Api Melalap 5 Hektare Lahan di Muara Kaman, Polisi Turun Langsung hingga Malam

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Kali ini, api membakar lahan di perbatasan Desa Rantau Hempang dan Desa Muara Kaman Ilir, Selasa (6/10/2026) malam.

Mendapat laporan dari masyarakat sekitar pukul 19.00 WITA, Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin bersama personel langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan api tidak meluas.

Di lokasi, polisi berkoordinasi dengan tim pemadam dari PT SHJ dan PT TJA. Upaya pemadaman dilakukan dengan penyemprotan air, sementara petugas terus melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 2 hingga 5 hektare dan berada di kawasan lahan KBK. Kondisi medan yang berupa hutan belantara dan semak belukar, ditambah angin kencang serta jarak sumber air sekitar 500 meter dari titik api, membuat proses pemadaman cukup menantang.

Meski dilakukan pada malam hari dengan jarak pandang terbatas, petugas tetap bertahan di lokasi. Hingga laporan terakhir, pemadaman dan pendinginan masih berlangsung.

Polisi juga mulai melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab serta awal mula munculnya api.

Kapolsek Muara Kaman IPTU Herwin menegaskan, penanganan tidak berhenti pada pemadaman. Perkembangan titik api terus dimonitor guna memastikan tidak terjadi perluasan kebakaran maupun munculnya kembali bara api.

Polres Kukar Bersama Unikarta Perkuat Sinergi, Draf Kerja Sama Mulai Dimatangkan

Kukar – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas sinergi dengan dunia pendidikan. Rabu (7/10/2026), Polres Kukar bersama Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar rapat penyusunan draf nota kesepahaman kerja sama di Ruang Tri Brata Polres Kukar.

Rapat yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.30 WITA tersebut menjadi langkah awal untuk mematangkan bentuk kerja sama antara kepolisian dan perguruan tinggi.

Kegiatan dihadiri Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Rektor Unikarta Ince Raden, Wakil Rektor I Sudirman, Dekan Fakultas Pertanian Sundari, serta jajaran pejabat utama Polres Kukar.

Pembahasan difokuskan pada penyusunan dan penyelarasan substansi nota kesepahaman agar kerja sama yang dibangun dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi sekaligus mendukung kepentingan masyarakat.

Wakapolres Kukar dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian dan perguruan tinggi dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman serta mendorong kontribusi akademisi terhadap berbagai persoalan sosial dan keamanan di masyarakat.

Sementara itu, pihak Universitas Kutai Kartanegara turut memberikan masukan dalam penyempurnaan draf kerja sama.

Dari hasil rapat, kedua pihak sepakat menindaklanjuti pembahasan draf nota kesepahaman hingga nantinya dapat diwujudkan dalam kerja sama resmi.

Sinergi Polres Kukar dan Unikarta diharapkan menjadi langkah konkret memperkuat kolaborasi antara kepolisian, akademisi dan masyarakat di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Api Membakar 10 Hektare di Kota Bangun, Polisi Bertahan hingga Lewat Tengah Malam

Kukar – Kobaran api membakar sekitar 10 hektare lahan di kawasan Wisata Tanjung Benanga, Desa Kota Bangun Ulu, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Selasa (6/10/2026) malam.

Tak ingin api meluas, Polsek Kota Bangun bersama Koramil, pemerintah desa, MPA, Redkar dan masyarakat langsung turun ke lokasi. Penanganan bahkan berlangsung hingga pukul 00.45 WITA.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan turut berada di lapangan bersama personel untuk memastikan titik api dan bara yang masih menyala dapat ditangani.

Lahan yang terbakar didominasi semak belukar, pepohonan, dedaunan kering dan kawasan rawa, sementara sejumlah titik sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Petugas pun melakukan penyisiran untuk mencari bara dan titik api yang masih tersembunyi. Selang dari mobil pemadam dikerahkan untuk menyemprot titik api, dilanjutkan dengan pendinginan di area yang telah terbakar guna mencegah api kembali menyala.

