Kapolri: Pramuka PUI Wadah Strategis Cetak Generasi Muda Berkarakter dan Pemimpin Masa Depan

Sukabumi – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti sekitar 5.499 peserta, yang terdiri atas anggota Pramuka, pelajar, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, serta tokoh PUI. 0309 – MEMBERIKAN SAMBUTAN PADA APEL KEBANGSAAN KEMAH NASIONAL PRAMUKA PUI 2026.pdf

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan apresiasi kepada Persatuan Ummat Islam (PUI) dan Gerakan Pramuka yang selama ini konsisten menjadi wadah pembinaan generasi muda. Menurutnya, pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berkarakter, disiplin, mandiri, terampil, peduli terhadap sesama, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kapolri menegaskan bahwa Pramuka merupakan wadah strategis dalam mempersiapkan generasi penerus sekaligus calon pemimpin bangsa. Nilai-nilai kedisiplinan, kepemimpinan, gotong royong, kemandirian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan melalui kegiatan Pramuka menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan.

Terlebih, Indonesia akan menghadapi momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Menurut Kapolri, besarnya jumlah penduduk usia produktif akan menjadi kekuatan bangsa apabila diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, penguasaan keterampilan, pembentukan karakter, serta peningkatan daya saing.

Sejalan dengan hal tersebut, Kapolri menyampaikan bahwa pemerintah terus membuka dan memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan berkualitas melalui berbagai program, antara lain Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, LPDP, serta berbagai program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia lainnya.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Kapolri juga mengingatkan para pelajar dan generasi muda agar bijak dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial. Kemajuan teknologi harus digunakan untuk belajar, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Pada saat yang sama, generasi muda diminta untuk menjauhi berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan, seperti judi online, penyalahgunaan narkoba, tawuran, keterlibatan dalam geng, serta penyebaran berbagai konten maupun paham negatif melalui ruang digital.

Kapolri turut mengajak keluarga besar PUI untuk terus mengambil bagian dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan memperkuat nilai Islam wasathiyah, serta menjaga komitmen terhadap Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Semangat kebangsaan dan nilai keagamaan yang moderat dinilai menjadi fondasi penting dalam merawat keberagaman Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga menyampaikan dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada tokoh pendiri PUI, sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan, pengabdian, dan kontribusinya bagi bangsa dan negara.

Selain membentuk karakter, Kapolri berharap gerakan Pramuka semakin hadir dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Anggota Pramuka didorong untuk terlibat aktif dalam pelayanan sosial, penanggulangan bencana, membantu pengamanan berbagai kegiatan masyarakat, menjaga kebersihan, serta melestarikan lingkungan.

“Semangat Pramuka harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Jadilah generasi yang tidak hanya memiliki cita-cita besar, tetapi juga peduli terhadap sesama, siap membantu masyarakat, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya,” pesan Kapolri.

Kapolri menegaskan bahwa Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita. Sinergi antara Polri, PUI, Gerakan Pramuka, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam mempersiapkan generasi muda yang unggul dan berkarakter.

“Adik-adik yang hari ini berdiri sebagai anggota Pramuka adalah generasi penerus dan calon pemimpin Indonesia di masa depan. Teruslah belajar, berlatih, berkarya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Persiapkan diri sebaik-baiknya untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang semakin maju dan berdaya saing,” tutup Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 sendiri dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, dengan rangkaian kegiatan antara lain pengucapan Intisab PUI, sambutan pimpinan PUI, sambutan Kapolri, serta doa bersama.

Kapolda Jambi Hadir Langsung ke Kejati, Sampaikan Ucapan Selamat Hari Lahir Kejaksaan RI

JAMBI – Sebagai wujud penghormatan sekaligus memperkuat sinergitas dan soliditas antar-aparat penegak hukum, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.I.K., M.H., hadir secara langsung di Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, Rabu (2/9/2026).

Kehadiran Kapolda Jambi tersebut secara khusus untuk menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan kelembagaan antara Polda Jambi dan Kejaksaan Tinggi Jambi dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di Provinsi Jambi.

Setibanya di Kantor Kejaksaan Tinggi Jambi, Kapolda Jambi disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi Bapak Sugeng Hariadi, S.H., M.H beserta jajaran. Penyambutan tersebut mencerminkan eratnya hubungan serta sinergitas yang telah terjalin antara Polda Jambi dan Kejaksaan Tinggi Jambi.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jambi didampingi oleh Dirreskrimum, Dirreskrimsus, Dirresnarkoba, Ditpolair dan Dirlantas Polda Jambi.

