Polres Kukar Terus Gencarkan Patroli KRYD, untuk Tingkatkan Kamtibmas

KUKAR – Satuan Samapta Polres Kukar melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), berupa patroli imbauan mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Kukar. Pada Jumat (2/8/1024) sekitar pukul 10.00 WITA.

Sebanyak 6 personel Polres Kukar yang diturunkan, ujar Kasat Samapta Iptu E. Indrayani.

Patroli tersebut meliputi beberapa lokasi, termasuk Bank BRI, dengan tujuan memberikan imbauan kepada petugas jaga di sana.

\”Para petugas patroli menyampaikan agar selalu waspada terhadap orang-orang yang terlihat mencurigakan dan segera melaporkan jika terjadi tindak pidana ke Call Center 110 atau kantor polisi terdekat,\” tandas Iptu Indrayani.

Polsek Sebulu Sosialisasi Terkait Tata Tertib Lalu Lintas di SMPN 1 Sebulu

KUKAR – Polsek Sebulu melaksanakan kegiatan penyuluhan tentang tata tertib lalu lintas di SMPN 1 Sebulu, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pada Sabtu (3/7/2024).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SMPN 1 Sebulu, Yahya Syahrani; Aipda G Sinaga dari Polsek Sebulu, dan sekitar 150 siswa-siswi SMPN 1 Sebulu.

Dalam penyuluhan tersebut, disampaikan pentingnya pengenalan tata tertib lalu lintas bagi anak-anak di bawah usia 17 tahun. Materi yang diberikan mencakup aturan-aturan dasar berlalu lintas, pentingnya menggunakan helm saat berkendara motor, dan cara menyeberang jalan dengan aman.

Kapolsek Sebulu AKP Heru Erkahadi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa-siswi tentang keselamatan berlalu lintas sejak usia dini.

Diharapkan, melalui penyuluhan ini, para siswa dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan sekolah dan keluarga mereka.

Polsek Muara Kaman Lakukan Pengamanan Aksi Damai Ormas KOPASTI di PT MKH

KUKAR – Polsek Muara Kaman lakukan pengamanan dalam aksi damai yang dipimpin oleh Dewan Pengurus Besar ormas KOPASTI (Koalisi Pemuda Simpati) Kalimantan Timur (Kukar), terus berlanjut di area perkebunan kelapa sawit PT Maju Kalimantan Hadapan, Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, pada Jumat (2/8/2024).

Upaya penggalangan dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap koordinator aksi, Sudarto, di penginapan Surya SP1 Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, telah dilakukan pertemuan antara pihak kepolisian dan koordinator aksi untuk membahas perkembangan situasi.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Larto, bersama jajaran kepolisian dan pihak terkait hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Muara Kaman menyampaikan bahwa aspirasi dan tuntutan para demonstran telah direspon langsung oleh pemilik perusahaan, Tansri. Oleh karena itu, disarankan agar aksi unjuk rasa dihentikan dan proses komunikasi dilanjutkan dengan pihak perusahaan.

Sudarso, selaku koordinator aksi, menyampaikan apresiasinya kepada pihak kepolisian atas pengawalan dan pengamanan aksi damai ini. Ia juga menegaskan bahwa perundingan dengan pihak perusahaan akan dilakukan pada hari ini dan berharap semua peserta aksi dapat kembali ke tempat masing-masing dengan tertib.

Dalam pertemuan ini, hadir perwakilan dari berbagai pihak termasuk Danramil Muara Kaman, perwakilan manajemen PT Maju Kalimantan Hadapan, dan sejumlah personel keamanan dari kepolisian dan TNI.

Dalam closing statement, Sudarso, menyatakan bahwa masyarakat Desa Puan Cepak telah memberikan kuasa penuh kepada ormas KOPASTI untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan pihak perusahaan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan aksi unjuk rasa akan dihentikan dan operasional perusahaan akan kembali normal.

Setelah closing statement, dilakukan pembukaan portal, pelepasan atribut aksi, dan pembersihan lokasi. Seluruh peserta aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib, dan kegiatan berakhir dengan situasi aman terkendali.