Meski api telah berhasil dikendalikan di sejumlah titik, petugas tetap melakukan pemantauan karena kondisi vegetasi kering berpotensi memicu munculnya kembali bara.

Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Kota Bangun masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan lahan tersebut.

Polsek Kota Bangun juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap atau titik api.

Hingga penanganan berakhir lewat tengah malam, polisi dan tim gabungan tetap bertahan di lapangan untuk memastikan api tidak kembali menjalar.

Polsek Muara Kaman Sisir Hotspot Tunjungan, Api Kembali Muncul Diterpa Angin

Kukar – Polsek Muara Kaman bersama tim gabungan terus memburu titik api di Desa Tunjungan, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, Selasa (6/10/2026).

Dipimpin Kanit Samapta Aiptu Hafidz bersama Babinsa, Manggala Agni, BPBD, BKSDA, MPA dan unsur kecamatan melakukan patroli, pengecekan hotspot hingga pemadaman di sekitar wilayah Desa Tunjungan.

Akses menuju titik api cukup jauh, sumber air terbatas, sementara jalur menuju lokasi terhambat tanaman enceng gondok. Kondisi lahan yang didominasi gambut dan semak belukar juga membuat api mudah menjalar.

Kencangnya angin menjadi kendala lain, api yang sempat padam bahkan berpotensi kembali menyala akibat bara yang terbawa angin.
Tim menggunakan empat unit perahu/ces dan dua unit Alkon untuk mendukung mobilisasi serta pemadaman.

Polsek Muara Kaman memastikan patroli dan pemantauan terus dilakukan guna mencegah titik api kembali meluas dan mengantisipasi munculnya hotspot baru.

Polisi bersama tim gabungan tetap berada di lapangan untuk menjaga wilayah Tunjungan dari ancaman karhutla.

3 Hektare Lahan Terbakar di Dondang, Polsek Muara Jawa Bergerak Cepat Padamkan Api

Kukar – Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Kutai Kartanegara. Sekitar 3 hektare lahan gambut dan semak belukar di Jalan Poros Dondang, RT 014, Kelurahan Dondang, Kecamatan Muara Jawa, terbakar pada Selasa (6/10/2026) sore.

Begitu menerima informasi kebakaran, Polsek Muara Jawa langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar, MPA Dondang serta relawan untuk mencegah api meluas.

Kapolsek Muara Jawa Iptu Yoga Fattur Rahman mengerahkan personel untuk membantu proses pemadaman di tengah kondisi lahan yang didominasi semak belukar, ilalang, ranting dan material kering yang mudah
terbakar.

Sebanyak 19 personel gabungan terlibat dalam penanganan, terdiri dari Polsek Muara Jawa, Damkar Muara Jawa, Relawan Muara Jawa Peduli dan MPA Dondang. Penanganan juga didukung satu unit mobil Damkar serta satu unit tangki suplai air.

Upaya bersama membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.30 WITA, api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan dengan proses pendinginan pada sejumlah titik yang masih berpotensi menyisakan bara.

Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, mengingat material lahan yang terbakar relatif kering dan mudah tersulut.

Polsek Muara Jawa mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan, terutama saat kondisi cuaca panas dan kering. Masyarakat juga diminta segera melapor apabila menemukan titik api.

Respons cepat kepolisian bersama unsur pemadam dan masyarakat menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang dan mengancam kawasan di sekitarnya.

Api Merambah 20 Hektare Bukit Soeharto, Polsek Loa Janan Perketat Penanganan di KM 55

Kukar – Kebakaran vegetasi di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto KM 55, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, kembali mendapat penanganan serius. Kobaran api yang semula berada di sekitar Jalan Poros Samarinda–Balikpapan dilaporkan telah merambah hingga sekitar 500 meter ke dalam kawasan hutan, dengan luas area terdampak diperkirakan mencapai 20 hektare.

Polsek Loa Janan bersama tim gabungan bergerak melakukan penanganan pada Selasa (6/10/2026) sore. Kapolsek Loa Janan Iptu Danang Wahyu Rahardhika turun langsung memimpin personel di lapangan.

