Survei Indikator: Mayoritas Pemudik Lebaran Puas dengan Operasi Ketupat 2026

JAKARTA, iNews.id – Mayoritas masyarakat yang mudik Lebaran 2026 puas dengan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Hal itu terpotret dalam survei Indikator Politik Indonesia.
Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyebut pihaknya membagi dua kategori dalam melihat tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2025.

Kategori pertama, kata dia, survei dilakukan kepada masyarakat yang tidak melaksanakan mudik. Sementara kategori kedua ditujukan bagi masyarakat yang melakukan mudik.
“Mayoritas warga secara umum 80,8 persen puas dengan penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini. Terlebih di kalangan pemudik tingkat kepuasan lebih tinggi yakni 85,3 persen,” ujar Burhanuddin dalam konferensi pers, Selasa (7/4/2026).
Burhanuddin mengatakan tingkat kepuasan penyelenggaraan mudik Lebaran tidak menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Dalam survei tersebut, dia menyebut sebanyak 81,4 persen kalangan masyarakat dari kelompok umum setuju Operasi Ketupat 2026 lebih baik menciptakan kelancaran arus lalu lintas. Sementara di kalangan pemudik, jumlah yang setuju lebih tinggi yakni 82,7 persen.

Ini Daftar Program Pemerintah yang Buat Pemudik Merasa Terbantu Menurut Survei Indikator

Suara.com – Indikator mengeluarkan survei terbaru terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap sejumlah program pemerintah saat pelaksanaan mudik 2026 pada Maret lalu.

“Yang dianggap membantu itu program mudik gratis. Meskipun menjadi program paling populer, bantuan pangan itu nomor dua (tingkat kepuasan), meskipun tidak terlalu beda ya, dianggap membantu,” jelas Hendro Prasetyo selaku peneliti utama Indikator, saat merilis Survei Evaluasi Publik Terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026, di Jakarta, Selasa (7/4).

Periode survei ini dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April melalui tatap muka. Populasi survei adalah seluruh warga Indonesia yang punya hak pilih.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah 1.200 responden. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error atau toleransi kesalahan sekitar 2,9 persen.
Selanjutnya, program diskon tarif angkutan umum mencatat tingkat kepuasan sebesar 82,6 persen, disusul jaminan pemerintah agar harga BBM tidak naik di urutan keempat dengan tingkat kepuasan 81,9 persen.

Hendro mengatakan tingkat kepuasan terhadap program-program tersebut juga dipengaruhi oleh tingkat kepopuleran serta cakupan penerima manfaatnya.

Pemudik Puas dengan Rekayasa Lalin hingga Posko Polri saat Mudik-Balik Lebaran 2026

JAKARTA – Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas pemudik merasa puas terhadap fasilitas dan layanan selama pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Hal tersebut terungkap dalam survei evaluasi publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 yang dirilis pada Selasa (7/4/2026).
“Mayoritas pemudik merasa puas dengan fasilitas dan layanan selama arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. Pemudik paling puas terhadap penyediaan posko oleh Polri untuk pengamanan, pusat informasi, sekaligus layanan tempat istirahat,” kata Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Rizka Halida.
Dalam survei tersebut, tingkat kepuasan terhadap posko Polri mencapai 84 persen. Sementara itu, ketersediaan bahan bakar memperoleh tingkat kepuasan sebesar 81,7 persen.
Selanjutnya, angkutan umum mendapat penilaian positif sebesar 79,7 persen. Rekayasa lalu lintas di ruas jalan tol, seperti sistem one way dan contraflow, mencatat tingkat kepuasan sebesar 77,6 persen.
Adapun pengaturan lalu lintas di jalan non-tol memperoleh kepuasan sebesar 76,1 persen, sedangkan kondisi jalan secara umum berada di angka 74,4 persen.
Selain itu, survei juga mencatat tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 berada pada level sangat tinggi. Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelayanan mudik tahun ini.

