Dorong Ekonomi Pesisir, Kapolda Riau Bantu Nelayan Meranti dengan 20 Mesin Ketinting

Kepulauan Meranti-Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menyerahkan 20 unit mesin ketinting kepada nelayan Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, Selasa (31/3/2026), sebagai langkah konkret mendorong produktivitas nelayan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.

Bantuan yang diserahkan di Aula Tantya Sudhirajati Polres Kepulauan Meranti tersebut terdiri dari 10 unit mesin merek Motoya dan 10 unit Pro-Quip, yang diberikan kepada 20 nelayan sebagai penguat produktivitas sekaligus penggerak ekonomi pesisir.

Kapolda menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari peran Polri yang tidak berhenti pada fungsi keamanan, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan masyarakat secara langsung.

“Kami menyadari bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga sebagai pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat. Karena itu, kami harus mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” katanya.

Ia menekankan bahwa masyarakat pesisir memiliki potensi besar yang selama ini perlu didorong dengan dukungan sarana dan akses yang memadai.

“Bantuan ini diharapkan menjadi pengungkit produktivitas nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat. Kita ingin masyarakat terus bergerak maju, mandiri, dan mampu memanfaatkan setiap peluang yang ada,” ujar lulusan Akpol 1996 itu.

Dalam pandangannya, pembangunan yang kuat tidak hanya bertumpu pada program, tetapi juga pada semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Dengan kebersamaan dan semangat human solidarity, kita bisa membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, baik di bidang ekonomi, pendidikan, maupun kesejahteraan sosial,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pendekatan pembangunan berkelanjutan yang terus didorong Polda Riau melalui konsep Green Policing, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman delapan bibit pohon jenis jambu madu dan mangga secara simbolis, sebagai pengingat bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan.

Sementara itu, Camat Rangsang Barat, Jefri, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang dilakukan Kapolda Riau dan jajaran.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Kapolda Riau beserta rombongan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi nelayan kami karena dapat meningkatkan aktivitas dan produktivitas mereka, yang pada akhirnya berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tetapi juga memperkuat rasa kehadiran negara di tengah masyarakat pesisir.

Senada dengan Camat Jefri, Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis yang berdampak langsung dan berkelanjutan.

Menurut Kapolres, bantuan ini tepat sasaran dan berpotensi meningkatkan produktivitas nelayan serta memperkuat ekonomi lokal.

“Kehadiran Bapak Kapolda juga memberikan dampak positif terhadap kepercayaan masyarakat kepada Polri, yang terlihat dari antusiasme masyarakat serta situasi kegiatan yang berlangsung aman dan kondusif,” kata Aldi.

Ia menambahkan, sinergi yang terbangun antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh unsur Forkopimda menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

SIARAN PERS POLRI

Dari London hingga Seoul, Rasa Bhayangkara Nusantara Menembus Dunia

Perjalanan Global Buku MBG Polri Perkuat Gastrodiplomasi Indonesia

Jakarta — Perjalanan internasional buku Rasa Bhayangkara Nusantara atau Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals Program terus menunjukkan perkembangan signifikan. Setelah menjangkau Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Jepang, kini buku tersebut resmi hadir di Korea Selatan sebagai bagian dari ekspansi diplomasi budaya Indonesia di kawasan Asia.

Kehadiran buku ini di Korea Selatan merupakan kelanjutan dari rangkaian perjalanan global yang sebelumnya dibawa oleh Dirgayuza Setiawan, B.Med.Sc., M.Sc., Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan berkolaborasi dengan Wakapolri Dedi Prasetyo, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. ke berbagai penjuru dunia dalam setiap lawatan internasionalnya, termasuk London, forum World Economic Forum di Davos, Washington D.C., hingga Jeddah, serta penguatan diplomasi di Kedutaan Besar Jepang. Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menekankan bahwa perjalanan global buku ini merupakan bagian dari strategi besar diplomasi Indonesia.

“Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara dari Eropa, Amerika, Timur Tengah, Jepang hingga Korea Selatan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadirkan pendekatan baru dalam diplomasi—melalui gastrodiplomasi yang menggabungkan kebijakan, budaya, dan nilai kemanusiaan. Buku ini kami tulis bersama sebagai kontribusi nyata untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia,” tegas Wakapolri.

Perkembangan terbaru ini dilanjutkan oleh Dirgayuza Setiawan yang membawa semangat gastrodiplomasi Indonesia ke Korea Selatan melalui pemberian buku terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam momentum tersebut, Dirgayuza menyampaikan langsung:

“Hari ini saya memberikan buku Taste of Nusantara dan Pangan Biru MBG kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Bapak Cecep. Bapak Cecep merupakan duta besar yang sangat menaruh perhatian terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam hal apa saja yang dapat kita pelajari dari implementasi MBG di Korea Selatan.”

Buku tersebut diserahkan kepada Cecep Herawan, S.H., M.H., diplomat senior Indonesia yang menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Korea Selatan di Seoul, yang dikenal aktif mendorong penguatan kerja sama Indonesia–Korea Selatan, termasuk dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dan kebijakan publik.

Dirgayuza menjelaskan bahwa Korea Selatan telah lebih dahulu menjalankan program serupa dengan skala nasional.

“Setiap tahunnya, Korea Selatan mengalokasikan anggaran sekitar 80 triliun rupiah dan membutuhkan waktu kurang lebih 20 tahun untuk menerapkan MBG secara nasional. Di Korea, MBG telah menjadi bagian dari kultur bangsa, bahkan ditampilkan dalam berbagai acara televisi yang menunjukkan peran dapur sekolah dalam menyediakan makanan bergizi bagi siswa.”