Kehadiran jajaran tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen Polda Jambi dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi bersama Kejaksaan, khususnya dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan dan berkeadilan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jambi menyampaikan ucapan selamat secara langsung kepada jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi sekaligus memberikan apresiasi atas pengabdian dan kontribusi Kejaksaan dalam penegakan hukum serta memberikan kepastian dan keadilan bagi masyarakat.

“Saya hadir langsung ke Kejaksaan Tinggi Jambi untuk menyampaikan ucapan Selamat Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia. Semoga Kejaksaan RI semakin profesional, berintegritas dan semakin kuat dalam menjalankan tugas penegakan hukum serta memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar Irjen Pol. Krisno H. Siregar.

Kapolda Jambi menegaskan bahwa sinergitas antara Polri dan Kejaksaan merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan.

“Polri dan Kejaksaan memiliki peran strategis dalam sistem penegakan hukum. Karena itu, sinergitas, koordinasi dan kolaborasi yang telah terjalin harus terus kita perkuat. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, kita dapat memberikan pelayanan serta kepastian hukum yang terbaik bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Polsek Sangasanga Amankan Sholat Istisqa, 400 Jamaah Khusyuk Memohon Turunnya Hujan

Kukar – Di tengah kemarau yang melanda, sekitar 400 jamaah mengikuti Sholat Istisqa di halaman Masjid Jami’ Al-Mukarramah, Kelurahan Sangasanga Dalam, Kecamatan Sangasanga, Kamis (3/9/2026) pagi.

Kegiatan yang digelar sebagai ikhtiar memohon hujan yang bermanfaat dan penuh berkah tersebut turut dihadiri Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid bersama personel Polsek Sangasanga, jajaran Koramil, unsur kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga.

Polsek Sangasanga mengambil peran langsung dalam pengamanan kegiatan, mulai dari memastikan situasi di sekitar lokasi tetap kondusif, mengatur kelancaran aktivitas jamaah, hingga melakukan pemantauan selama rangkaian Sholat Istisqa dan doa bersama berlangsung.

Sholat Istisqa dipimpin Imam Ustadz Tajuddin Nor dengan khatib Ustadz Nurul Hakim. Kegiatan berlangsung khidmat dan selesai sekitar pukul 08.30 WITA.

Kapolsek Sangasanga menegaskan kehadiran personel Polri merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.

Karhutla di Muara Aloh Membesar, Tim Gabungan Berjibaku Selamatkan Permukiman Warga

Kukar – Kebakaran lahan gambut kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kali ini, api melanda kawasan gambut di RT 005 Desa Muara Aloh dan sempat menjalar hingga membakar satu unit sarang burung walet milik warga.

Peristiwa tersebut terjadi sejak Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 14.30 WITA dan penanganannya masih berlangsung hingga Kamis (3/9/2026) dini hari.

Kebakaran lahan gambut diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Kobaran api yang berada tidak jauh dari permukiman membuat tim gabungan harus bergerak cepat untuk mencegah api semakin meluas.

Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani bersama 12 personel Polsek Muara Muntai turun langsung ke lokasi untuk memimpin dan mengoordinasikan upaya pemadaman bersama Koramil, pemadam kebakaran, relawan serta masyarakat.

Menurut keterangan awal saksi, api pertama kali terlihat dari lahan gambut sekitar 100 meter dari permukiman. Api kemudian dengan cepat membesar dan menjalar ke kawasan gambut serta mengenai satu unit sarang walet berukuran sekitar 6 x 12 meter.

Sarang walet milik warga tersebut mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sementara diperkirakan mencapai Rp200 juta. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Upaya pemadaman sempat berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WITA. Karena kondisi lahan gambut yang sulit dipadamkan dan api masih berpotensi meluas, tim Posko Karhutla Muara Muntai kemudian meminta dukungan tambahan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sekitar pukul 00.30 WITA, bantuan dua unit tim pemadam kebakaran Kabupaten Kukar tiba di lokasi. Kapolsek Muara Muntai selanjutnya mengoordinasikan pembagian tugas antara personel gabungan untuk melakukan pemadaman sekaligus pendinginan.

Kekuatan personel yang terlibat semakin diperkuat, terdiri dari 12 personel Polsek Muara Muntai, 12 relawan Damkar Muara Leka, 5 personel Koramil, 7 personel Damkar Kecamatan Muara Muntai, 15 personel Damkar Kabupaten Kukar serta 10 personel BKO Brimob Polda Kaltim.