Survei Indikator: 85,3% Pemudik Puas Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026

Jakarta – Indikator Politik Indonesia menyampaikan hasil survei terkait kepuasan publik terkait penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Total 85,3 persen pemudik menyatakan puas atas pelayanan mudik Lebaran tahun ini.
Survei ini digelar lewat wawancara tatap muka pada periode 29 Maret hingga 4 April 2026 dengan 1.200 orang menjadi responden. Metode survei menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei Indikator membagi dua kategori dalam melihat tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026. Kategori pertama, survei dilakukan kepada semua responden baik yang tidak melaksanakan mudik dan kategori kedua kepada responden yang melaksanakan mudik tahun ini.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan secara umum, sekitar 80,8 persen masyarakat puas dengan penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini. Jika dikercutkan pada mereka yang mudik, ada 85,3 persen pemudik menyatakan puas atas pelayanan mudik Lebaran 2026.

“Di kalangan warga secara umum baik pemudik atau bukan, tingkat kepuasan di tahun 2026 terkait penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini mencapai 80,8 persen. Jadi sangat tinggi,” kata Burhanuddin dalam jumpa pers hasil survei Evaluasi Publik Terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026, Selasa (7/4/2026).

“Bagaimana dengan warga yang secara khusus melakukan perjalanan mudik? Ternyata lebih tinggi, 85,3 persen,” sambungnya.

Burhanuddin menjelaskan, data survei ini juga menunjukkan tingkat kepuasan warga terhadap penyelengaraan mudik Lebaran tahun ini dengan 2025 berada di level yang masih tinggi. Total ada 10,8 persen responden yang merasa puas atas penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini. Angka itu tidak jauh berbeda dengan perolehan 10,6 persen warga yang puas dengan penyelenggaraan mudik tahun 2025.

Hal yang sama terlihat pada kategori cukup puas, yaitu ada 70,0 persen warga yang merasa puas atas penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini. Tidak jauh berbeda dengan angka 70,3 persen warga yang merasa cukup puas dengan penyelenggaraan mudik Lebaran tahun lalu.
“Di kalangan semua responden, tingkat kepuasan penyelenggaraan mudik Lebaran tahun ini secara umum sama tinggi dengan tahun lalu,” ujar Burhanuddin.

Berikut ini hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait tingkat kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026:

Sangat Puas
Semua responden: 10,8 persen
Khusus yang mudik: 15,3 persen

Cukup Puas
Semua responden: 70,0 persen
Khusus yang mudik: 70,0 persen

Kurang Puas
Semua responden: 7,1 persen
Khusus yang mudik: 9,5 persen

Tidak Puas Sama Sekali
Semua responden: 1,1 persen
Khusus yang mudik: 0,9 persen

Tidak Tahu/Tidak Jawab
Semua responden: 10,9 persen
Khusus yang mudik: 4,3 persen

Indikator: Kepuasan publik mudik Lebaran 2026 capai 80,8 persen

Jakarta (ANTARA) – Tingkat kepuasan publik terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 mencapai 80,8 persen, berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia, yang mencerminkan evaluasi positif terhadap layanan pemerintah di tengah mobilitas sekitar 47 juta warga.

Founder sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, penilaian tersebut berasal dari seluruh responden, baik yang melakukan mudik maupun tidak.

“Tingkat kepuasan masyarakat secara umum terhadap penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 mencapai 80,8 persen,” ujarnya dalam rilis temuan survei bertajuk Evaluasi Publik terhadap Penyelenggaraan Mudik Lebaran 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Di kalangan pemudik, tingkat kepuasan tercatat lebih tinggi, yakni 85,3 persen, yang merupakan gabungan dari responden yang menyatakan sangat puas dan cukup puas.
Menurut Burhanuddin, perbedaan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh sumber informasi yang diperoleh responden.

“Perbedaan ini kemungkinan karena mereka yang tidak mudik menilai dari media, yang cenderung menyoroti peristiwa negatif seperti kemacetan,” katanya.

Ia menambahkan, capaian tersebut relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 80 hingga 81 persen. Bahkan, sekitar 81 persen responden menilai pengaturan arus mudik tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu. Penilaian dari kalangan pemudik sedikit lebih tinggi, yakni mencapai 82,7 persen.

