Kapolres Kukar Pimpin Sertijab 2 Kapolsek di Kukar

KUKAR – Polres Kukar menggelar Upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Sanga Sanga dan Kapolsek Tabang berlangsung di halaman Mapolres Kutai Kartanegara pada Senin (30/9/2024) pukul 07.40 WITA. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kutai Kartanegara, AKBP Heri Rusyaman.

Dalam upacara tersebut, AKP A Baihaki, secara resmi menyerahkan jabatan Kapolsek Sangasanga kepada AKP Muhamad Zulhijah. Sedangkan AKP Basuki, menyerahkan jabatan Kapolsek Tabang kepada Iptu Aldino Subroto.

Acara dimulai dengan komandan upacara memasuki lapangan, diikuti oleh Kapolres Kutai Kartanegara sebagai inspektur upacara. Setelah penghormatan dan laporan dari komandan upacara, dilanjutkan dengan pembacaan keputusan Kapolda Kaltim mengenai pengangkatan pejabat baru yang tertuang dalam Keputusan Kapolda Kaltim (Kep/530/IX/2024) tertanggal 17 September 2024.

Prosesi pengambilan sumpah dilakukan dengan khidmat, disaksikan oleh rohaniawan. Setelah itu, pejabat baru dan pejabat lama menandatangani berita acara serah terima jabatan, berita acara penyumpahan, dan fakta integritas, yang kemudian disahkan oleh Kapolres Kutai Kartanegara sebagai inspektur upacara.

Upacara ditutup dengan doa dan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara, sebelum akhirnya upacara dinyatakan selesai pada pukul 08.00 WITA dengan situasi aman dan lancar.

Dengan adanya pergantian pejabat ini, diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan Polri, khususnya di wilayah hukum Polsek Sangasanga dan Polsek Tabang, untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kutai Kartanegara.

Polsek Loa Janan Tangkap Pria 34 Tahun, Kantongi Satu Poket Sabu-sabu

KUKAR – Polsek Loa Janan berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu di wilayah hukum Polsek Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pengungkapan ini dilakukan pada Minggu (29/9/2024) sekitar pukul 17.30 WITA di Dusun Loa Ranten, Desa Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan.

Berdasarkan laporan yang diterima, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Unit Reskrim Polsek Loa Janan yang dipimpin oleh Kanit Reskrim, IPDA Dwi Handono, langsung bergerak menuju lokasi.

Setibanya di tempat kejadian, petugas mencurigai seorang pria yang berada di pinggir jalan. Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan satu bungkus narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,4 gram yang disimpan di saku celana sebelah kiri pria tersebut. Pelaku yang diketahui bernama AI (34), warga Dusun Loa Ranten, Desa Loa Janan Ulu, mengakui barang tersebut merupakan miliknya.

Ahmadi mengaku mendapatkan sabu-sabu tersebut dari seseorang di Samarinda Seberang dengan harga Rp 150 ribu atas perintah seorang pria bernama HR. Saat ini, AI bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Loa Janan untuk proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Loa Janan, AKP Iswanto, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang terlibat dalam peredaran narkotika di wilayah tersebut. \”Kami akan terus melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengembangkan kasus ini hingga tuntas,\” ujarnya.

Atas perbuatannya, Ahmadi dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara.

Polsek Loa Janan mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkotika di lingkungan mereka demi menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

Tindakan tegas terhadap penyalahgunaan narkotika diharapkan dapat menekan peredaran barang haram tersebut di Kutai Kartanegara.

Polwan Polres Kukar Bantu Warga yang Pingsan Karena Kelelahan Saat Prosesi Belimbur

TENGGARONG – Polwan Polres Kukar melakukan tindakan cepat dan sigap dalam melakukan pengamanan penutupan Pesta Erau Adat Kutai 2024. Baik itu di depan Museum Mulawarman Tenggarong, maupun sepanjang Tepian Mahakam, pada Minggu (29/9/2024).

Tak hanya melakukan pengamanan, pun melakukan respon cepat terhadap seorang warga yang sedang menunggu prosesi Mengulur Naga dan Belimbur, yang tiba-tiba jatuh pingsan.

Kabag Ops Polres Kukar Kompol Subari yang juga ada di lokasi menerangakn bahwa, wanita tersebut pingsan diduga karena kelelahan akibat cuaca terik dan panas.

Namun beruntung, adanya personel Polwan Polres Kukar, bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kukar yang sedang berjaga di sekitar lokasi. Sehingga wanita yang jatuh pingsan bisa segera ditangani dengan baik.

Polres Kutai Kartanegara Kerahkan Ratusan Personel, Amankan Penutupan Erau Adat Pelas Benua 2024

Tenggarong – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan penutupan acara tahunan Erau Adat Pelas Benua 2024, Polres Kutai Kartanegara menggelar apel pengamanan pada Minggu (29/9/2024). Apel dilaksanakan di halaman Museum Mulawarman, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, pukul 07.15 WITA, dan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Subari.

