Redam Sengketa Lahan, Bhabinkamtibmas Desa Jongkang Satukan Kembali Hati Warga yang Berselisih

Kukar – Di balik rimbunnya lahan di kawasan RT.1 Desa Jongkang, sempat tersimpan ketegangan yang membayangi hubungan bertetangga. Namun, api perselisihan terkait tumpang tindih (overlap) lahan tersebut akhirnya padam, berganti dengan jabat tangan hangat dalam sebuah mediasi damai yang diprakarsai oleh Bhabinkamtibmas Desa Jongkang, Aiptu Budi Santoso.

Pada Selasa (14/04/2026) pagi, suasana di Jalan Eks Projakal tampak berbeda. Sejak pukul 09.30 WITA, Aiptu Budi Santoso bersama jajaran Tiga Pilar—Kades Jongkang Syuriansah dan Babinsa Serma Siswanto—duduk melingkar bersama dua warga yang bersengketa.

Alih-alih menempuh jalur hukum yang melelahkan, Aiptu Budi Santoso memilih pendekatan problem solving melalui musyawarah kekeluargaan. Selama tiga jam, ruang dialog dibuka lebar. Setiap keluhan didengarkan dengan empati, dan setiap dokumen dipelajari dengan saksama.

“Tanah mungkin punya batas, tapi silaturahmi antarwarga tidak boleh terputus. Kami di sini bukan untuk mencari siapa yang menang atau kalah, tapi mencari jalan tengah agar semua pihak bisa kembali hidup berdampingan dengan tenang,” ujar Aiptu Budi Santoso di sela-sela mediasi.

Titik terang mulai terlihat saat para peserta mediasi bersama-sama melakukan peninjauan lapangan. Dengan merujuk pada dokumen SPPT tahun 1999 dari Desa Rempanga, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk saling menghormati batas lahan masing-masing.

Ada lima poin kesepakatan yang lahir dari pertemuan tersebut, di antaranya komitmen menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, pengakuan terhadap patok batas yang telah dipasang, serta kesediaan untuk saling menjadi saksi jika terjadi pembaruan administrasi tanah di masa depan. Kesepakatan ini pun dikukuhkan dengan penandatanganan berita acara sebagai simbol perdamaian yang sah.

Kehadiran tokoh masyarakat seperti Kasipem Ahmad, dan mantan Kades Salasnian, memberikan kekuatan moral bagi warganya untuk melepaskan ego masing-masing. Senyum lega terpancar dari wajah kedua warga ini saat mediasi berakhir pukul 12.30 WITA dalam situasi yang sangat kondusif.

Kepala Desa Jongkang, Syuriansah, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Bhabinkamtibmas yang berhasil menjadi “jembatan” bagi warga.

“Ini adalah bukti bahwa komunikasi yang baik adalah kunci. Kami berterima kasih kepada Polri yang selalu hadir merangkul warga hingga konflik sekecil apa pun bisa tuntas tanpa kekerasan,” ungkapnya.

Kisah dari Desa Jongkang ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa di atas tanah yang subur, yang paling berharga untuk ditanam adalah benih-benih persaudaraan. Lewat peran aktif Bhabinkamtibmas, kedamaian di Kabupaten Kutai Kartanegara tetap terjaga, satu jabat tangan pada satu waktu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

eleven − 7 =