Selain itu, persepsi terhadap keselamatan juga menunjukkan tren positif. Sebanyak 79,8 persen responden menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa angka kecelakaan lalu lintas selama periode mudik mengalami penurunan, baik untuk kategori ringan, sedang, maupun fatal.
Survei yang dilakukan pada 29 Maret hingga 4 April 2026 terhadap 1.200 responden, dengan margin of error sekitar ±2,9 persen, juga menunjukkan bahwa penilaian positif relatif merata di berbagai kelompok demografi.

“Semua kelompok demografi, berdasarkan usia, gender, pendidikan, pendapatan, hingga wilayah, cenderung memberikan evaluasi positif,” ujar Burhanuddin.

Menariknya, responden yang aktif mengakses media sosial justru menunjukkan tingkat kepuasan lebih tinggi, seperti pengguna Instagram yang mencapai 88 persen dan WhatsApp sekitar 83 persen.
Sebaliknya, pembaca media konvensional seperti koran cenderung lebih kritis, dengan tingkat kepuasan sekitar 70 persen.

Meski demikian, Burhanuddin menekankan bahwa evaluasi publik tetap menjadi instrumen penting untuk mengukur kualitas layanan lintas sektor, termasuk transportasi dan keselamatan.

“Untuk itu, kita memerlukan metode sistematik untuk mengukur sejauh mana layanan publik tersebut dievaluasi positif atau negatif oleh masyarakat,” ujarnya.

Haidar Alwi: Operasi Ketupat 2026 Bukti Nyata Presisi Kapolri, 85,3% Pemudik Puas

Jakarta – Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berdasarkan survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Capaian ini dipandang bukan sekadar statistik tahunan, melainkan gambaran nyata pengalaman publik dalam menghadapi salah satu mobilitas terbesar di dunia.

Dalam skala pergerakan jutaan orang lintas wilayah dalam waktu singkat, tingkat kepuasan tersebut menjadi indikator konkret bahwa sistem pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Keberhasilan ini dinilai lahir dari pendekatan terukur, terintegrasi, serta berbasis sistem yang kuat.

Mudik Lebaran selama ini dikenal bukan hanya tradisi sosial, tetapi fenomena nasional dengan kompleksitas tinggi. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur utama, potensi kecelakaan, hingga gangguan distribusi logistik menjadikan momentum ini sebagai ujian kapasitas negara. Dalam situasi tersebut, kegagalan pengelolaan bukan hanya berdampak pada kemacetan, tetapi berpotensi memicu gangguan stabilitas yang lebih luas. Karena itu, kelancaran dan keamanan mudik dipandang sebagai indikator kemampuan negara mengelola tekanan publik secara langsung.

Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni Ikatan Alumni ITB, Haidar Alwi, menilai kepuasan publik pada momentum mudik tidak dapat dilihat sekadar sebagai ukuran pelayanan, tetapi refleksi kualitas sistem negara dalam mengelola mobilitas sosial berskala besar.

“Dalam sistem modern, pergerakan manusia dalam jumlah besar adalah ujian kapasitas negara yang paling nyata. Ketika mobilitas dapat dikelola secara aman, lancar, dan terkendali, itu menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan, data, dan eksekusi di lapangan. Kepuasan publik dalam konteks ini bukan sekadar persepsi, tetapi cerminan dari sistem yang bekerja secara utuh,” tegas Haidar Alwi.

Ia menekankan, tanpa memahami mudik sebagai sistem kompleks, angka kepuasan 85,3 persen mudah dianggap sebagai capaian biasa. Padahal di baliknya terdapat struktur pelayanan terintegrasi yang mencakup pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran negara di titik-titik krusial perjalanan masyarakat.

Survei tersebut juga menampilkan indikator turunan yang memperkuat kualitas pelayanan di lapangan. Sebanyak 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan kepolisian yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, sekaligus ruang istirahat masyarakat. Selain itu, 77,6 persen responden menyatakan puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow yang diterapkan secara dinamis untuk mengurai kepadatan kendaraan.

Di sisi lain, 81,7 persen responden menyatakan puas terhadap ketersediaan bahan bakar, menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan efektif selama periode mudik. Data ini menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sistem pelayanan yang saling terhubung dan berjalan simultan.

