Polsek Tabang Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Terdampak Banjir di Tiga Desa

Kukar – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir terus ditunjukkan oleh jajaran Polsek Tabang Polres Kutai Kartanegara. Pada Selasa (13/1/2026), Polsek Tabang menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada warga di tiga desa yang masih terdampak banjir, yakni Desa Gunung Sari, Desa Ritan Baru, dan Desa Muara Ritan, Kecamatan Tabang.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Tabang IPTU Aldino Subroto, bersama personel Polsek Tabang serta didampingi oleh para kepala desa dan perangkat desa setempat. Penyaluran bantuan dilakukan di posko masing-masing desa sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Adapun bantuan yang disalurkan berupa 30 dus mie instan dan 30 dus air mineral yang diperuntukkan bagi warga yang terdampak banjir. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa pemulihan pascabanjir.

Tidak hanya menyerahkan bantuan, personel Polsek Tabang juga turut membantu warga secara langsung di lapangan. Di sela kegiatan, petugas membantu masyarakat melintasi jalan yang masih tergenang air serta mengangkat barang-barang milik warga ke tempat yang lebih tinggi guna menghindari kerusakan akibat genangan banjir.

Kapolsek Tabang IPTU Aldino Subroto menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan. Ia juga menyebutkan bahwa meskipun kondisi banjir di beberapa wilayah telah berangsur surut, masih terdapat desa-desa yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak banjir. Polri akan terus hadir dan siap membantu masyarakat dalam situasi apa pun,” ujarnya.

Polsek Tabang bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat terus berkoordinasi guna memastikan kondisi keamanan dan kebutuhan warga tetap terpantau dengan baik.

Polsek Kota Bangun Lakukan Pemantauan Banjir di Desa Liang, Situasi Terpantau Aman

Kukar – Jajaran Polsek Kota Bangun Polres Kutai Kartanegara melakukan pemantauan kondisi banjir di wilayah Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (13/1/2026). Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi dan memastikan situasi keamanan serta aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman.

Pemantauan dilaksanakan oleh personel Bhabinkamtibmas Polsek Kota Bangun di wilayah RT 06 dan RT 07 Desa Liang. Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, genangan air terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan air pasang dan merendam sebagian ruas jalan di wilayah tersebut.

Kapolsek Kota Bangun AKP Asnan Rusmawan, menjelaskan bahwa meskipun akses jalan terendam banjir, hingga saat ini belum terdapat rumah warga yang terdampak secara langsung. Aktivitas masyarakat pun masih berjalan normal dan situasi terpantau aman serta kondusif.

“Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil. Titik longsor dan pohon tumbang juga nihil,” jelas Kapolsek.

Polsek Kota Bangun melalui personel Bhabinkamtibmas terus melakukan pemantauan secara berkala serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air, terutama jika curah hujan kembali meningkat.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau aparat desa setempat apabila terjadi kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat.

Patroli Dialogis Polsek Sebulu, Polisi Sambangi Warga Sambil Jaga Kamtibmas

Kukar – Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif, Polsek Sebulu Polres Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan patroli dialogis dengan menyapa langsung warga di sejumlah desa, Selasa (13/1/2026).

Patroli dialogis yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 11.45 WITA tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Sebulu dengan menyambangi warga di Desa Sebulu Ilir, Desa Sebulu Modern, Desa Mekar Jaya, serta Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu. Kegiatan ini dikemas secara santai namun tetap serius, sehingga suasana dialog antara polisi dan masyarakat berlangsung akrab dan penuh kehangatan.

Kapolsek Sebulu IPTU Edi Subagyo, menjelaskan bahwa patroli dialogis merupakan upaya preventif Polri dalam mencegah gangguan kamtibmas, sekaligus mendengar langsung aspirasi dan informasi dari masyarakat.

“Selain patroli, kami juga berdialog langsung dengan warga. Tujuannya sederhana, silaturahmi tetap terjaga, lingkungan aman, dan warga tidak sungkan menyampaikan informasi,” ujar Kapolsek.

Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Sebulu menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas, antara lain antisipasi kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), pencegahan peredaran narkoba, serta kewaspadaan terhadap orang tidak dikenal yang gerak-geriknya mencurigakan. Imbauan disampaikan dengan bahasa ringan agar mudah dipahami, bahkan sesekali diselipi candaan agar suasana tidak tegang.

“Polisi datang bukan hanya bawa seragam, tapi juga bawa senyum. Kalau ada yang mencurigakan, jangan ragu lapor ke Polsek Sebulu atau Call Center 110. Lebih baik lapor dulu, daripada menyesal kemudian,” ujar salah satu petugas saat berdialog dengan warga.

Melalui patroli dialogis ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran bersama dalam menjaga keamanan lingkungan. Dengan komunikasi yang baik antara polisi dan warga, niat dan kesempatan pelaku kejahatan dapat ditekan sejak dini.

Kegiatan patroli dialogis berjalan dengan aman, lancar, dan penuh keakraban. Polsek Sebulu menegaskan akan terus melaksanakan kegiatan serupa secara rutin demi mewujudkan wilayah hukum yang aman, nyaman, dan kondusif.

Polri Bangun Puluhan Sumur Bor, Warga Padang Pariaman Mulai Nikmati Air Bersih Pascabencana

PADANG PARIAMAN — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Salah satunya melalui pembangunan sumur bor guna memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Program ini bertujuan untuk mengatasi krisis air bersih yang dialami masyarakat akibat rusaknya sarana air bersih pascabencana hidrometeorologi.

Dalam pelaksanaannya, Polri menargetkan pembangunan sebanyak 38 titik sumur bor yang dilengkapi dengan pemasangan toren air, serta pendistribusian enam unit toren tambahan. Hingga saat ini, sebagian titik telah rampung dan sudah dapat dimanfaatkan oleh warga, sementara sejumlah titik lainnya masih dalam proses pengerjaan.

Adapun lokasi pembuatan sumur bor yang dikerjakan pada hari ini meliputi enam titik, yakni Sungai Buluh Timur, Sungai Buluh Selatan, Sungai Buluh Utara, Nagari Kasang, Nagari Kapalo Koto, dan Nagari Kurai Taji.

Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi A. Chaniago mengatakan, pembangunan sumur bor ini merupakan bentuk kehadiran negara melalui Polri dalam menjawab kebutuhan mendasar masyarakat pascabencana.

“Polri berupaya memastikan masyarakat terdampak bencana tetap mendapatkan akses air bersih. Pembangunan sumur bor ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mempercepat proses pemulihan kehidupan sehari-hari,” ujar Kombes Pol. Erdi A. Chaniago.

Ia menambahkan, Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar seluruh target pembangunan sumur bor dapat diselesaikan tepat waktu dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di seluruh lokasi terpantau aman dan kondusif, dengan dukungan serta partisipasi aktif dari masyarakat setempat.

Doa Bersama dan Pematangan Lahan, Kapolda Aceh Komitmen Dorong Percepatan Huntap Korban Bencana

Kuala Simpang — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah kembali berkunjung ke Kabupaten Aceh Tamiang untuk menghadiri kegiatan doa bersama sekaligus pematangan lahan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi korban bencana banjir. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan perkebunan PTPN I Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang, Selasa, (13/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah menegaskan komitmen Polri untuk hadir secara nyata dalam proses pemulihan pascabencana, khususnya melalui pembangunan Huntap bagi masyarakat terdampak. Ia menekankan bahwa langkah percepatan perlu dilakukan meskipun sejumlah dokumen administratif masih dalam proses, dengan tetap mengedepankan persiapan lahan dan logistik secara terencana guna meminimalkan hambatan birokrasi.

“Polri hadir tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak bencana dapat segera bangkit dan memiliki tempat tinggal yang layak. Pembangunan hunian tetap ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, tepat waktu, dan tepat sasaran,” tegasnya.

Jenderal bintang dua itu juga mengusulkan agar pembangunan Hunian tetap melibatkan tenaga kerja serta sumber daya lokal. Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya mempercepat proses pembangunan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat setempat serta menekan potensi inflasi, khususnya di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya.

