Kapolri: Polri dan Masyarakat Sipil Setara, Jadikan Polisi Mitra dan Sahabat

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri sebagai mitra dan sahabat masyarakat. Jenderal Sigit menegaskan komitmen Polri untuk memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

Hal itu disampaikan Jenderal Sigit dalam acara buka puasa bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas), Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) hingga mahasiswa di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/2). Jenderal Sigit menjelaskan bahwa Polri dan masyarakat merupakan anak kandung reformasi.

“Oleh karena itu, dapat kita pahami bersama bahwa Polri dan masyarakat sipil merupakan anak kandung reformasi, sekaligus hasil dari perjuangan demokrasi bangsa yang memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal arah perjalanan bangsa,” kata Jenderal Sigit dalam sambutannya, Kamis (26/2/2026).

Jenderal Sigit mengatakan, pasca reformasi 1998 ruang partisipasi masyarakat semakin terbuka. Organisasi masyarakat hingga mahasiswa hadir sebagai pilar untuk menjaga nilai-nilai demokrasi.

Instansi Polri, kata Jenderal Sigit, diberikan amanat untuk menjalankan fungsi keamanan untuk memastikan kondusifitas bangsa. Jenderal Sigit menyebut Polri senantiasa memberikan perlindungan, pengayoman untuk masyarakat dan memelihara Kamtibmas.

“Hubungan antara Polri dan masyarakat sipil bersifat setara dan harus senantiasa dibangun dengan rasa saling menghargai. Untuk itu, saya titip, jadikan Polisi sebagai mitra dan sahabat dari masyarakat,” tuturnya.

Jenderal Sigit mengajak semua pihak untuk sama-sama mengawal jalannya demokrasi. Jenderal Sigit berpesan kepada seluruh jajaran membuka ruang untuk memfasilitasi aspirasi masyarakat.

“Saya juga telah meminta kepada seluruh jajaran agar betul-betul bisa memfasilitasi aspirasi yang disampaikan. Agar aspirasi tersebut betul-betul bisa deliver (tersampaikan). Polri siap menjadi fasilitator dan mediator agar semua proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan tertib. Polri saat ini merubah paradigma, yang awalnya menjaga menjadi melayani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Jenderal Sigit berpesan kepada semua pihak untuk menang ruang demokrasi, agar tak disusupi pihak tertentu. Dia menegaskan persatuan dan kesatuan menjadi modal untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Yang terjadi justru nanti akan terjadi chaos yang dapat membahayakan keselamatan jiwa, keselamatan publik, maupun fasilitas-fasilitas publik lainnya. Dan tentunya, ini juga bisa berdampak terhadap terganggunya stabilitas kamtibmas,” kata Jenderal Sigit.

“Apabila tidak kita jaga dengan baik, ini juga akan berdampak pada stabilitas ekonomi. Dan apabila berlarut-larut dan tidak terkendali, ini akan mengakibatkan terjadinya perpecahan bangsa, kemunduran di bidang ekonomi, kemunduran di bidang sosial, budaya, dan hankam, yang tentunya akan merugikan seluruh masyarakat, bangsa, dan negara,” imbuhnya.

Kapolri Serukan Persatuan Saat Bukber Bareng Ormas dan Mahasiswa, Demokrasi Tetap Dijaga

JawaPos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar buka puasa bersama organisasi kemasyarakatan, OKP, mahasiswa, dan masyarakat sipil di Gedung PTIK, Jakarta Selatan. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus seruan untuk menjaga persatuan bangsa.

Dalam kesempatan itu, Kapolri menegaskan pentingnya merawat nilai persatuan dan kesatuan di tengah dinamika nasional maupun global. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal utama dalam mendukung program pemerintah.

“Tentunya kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk terus merajut persatuan dan kesatuan untuk bisa mendukung apa yang menjadi program pemerintah dalam rangka mewujudkan program-program Asta Cita,” kata Sigit, Kamis (26/2/2026).

Sigit menyinggung situasi global yang saat ini penuh ketidakpastian. Dampak kondisi internasional tersebut dinilai dapat berimplikasi pada stabilitas dalam negeri.

“Artinya kita tentunya harus terus bersiap-siap menghadapi implikasi dari dampak global dan tentunya kita butuh persatuan dan kesatuan,” ujar Sigit.

Kapolri memastikan Polri tetap memberikan ruang bagi mahasiswa dan pemuda untuk menyampaikan aspirasi. Ia menilai kebebasan berpendapat merupakan bagian dari demokrasi yang harus dijaga.