Dalam proses pengamanannya, Polres Kukar mengerahkan ratusan personel untuk mengawal proses Mengukur Nga dan Belimbur di sepanjang Tepian Mahakam dan di depan Museum Mulawarman Tenggarong.

Dalam arahannya, Kompol Subari menyampaikan beberapa poin penting untuk pelaksanaan pengamanan acara penutupan Erau. Ia menekankan pentingnya rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesehatan yang diberikan kepada seluruh personel sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik. Kompol Subari juga menginstruksikan seluruh personel untuk melaksanakan tugas pengamanan dengan penuh keikhlasan dan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

\”Setelah apel ini, seluruh personel diminta untuk menempati pos pengamanan sesuai dengan ploting yang sudah dibagi. Pastikan juga untuk tetap waspada dan melaksanakan patroli di titik-titik strategis,\” ujar Subari.

Arahan juga diberikan kepada personel Samapta dan Lalu Lintas agar memastikan kelancaran kegiatan dengan melakukan patroli di berbagai titik selama prosesi penutupan Erau dan tradisi Belimbur berlangsung.

Apel pengamanan ini selesai pada pukul 07.20 WITA dengan situasi aman dan kondusif. Personel keamanan diinstruksikan untuk tetap siaga dan kembali melaksanakan apel penutupan setelah tugas pengamanan selesai.

Acara Erau Adat Pelas Benua sendiri merupakan tradisi budaya tahunan yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara, dihadiri oleh ribuan masyarakat lokal maupun wisatawan untuk menyaksikan berbagai rangkaian upacara adat serta tradisi Belimbur, yaitu siram-siraman air sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan.

Polres Kutai Kartanegara Kerahkan Ratusan Personel, Amankan Penutupan Erau Adat Pelas Benua 2024

Tenggarong – Dalam rangka memastikan kelancaran dan keamanan penutupan acara tahunan Erau Adat Pelas Benua 2024, Polres Kutai Kartanegara menggelar apel pengamanan pada Minggu (29/9/2024). Apel dilaksanakan di halaman Museum Mulawarman, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, pukul 07.15 WITA, dan dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Kukar, Kompol Subari.

Dalam proses pengamanannya, Polres Kukar mengerahkan ratusan personel untuk mengawal proses Mengukur Nga dan Belimbur di sepanjang Tepian Mahakam dan di depan Museum Mulawarman Tenggarong.

Dalam arahannya, Kompol Subari menyampaikan beberapa poin penting untuk pelaksanaan pengamanan acara penutupan Erau. Ia menekankan pentingnya rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas kesehatan yang diberikan kepada seluruh personel sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik. Kompol Subari juga menginstruksikan seluruh personel untuk melaksanakan tugas pengamanan dengan penuh keikhlasan dan memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

\”Setelah apel ini, seluruh personel diminta untuk menempati pos pengamanan sesuai dengan ploting yang sudah dibagi. Pastikan juga untuk tetap waspada dan melaksanakan patroli di titik-titik strategis,\” ujar Subari.

Arahan juga diberikan kepada personel Samapta dan Lalu Lintas agar memastikan kelancaran kegiatan dengan melakukan patroli di berbagai titik selama prosesi penutupan Erau dan tradisi Belimbur berlangsung.

Apel pengamanan ini selesai pada pukul 07.20 WITA dengan situasi aman dan kondusif. Personel keamanan diinstruksikan untuk tetap siaga dan kembali melaksanakan apel penutupan setelah tugas pengamanan selesai.

Acara Erau Adat Pelas Benua sendiri merupakan tradisi budaya tahunan yang digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara, dihadiri oleh ribuan masyarakat lokal maupun wisatawan untuk menyaksikan berbagai rangkaian upacara adat serta tradisi Belimbur, yaitu siram-siraman air sebagai simbol pembersihan diri dan lingkungan.

Polsek Kota Bangun Gelar Sosialisasi Pengawasan Netralitas ASN, TNI, dan Polri pada Pilkada 2024

KUKAR – Polsek Kota Bangun bersama sejumlah instansi terkait menggelar sosialisasi tentang Pengawasan Partisipasi dan Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur dan Bupati/Wakil Bupati Kutai Kartanegara 2024. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (29/9/2024), di Lapangan Futsal Desa Kedang Murung, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sosialisasi ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya netralitas ASN, TNI, dan Polri dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Dalam sambutannya, Hairin, Ketua PPK Kota Bangun, menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat, baik ASN, TNI, maupun Polri, harus tetap netral dan tidak terpengaruh oleh kepentingan politik tertentu.