Penanganan melibatkan personel Polsek Loa Janan, Otorita IKN, unsur perusahaan, Relawan Siaga Batuah, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta Dinas Kehutanan.

Tim memprioritaskan titik api yang berada di sekitar jalan poros. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali menjalar ke sisi jalan sekaligus mengantisipasi asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang dan keselamatan pengguna jalan.

Tantangan terbesar berada di bagian dalam kawasan hutan. Medan yang sulit dan akses yang terbatas membuat titik api yang berada sekitar 500 meter dari jalan belum dapat dijangkau secara langsung dengan sarana pemadaman yang tersedia.

Meski demikian, tim gabungan terus melakukan penyisiran dan pemadaman pada area yang masih dapat dijangkau. Titik api di sekitar jalan poros berhasil dikendalikan, sementara bagian dalam kawasan hutan masih membutuhkan pemantauan serta penanganan lanjutan.

Kondisi vegetasi berupa semak belukar, rumput, dedaunan kering dan pepohonan membuat potensi bara kembali menyala masih perlu diwaspadai.

Kapolsek Loa Janan bersama tim gabungan juga memastikan pemantauan tetap dilakukan, terutama pada area yang berbatasan langsung dengan Jalan Poros Samarinda–Balikpapan.

Polsek Loa Janan menegaskan penanganan tidak berhenti pada pemadaman titik yang terjangkau, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan untuk mencegah api kembali meluas di kawasan hutan.

Polsek Samboja Bergerak Cepat, Kebakaran 1,5 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan

Kukar – Kebakaran lahan semak belukar seluas sekitar 1,5 hektare terjadi di RT 002, Kelurahan Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara, Selasa (6/10/2026).

Mendapat laporan warga terkait kepulan asap tebal, personel Polsek Samboja langsung bergerak ke lokasi dan berkoordinasi dengan Damkar Samboja serta masyarakat untuk melakukan pemadaman.

Api diketahui mulai terlihat sekitar pukul 10.20 WITA. Selanjutnya, pada pukul 10.50 WITA, personel Polsek Samboja bersama enam petugas Damkar dan warga berjibaku mengendalikan kobaran api yang melanda lahan semak belukar.

Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WITA. Api akhirnya berhasil dipadamkan, sehingga tidak meluas ke area lainnya.

Kapolsek Samboja bersama jajarannya memastikan lokasi telah ditangani dan situasi kembali aman. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sementara kondisi cuaca panas dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam penanganan awal.

Dalam penanganan tersebut, Damkar Samboja mengerahkan tiga unit kendaraan pemadam, sementara Polsek Samboja menurunkan dua personel dan warga turut membantu proses pemadaman.

Polsek Samboja juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan lahan yang mudah terbakar.

Polri bersama unsur terkait terus bergerak cepat dalam mencegah kebakaran lahan meluas sekaligus menjaga keamanan masyarakat di wilayah Samboja.

Polres Kukar Turunkan AWC, Bantu Jinakkan Kebakaran Hebat 50 Rumah di Tenggarong

Kukar – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) bergerak cepat membantu penanganan kebakaran hebat yang melanda permukiman warga di Jalan AM Alimudin Gang 1, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Senin (5/10/2026).

Dalam penanganan tersebut, Polres Kukar mengerahkan kendaraan taktis AWC (Armoured Water Cannon) Sat Samapta untuk membantu petugas pemadam dan relawan menjinakkan kobaran api.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA itu dengan cepat membesar dan menghanguskan sekitar 50 rumah warga. Kondisi permukiman yang padat serta mayoritas bangunan berbahan kayu membuat api sulit dikendalikan.

Selain AWC milik Polres Kukar, pemadaman melibatkan lima unit truk Damkar Kukar, tiga unit truk BPBD Kukar serta sejumlah kendaraan pemadam dan relawan dari berbagai wilayah, termasuk Samarinda.

Petugas dan relawan berjibaku selama kurang lebih tiga jam. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 20.00 WITA.

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar melalui Kasat Samapta AKP Nursan memastikan dukungan kepolisian dalam penanganan peristiwa kebakaran tersebut, termasuk membantu pemadaman, pengamanan lokasi serta pendataan warga terdampak.

