Api Terjebak di Balik Tebing dan Danau, Tim Gabungan Jinakkan Karhutla di Purwajaya

Kukar — Medan sulit tak menghalangi upaya petugas mengendalikan kebakaran semak belukar di Desa Purwajaya, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara.

Kobaran api yang membakar sekitar setengah hektare lahan harus ditangani dengan keterbatasan akses lantaran titik kebakaran berada di area yang hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki.

Kebakaran diketahui pada Senin (22/9/2026) sekitar pukul 16.30 Wita di kawasan KM 5 RT 15 Desa Purwajaya. Personel Polsek Loa Janan bersama unsur terkait langsung bergerak melakukan pengecekan dan penanganan setelah menerima informasi adanya titik api.

Di lokasi, api membakar semak belukar, pepohonan dan dedaunan kering. Kondisi vegetasi yang kering membuat api mudah merambat, termasuk menuju bagian atas tebing.

Tantangan terbesar justru berada pada akses menuju titik api. Kendaraan tidak dapat mencapai lokasi sehingga petugas harus berjalan kaki. Bahkan, titik kebakaran berada di area yang secara alami terisolir oleh danau, jurang serta jalan holing perusahaan.

Kondisi tersebut membuat penanganan dilakukan secara manual pada bagian yang memungkinkan dijangkau petugas. Personel bersama relawan melakukan upaya pengendalian sekaligus membuka akses pada titik api yang dapat ditangani.

Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dilakukan pada area yang terbakar untuk memastikan tidak ada bara atau titik api yang berpotensi kembali menyala.

Penanganan melibatkan Pawas Regu III Polsek Loa Janan IPTU Budiono dan IPDA Didik Gianto bersama personel, Bhabinkamtibmas Desa Purwajaya AIPDA Zulkifli Babinsa Serka Yardin, relawan serta unsur pemadam kebakaran Loa Janan.

Sekitar pukul 17.00 Wita, kegiatan penanganan selesai. Kebakaran yang diperkirakan mencapai kurang lebih setengah hektare berhasil dikendalikan. Tidak ada korban jiwa maupun luka, sementara bangunan dan fasilitas umum di sekitar lokasi juga tidak terdampak.

Meski api telah dipadamkan, personel Polsek Loa Janan bersama unsur terkait tetap melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali bara api.

Penanganan ini menjadi pengingat bahwa kebakaran lahan tidak selalu mudah dijangkau kendaraan pemadam. Ketika api berada di balik tebing, danau maupun medan yang sulit, respons cepat personel di lapangan dan kerja sama lintas unsur menjadi faktor penting untuk mencegah api meluas.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 − thirteen =