Selain itu, kata Kapolda Aceh, sejumlah tantangan teknis turut dibahas, termasuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pasokan listrik dan air. Ia menyampaikan bahwa Kapolres Aceh Tamiang akan ditugaskan untuk mengoordinasikan pengelolaan kebutuhan tersebut. Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak serta doa bersama agar pembangunan Huntap dapat berjalan sesuai harapan.

Di sisi lain, Kapolda Aceh menekankan kepada seluruh jajaran agar menjalankan tugas secara profesional, penuh tanggung jawab, serta terus memperkuat sinergi lintas sektor dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Saya menekankan kepada seluruh jajaran agar bekerja secara profesional, penuh tanggung jawab, serta terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, sehingga proses pembangunan Huntap ini benar-benar memberi manfaat bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh Tamiang,” ujarnya.

Selain mengikuti doa bersama, Kapolda Aceh juga menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan empati Polri terhadap masyarakat terdampak bencana.

“kepedulian Polri, sekaligus menumbuhkan harapan agar seluruh tahapan pembangunan Hunian Tetap bagi korban bencana di Aceh Tamiang dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya.

Pulihkan Kehidupan Pascabanjir, Brimob Batalyon C Bersinergi Bangun Air Bersih dan Fasilitas Warga di Batang Toru

Tapanuli Selatan — Personel Batalyon C Satbrimob Polda Sumatera Utara kembali melanjutkan upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan. Kegiatan difokuskan di Desa Huta Godang dan Desa Garoga, dengan sasaran utama pembersihan rumah warga serta pembangunan fasilitas sanitasi dan air bersih untuk kepentingan umum.

Dalam kegiatan tersebut, personel Brimob melakukan pembersihan satu unit rumah milik warga yang terdampak material pasir, kayu, dan batu akibat banjir bandang. Selain itu, personel juga melaksanakan pembangunan MCK di Masjid At-Taqwa Muhammadiyah, penggalian sumur umum, serta pembuatan ball tank air guna menunjang kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.

Dengan dukungan peralatan seperti cangkul, sekop, beko sorong, mesin penyedot air, dan chainsaw. Seluruh proses pengerjaan dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan ketertiban.

Hingga siang hari, progres pekerjaan menunjukkan hasil yang signifikan. Pembersihan rumah warga atas nama Bapak Rinto Harahap telah mencapai sekitar 40 persen, dengan material tanah yang menimbun bagian dalam rumah dimanfaatkan sebagai dasar lantai. Sementara itu, penggalian sumur umum dan pembuatan ball tank air telah mencapai 95 persen, dan pembangunan MCK Masjid At-Taqwa Muhammadiyah mencapai sekitar 60 persen, yang seluruhnya akan dilanjutkan pada tahap berikutnya.

Iptu Deny Lius Tarigan menyampaikan bahwa kehadiran Brimob di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam membantu pemulihan kehidupan warga pascabencana.
“Personel hadir tidak hanya untuk membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat kepada masyarakat agar tetap kuat dan optimis dalam menghadapi situasi sulit ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan fasilitas dasar masyarakat dapat segera kembali berfungsi dan aktivitas warga perlahan pulih. Kehadiran Brimob Batalyon C di lokasi bencana menjadi wujud sinergi kemanusiaan antara aparat dan masyarakat dalam membangun kembali harapan pascabencana.

Survei Nasional Rumah Politik Indonesia: Optimisme Publik terhadap Transformasi Polri Diprediksi Meningkat di 2026

JAKARTA — Rilis survei nasional Rumah Politik Indonesia menunjukkan optimisme publik terhadap transformasi budaya di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus menguat. Hasil survei tersebut memperlihatkan masih besarnya harapan masyarakat terhadap upaya pembenahan dan perbaikan yang dilakukan institusi Polri.

Survei ini berbeda dengan sejumlah survei sebelumnya, termasuk survei yang dilakukan oleh KPS, baik dari sisi metodologi maupun cakupan wilayah. Rumah Politik Indonesia melakukan survei di 30 provinsi dari total 38 provinsi di Indonesia pada periode 2 hingga 9 Januari 2026. Sejumlah daerah tidak disertakan karena terdampak bencana alam sehingga tidak memungkinkan dilakukannya pengumpulan data.

Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara langsung serta pengisian kuesioner secara daring menggunakan Google Form. Total responden dalam survei ini berjumlah 1.200 orang, berusia 17 tahun ke atas, dengan margin of error sebesar 2,8 persen.

Direktur Eksekutif Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, mengatakan hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri diprediksi mengalami peningkatan pada tahun 2026.

“Hasil survei kami menunjukkan mayoritas masyarakat masih memiliki optimisme terhadap transformasi yang dilakukan Polri. Ini menjadi sinyal positif bahwa upaya pembenahan institusi masih mendapat kepercayaan publik,” ujar Fernando Emas, Senin (12/1).

Berdasarkan hasil survei, sebanyak 29 persen responden menyatakan cukup optimis, 24 persen optimis, dan 21 persen sangat optimis terhadap transformasi Polri ke depan.

Sementara itu, responden yang menyatakan tidak optimis tercatat sebesar 6,9 persen, sedangkan 10,4 persen responden memilih tidak memberikan jawaban.
Fernando menilai angka tersebut menunjukkan bahwa ruang perbaikan masih terbuka lebar, sekaligus menegaskan adanya harapan besar dari masyarakat.

“Artinya masih ada harapan. Masyarakat masih optimis terhadap transformasi yang dilakukan Polri. Karena itu, mari kita sama-sama mendukung langkah-langkah pembenahan, baik yang dilakukan oleh institusi Polri maupun pihak-pihak terkait,” katanya.

Ia menambahkan, dukungan publik perlu diiringi dengan konsistensi reformasi internal dan peningkatan kinerja pelayanan kepolisian agar kepercayaan masyarakat benar-benar terjaga.

“Kami berharap pada 2026 ini terjadi perbaikan nyata sesuai dengan hasil survei yang baru saja dirilis. Optimisme publik ini harus dijaga dengan reformasi yang konsisten dan peningkatan kinerja Polri secara berkelanjutan, khususnya dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkas Fernando.

Rumah Politik Indonesia menilai, dengan dukungan publik yang masih cukup kuat tercatat sebesar 12,9 persen berada pada spektrum harapan lanjutan Polri memiliki modal sosial penting untuk terus melanjutkan transformasi institusional demi mewujudkan pelayanan yang lebih profesional, transparan, dan humanis.

Brimob Polda Sumut Gotong Royong Bersihkan Rumah Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Tapanuli Tengah

Tapanuli Tengah, Sumatra Utara — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan Satuan Brimob Polda Sumatra Utara. Personel Brimob Batalyon A melaksanakan gotong royong pembersihan rumah warga yang terdampak banjir dan tanah longsor di Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (12/1/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada rumah milik salah satu warga, Bapak Wilson Galingging, yang mengalami kerusakan serta tertimbun lumpur dan material longsoran akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.

Gotong royong dipimpin langsung oleh IPTU Yauwardi, S.H., bersama sejumlah personel Brimob Polda Sumut Batalyon A. Dengan semangat kebersamaan, para personel bahu-membahu membersihkan lumpur, pasir, serta material sisa longsor yang menumpuk di dalam dan sekitar rumah warga menggunakan peralatan manual.

IPTU Yauwardi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu warga yang terdampak bencana alam.

“Kegiatan gotong royong ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial kami kepada masyarakat. Kami ingin membantu meringankan beban warga agar rumah mereka bisa segera dibersihkan dan kembali layak dihuni,” ujar IPTU Yauwardi.

Ia menambahkan, banjir dan tanah longsor tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik rumah, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan aktivitas warga. Oleh karena itu, keterlibatan personel Brimob diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Selama pelaksanaan kegiatan, personel Brimob turut berkoordinasi dan bergotong royong bersama warga sekitar. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar, serta tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja.

Kehadiran Brimob Polda Sumut mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Warga merasa terbantu dan termotivasi untuk bangkit serta kembali menjalani aktivitas sehari-hari pascabencana.

