Polres Kukar Datangi TKP Peristiwa Gantung Diri di Desa Loa Lepu
Kukar – Piket Polres Kukar mendatangi TKP peristiwa gantung diri, yang diduga dilakukan oleh korban IH (27). Peristiwa naas itu terjadi dikebun yang berlokasi di Rt.04 Desa Loa Lepu, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar pada Minggu (21/6/2026).
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Kasi Humas Iptu Maryono mengatakan bahwa mengenai identitas korban, dari KTP yang kami dapat korban berinisial IH (27) asal Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
“Berdasarkan keterangan dari saksi Marju bahwa pada hari Kamis, 18 Juni 2026 sekira pukul 06.00 WITA melihat satu unit sepeda motor honda beat warna hitam yang terparkir diatas jembatan gorong-gorong persis didepan pondok saksi Marju, namun dirinya mengira pemilik motor terdebut adalah pemburu binatang”, Jelas Kasi Humas.
Lebih lanjut lagi Iptu Maryono menerangkan, bahwa setelah dua hari motor tersebut masih berada disana, setelah itu saksi Marju memfoto dan mengirimkan di grup RT dengan maksud mencari tau siapa pemilik kendaraan tersebut.
“Pada hari Minggu, 21 Juni 2026 sekira pukul 10.10 WITA saksi Marju dan Saksi Suradi masuk kedalam kebun milik Samsudin untuk mencari rumput pakan ternak, namun tercium bau busuk dan diketemukan jasad korban sudah tergantung dalam keadaan membusuk dan dikerubungi lalat. Kemudian kejadian tersebut dilaporkan kepada Ketua Rt.03 dan diteruskan kepads Polsek Tenggarong Seberang”, Ujar Iptu Maryono.
Kasi Humas menyebutkan bahwa anggota Piket Polsek Tenggarong Seberang yang menerima laporan bersama dengan Piket SPKT, Inafis dan Piket Fungsi Polres Kukaf langsunh ke lokasi untuk menhamankan TKP dan memasang garis Polisi yang kemudian dilakikan olah TKP.
Selanjutnya, tambah dia, korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit untuk dilakukan visum luar sambil menunggu keluarga korban dari Muara Wahau Kabupaten Kutim.
Kasi Humas Iptu Maryono menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan bunuh diri dalam menyelesaikan segala permasalahan yang ada.
“Apabila ada suatu permasalahan yang rumit dan tidak bisa untuk diselesaikan sendiri, segera berkomunikasi dengan orang lain, yakni orang tua, saudara hingga tokoh agamanya, agar dapat dibantu dalam penyelesaiannya. Selain itu, dapat mengunjungi klinik kejiwaan atau rumah sakit untuk berkonsultasi dengan psikiater,” pesan Kasi Humas.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!