Wakapolda Kaltim Bersama PJU Bersilaturahmi dengan Sultan Kutai Kartanegara di Kedaton Kesultanan

Kukar – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Waka Polda) Kalimantan Timur, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo melaksanakan kegiatan silaturahmi bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Kalimantan Timur dengan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara, Sabtu (24/1/2026).

Kedatangan Waka Polda Kaltim beserta rombongan sekitar pukul 11.00 WITA disambut langsung oleh Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Adji Muhammad Arifin bersama kerabat Kesultanan. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan sebagai wujud sinergi serta penghormatan antara Polri dan lembaga adat Kesultanan Kutai Kartanegara.

Turut mendampingi Waka Polda Kaltim dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Intelkam Polda Kaltim Kombes Pol Hadi Wiyono, Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Romylus Tamtelahitu serta Direktur Lalu Lintas Polda Kaltim Kombes Pol Ahmad Yanuari Insan.

Selain itu, hadir pula Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, bersama Pejabat Utama Polres Kutai Kartanegara, Wakil Ketua Bhayangkari Polda Kaltim Ny. Fanny Jossy Kusumo, serta keluarga dan kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan doa oleh Pangeran Mangku Patih, sajian Tari Ganjar Ganjur sebagai bentuk pelestarian budaya daerah, serta pemberian cendera mata sebagai simbol silaturahmi dan kebersamaan, sebelum ditutup dengan ramah tamah.
Usai rangkaian acara utama, Waka Polda Kaltim beserta rombongan melaksanakan makan siang bersama Sultan Kutai Kartanegara di ruang makan Kedaton. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam para Raja Kutai sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan leluhur Kesultanan Kutai Kartanegara.

Selanjutnya, rombongan Waka Polda Kaltim melanjutkan kunjungan ke Mako Polres Kutai Kartanegara dan disambut oleh Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra beserta Pejabat Utama Polres Kukar. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.40 WITA.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan semakin mempererat hubungan harmonis antara Polri dan Kesultanan Kutai Kartanegara dalam menjaga stabilitas keamanan serta kelestarian nilai-nilai budaya di Kalimantan Timur.

Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Siap Perkuat Penanganan Bencana Longsor di Cisarua, Bandung Barat

Bandung Barat — Polri melalui Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri melaksanakan apel kesiapan dalam rangka perbantuan bencana alam di wilayah hukum Polda Jawa Barat, sebagai bentuk kehadiran negara dan respons cepat dalam misi kemanusiaan pascabencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Apel kesiapan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 26 Januari 2026, pukul 15.00 WIB, bertempat di Mako Ditpolsatwa, sebagai persiapan pelaksanaan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di bawah Polda Jawa Barat.

Dalam operasi kemanusiaan ini, Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri mengerahkan sebanyak 20 personel yang dipimpin oleh IPTU Erasmus selaku Katim K9, didukung oleh tim veteriner, para handler, pelindung, serta pengemudi. Kekuatan ini diperkuat dengan enam ekor satwa pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search. Untuk mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks dan empat unit kendaraan ransus Navara K9.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Pengerahan Den K9 SAR ini adalah bentuk keseriusan dan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kombes Pol. Hendra.

Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, pukul 16.35 WIB, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah, bertambah tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru. Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, AI Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31). Sementara itu, sepuluh jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.

Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. “Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Inilah wujud nyata Transformasi Polri Presisi yang humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, serta keluarga korban diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan selama proses kemanusiaan ini berlangsung. Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel dan ketelitian dalam setiap tahapan kegiatan.

Bersihkan SD Negeri 4 Kuala Simpang, Taruna Ingin Siswa Bisa Segera Bersekolah Normal

Aceh Tamiang. Hari ini, Minggu, 25 Januari 2026, merupakan hari kedua pelaksanaan kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 yang diikuti Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Salah satu sasaran kegiatan pada hari kedua ini adalah pembersihan di SD Negeri 4 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir pada November 2025 lalu. Para Taruna bersama-sama melakukan pembersihan lumpur di ruang-ruang kelas agar sekolah dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

Taruna Akpol, Sultan Rekha Alfarabbi Firdaus, menjelaskan bahwa kondisi lumpur di dalam ruangan sekolah masih cukup tebal sehingga membutuhkan penanganan serius.

“hari ini kami melaksanakan kegiatan di suatu sekolah dasar di Tamiang dan yang kami lakukan adalah membersihkan lumpur yang cukup tinggi di ruang-ruang sekolahan. Kami sekop, kami sapu, dan kami pel supaya ruangan-ruangan ini bisa cepat digunakan kembali oleh anak-anak di SD di Tamiang,” ujar Sultan.

Sementara itu, Taruna Akademi Angkatan Laut, Salsadila Rossa Firllyanti, menyampaikan bahwa proses pembersihan telah berlangsung selama dua hari dan menunjukkan progres yang signifikan.

