Tiang Ayu Diturunkan, Erau Berakhir dan Tenggarong Genap 244 Tahun

Kukar – Rangkaian Erau Adat Kutai 2026 resmi memasuki penghujungnya. Prosesi Penurunan Tiang Ayu di Museum Mulawarman, Tenggarong, Minggu (27/9/2026), menjadi penanda berakhirnya rangkaian adat sekaligus menyambut Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244.

Prosesi sakral tersebut dihadiri Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, serta jajaran Forkopimda, kerabat Kesultanan, para kepala OPD dan para Raja-Raja Nusantara.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar turut hadir langsung dalam prosesi yang menjadi bagian penting dari tradisi penutupan Erau tersebut.

Penurunan Tiang Ayu diawali dengan pembukaan dan pembacaan sinopsis mengenai sejarah tradisi merebahkan Pinang Ayu. Selanjutnya, Sultan memberikan titah kepada kerabat dan para tamu kehormatan untuk menghampiri serta bersama-sama memegang Tiang Ayu.

Tiang Ayu kemudian diturunkan sebanyak tiga kali sebagai simbol berakhirnya rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Prosesi dilanjutkan dengan doa, ramah tamah dan penutupan.

Momentum tersebut tidak sekadar menjadi penanda berakhirnya sebuah rangkaian adat, tetapi juga menjadi pengingat akan panjangnya perjalanan sejarah Tenggarong yang kini memasuki usia 244 tahun.

Di tengah perkembangan kota dan perubahan zaman, tradisi seperti Penurunan Tiang Ayu menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Kutai agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kehadiran Kapolres Kukar bersama unsur Forkopimda juga memperlihatkan sinergi dalam menjaga setiap rangkaian Erau berlangsung aman dan tertib. Pengamanan yang dilakukan selama rangkaian kegiatan menjadi bagian penting agar masyarakat dan para tamu dapat mengikuti prosesi adat dengan nyaman.

Dengan diturunkannya Tiang Ayu, rangkaian Erau Adat Kutai 2026 resmi ditutup. Namun, pesan pelestarian budaya dan semangat kebersamaan yang menyertainya diharapkan terus hidup di tengah masyarakat Tenggarong.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 3 =