Pantau 1.142 Hotspot, Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II Sespimti Polri Dikreg Ke-36 Perkuat Kesiapsiagaan di Kukar

Kukar – Sebanyak 1.142 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sepanjang 1–12 September 2026. Data tersebut menjadi perhatian dalam Focus Group Discussion (FGD) Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II SesPIMTI Polri Dikreg ke-36 T.A. 2026 yang digelar di Command Center Karhutla Kantor Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (12/9/2026) pukul 17.10 WITA.

Dalam paparan yang disampaikan, tercatat 44 hotspot kategori tinggi (high) dan 1.098 hotspot kategori sedang (medium). Sementara itu, jumlah kejadian Karhutla yang terdata di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara mencapai 84 titik.

Kegiatan tersebut dihadiri Serdik Sespimti Kombes Pol. Muhammad Fachry, Kombes Pol. Wiwin Fitra, Kolonel Kal. Nur Indra Wakhid, Sekda Kukar Sunggono, Sekretaris BPBD Kukar Aspianur Sandi, Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kabag Ops Kompol Ecky Widi Prawira dan Kasat Intelkam AKP Andi Wahyudi

Command Center Karhutla menjadi titik pemantauan dan koordinasi dalam melihat perkembangan situasi secara lebih terukur. Data hotspot menjadi salah satu instrumen deteksi dini yang dapat digunakan untuk menentukan prioritas verifikasi lapangan dan langkah penanganan.
Dalam forum tersebut dipaparkan bahwa penanggulangan Karhutla di Kukar dilakukan dengan pendekatan pentahelix, melibatkan pemerintah, TNI, Polri, masyarakat, akademisi, dunia usaha dan media.

Selain penanganan ketika api muncul, pemerintah daerah juga memperkuat kesiapsiagaan melalui pembentukan posko penanganan, posko relawan dan dapur umum.

Pemetaan personel serta relawan, sarana-prasarana, sumber air, void, embung hingga berbagai kendala di lapangan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi Karhutla.

Dampak Karhutla juga menjadi perhatian, tidak hanya terhadap lingkungan, tetapi menyangkut aspek sosial, ekonomi dan kesehatan masyarakat, termasuk potensi gangguan pernapasan akibat asap.

Sejumlah langkah pencegahan telah dilakukan Pemkab Kukar, mulai dari rapat terpadu, penanganan kekeringan sawah, kunjungan lapangan, pemenuhan kebutuhan air bersih, pencegahan ISPA, pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ), kunjungan lapangan Bupati Kukar hingga pelaksanaan Salat Istisqa dan doa bersama.

Dalam kegiatan tersebut, monitoring juga dilakukan secara virtual bersama Relawan Mubasigana Muara Badak melalui Zoom. Tiga relawan, yakni Herdiansyah, Fajar dan Zulkifli, turut menyampaikan kondisi serta perkembangan penanganan Karhutla dari lapangan.

Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II mendorong agar data, pemantauan dan kondisi lapangan terhubung dalam satu pola koordinasi. Deteksi lebih dini, respons lebih cepat dan kolaborasi yang lebih kuat menjadi kunci agar potensi Karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 × 4 =