“Kita berharap Pilkada serentak ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif, serta semua pihak dapat menjaga netralitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Senada dengan itu, Abdul Kharim, selaku Sekcam Kota Bangun, juga menyampaikan pentingnya netralitas dalam Pilkada 2024. \”ASN, TNI, dan Polri harus menjaga integritas dan tidak terlibat dalam politik praktis. Kami sangat menghargai kehadiran dan kesiapan semua pihak dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama Pilkada,\” jelasnya.

Yulia Parlina, narasumber dari Kutai Kartanegara, juga memberikan paparan mengenai landasan hukum terkait netralitas ASN, di antaranya UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang mengatur bahwa ASN harus bebas dari pengaruh partai politik. Ia juga menekankan bahwa netralitas ASN, TNI, dan Polri sangat penting dalam menjaga demokrasi yang adil dan transparan.

Sosialisasi ini berakhir pada pukul 12.00 WITA dengan situasi yang aman dan kondusif. Polsek Kota Bangun memastikan akan terus memantau perkembangan terkait Pilkada dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban selama proses pemilihan berlangsung.

Polsek Muara Jawa Amankan Peresmian Gereja HKBP Naomi dan HUT PT Bahana Cipta Internusa

KUKAR – Polsek Muara Jawa telah melaksanakan pengamanan dalam kegiatan peresmian Gereja HKBP Naomi serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 PT Bahana Cipta Internusa (BCI) yang digelar pada Minggu (29/9/2024). Acara berlangsung di Gereja HKBP Naomi, yang berlokasi di Jalan A Yani, Gang Mawar, RT 12, Kelurahan Muara Jawa Pesisir, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Acara dimulai pukul 10.00 WITA hingga 17.00 WITA ini, Polsek Muara Jawa menurunkan tiga personel untuk mengamankan jalannya acara, bersama dengan dukungan linmas setempat. Dalam pelaksanaan tugasnya, Polsek Muara Jawa memastikan acara yang diikuti oleh sekitar 500 jamaat berlangsung dengan aman dan lancar.

“Kami berterima kasih atas kerja sama seluruh pihak sehingga acara dapat berjalan dengan tertib dan aman,” ujar Kapolsek Muara Jawa, IPTU Dedik I Prasetyo.

Acara ini juga menjadi momen penting bagi jemaat HKBP Naomi dalam meningkatkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan di tengah masyarakat.

Wakapolres Kukar Ikuti Upacara Adat Ngulur Naga dan Belimbur di Erau Adat Pelas Benua 2024

KUKAR – Polres Kukar hadiri upacara adat Ngulur Naga dan Belimbur dalam rangka Erau Adat Pelas Benua 2024 sukses digelar di Museum Mulawarman, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Kecamatan Tenggarong, pada Minggu (29/09/2024). Acara ini berlangsung dengan hikmat dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, baik dari lingkup Kesultanan, pemerintahan, maupun masyarakat.

Hadirin yang Memuliakan Tradisi Acara tersebut dihadiri oleh Sultan Kutai Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, Pangeran Noto Negoro, Heriansyah, Pjs Bupati Kutai Kartanegara, Bambang Arwanto, Wakapolres Kukar, Kompol M Aldy Harjasatya, serta sejumlah pejabat dari DPRD, Polres, Dandim, dan jajaran pemerintah daerah. Turut hadir pula para Sultan dan Raja Nusantara serta masyarakat setempat yang antusias menyaksikan rangkaian acara.

Ritual Sakral Puncak Erau Prosesi Ngulur Naga dan Belimbur merupakan puncak dari rangkaian acara Erau, yang bukan hanya menjadi simbol keagungan Kesultanan Kutai tetapi juga merupakan ritual sakral dalam tradisi adat Kutai. Replika Naga Laki dan Naga Bini diarak dari Tenggarong menuju Desa Kutai Lama di Kecamatan Anggana, untuk dilarungkan di muara Sungai Mahakam.

Dalam sambutannya, Pjs Bupati Kutai Kartanegara, Bambang Arwanto, menekankan bahwa upacara ini memiliki makna penting sebagai simbol keabadian adat leluhur dan keberlangsungan tradisi Kutai. Ia berharap, seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan memberi kesan baik, tidak hanya bagi masyarakat Kutai Kartanegara, tetapi juga bagi seluruh Nusantara.

Makna Prosesi Belimbur Belimbur, yang merupakan ritual penyucian diri, dilakukan setelah air suci (air tuli) dari Kutai Lama tiba di Tenggarong. Seluruh masyarakat, termasuk Sultan beserta kerabat Kesultanan, saling memercikkan air tersebut sebagai simbol pembersihan dari segala pengaruh negatif.

