendinginan.

Kebakaran menghanguskan lahan warga yang diperkirakan mencapai ±3 hektare. Penanganan diperkuat dengan satu unit water truck PT CK, satu unit water truck PT PST serta satu unit kendaraan komando Dalkarhutla BPBD Kukar.

Medan dan kondisi lahan menjadi tantangan tersendiri. Namun, koordinasi lintas unsur membuat upaya pemadaman dapat dilakukan secara efektif hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.30 WITA.

Setelah api padam, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala, terlebih lokasi kebakaran berada dekat dengan permukiman warga.

Sementara itu, dugaan awal kebakaran berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan. Namun, penyebab pasti masih dalam pendalaman dan belum dapat disimpulkan.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto menegaskan bahwa pengamanan kawasan permukiman menjadi perhatian utama dalam penanganan tersebut.

“Begitu informasi diterima, personel langsung melakukan koordinasi dan monitoring. Prioritas kami memastikan api tidak merambat ke permukiman warga,” ujarnya.

Patroli Gabungan Karhutla Muara Kaman Temukan Enam Titik Api, Empat Masih Sulit Dijangkau

Kukar – Upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus dilakukan di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. Selasa (8/9/2026), tim gabungan menyusuri sejumlah wilayah rawan Karhutla hingga menemukan enam titik api.

Patroli dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dari Pelabuhan Muara Kaman dengan menyusuri rute Desa Tunjungan, Desa Liang Buaya hingga Desa Sedulang. Kegiatan melibatkan unsur kecamatan, Polsek Muara Kaman, Koramil, BKSDA, Damkar serta Kencana Group.

Dari hasil penyisiran, petugas menemukan satu titik api di wilayah Muara Kaman Ulu dengan luasan sekitar 1 hektare. Titik tersebut berhasil dipadamkan menggunakan metode penyiraman, meski lokasi api berada sekitar 150 meter dari tepian sungai.

Tim kembali menemukan titik api di Dusun Nangkabonah, Desa Tunjungan, dengan luasan sekitar 0,5 hektare. Api juga berhasil dikendalikan dengan penyiraman menggunakan sumber air yang tersedia di sekitar lokasi.

Namun, patroli menghadapi tantangan besar ketika menemukan empat titik api lainnya yang berada di lokasi sulit dijangkau.

Dua titik berada di kawasan Cagar Alam (CA) Tunjungan, sekitar 1 kilometer dari tepian sungai. Satu titik lainnya berada di kawasan rawa gambut Dusun Nangkabonah dengan jarak sekitar 700 meter dari sungai, sementara satu titik ditemukan di kawasan rawa gambut pemerintah Desa Liang Buaya, sekitar 500 meter dari sungai.

Kawasan cagar alam dan rawa gambut mengalami kekeringan, sementara sejumlah anak sungai yang menjadi jalur menuju lokasi juga dalam kondisi kering. Akses darat menuju titik api pun tidak tersedia, ditambah aliran sungai yang dipenuhi eceng gondok sehingga menyulitkan pergerakan tim.

Untuk mendukung patroli dan penanganan, tim menggunakan dua unit ketinting, dua mesin mini stiker 2,5 untuk penyedotan air, parang, serta satu unit drone milik Kencana Group untuk membantu pemantauan wilayah.

Petugas memastikan kondisi satwa di kawasan cagar alam berdasarkan pemantauan awal belum terdampak langsung oleh kebakaran karena masih terdapat vegetasi dan area penghijauan.

Kapolsek Muara Kaman Iptu Herwin melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya patroli bersama untuk mendeteksi titik api sedini mungkin, sekaligus memetakan lokasi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

“Patroli dilakukan untuk memastikan setiap titik api dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin. Untuk lokasi yang belum dapat dijangkau, pemantauan terus dilakukan sambil berkoordinasi mencari langkah penanganan yang memungkinkan,” ujarnya.

Kegiatan patroli dan penanganan berlangsung hingga sekitar 21.30 WITA. Situasi secara umum aman dan kegiatan berjalan lancar, sementara titik api yang belum dapat dijangkau tetap menjadi perhatian untuk penanganan berikutnya.