Polsek Muara Kaman Lakukan Pengamanan Aksi Damai Ormas KOPASTI di PT MKH

KUKAR – Polsek Muara Kaman lakukan pengamanan dalam aksi damai yang dipimpin oleh Dewan Pengurus Besar ormas KOPASTI (Koalisi Pemuda Simpati) Kalimantan Timur (Kukar), terus berlanjut di area perkebunan kelapa sawit PT Maju Kalimantan Hadapan, Desa Puan Cepak, Kecamatan Muara Kaman, pada Jumat (2/8/2024).

Upaya penggalangan dilakukan oleh pihak kepolisian terhadap koordinator aksi, Sudarto, di penginapan Surya SP1 Desa Sumber Sari, Kecamatan Sebulu, telah dilakukan pertemuan antara pihak kepolisian dan koordinator aksi untuk membahas perkembangan situasi.

Kapolsek Muara Kaman, IPTU Larto, bersama jajaran kepolisian dan pihak terkait hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Muara Kaman menyampaikan bahwa aspirasi dan tuntutan para demonstran telah direspon langsung oleh pemilik perusahaan, Tansri. Oleh karena itu, disarankan agar aksi unjuk rasa dihentikan dan proses komunikasi dilanjutkan dengan pihak perusahaan.

Sudarso, selaku koordinator aksi, menyampaikan apresiasinya kepada pihak kepolisian atas pengawalan dan pengamanan aksi damai ini. Ia juga menegaskan bahwa perundingan dengan pihak perusahaan akan dilakukan pada hari ini dan berharap semua peserta aksi dapat kembali ke tempat masing-masing dengan tertib.

Dalam pertemuan ini, hadir perwakilan dari berbagai pihak termasuk Danramil Muara Kaman, perwakilan manajemen PT Maju Kalimantan Hadapan, dan sejumlah personel keamanan dari kepolisian dan TNI.

Dalam closing statement, Sudarso, menyatakan bahwa masyarakat Desa Puan Cepak telah memberikan kuasa penuh kepada ormas KOPASTI untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan pihak perusahaan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh kegiatan aksi unjuk rasa akan dihentikan dan operasional perusahaan akan kembali normal.

Setelah closing statement, dilakukan pembukaan portal, pelepasan atribut aksi, dan pembersihan lokasi. Seluruh peserta aksi kemudian membubarkan diri dengan tertib, dan kegiatan berakhir dengan situasi aman terkendali.

Inafis Polres Kukar Evakuasi Jasad Perempuan di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda

KUKAR – Polres Kukar melakukan proses evakuasi dari penemuan jasad tak bernyawa di Desa Loa Lepu, tepatnya di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda KM 6 Jalan AP Mangkunegara, Tenggarong Seberang, pada Sabtu (3/8/2024) sekitar pukul 17.00 WITA.

Penemuan ini awalnya dilaporkan oleh Feri Iskandar (32), seorang mahasiswa dari Desa Muara Pedoon, yang menemukan mayat tersebut saat berhenti untuk buang air kecil dalam perjalanannya ke rumah sakit di Samarinda.

Mayat ditemukan dalam kondisi tertutup pelepah kelapa sawit, mengenakan baju warna pink bertuliskan Hermes dan celana hitam, serta memakai anting. Di saku celana mayat ditemukan kunci mobil Honda.

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Jordi Rahman mengatakan Inafis Satreskrim Polres Kukar langkah-langkah yang telah diambil meliputi mendatangi dan melakukan olah TKP, identifikasi mayat, interview saksi-saksi di TKP, serta permintaan visum et repertum dan pengamanan barang-barang milik korban.

Saksi lainnya yang turut memberikan keterangan adalah Hadi Purnomo (48), warga sekitar, dan Totok Hartono (50), Ketua RT 3 Desa Loa Lepu.

Hingga saat ini, identitas mayat yang sementara diidentifikasi sebagai Mrs X masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun proses visum masih berlangsung untuk memastikan penyebab kematian.