“Polri bergerak bersama seluruh unsur untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan cepat dan situasi di lokasi tetap aman serta terkendali,” ujar Kasat Samapta.

Dalam peristiwa tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun, sejumlah warga sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami sesak napas akibat terdampak asap kebakaran.

Sementara itu, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp10 miliar. Jumlah rumah maupun warga terdampak masih dalam pendataan karena proses pendataan belum sepenuhnya selesai.

Polsek Tenggarong bersama Sat Reskrim dan tim Inafis Polres Kukar juga telah melakukan langkah awal dengan mendatangi lokasi, meminta keterangan sejumlah saksi serta mengamankan barang bukti.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang berasal dari salah satu rumah kontrakan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.

Tim Inafis Polres Kukar dijadwalkan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber dan penyebab kebakaran.

Polres Kukar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat, dengan memastikan instalasi listrik dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman.

Polisi Sisir Tunjungan, Hotspot Dipantau dan Api Langsung Dijinakkan

Kukar – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Tunjungan, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara, terus diantisipasi. Polisi bersama tim gabungan turun langsung dari Posko Karhutla Desa Tunjungan, Senin (5/10/2026).

Dipimpin Kanit Samapta Polsek Muara Kaman Aiptu Hafidz bersama Babinsa, Manggala Agni, BPBD, BKSDA, MPA dan unsur kecamatan melakukan patroli menyisir wilayah yang rawan terbakar.

Tak sekadar berpatroli, tim juga mengecek titik-titik hotspot sekaligus langsung melakukan pemadaman ketika menemukan api di sekitar desa.

Medan yang sulit dijangkau bukan menjadi alasan. Tim menggunakan dua unit perahu/ces dan dua mesin Alkon untuk mendukung mobilitas serta pemadaman di lapangan.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya bersama mencegah api berkembang dan meluas. Polsek Muara Kaman juga terus mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan asap maupun titik api.

Karhutla bisa membesar dalam hitungan waktu, Polisi memilih bergerak lebih dulu sebelum api semakin sulit dikendalikan.

Api Menjalar 500 Meter ke Hutan Lindung Bukit Soeharto, Polisi Bergerak Padamkan Karhutla

Kukar – Kebakaran vegetasi di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto kembali mendapat penanganan serius. Polisi bersama tim gabungan bergerak langsung ke lokasi untuk mengendalikan kobaran api di KM 56, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara, Senin (5/10/2026).

Penanganan yang dimulai sekitar pukul 14.30 WITA itu melibatkan Kapolsubsektor Tahura Aiptu Edi Susanto dan Bhabinkamtibmas Aipda M. Fatchur Rasyid, bersama personel Otorita IKN serta tim dari PT KBM dan PT Tectona.

Kebakaran terpantau telah menjalar dari sekitar pinggir Jalan Poros Samarinda–Balikpapan menuju bagian dalam kawasan hutan hingga kurang lebih 500 meter. Kondisi semak belukar, rumput, dedaunan kering dan vegetasi lainnya membuat api berpotensi kembali menyala dan meluas.

Polisi bersama tim gabungan langsung melakukan penyisiran dan pemadaman pada titik yang masih dapat dijangkau, terutama di sekitar jalan poros. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali merambat sekaligus mengantisipasi asap yang dapat mengganggu jarak pandang dan keselamatan pengguna jalan.

Hasilnya, titik api di sekitar pinggir jalan berhasil dikendalikan. Namun, api yang berada jauh di dalam kawasan hutan belum dapat dipadamkan secara langsung karena medan berat dan akses yang sulit dijangkau.

Lokasi kebakaran diketahui berada di kawasan Hutan Lindung Bukit Soeharto yang masuk dalam delineasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Tim gabungan pun tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api maupun penjalaran ke area lainnya.

Penanganan berakhir sekitar pukul 18.05 WITA. Polisi memastikan pemantauan tetap menjadi perhatian, terutama pada area yang berbatasan langsung dengan jalan poros.