Kapolres dan PJU Polres Kukar Bersama Ribuan Peserta Panjatkan Doa, Perkuat Sinergi Hadapi Kemarau dan Kabut Asap

Kukar – Di tengah kemarau panjang yang mulai berdampak pada kondisi lingkungan dan kualitas udara, ribuan masyarakat Kutai Kartanegara menyatukan langkah dalam sebuah ikhtiar spiritual. Sekitar 2.300 orang berkumpul di halaman Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Rabu (2/9/2026), untuk melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama memohon turunnya hujan.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, tokoh agama, ASN, guru hingga pelajar. Di antara ribuan peserta, tampak Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar bersama Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kukar.

Kehadiran Kapolres bersama jajaran PJU menjadi bentuk nyata dukungan Polri terhadap langkah pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kemarau dan dampaknya terhadap masyarakat.

Tidak hanya hadir dalam kegiatan keagamaan, jajaran Polres Kukar juga mengambil bagian dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul akibat kondisi cuaca ekstrem dan kemarau berkepanjangan.

Kapolres Kukar bersama PJU juga menunjukkan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama dan masyarakat dalam mencegah dampak yang lebih luas, khususnya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat saat musim kemarau.

Sinergi tersebut menjadi semakin penting mengingat kondisi kemarau tidak hanya berpengaruh terhadap ketersediaan air, tetapi juga dapat meningkatkan risiko kebakaran serta menurunkan kualitas udara akibat asap.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres dan jajaran PJU mengikuti rangkaian Salat Istisqa bersama para peserta. Suasana khidmat terasa ketika ribuan jamaah mengikuti tuntunan salat yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Kutai Kartanegara KH Abdul Hanan, yang bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Sebelumnya, Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengajak seluruh masyarakat untuk menghadapi kondisi kemarau dengan ikhtiar lahir dan batin.

“Pada pagi hari ini kita semua datang ke tempat ini dengan hati yang ikhlas dan terbuka, dengan rendah hati memohon ridho dan rahmat Allah SWT. Kiranya melalui Salat Istisqa ini segera diturunkan hujan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Bupati.

Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran maupun meluasnya asap di wilayah Kutai Kartanegara.

Pesan tersebut sejalan dengan langkah jajaran Polres Kukar yang selama ini terus mendorong kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau potensi kebakaran.

Selain aspek keamanan lingkungan, Polres Kukar juga menaruh perhatian terhadap kondisi kesehatan masyarakat akibat kualitas udara. Imbauan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan dan anak-anak.

Kapolres bersama PJU Polres Kukar hadir bukan hanya sebagai bagian dari unsur pengamanan, tetapi juga sebagai representasi Polri yang ingin tetap dekat dengan masyarakat dalam menghadapi situasi sulit.

Di tengah kondisi kemarau, sinergi lintas sektor menjadi kunci. Pemerintah daerah mengambil kebijakan dan langkah penanganan, TNI-Polri mendukung pengamanan serta pencegahan bencana, tokoh agama menguatkan sisi spiritual, sementara masyarakat memiliki peran penting menjaga lingkungan.

Usai sambutan Bupati, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan salawat, tuntunan Salat Istisqa, pelaksanaan salat serta doa bersama.

Ribuan peserta memanjatkan harapan agar hujan segera turun, kekeringan berakhir, kualitas udara membaik dan masyarakat Kukar diberikan kesehatan serta keselamatan.

Bagi Polres Kutai Kartanegara, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kehadiran, kepedulian dan kolaborasi di tengah masyarakat.

Dari halaman Kantor Bupati Kukar, ribuan doa dipanjatkan ke langit. Sementara di bumi, ikhtiar bersama terus dilakukan agar masyarakat tetap aman, sehat dan terlindungi hingga hujan benar-benar kembali membasahi Kutai Kartanegara.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 × one =