Kapolres Kukar Hadir di Ziarah Makam Sultan, Tenggarong Kenang Sejarah di Usia 244 Tahun

Kukar – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Museum Mulawarman, Tenggarong, Minggu (27/9/2026). Di tengah rangkaian Erau Adat Kutai 2026, para pemimpin daerah, Kesultanan Kutai Kartanegara dan Raja-Raja Nusantara berkumpul untuk mengenang sejarah berdirinya Kota Tenggarong yang kini memasuki usia ke-244 tahun.

Salah satu yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar bersama Bupati Kukar, Wakil Bupati, Dandim 0906/KKR, Kajari Kukar, jajaran pemerintah daerah serta kerabat Kesultanan.

Ziarah makam pendiri Tenggarong dan para Sultan Kutai Kartanegara tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WITA, dengan kehadiran Kapolres Kukar menjadi bagian dari sinergi Forkopimda dalam mengikuti sekaligus menjaga rangkaian momentum penting bagi masyarakat Tenggarong.

Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Aji Imbut, Raja Kutai ke-15, meletakkan fondasi berdirinya Tenggarong pada 28 September 1782. Perjalanan dari Tepian Pandan hingga menjadi Tenggarong menjadi bagian penting dari sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara.

Dalam sambutan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI yang dibacakan Awang Agus Darmawan, disampaikan bahwa berdirinya Tenggarong pada 28 September 1782 merupakan bagian penting dari perjalanan Kesultanan Kutai Kartanegara.

Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam sambutannya juga menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi Tenggarong ke-244 bukan hanya tentang bertambahnya usia kota, tetapi juga momentum untuk mengenang perjalanan panjang yang membentuk identitas Tenggarong hingga saat ini.

“Jangan kita nodai dan kotori Tenggarong ini dengan perilaku yang tidak benar. Kita membangun modernitas dengan akar sejarah,” pesan Bupati Kukar dalam sambutannya.

Bagi Polres Kukar, kehadiran Kapolres dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan keterlibatan kepolisian dalam menjaga sinergi bersama unsur Forkopimda dan Kesultanan, khususnya dalam momentum adat, sejarah dan budaya yang memiliki arti penting bagi masyarakat.

Kehadiran Kapolres Kukar bersama unsur Forkopimda menjadi bagian dari penghormatan terhadap sejarah sekaligus memperkuat kebersamaan dalam menjaga Tenggarong sebagai kota yang terus berkembang tanpa kehilangan akar budayanya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

thirteen − eight =