Api dan Asap Tebal Kembali Muncul, 22 Petugas Berjibaku Padamkan Karhutla di Handil Baru
Kukar — Bukan hanya kobaran api yang menjadi tantangan. Asap tebal dari lahan gambut yang kembali terbakar membuat 22 petugas gabungan harus berjibaku melakukan pembasahan dan pendinginan berulang kali di Kelurahan Handil Baru, Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara.
Penanganan dilakukan Selasa (22/9/2026), setelah adanya laporan terkait kemunculan api dan asap tebal dari material ranting kayu serta lahan gambut di kawasan yang berbatasan dengan area kerja PT ENI Muara Bakau.
Titik kebakaran berada di sekitar RT 012 Kelurahan Handil Baru, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±1 hektare.
Begitu laporan diterima, personel Polsek Samboja bersama Damkar Kecamatan Samboja langsung bergerak menuju lokasi. Tim kemudian diperkuat oleh personel pemadam dari PT PHM dan PT ENI Muara Bakau.
Jarak sekitar 20 kilometer dari Mapolsek Samboja tak menyurutkan respons petugas. Setibanya di lokasi, tantangan langsung dihadapi. Material semak belukar, ranting kayu dan lahan gambut yang terbakar membuat api dan asap terus menjadi ancaman.
Petugas pun tidak sekadar mengejar kobaran api. Pembasahan dan pendinginan dilakukan untuk menekan potensi api kembali muncul dari material yang terbakar. Proses tersebut dilakukan bersama-sama hingga titik yang terbakar dapat dikendalikan.
Empat personel Polsek Samboja, lima personel Damkar Kecamatan Samboja, tujuh personel tim pemadam PT PHM dan enam personel tim pemadam PT ENI Muara Bakau bahu-membahu menangani kebakaran.
Dukungan peralatan juga dikerahkan. Satu unit mobil tangki pemadam Kecamatan Samboja, dua mobil tandon air PT ENI Muara Bakau, satu mobil tangki suplai air serta satu unit mobil pemadam PT PHM digunakan dalam penanganan.
Berjam-jam petugas berjibaku melawan api dan asap. Penanganan dimulai sekitar pukul 12.30 Wita dan baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 Wita.
Kebakaran ini merupakan lanjutan dari kejadian sebelumnya. Kondisi lahan gambut membuat titik yang telah terbakar kembali berpotensi mengeluarkan asap maupun api. Faktor cuaca ekstrem di wilayah Samboja juga menjadi salah satu kondisi yang turut diperhatikan, sementara penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Setelah api berhasil dipadamkan, pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Tim tetap melakukan penanganan untuk memastikan area terdampak telah cukup basah dan mencegah munculnya kembali titik api.
Polsek Samboja selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak PT ENI untuk meningkatkan patroli dan pengecekan di sekitar area terdampak.
Kelurahan Handil Baru juga akan didorong menggerakkan Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan dan masyarakat untuk memperkuat penanganan di wilayah tersebut.
Pendataan terhadap pemilik lahan juga akan dilakukan sebagai bagian dari langkah awal penyelidikan terkait penyebab kebakaran.
Bagi petugas di lapangan, memadamkan Karhutla bukan sekadar mematikan api. Di lahan gambut, mereka harus memastikan panas dan bara tidak kembali menemukan jalan untuk menyala.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!