Pemadaman juga mendapat dukungan sarana dari PT JMS berupa dua unit water tank dan satu unit mobil pemadam kebakaran.

Berkat respons cepat dan koordinasi tim gabungan, titik api di sekitar permukiman Desa Muara Aloh berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai menjalar ke kawasan permukiman warga.

Meski demikian, sejumlah titik api masih mengarah ke kawasan danau. Tim Posko Karhutla bersama Damkar Kabupaten Kukar terus melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar maupun meluas.

Kapolsek Muara Muntai IPTU Jaelani menegaskan, personel gabungan akan terus berada di lokasi hingga situasi benar-benar aman dan titik api dapat dikendalikan.

Polsek Muara Muntai juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan kawasan gambut yang mudah terbakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material akibat terbakarnya sarang walet ditaksir mencapai Rp200 juta.

Karhutla 3 Hektare di Pendingin, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api hingga Malam

Kukar – Kebakaran lahan berupa semak belukar dan ilalang melanda kawasan Jalan Jaya Makmur RT 05, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Kebakaran yang menghanguskan sekitar 3 hektare lahan tersebut langsung mendapat penanganan dari tim gabungan. Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid bersama Danramil Sangasanga Kapten Leo Nardo turun langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan seluruh unsur untuk mempercepat proses pemadaman.

Penanganan melibatkan Polsek dan Koramil Sangasanga, BKO Polairud Polda Kaltim, BKO Yon TP Balikpapan, Damkar Kecamatan Sangasanga, pemadam PT Pertamina EP Sangasanga, PT Putra Ramli, PT Masbro, PT Adimitra Baratama Nusantara serta relawan Damkar Kelurahan Pendingin.

Kebakaran yang didominasi material mudah terbakar seperti semak belukar, ilalang dan ranting kering membuat proses pemadaman membutuhkan waktu. Dengan dukungan sejumlah armada pemadam dan kendaraan water supply, tim gabungan akhirnya berhasil mengendalikan api sekitar pukul 22.00 WITA.

Usai api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan pendinginan dan pemantauan di sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Kapolsek Sangasanga IPTU Wahid mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, khususnya saat kondisi lingkungan kering.

“Apabila menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” imbaunya.

Karhutla Meluas 2 Hektare di Sebulu Modern, Polisi Turun Langsung Tangani Api

SEBULU – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Desa Sebulu Modern, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026). Kebakaran menghanguskan lahan sekitar 2 hektare yang didominasi semak belukar, ilalang dan ranting kering.

Mendapat informasi tersebut, tiga personel Polsek Sebulu langsung mendatangi lokasi dan melakukan penanganan. Petugas juga berkoordinasi dengan unsur terkait serta didukung dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Sebulu.

Kondisi medan dan material kering membuat proses pemadaman harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah api meluas. Hingga laporan dibuat, proses pemadaman masih terus berlangsung.

Polsek Sebulu mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca dan lahan yang kering. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Karhutla 2 Hektare di Sungai Merdeka, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api hingga Sore

Kukar – Kebakaran hutan dan semak belukar melanda area RT 07, Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (3/9/2026). Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hektare.

Mendapat informasi kebakaran, Polsek Samboja bersama Brimob Polda Kaltim, Koramil Samboja, Manggala Agni, MPA, PMI dan Pasukan Merah langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Tim gabungan harus menempuh medan cukup sulit. Titik api berada sekitar 3,5 kilometer dari jalan poros Balikpapan–Samarinda Km 36, dengan kondisi akses jalan yang kurang baik. Jarak lokasi dari Mako Polsek Samboja sendiri mencapai sekitar 40 kilometer.

Sebanyak 27 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan tersebut. Berkat kerja sama dan respons cepat seluruh unsur, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.30 WITA. Petugas kemudian memastikan kondisi api dan asap telah terkendali guna mencegah munculnya kembali titik api.

Kapolsek Samboja AKP Mohamad Yazid mengatakan penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur, terutama ketika lokasi kebakaran berada di medan yang sulit dijangkau.

“Penanganan dilakukan bersama-sama agar api tidak semakin meluas. Setelah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan untuk memastikan situasi benar-benar aman,” ujarnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Patroli Karhutla Berujung Pengungkapan, Polsek Muara Wis Amankan Pria dengan Dugaan Sabu

Kukar – Kegiatan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilakukan personel Polsek Muara Wis berujung pada pengungkapan dugaan tindak pidana narkotika di Jalan Poros Tenggarong–Kubar, Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WITA. Saat melaksanakan patroli di wilayah hukumnya, personel Polsek Muara Wis mendapati seorang pria yang kemudian dilakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan satu paket plastik klip berisi serbuk putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor sekitar 0,35 gram. Selain itu, polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor dan satu lembar tisu yang diduga berkaitan dengan temuan tersebut.