“Namun di satu sisi ada satu titik di mana kita bersama-sama harus bersatu, bahu-membahu untuk menjaga agar negara ini tetap bisa bertumbuh dengan baik karena stabilitas kamtibmas itu menjadi salah satu modal utama sebagai prasyarat untuk kita bisa melaksanakan pembangunan,” ucap Sigit.

Sigit menegaskan Polri terbuka terhadap kritik dan evaluasi publik. Ia menyebut komitmen reformasi Polri diarahkan menjadi institusi yang dekat dan dicintai masyarakat.

“Polri siap juga untuk selalu dievaluasi dan dikritik untuk supaya bisa mengantarkan Polri ini sesuai dengan mandat dan amanat reformasi menjadi civilian police yang bisa dekat dan dicintai masyarakat,” tutur Sigit.

Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi fondasi penting bagi pembangunan nasional. Iklim demokrasi yang sehat dinilai mampu mempercepat terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Oleh karena itu, saya titip agar institusi ini terus dijaga dan dirawat sehingga kita bersama-sama bisa menjaga, bisa mengarah, dan mewujudkan apa yang menjadi cita-cita besar bangsa kita mencapai tujuan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Sigit.

Buka Puasa Bersama Elemen Bangsa, Kapolri Ajak Jaga Persatuan Demi Asta Cita

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan ormas, OKP, mahasiswa hingga masyarakat sipil. Dalam kesempatan tersebut, Sigit menyerukan pentingnya menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.
Menurut Sigit, menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa merupakan kunci utama dalam mendukung dan menyukseskan seluruh program Pemerintah Indonesia.
“Tentunya kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk terus merajut persatuan dan kesatuan guna mendukung apa yang menjadi program pemerintah dalam rangka mewujudkan Asta Cita,” kata Sigit di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Sigit juga menyinggung dinamika situasi global yang sedang tidak baik-baik saja dan berpotensi berdampak ke dalam negeri.
“Artinya kita tentunya harus terus bersiap menghadapi implikasi dari dampak global, dan tentunya kita butuh persatuan dan kesatuan,” ujar Sigit.

Buka Puasa Bersama, Kapolri Ajak Ormas-Mahasiswa Bersinergi Bangun Bangsa

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara buka puasa bersama sejumlah organisasi masyarakat (ormas), Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) hingga mahasiswa. Kapolri mengajak seluruh elemen bersinergi untuk membangun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
“Kegiatan ini menjadi momen silaturahmi yang membawa kemaslahatan buat kita semua. Khususnya dalam sama-sama kita bersatu untuk menjaga Indonesia tercinta, Ibu Pertiwi yang kita cintai demi mewujudkan visi dari bapak Presiden yaitu visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” kata Jenderal Sigit di Auditorium Mutiara STIK/PTIK Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/).

Dalam kegiatan tersebut, Jenderal Sigit turun mengenang perjuangan pemuda dalam memerdekakan bangsa. Para pemuda, kata Jenderal Sigit, memiliki andil besar dalam kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tentunya kita tidak pernah lepas dan lekang dari sejarah bagaimana peran dari para pemuda mulai dari awal sebelum kita merdeka, pemuda pemudi selalu menjadi mesin utama penggerak untuk kita terus berjuang dalam menjalankan perjalanan dan sejarah bangsa ini tidak lepas dari peran para pemuda,” jelasnya.

Jenderal Sigit mengenang momen pemuda berkumpul mencetuskan satu rumusan proklamasi Indonesia. Sejak saat itu, para pemuda selalu menjadi motor atau penggerak dalam kemajuan bangsa Indonesia.

“Semuanya bersatu dan saat itu kita bersama-sama memberikan satu identitas kebangsaan yang baru yaitu bangsa Indonesia,” kata Jenderal Sigit.

“Semenjak itu pergerakan pemuda terus berjalan memotori perjalanan sejarah sebagai penggerak utama untuk mempercepat lahirnya keputusan besar saat itu, memelopori kebangkitan nasional dan mendorong terlaksananya proklamasi kemerdekaan di tahun 1945,” imbuhnya.

Jenderal Sigit mengatakan pemuda akan terus mengambil peran penting dalam memajukan bangsa. Jenderal Sigit juga berpesan agar pemuda terus menyuarakan suara kritis dalam mengawal proses demokrasi.

Kegiatan buka bersama ini diawali pembacaan Al-Quran oleh Qari cilik Muhammad Zian Fahrezi dan Tilawah oleh Risa Rosalia Dewi. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian tali asih kepada perwakilan anak yatim yang hadir.