Karhutla 15 Hektare di Jembayan, Petugas Berjibaku di Medan Perbukitan

Kukar – Kebakaran lahan melanda kawasan perkebunan sawit milik PT KBP di Dusun Durung RT 12, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Api membakar lahan yang diperkirakan mencapai ±15 hektare. Kondisi lahan yang dipenuhi semak belukar dan vegetasi kering membuat penanganan menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Situasi semakin sulit lantaran lokasi kebakaran berada di wilayah perbukitan, minim sumber air, serta memiliki akses menuju titik api yang cukup sulit. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman dan pengendalian api membutuhkan waktu serta pengerahan berbagai unsur.

Mendapat informasi kebakaran, Bhabinkamtibmas Desa Jembayan Aipda Indra Kusuma bersama personel Koramil Loa Kulu, Pemerintah Desa Jembayan, Damkar Bakungan, BPBD Kutai Kartanegara, pihak PT IHM dan PT MHU, serta masyarakat bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Sinergi lintas unsur tersebut difokuskan pada upaya mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran merembet menuju kawasan permukiman warga di sekitar lokasi.

Hingga laporan disampaikan, personel Polri, TNI, pemerintah desa, petugas pemadam dan masyarakat masih bersiaga di sekitar lokasi untuk memantau perkembangan api dan mengantisipasi munculnya kembali kobaran atau perambatan ke wilayah lain.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan. Petugas masih melakukan pengecekan dan pendalaman untuk mengetahui awal mula kebakaran serta faktor yang memicunya.

Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto melalui personelnya menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan pencegahan meluasnya kebakaran menjadi prioritas dalam penanganan tersebut.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan. Hingga saat ini, situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali, sementara pemantauan terus dilakukan.

Api Kembali Merambat di Sanipah, Tim Gabungan Bergerak Kendalikan Karhutla

Kukar – Kebakaran semak belukar kembali terjadi di Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026). Api yang muncul di titik yang sama dengan kebakaran sehari sebelumnya kembali merambat hingga mendekati lahan perkebunan warga.

Kebakaran terpantau sekitar pukul 12.00 WITA di area seluas kurang lebih 1 hektare. Sebelumnya, titik tersebut telah ditangani melalui pemadaman hingga sekitar pukul 01.30 WITA pada malam sebelumnya.

Mendapat informasi adanya api yang kembali muncul, Polsek Samboja bersama unsur K3 PT AJP, CRC PT PHM, MPA Kelurahan Sanipah, pemerintah kelurahan serta masyarakat langsung bergerak menuju lokasi.

Sebanyak 21 personel dan unsur masyarakat terlibat dalam penanganan. Pemadaman dilakukan menggunakan dua unit Alkon portabel, sekaligus dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.00 WITA, kobaran api dan asap berhasil dikendalikan. Petugas kemudian tetap melakukan pendinginan dan pemantauan di sekitar lokasi.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid menegaskan bahwa penanganan dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api kembali meluas, terlebih titik kebakaran berada dekat dengan lahan perkebunan warga.

“Pemadaman tidak berhenti setelah api terlihat padam. Pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala,” ujarnya.

Untuk penyebab kebakaran, pihak terkait masih melakukan penyelidikan. Kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu indikasi awal yang diperhatikan, namun kepastian penyebab masih menunggu hasil pendalaman.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hingga penanganan selesai, situasi di lokasi aman dan kondusif, dengan titik api dalam tahap pendinginan dan pemantauan.

Berjibaku Hingga Malam, Polisi dan Warga Jinakkan Api di Lahan Semak Anggana

Kukar – Ketika sebagian warga mulai beraktivitas di malam hari, petugas kepolisian bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan relawan justru berjibaku memadamkan kobaran api di lahan semak belukar RT 14, Desa Anggana, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (7/9/2026).

Titik api diketahui sekitar pukul 18.10 WITA. Piket Regu 2 langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Kobaran api melanda lahan semak belukar milik masyarakat dengan luas diperkirakan mencapai ±1 hektare.

Penanganan tidak dilakukan sendirian. Empat personel kepolisian bersama Penjabat Sekcam Anggana, Kepala Desa Anggana, Kepala Desa Sidomulyo, serta sekitar 20 relawan bahu-membahu melawan api hingga malam.

Perjuangan di lapangan tidak mudah, keterbatasan armada pemadam serta jauhnya sumber dan suplai air menjadi kendala tersendiri. Meski demikian, petugas dan relawan tetap melakukan upaya pemadaman secara maksimal agar api tidak merambat ke area lainnya.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.50 WITA. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara pemilik lahan masih belum diketahui.

