Sespimti Polri Turun ke Samboja Barat, Keluhan Karhutla Dibuka Langsung dari Warga dan Relawan
Kukar – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah membesar. Persoalan di lapangan perlu didengar langsung dari masyarakat yang setiap hari berhadapan dengan ancaman tersebut.Pesan itu mengemuka dalam Sarasehan dan Focus Group Discussion (FGD) Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 di BPU Kantor Kecamatan Samboja Barat, Kutai Kartanegara, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WITA tersebut mempertemukan jajaran Sespimti Polri dengan unsur pemerintah, TNI-Polri, Damkar, Manggala Agni, relawan hingga masyarakat peduli api. Sedikitnya 50 masyarakat undangan turut mengikuti forum tersebut.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol. Sabilul Alif, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Joko Setiono, Serdik Sespimti Dikreg ke-36 TA 2026, Kapolresta Kawasan IKN beserta jajaran, Kabagren Polres Kukar, Kapolsek Samboja, Danramil 0906-06/Samboja, Plt. Camat Samboja Barat, serta perwakilan Damkarmatan, Manggala Agni, Yayasan Jejak Pulang, Masyarakat Peduli Api dan sekitar 50 masyarakat undangan.
Kehadiran Sespimti bukan sekadar memberikan penyuluhan. Forum justru diarahkan untuk mendengar langsung keluhan masyarakat dan kendala yang dihadapi petugas maupun relawan saat menangani Karhutla.
Ketua Tim Dikreg Sespimti ke-36 menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Satgas Edukasi Karhutla Aman Nusa II. Para peserta didik Sespimti turun ke wilayah sebagai bentuk kepedulian sekaligus menjalankan instruksi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai ancaman Karhutla.
Karhutla dinilai menjadi tantangan serius di Kalimantan Timur, khususnya saat musim kemarau. Dampaknya bukan hanya terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
Di Samboja Barat sendiri, persoalan Karhutla menjadi perhatian Plt. Camat Samboja Barat Tajuddin menyampaikan bahwa sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan kebakaran lahan sehingga diperlukan solusi dan masukan untuk memperkuat penanganannya.
Forum kemudian berkembang menjadi ruang pertukaran informasi. Masyarakat dan relawan dapat menyampaikan kondisi serta hambatan yang mereka hadapi, sementara jajaran Sespimti mendapatkan gambaran langsung mengenai persoalan Karhutla dari tingkat lapangan.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!