Pihak kami, kata AKP Jordi, juga tengah melakukan identifikasi barang bukti serta penyelidikan terhadap pelaku yang diduga terkait dengan kasus ini.

Inafis Polres Kukar Evakuasi Jasad Perempuan di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda

KUKAR – Polres Kukar melakukan proses evakuasi dari penemuan jasad tak bernyawa di Desa Loa Lepu, tepatnya di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda KM 6 Jalan AP Mangkunegara, Tenggarong Seberang, pada Sabtu (3/8/2024) sekitar pukul 17.00 WITA.

Penemuan ini awalnya dilaporkan oleh Feri Iskandar (32), seorang mahasiswa dari Desa Muara Pedoon, yang menemukan mayat tersebut saat berhenti untuk buang air kecil dalam perjalanannya ke rumah sakit di Samarinda.

Mayat ditemukan dalam kondisi tertutup pelepah kelapa sawit, mengenakan baju warna pink bertuliskan Hermes dan celana hitam, serta memakai anting. Di saku celana mayat ditemukan kunci mobil Honda.

Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Jordi Rahman mengatakan Inafis Satreskrim Polres Kukar langkah-langkah yang telah diambil meliputi mendatangi dan melakukan olah TKP, identifikasi mayat, interview saksi-saksi di TKP, serta permintaan visum et repertum dan pengamanan barang-barang milik korban.

Saksi lainnya yang turut memberikan keterangan adalah Hadi Purnomo (48), warga sekitar, dan Totok Hartono (50), Ketua RT 3 Desa Loa Lepu.

Hingga saat ini, identitas mayat yang sementara diidentifikasi sebagai Mrs X masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, namun proses visum masih berlangsung untuk memastikan penyebab kematian.

Pihak kami, kata AKP Jordi, juga tengah melakukan identifikasi barang bukti serta penyelidikan terhadap pelaku yang diduga terkait dengan kasus ini.

RILIS SSDM POLRI

Ibu Taruni Akpol Regina: Ditanya \’Habis Berapa M\’, Lah Wong Saya Tukang Warung

-SSDM POLRI- Nila, ibu dari Regina Anugerahanni Rosari, bersyukur sibungsu menjadi taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2024. Di sisi lain dia menyayangkan orang-orang yang meragukan anaknya masuk Akpol tanpa biaya apapun.

\”Saya kadang seperti mimpi (Regina masuk Akpol). Seperti saya di pasar, kan saya jualan. Itu saya ditanya, \’Ini kok Regin nggak pernah bantuin? Di mana\’. Saya jawab \’Sudah berangkat (seleksi Akpol-red) ke Semarang\’,\” cerita Nila, dikutip dari Podcast SDM Polri Today, Minggu (4/8/2024).

Nila menceritakan orang-orang yang akhirnya tahu Regina terpilih sebagai calon taruni Akpol bertanya soal besaran biaya. Nila menerangkan dirinya tak mengeluarkan biaya sama sekali karena dengan pekerjaannya sebagai penjual di pasar, uang receh pun berarti bagi dia.

\”Ditanya habis berapa M (miliar rupiah-red). Lah wong saya saja tukang warung, wong Rp 500 perak, Rp 1000 perak saja saya pungut ibaratnya,\” ucap Nila.

Dia bersyukur karena proses seleksi Akpol dinilainya berlangsung transparan. Dia menegaskan putrinya juga pantang menyerah dan tak berputus asa meski sempat dua kali gagal masuk Akpol.

\”Puji Tuhan karena ini proses transparan, makanya Regin maju, maju terus. Puji Tuhan dua kali gagal, yang ketiga Regin bisa lolos,\” ujar Nila.

Senada dengan cerita Nila, Handoko yang merupakan ayah Regina pun ditanyai tetangga, rekan kerja, hingga Pak RT soal biaya. Kepada RT setempat, Handoko meminta cerita perjuangan Regina masuk Akpol disampaikan kepada masyarakat setempat sehingga anak-anak muda berprestasi di lingkungan tempat tinggalnya memiliki optimistis.