“Pelayanan publik yang efektif tidak ditentukan oleh seberapa banyak kebijakan dibuat, tetapi oleh seberapa tepat kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika sistem mampu menerjemahkan kompleksitas menjadi solusi, di situlah kepercayaan publik mulai terbentuk secara rasional,” jelas Haidar Alwi.

Keberhasilan ini juga dinilai tidak terlepas dari arah kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam kerangka tersebut, kepolisian tidak hanya bergerak reaktif, tetapi mengedepankan kemampuan membaca potensi risiko sebelum berkembang menjadi masalah.

Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak lagi sekadar operasi rutin tahunan, melainkan model pelayanan publik yang menunjukkan kemampuan institusi negara bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hadir di Tengah Masyarakat, Sat Brimob Polda Kaltim Intensifkan Patroli Humanis hingga Pengamanan Obyek Vital

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Samarinda – Dalam rangka memelihara stabilitas kamtibmas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat, personel Satuan Brimob Polda Kaltim terus mengintensifkan kegiatan patroli di sejumlah wilayah, baik melalui pendekatan humanis maupun pengamanan obyek vital, Senin (06/04/26).

Di wilayah Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, satu regu personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor melaksanakan patroli sambang dengan menyisir titik-titik keramaian ekonomi dan transportasi, mulai dari pasar tradisional di Jalan Karang Asam Ilir hingga kawasan Pelabuhan Sungai Kunjang di Jalan Untung Suropati. Dalam kegiatan tersebut, personel dilapangan aktif berdialog dengan pedagang, pengunjung pasar, serta para pekerja pelabuhan guna menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan imbauan kamtibmas secara humanis.

Sementara itu, di wilayah Kabupaten Kutai Barat, satu regu personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor melaksanakan patroli pengamanan obyek vital di kawasan Melak dan sekitarnya. Patroli difokuskan pada sejumlah lokasi strategis, seperti Kantor PLN di Jalan Dewi Sartika Melak Ilir, Kantor Pegadaian di Jalan Bung Tomo Melak Ulu, serta pusat perbelanjaan di kawasan Barong Tongkok. Personel melakukan pengecekan sistem keamanan serta berkoordinasi dengan petugas setempat guna memastikan aktivitas pelayanan publik berjalan aman dan lancar.

Secara terpisah, Komandan Satua Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus membangun kepercayaan publik melalui pendekatan yang humanis.

“Patroli sambang dan pengamanan obyek vital merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan Brimob selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Kami berkomitmen menjaga kondusivitas wilayah Kalimantan Timur dengan mengedepankan pendekatan humanis serta meningkatkan intensitas kehadiran personel di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa perlindungan terhadap pusat-pusat aktivitas masyarakat dan infrastruktur penting menjadi prioritas utama dalam menjaga stabilitas keamanan daerah.

“Teruslah mengabdi dengan ketulusan hati karena keamanan rakyat adalah kehormatan bagi korps. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.

Humas Polda Kaltim

Wujudkan Lingkungan Bersih dan Sehat, Ditpolairud Polda Kaltim Gelar Aksi Bersih-Bersih di Pesisir Somber

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan perairan, Direktorat Polisi Perairan dan Udara Polda Kalimantan Timur menggelar kegiatan pembersihan sampah di kawasan pesisir Jalan Baru Somber, Senin (06/04/26).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama masyarakat setempat sebagai bentuk kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Aksi ini juga merupakan gerakan bersih sampah laut dan sungai, sekaligus mendukung program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

Selain melakukan pembersihan di sepanjang pesisir, personel Polairud turut memberikan edukasi dan himbauan kepada masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke laut dan aliran sungai. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan serta mengantisipasi potensi bencana lingkungan seperti banjir.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polri dalam mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah perairan dan pesisir.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan, terutama laut dan sungai, adalah tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Dengan keterlibatan aktif warga, diharapkan ekosistem tetap terjaga dan risiko pencemaran maupun bencana dapat diminimalisir,” jelasnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Ditpolairud Polda Kaltim dalam menjaga kebersihan lingkungan perairan sekaligus membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian laut dan sungai.