Seorang pria berinisial AS (32) kemudian diamankan dan dibawa ke Polsek Muara Wis bersama barang bukti untuk menjalani pemeriksaan serta proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolsek Muara Wis AKP Al Annas menyampaikan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari kegiatan patroli rutin yang dilakukan personel sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Setiap informasi dan temuan di lapangan akan kami tindaklanjuti sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Saat ini, perkara masih dalam proses penyidikan untuk melengkapi seluruh fakta dan alat bukti,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara tersebut, kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari pembuatan laporan polisi, pengamanan pihak yang diduga terlibat beserta barang bukti, pemeriksaan saksi, hingga proses penyidikan.

Terhadap pihak yang diamankan, penyidik menerapkan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan peraturan perundang-undangan terkait lainnya, sesuai hasil penyidikan dan proses hukum yang berjalan.

Polsek Muara Wis menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap dugaan peredaran maupun penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.

Pihak yang diamankan dalam perkara ini masih menjalani proses hukum dan status hukumnya akan ditentukan berdasarkan proses peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Karhutla di Teluk Dalam, Api Berhasil Dikendalikan

Kukar – Kebakaran lahan berupa semak belukar dan bambu terjadi di kawasan hutan Jalan Perusahaan RT 04, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026).

Mendapat informasi adanya kebakaran, Polsek Muara Jawa bersama Koramil Muara Jawa, Damkar Kecamatan Muara Jawa, pihak perusahaan dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan secara bersama-sama.

Kapolsek Muara Jawa dan Danramil Muara Jawa turut berada di lapangan memimpin koordinasi penanganan. Kekuatan tim gabungan terdiri dari 2 personel Polsek Muara Jawa, 2 personel Koramil Muara Jawa, 10 personel Damkar Muara Jawa serta 12 warga Kelurahan Teluk Dalam.

Dalam proses pemadaman, tim gabungan didukung 1 unit mobil Damkar, 2 unit mobil vakum Pertamina dan 1 unit mobil tangki PT JML. Sinergi antarunsur tersebut mempercepat proses pemadaman sehingga api yang membakar sekitar 0,3 hektare lahan dapat berhasil dikendalikan pada pukul 15.20 WITA.

Setelah api padam, tim gabungan tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas melakukan pendinginan pada sejumlah titik yang masih berpotensi memunculkan api kembali, sekaligus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi benar-benar aman.

Kapolsek Muara Jawa IPTU Yoga Fattur Rahman, menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan respons dan kekompakan seluruh unsur.

“Sinergi antara Polri, TNI, Damkar, perusahaan dan masyarakat sangat penting. Dengan bergerak bersama, api dapat segera dikendalikan sebelum meluas,” ujarnya.

Polsek Muara Jawa juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, terutama pada kondisi lahan yang kering. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Hingga seluruh rangkaian penanganan selesai, situasi di lokasi dalam keadaan aman dan terkendali.

Cegah Karhutla, Tim Terpadu Kota Bangun Darat Siapkan Posko dan Perkuat Sinergi

Kukar – Mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polsek Kota Bangun bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI dan perusahaan memperkuat sinergi melalui rapat koordinasi tim terpadu di Kantor Kecamatan Kota Bangun Darat, Rabu (2/9/2026).

Rapat yang dipimpin Camat Kota Bangun Darat Zulkifli dan dihadiri Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan tersebut menghasilkan sejumlah langkah konkret, di antaranya rencana pembangunan Posko Karhutla serta penguatan koordinasi dan gotong royong apabila terjadi kebakaran.

Kapolsek Kota Bangun juga menegaskan bahwa masyarakat dilarang melakukan pembakaran lahan secara sengaja. Apabila ditemukan tindakan tersebut, Polsek Kota Bangun akan melakukan penindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Selain itu, perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Bangun Darat didorong turut membantu pemerintah dan aparat dalam pencegahan maupun penanggulangan Karhutla, termasuk dukungan sarana pemadaman saat terjadi kebakaran.

Upaya preemtif dan preventif juga akan ditingkatkan melalui edukasi serta pemasangan imbauan di lokasi-lokasi yang mudah dilihat masyarakat.