Menurutnya, proses implementasi di Korea membutuhkan waktu panjang karena menggunakan sistem dapur langsung di sekolah, yang pengembangannya dilakukan secara bertahap dan terstruktur.

“Dengan adanya buku ini, kami berharap dapat meningkatkan diplomasi kuliner antara Indonesia dan Korea Selatan, di mana kedua negara sama-sama menjalankan kebijakan MBG nasional bagi seluruh anak sekolah,” tambahnya.

Perjalanan Rasa Bhayangkara Nusantara kini membentuk lintasan diplomasi global yang kuat:
• London – Penguatan diplomasi kultural Indonesia di Eropa
• Davos – Hadir dalam forum World Economic Forum sebagai showcase kebijakan berbasis budaya
• Washington D.C. – Mendukung diplomasi kenegaraan Presiden Prabowo Subianto
• Jeddah – Memperluas pengaruh di kawasan Timur Tengah
• Kedutaan Besar Jepang – Memperkuat kemitraan strategis Indonesia–Jepang
• Korea Selatan – Menjadi ruang kolaborasi dan pembelajaran implementasi MBG secara global

Setiap titik perjalanan mempertegas bahwa buku ini bukan sekadar karya kuliner, melainkan instrumen komunikasi kebijakan Indonesia kepada masyarakat dunia.

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara ditulis bersama oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo dan Dirgayuza Setiawan.

Dirgayuza menegaskan: “Buku Rasa Bhayangkara Nusantara kami hadirkan sebagai jembatan komunikasi kebijakan Indonesia kepada dunia, agar dapat dipahami melalui bahasa budaya yang universal.”

Gastrodiplomasi sebagai Wajah Baru Indonesia

Rasa Bhayangkara Nusantara memuat 80 menu bergizi dari berbagai daerah di Indonesia, sekaligus merepresentasikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai kebijakan prioritas nasional.

Kini, dari London hingga Seoul, buku ini terus bergerak melintasi batas geografis dan diplomatik, membawa pesan Indonesia kepada dunia: bahwa kebijakan strategis dapat dikomunikasikan melalui budaya, bahwa keamanan dan kemanusiaan berjalan beriringan, serta bahwa gastrodiplomasi menjadi bagian integral dan selaras dengan diplomasi bangsa.

Hal ini sebagai wujud nyata bahwa Polri, bersama pemerintah, tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berperan aktif dalam membawa inovasi, kebijakan, dan identitas bangsa Indonesia ke panggung global.

Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan Laksanakan Sambang dan Berikan Himbauan Kamtibmas

Kutai Kartanegara, Selasa 31 Maret 2026 — Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan, Aipda Sudarsono, melaksanakan kegiatan sambang di Dusun Harapan Jaya RT 06, wilayah desa binaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sudarsono memberikan masukan serta himbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan saling peduli antarwarga. Hal ini dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tenteram.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan sambang ini merupakan upaya Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat serta mempererat hubungan kemitraan guna menjaga situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif di wilayah Desa Tani Harapan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan Laksanakan Sambang dan Berikan Himbauan Kamtibmas

Kutai Kartanegara, Selasa 31 Maret 2026 — Bhabinkamtibmas Desa Tani Harapan, Aipda Sudarsono, melaksanakan kegiatan sambang di Dusun Harapan Jaya RT 06, wilayah desa binaannya.

Dalam kegiatan tersebut, Aipda Sudarsono memberikan masukan serta himbauan kepada masyarakat agar senantiasa meningkatkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, dan saling peduli antarwarga. Hal ini dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan tenteram.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut serta menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing serta segera melaporkan apabila terdapat potensi gangguan kamtibmas.

Kegiatan sambang ini merupakan upaya Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat serta mempererat hubungan kemitraan guna menjaga situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif di wilayah Desa Tani Harapan, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Polisi Berbagi Kehangatan: Sembako Kapolres Kutai Kartanegara Sentuh Hati Warga Sumber Sari

Di tengah hiruk-pikuk rutinitas sehari-hari, Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi saksi momen kebersamaan yang menghangatkan hati pada Senin, 30 Maret 2026, pukul 10.00 WITA. Aiptu Budi Santoso, Bhabinkamtibmas Desa Sumber Sari, dengan penuh dedikasi menyalurkan paket sembako kepada warga setempat. Kegiatan berbagi ini bukan sekadar distribusi bantuan, melainkan jembatan empati antara penegak hukum dan masyarakat yang membutuhkan.

Inisiatif ini lahir dari kepedulian Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Khairul Basyar, S.I.K, S.H, M.H., yang secara pribadi berpartisipasi dalam program sosial ini. Sembako disalurkan melalui Bhabinkamtibmas di setiap desa, dengan data penerima yang telah didata dan diusulkan secara teliti. Setiap warga yang berhak pun menerima jatahnya, memastikan tidak ada yang terlewat dalam gelombang kebaikan ini. Alhamdulillah, seluruh paket berhasil diserahkan tanpa hambatan.

Wajah-wajah warga Sumber Sari berseri saat menerima bantuan tersebut. Mereka yang biasanya bergulat dengan tantangan ekonomi kini merasakan sentuhan solidaritas dari institusi kepolisian. “Terima kasih banyak kepada Kapolres dan Pak Budi. Semoga berkah ini membawa kesehatan, keselamatan, dan barokah bagi kita semua,” ujar salah seorang penerima dengan mata berkaca-kaca, mewakili rasa syukur kolektif masyarakat desa.

Kegiatan ini mengingatkan kita semua bahwa di balik seragam biru, ada hati yang peduli. Melalui aksi nyata seperti ini, Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga membangun kepercayaan dan ikatan emosional dengan rakyat. Semoga semangat berbagi terus bergulir, menginspirasi lebih banyak kebaikan di tengah masyarakat Kutai Kartanegara.