Wakapolres Kukar Hadiri Sertijab Kepala LPKA Tenggarong, Tekankan Sinergi Pembinaan Anak Berhadapan dengan Hukum

Kukar – Tongkat kepemimpinan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Tenggarong resmi berganti. Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pembinaan dan pendampingan bagi anak-anak yang sedang menjalani proses pembinaan.

Serah terima jabatan dan perkenalan Kepala LPKA Kelas II Tenggarong digelar di Pendopo Etam, Jalan Kartanegara, Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, yang mana kehadiran Wakapolres menjadi wujud komitmen Polri dalam memperkuat sinergi lintas instansi, khususnya dalam pembinaan anak yang berhadapan dengan hukum.

Jabatan Kepala LPKA Kelas II Tenggarong diserahterimakan dari Zulhendri, kepada Dat Menda. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.34 WITA hingga 10.35 WITA dan dihadiri sekitar 80 peserta.

Sejumlah unsur Forkopimda dan instansi terkait turut hadir, di antaranya perwakilan Bupati Kutai Kartanegara, unsur Kodim 0906/Kutai Kartanegara, Pengadilan Negeri Tenggarong, Kementerian Agama Kukar, Kejaksaan, jajaran pemasyarakatan, Bapas Samarinda, Rutan Samarinda, Rutan Tanah Grogot, serta sejumlah perangkat daerah dan mitra pembinaan lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Imigrasi, pembacaan doa, penandatanganan dokumen serah terima jabatan serta penyerahan memori tugas.

Usai rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada pejabat lama, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, ucapan selamat kepada pejabat lama dan pejabat baru, foto bersama serta ramah tamah.

Wakapolres Kukar Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra mebgatakan, momentum sertijab tersebut bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembinaan anak merupakan tanggung jawab bersama.

Sinergi antara Polri, LPKA, pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak yang pernah berhadapan dengan hukum tidak kehilangan kesempatan untuk memperbaiki diri, menata masa depan dan kembali menjadi bagian positif dari masyarakat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six + one =