Humas Polda Kaltim

Tingkatkan Profesionalisme Penyidik, Polres Kukar Gelar Pelatihan Teknis Reskrim di Ruang Catur Prasetya

Kukar – Guna menghadapi dinamika kejahatan yang semakin kompleks di era digital, Kepolisian Resor (Polres) Kutai Kartanegara menggelar Pelatihan Kemampuan Fungsi Teknis Reskrim bagi para personel penyidik. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakapolres Kutai Kartanegara, Selasa (07/04/2026) pagi.

Bertempat di Ruang Catur Prasetya, Mako Polres Kukar, pelatihan ini diikuti oleh sedikitnya 49 personel yang terdiri dari para Kanit, anggota Satreskrim Polres Kukar, serta para Kanit Reskrim dari seluruh Polsek jajaran Polres Kutai Kartanegara.

Pelatihan ini dirancang untuk memperdalam kemampuan teknis personel dalam menangani berbagai tindak pidana khusus dan krusial.

Dalam sambutan pembukanya, Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata upaya institusi dalam meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan profesionalisme penyidik maupun penyidik pembantu.

“Di era perkembangan teknologi dan dinamika kejahatan yang semakin kompleks, kita dituntut untuk tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga penguasaan teknis yang mumpuni,” tegas Wakapolres di hadapan para peserta.

Beliau juga menginstruksikan seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan serius, proaktif, dan disiplin. Hal ini bertujuan agar materi yang disampaikan oleh para pemateri dapat diserap dengan baik dan diaplikasikan dalam tugas penyelidikan maupun penyidikan di lapangan.

Melalui pelatihan ini, Wakapolres Kukar berharap adanya peningkatan kualitas dalam penanganan perkara tindak pidana. Para peserta didorong untuk tidak ragu bertanya dan saling berbagi pengalaman (sharing knowledge) selama sesi materi berlangsung.

“Harapan saya, setelah mengikuti kegiatan ini, kemampuan personel dalam penanganan perkara semakin meningkat, yang pada akhirnya dapat memberikan pelayanan hukum terbaik dan berkeadilan kepada masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan pelatihan berjalan dengan khidmat dan interaktif, menandakan komitmen Polres Kutai Kartanegara dalam mewujudkan personel Polri yang unggul dan responsif terhadap segala bentuk gangguan kamtibmas.

Perkuat Keamanan Desa, Bhabinkamtibmas Tani Harapan Sidak Poskamling di Jam Rawan

Kukar – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan, Aipda Sudarsono, melakukan pengecekan mendadak ke Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) di RT 04 Desa Tani Harapan, Rabu (08/04/2026) dini hari.

Didampingi langsung oleh Kasatgas Linmas setempat, kegiatan ini menyasar kesiapsiagaan personel jaga serta kelengkapan sarana pendukung keamanan di tingkat RT.

Patroli Berkala di Jam Rawan
Dalam kunjungannya, Aipda Sudarsono memberikan arahan khusus kepada petugas jaga dan warga yang sedang melaksanakan ronda. Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam melakukan patroli lingkungan, terutama pada jam-jam rawan terjadinya tindak kriminalitas.

“Kami meminta warga untuk tidak hanya berdiam diri di pos, tetapi aktif melakukan patroli berkala di seputaran wilayah RT. Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama pada waktu-waktu krusial saat masyarakat sedang beristirahat,” ujar Aipda Sudarsono.

Selain memberikan motivasi, Aipda Sudarsono mengingatkan warga untuk segera berkoordinasi dengan pihak berwajib jika menemukan hal-hal atau orang yang mencurigakan. Sinergi antara warga dan Bhabinkamtibmas menjadi kunci utama dalam mencegah gangguan kamtibmas seperti pencurian maupun tindak pidana lainnya.

Kegiatan pengecekan yang berlangsung hingga menjelang subuh tersebut menunjukkan hasil yang positif. Kesadaran warga RT 04 Desa Tani Harapan dalam menjalankan siskamling dinilai cukup tinggi, yang dibuktikan dengan adanya petugas yang berjaga secara terjadwal.

Dengan kehadiran Polri di tengah-tengah aktivitas ronda malam, diharapkan situasi Desa Tani Harapan tetap berada dalam keadaan aman, damai, dan kondusif.