Melalui kegiatan ini, Satuan Brimob Polda Sumut berharap dapat terus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya pemulihan dan penanganan dampak bencana alam di wilayah Sumatra Utara.

Polri dan Warga bergandengan Tangan, Polindes Meunasah Mancang Bangkit dari Lumpur Banjir

Pidie Jaya — Semangat kebersamaan dan kepedulian kembali ditunjukkan oleh Polres Pidie Jaya bersama masyarakat, yang bergandengan tangan gotong royong pemulihan pasca banjir di Polindes Gampong Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, pada Senin (12/1/2026).

Gotong royong pembersihan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB ini dipimpin oleh Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H., sebagai bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat yang terdampak bencana.

Fokus utama kegiatan diarahkan pada pembersihan fasilitas kesehatan, khususnya Polindes yang menjadi tumpuan layanan dasar warga setempat.
Dengan penuh semangat, personel Polri bersama warga bahu-membahu membersihkan lumpur yang mengendap di dalam ruangan pelayanan, kamar pemeriksaan, garasi, hingga area lingkungan sekitar Polindes.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu pemulihan pasca bencana banjir.
“Kegiatan ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab moral Polri kepada masyarakat. Kami hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membantu warga bangkit kembali pasca musibah banjir,” ujar Kapolres.

Upaya ini dilakukan guna mempercepat pemulihan pasca banjir, sehingga fasilitas kesehatan tersebut dapat segera kembali berfungsi dan melayani kebutuhan masyarakat.

Ia menambahkan, pemulihan Polindes Gampong Meunasah Mancang menjadi prioritas karena fasilitas tersebut sangat dibutuhkan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan dasar. “Polindes merupakan fasilitas vital bagi warga, Dengan membersihkan dan memulihkannya secepat mungkin, kami berharap pelayanan kesehatan dapat segera berjalan normal kembali,” jelasnya.

Kegiatan gotong royong ini bukan sekadar membersihkan lumpur, melainkan menjadi simbol kuat sinergi dan solidaritas antara Polri dan masyarakat. Melalui kebersamaan ini, diharapkan pemulihan pasca bencana dapat berjalan lebih cepat, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Pidie Jaya.

Kapolres juga mengapresiasi peran aktif masyarakat yang dengan penuh semangat turut bergotong royong bersama personel Polri.
“Kebersamaan inilah kekuatan kita. Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Polda Kaltim Laksanakan Pengamanan Kunjungan Kerja Presiden RI di Kalimantan Timur

Balikpapan — Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) melaksanakan pengamanan terpadu dalam rangka kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di wilayah Kalimantan Timur.

Kunjungan kerja Presiden RI tersebut dilaksanakan dalam rangka peresmian beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang merupakan salah satu proyek strategis nasional di sektor energi. Setelah agenda peresmian, Presiden RI dijadwalkan melanjutkan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) dan bermalam di kawasan tersebut.

Dalam pelaksanaan pengamanan, Polda Kaltim mengerahkan personel dari berbagai satuan fungsi yang bersinergi dengan unsur TNI serta instansi terkait. Pengamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengamanan jalur, lokasi kegiatan, objek vital, hingga pengamanan terbuka dan tertutup guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Ditempat terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto, S.I.K., M.Sc., menegaskan bahwa pengamanan kunjungan kerja Presiden RI merupakan tugas negara yang harus dilaksanakan secara profesional, terukur, dan penuh tanggung jawab.

“Polda Kaltim berkomitmen memberikan pengamanan maksimal agar seluruh rangkaian kunjungan kerja Presiden RI di Kalimantan Timur dapat berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Kabid Humas.

Selain fokus pada pengamanan Presiden dan rombongan, Polda Kaltim juga melakukan pengaturan lalu lintas serta imbauan kepada masyarakat untuk mendukung kelancaran kegiatan dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.

Dengan kesiapan personel dan sinergi lintas instansi, Polda Kaltim memastikan situasi kamtibmas selama kunjungan kerja Presiden RI di Kalimantan Timur tetap terjaga aman dan kondusif.