\”Tetangga kiri-kanan mendengar, teman kerja mendengar anak diterima masuk akpol, mereka tanya saya, \’Habis berapa?\’, (Handoko jawab-red) \’Nggak ada habis berapa, Pak. Semuanya itu gratis dan tidak ada pungutan biaya\’,\” cerita Handoko.

\”Bahkan ketika Pak RT datang ke rumah saya, menyampaikan surat pemilu, itu sempat bertanya, \’Habis banyak Pak Handoko?\’ pakai bahasa lokal. Ya saya bilang, \’Pak sekalian saja saya mau titip ke Bapak selaku pamong di sini, sampaikan ke warga sekitar sini karena banyak anak-anak yang berpotensi. Karena soal Regina, tidak sedikit pun kami mengeluarkan biaya\’,\” imbuh Handoko.

Regina merupakan taruni asal pengiriman Polda Lampung. Tahun ini adalah kali ketiga Regina mengikuti seleksi taruna-taruni Akpol.

Dia menyebut tujuannya masuk Akpol ingin mendapatkan kesempatan pendidikan terbaik secara gratis. Sehingga tak lagi membebani kedua orang tuanya.

\”Ini tahun ketiga daftar Akpol, tahun terakhir. Saya ingin mendapat pendidikan gratis sehingga tidak lagi membebani orang tua terkait dengan biaya pendidikan dan biaya sehari-hari selama pendidikan. Saya juga ingin punya pekerjaan yang tetap,\” ujar Regin, sapaan akrabnya, kepada detikcom di Gedung Fasdik Lama, Flat Taruni, Resimen Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (26/7).

Regin mengatakan dirinya lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya sempat bekerja sebagai satpam, namun kini bekerja di pabrik pakan udang, sementara ibunya pedagang sembako di Pasar Beringin, Bandar Lampung.

\”Ayah saya dulu satpam, tapi pensiun jadi satpam, sekarang kerja di pabrik pakan udang. Kalau ibu saya pedagang sembako di pasar, toko biasa, toko kecil,\” kata anak bungsu dari dua bersaudara ini.

Regina menyebut modalnya untuk masuk Akpol hanya kegigihan. \”Dapat dibuktikan dari saya mencoba tiga kali. Tahun pertama saya ranking 3, tahun kedua saya ranking 2, dan ini tahun ketiga saya ranking 1 panitia daerah, Puji Tuhan,\” ucapnya.

Tiga kali mengikuti seleksi Akpol, perempuan yang pernah menyabet Juara I Kejuaraan Tinju Amatir tingkat Provinsi Lampung ini berpendapat rangkaian pemeriksaan dan tes dijalaninya dengan adil dan terbuka. Regin sadar ada beragam komentar soal seleksi Akpol yang muncul di masyarakat, namun pendapatnya berdasarkan pengalaman pribadinya.

\”Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggaraan seleksi taruna-taruni Akpol atas terselenggaranya sistem seleksi yang humanis, transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kemarin itu jasmani semuanya udah pake sensor semua, menurut saya ini bagus, itu ke itu berlaku untuk semua peserta,\” ucap Regin.

\”Dan sebelum tes pakai alat, selalu ada gladi bersihnya untuk kita. Lalu saat CAT, soalnya diacak dan nilainya langsung muncul setelah selesai. Jadi saya tutup telinga saja sih kalau ada yang nakut-nakutin ini-itu, karena saya pribadi tidak mengalami itu. Kalau saya mengalami, tidak akan saya mau berusaha sampai tiga kali seleksi Akpol,\” pungkas dia.

Simpan 146 Poket Sabu-sabu, 2 Pengedar Berhasil Diringkus Satresnarkoba Polres Kukar

KUKAR – Satresnarkoba Polres Kukar berhasil mengamankan dua pelaku peredaran narkoba jenis sabu-sabu, berinisial ASH (30) dan AA (29).

Keduanya ditangkap di Jalan Pesut Gang Murai, Kelurahan Sungai Dama. Pada Selasa (2/8/2024) sekitar pukul 01.00 WITA dini hari.