Keberhasilan pemadaman ini menjadi bukti bahwa pencegahan Karhutla bukan hanya tugas satu pihak. Sinergi antara kepolisian, pemerintah dan masyarakat menjadi kunci ketika api mulai mengancam lingkungan.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama pada lahan yang dipenuhi vegetasi kering dan mudah terbakar.

Api Mengancam Lahan Warga Sarijaya, Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Karhutla

Kukar – Kobaran api kembali mengancam lahan warga di Kelurahan Sarijaya, Kecamatan Sanga Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (8/9/2026). Kebakaran lahan terjadi di kawasan Jalan Yos Sudarso Gang Karya RT 10 sekitar pukul 11.30 WITA.

Begitu informasi diterima, personel Polsek Sanga Sanga bersama unsur TNI, Damkar, relawan, serta personel BKO langsung bergerak melakukan peninjauan sekaligus pemadaman di lokasi.

Sedikitnya 14 personel dari berbagai unsur terlibat dalam penanganan, terdiri dari anggota Polsek Sanga Sanga, Koramil Sanga Sanga, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, Damkar Kecamatan Sanga Sanga, serta relawan pemadam dari Kelurahan Jawa dan Sarijaya.

Lahan milik warga bernama Hartono yang terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare.
Hingga penanganan selesai, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses pengecekan dan pendalaman oleh petugas di lapangan.
Kesigapan tim gabungan membuahkan hasil.

Api berhasil dipadamkan sebelum berkembang lebih luas. Petugas juga memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kapolsek Sanga Sanga Iptu Wahid menyampaikan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan dan sinergi seluruh unsur, terutama ketika kondisi lahan kering dan mudah terbakar.

“Yang paling penting adalah api segera dikendalikan agar tidak meluas. Kami bersama seluruh unsur akan terus melakukan pemantauan dan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materiil masih dalam proses pendataan.

Pisah Sambut Tiga Kapolsek di Polres Kukar, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Amanah dalam Bertugas

Kukar — Polres Kutai Kartanegara menggelar acara pisah sambut Kapolsek Anggana, Kapolsek Loa Janan, dan Kapolsek Sebulu, Selasa (8/9/2026) siang.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Catur Prasetya Lantai III Mako Polres Kutai Kartanegara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar.

Acara berlangsung mulai pukul 13.30 WITA dan dihadiri Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharudiin Faris Raharja Putra, Kabag SDM Kompol Suwarno, Kabag Ren AKP Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan, para Kasat, Kasi, perwira, Kapolsek jajaran, serta jajaran Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara.

Dalam sambutannya, Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa mutasi dan pergantian jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari dinamika organisasi, sekaligus menjadi sarana pembinaan dan pengembangan karier personel.

“Setiap pejabat yang diberikan kepercayaan untuk mengemban suatu jabatan harus mampu mempertanggungjawabkan amanah tersebut secara profesional dan proporsional. Setiap saat kita harus siap melaksanakan tugas maupun menyerahkan kembali jabatan demi kepentingan organisasi,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada para pejabat baru. Ia berharap kehadiran pejabat baru dapat membawa semangat, motivasi, serta inovasi dalam meningkatkan kinerja personel di wilayah hukum Polres Kutai Kartanegara.

Ia menekankan pentingnya profesionalisme, loyalitas, kreativitas, dan kebersamaan dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Saya yakin tugas kita akan berjalan dengan baik apabila kita bekerja secara profesional dan proporsional, serta didukung rasa kebersamaan dan peran seluruh anggota untuk saling bahu membahu mewujudkan situasi yang aman dan kondusif,” tegasnya.

Kepada pejabat lama, Kapolres menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kinerja, serta pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di jajaran Polres Kutai Kartanegara.

“Atas nama keluarga besar Polres Kutai Kartanegara, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kinerja dan pengabdian saudara. Semoga seluruh tugas dan pengabdian terbaik yang telah dilakukan menjadi amal ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah SWT,” ungkapnya.

Kapolres juga memberikan penghargaan kepada para Bhayangkari yang selama ini setia mendampingi dan mendukung suami dalam menjalankan tugas kepolisian, termasuk kontribusi dalam membesarkan Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara.

Menutup sambutannya, Kapolres Kukar mengajak seluruh personel untuk terus mempertahankan situasi keamanan dan ketertiban yang telah terjaga dengan baik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.