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara atas terselenggaranya acara ini dengan tertib dan penuh makna. Ia menekankan pentingnya melestarikan adat dan tradisi sebagai warisan budaya yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Pengamanan Ketat Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan pengamanan yang ketat dari pihak Polres Kutai Kartanegara. Wakapolres Kutai Kartanegara, Kompol M Aldy Harjasatya, melaporkan bahwa situasi acara berjalan aman dan tertib hingga selesai pada pukul 13.00 WITA.

Kegiatan Ngulur Naga dan Belimbur tahun ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam setiap prosesi, termasuk larangan penggunaan air kotor atau plastik, serta perlindungan terhadap lansia, ibu hamil, dan anak-anak.

Polres Kukar Tangkap Pelaku Dugaan Kekerasan dalam Rumah Tangga di Tenggarong

KUKAR — Polres Kutai Kartanegara berhasil menangkap pelaku dugaan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di Jalan Bengkuring RT 39, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong pada Jumat, 27 September 2024, sekitar pukul 14.00 WITA.

Kasus ini berawal dari pertengkaran antara korban, Jumriani (34), dan terlapor, S (34), yang berujung pada aksi kekerasan. S diduga memukul korban dengan menggunakan asbak kayu, sehingga menyebabkan luka pada bagian kepala korban.

Usai menerima laporan, unit Opsnal Polres Kukar segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pengumpulan keterangan dari para saksi, termasuk Agus Sofian (46), seorang warga setempat. Setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaan pelaku yang melarikan diri ke arah hutan, tim kepolisian melakukan pengejaran.

Pada sekitar pukul 22.30 WITA, polisi berhasil menemukan pelaku yang bersembunyi di semak-semak dekat lokasi kejadian. Pelaku segera diamankan dan dibawa ke Polres Kutai Kartanegara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Barang bukti berupa satu buah asbak kayu yang digunakan pelaku dalam aksi kekerasan tersebut turut diamankan oleh pihak kepolisian. Kasus ini ditangani oleh Polres Kutai Kartanegara, dan pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Polres Kukar memastikan akan menindak tegas pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan terus mendalami kasus ini untuk proses hukum lebih lanjut.

Kabag SDM Polres Kukar Hadiri Ziarah ke Makam Raja-Raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura

KUKAR – Dalam rangka memperingati Erau Adat Pelas Benua dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tenggarong yang ke-242, Polres Kutai Kartanegara menggelar ziarah ke makam pendiri Kota Tenggarong dan Raja-Raja Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (28/09/2024) di Kompleks Makam Raja-Raja Kesultanan Kutai, yang berlokasi di area Museum Mulawarman, Tenggarong.

Tema kegiatan tersebut adalah “Memajukan Kebudayaan, Menggaungkan Peradaban Nusantara”. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Heriansyah (Pangeran Noto Negoro Kesultanan Kutai Kartanegara), Bambang Arwanto (Pjs Bupati Kutai Kartanegara), Kabag SDM Polres Kukar Kompol Suparno dan perwakilan dari berbagai instansi pemerintahan serta kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara.

Acara dimulai dengan pembacaan sejarah singkat pendiri Kota Tenggarong, Sultan Aji Muhammad Muslihuddin atau Aji Imbut, oleh Camat Tenggarong. Dikisahkan bahwa pada tanggal 28 September 1782, Sultan Aji Imbut memindahkan ibu kota Kesultanan dari Pemarangan ke Tepian Pandan, yang kemudian dinamai Tangga Arung, dan kini lebih dikenal sebagai Tenggarong. Langkah ini dilakukan untuk menghilangkan kenangan pahit masa pemerintahan Aji Kado di Pemarangan.

Dalam sambutannya, Pangeran Noto Negoro menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Sultan Kutai Kartanegara yang masih terikat adat istiadat. Ia menekankan pentingnya kegiatan ziarah ini sebagai penghormatan kepada pendiri kota dan para raja, serta sebagai refleksi bagi generasi penerus untuk menjaga dan melanjutkan cita-cita para leluhur.

Pjs Bupati Kutai Kartanegara, Bambang Arwanto, juga menyampaikan apresiasinya terhadap sejarah dan perkembangan Kota Tenggarong. Ia mengingatkan bahwa dengan warisan budaya dan sejarah yang kaya, Kota Tenggarong harus terus berbenah dan berkembang, terlebih dalam menyambut kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Acara dilanjutkan dengan ziarah ke makam raja-raja serta peletakan bunga di makam pendiri kota. Kegiatan ini berakhir dalam suasana yang khidmat dan berjalan lancar.

Dengan pelaksanaan ziarah ini, Polres Kutai Kartanegara berharap dapat mempererat nilai-nilai kebudayaan dan sejarah di tengah masyarakat, serta memperkuat semangat persatuan di Kota Tenggarong yang terus berkembang.