Awalnya Satresnarkoba Polres Kukar yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba AKP Aksarudin Adam berhasil mengamankan pelaku AH yang sebelumnya ditangkap di Kecamatan Tenggarong.

Setelah dilakukan pengembangan, didapati nama ASH dan AA.

\”Tim Opsnal Satresnarkobq pun melakukan pemantauan dan terlihat ada 2 orang laki-laki yang sedang berjualan sabu-sabu di loket pesut tersebut, lalu pada pukul 01.00 wita dini hari, tim Satresnarkoba Polres Kukar melakukan Undercover Buy,\” terang AKP Aksarudin Adam.

Setelah keduanya terjerat, Tim Opsnal Satresnarkoba pun langsung melakukan penggeledahan kepada keduanya. Benar saja, ditemukan 146 bungkus narkotika jenis sabu-sabu.l dengan berat 81,47 gram.

Dengan barang bukti yang didapatkan, kedua pelaku pun langsung digelandang ke Mapolres Kukar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti lainnya yang berhasil disita, yakni uang tunai Rp 2 juta. Keduanya pun terancam dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Simpan 146 Poket Sabu-sabu, 2 Pengedar Berhasil Diringkus Satresnarkoba Polres Kukar

KUKAR – Satresnarkoba Polres Kukar berhasil mengamankan dua pelaku peredaran narkoba jenis sabu-sabu, berinisial ASH (30) dan AA (29).

Keduanya ditangkap di Jalan Pesut Gang Murai, Kelurahan Sungai Dama. Pada Selasa (2/8/2024) sekitar pukul 01.00 WITA dini hari.

Awalnya Satresnarkoba Polres Kukar yang dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba AKP Aksarudin Adam berhasil mengamankan pelaku AH yang sebelumnya ditangkap di Kecamatan Tenggarong.

Setelah dilakukan pengembangan, didapati nama ASH dan AA.

\”Tim Opsnal Satresnarkobq pun melakukan pemantauan dan terlihat ada 2 orang laki-laki yang sedang berjualan sabu-sabu di loket pesut tersebut, lalu pada pukul 01.00 wita dini hari, tim Satresnarkoba Polres Kukar melakukan Undercover Buy,\” terang AKP Aksarudin Adam.

Setelah keduanya terjerat, Tim Opsnal Satresnarkoba pun langsung melakukan penggeledahan kepada keduanya. Benar saja, ditemukan 146 bungkus narkotika jenis sabu-sabu.l dengan berat 81,47 gram.

Dengan barang bukti yang didapatkan, kedua pelaku pun langsung digelandang ke Mapolres Kukar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti lainnya yang berhasil disita, yakni uang tunai Rp 2 juta. Keduanya pun terancam dengan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

41 Personil Polres Kukar Laksanakan Ujian Beladiri UKP

KUKAR – Polres Kukar menggelar Ujian Beladiri untuk Kenaikan Pangkat (UKP) TMT 1 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di lapangan Polres Kukar, pada Jumat (2/8/2024) dengan partisipasi dari sejumlah pejabat dan personel terkait.

Sebanyak 41 orang peserta ujian beladiri UKP TMT 1 Januari 2025 hadir langsung. Dibuka oleh Kabag SDM, Kompol Suparno dan dihadiri Ps Paur Subbag Watpers, Aipda Budi Wiyono dan Instruktur Beladiri, Aipda Galih HS.

Sebanyak tiga materi ujian yang dilaksanakan. Masing-masing Teknik Dasar Beladiri Polri, Teknik Beladiri Tanpa Alat dan Teknik Beladiri dengan Melawan Alat.

Kabag SDM Kompol Suparno mengatakan bahwa Bela diri polri merupakan bekal yang sangat penting dalam pelaksanaan tugas terutama di lapangan saya harap anggota bersungguh-sungguh dalam latihan tersebut.

Selain itu juga untuk melengkap persyaratan administrasi UKP bagi personil yang akan naik pangkat.