“Untuk proses pengerjaan sendiri sudah kami lakukan selama dua hari. Progres yang sudah kami lakukan sudah membersihkan beberapa kelas dan sudah bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, untuk beberapa bangunan sudah mulai rapuh, sehingga masih diperlukan pembersihan yang lebih mendalam,” jelasnya.

Melalui kegiatan Latsitardanus ke-46 ini, para Taruna berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang, khususnya dalam pemulihan pascabencana.

“Kegiatan Latsitardanus ke-46 ini kami harapkan dapat membawa dampak baik untuk masyarakat Aceh Tamiang, membangun kembali fasilitas umum, serta membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” kata Salsadila.

Senada dengan itu, Sultan Rekha Alfarabbi Firdaus berharap pemulihan pascabencana dapat segera tuntas sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Harapan saya, semua kerusakan akibat bencana dapat cepat dipulihkan, sehingga anak-anak bisa segera kembali bersekolah, toko-toko bisa kembali buka, dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepat mungkin,” tutupnya.

Kapolda Aceh Tinjau Sumur Bor Bantuan Polri di Aceh Tamiang, Pastikan Masih Berfungsi dan Bermanfaat

Aceh Tamiang. Kepala Kepolisian Daerah Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, melakukan pengecekan langsung sumur bor bantuan Polri di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026). Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan seluruh sumur bor bantuan Polri masih berfungsi optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pascabencana.

Dalam keterangannya, Kapolda Aceh menyampaikan bahwa bantuan sumur bor tersebut merupakan program kemanusiaan dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang disalurkan ke berbagai wilayah di Aceh.

“Hari ini Sabtu 24 Januari 2026 kami mengecek sumur-sumur yang telah diberikan oleh Bapak Kapolri,” ujar Kapolda Aceh.

Kapolda menjelaskan, total bantuan sumur bor yang diberikan Kapolri mencapai 267 titik, lengkap mulai dari proses pembuatan hingga fasilitas pendukung seperti mesin dan toren air.

“Total bantuan sumur bor Bapak Kapolri yaitu sebanyak 267 titik, meliputi pembuatan sampai dengan mesin dan toren,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kapolda Aceh menegaskan pihaknya akan memastikan seluruh bantuan benar-benar dapat dimanfaatkan. Jika ditemukan kendala, perbaikan akan segera dilakukan. Kapolda ingin meyakinkan bahwa apabila masih ada bantuan sumur yang belum berfungsi maksimal maka akan perbaiki.

Salah satu lokasi pengecekan dilakukan di RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang. Berdasarkan hasil peninjauan, sumur bor bantuan Polri di rumah sakit tersebut masih berfungsi dengan baik dan terus dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kesehatan.

“Alhamdulillah di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, hari ini sumur bor bantuan Polri masih bermanfaat. Semoga bermanfaat bagi Rumah Sakit Umum Daerah Aceh Tamiang,” ucap Kapolda.

Sementara itu, Direktur RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang, Dr Andika Putra SA, menyampaikan bahwa sumur bor bantuan Polri sangat membantu operasional rumah sakit sejak awal pascabencana hingga saat ini.

“Hari ini kami kedatangan kunjungan dari Bapak Kapolda beserta Ibu untuk melihat bantuan sumur bor dari Bapak Kapolri. Alhamdulillah, sumur sudah beroperasi dan kami gunakan untuk kebutuhan operasional rumah sakit sejak awal-awal pasca bencana sampai sekarang ini terus kami gunakan,” ungkapnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat terus memberikan manfaat dalam mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat Aceh Tamiang.

“Mudah-mudahan apa yang sudah diberikan ini terus bisa memberikan manfaat untuk kegiatan pelayanan di rumah sakit,” katanya.

Dr Andika juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Kapolri dan seluruh jajaran Polri atas perhatian dan kepedulian yang diberikan.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan seluruh jajarannya atas perhatiannya kepada RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang,” pungkasnya.

Datang untuk Mengabdi, Hadir untuk Menyembuhkan: 9 Taruna Akpol dan SSDM Polri Laksanakan Trauma Healing Perdana di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang — Tanpa membuang waktu untuk beristirahat, sesaat setelah tiba di Aceh Tamiang, 9 Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) didampingi Biro Psikologi SSDM Polri langsung turun ke lapangan melaksanakan kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengerahan 169 Taruna Akpol yang bertugas selama satu bulan penuh dalam Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardus) 2026, untuk melaksanakan pelayanan terpadu pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Trauma healing dilaksanakan di TK Kemala Bhayangkari 12 Aceh Tamiang, Sabtu (24/1/2026), dengan sasaran 75 anak-anak tingkat taman kanak-kanak yang terdampak langsung banjir bandang dan tanah longsor. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan Psychological First Aid (PFA), permainan edukatif, konseling kelompok kecil, serta berbagai aktivitas kreatif yang bertujuan memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan semangat anak-anak. Kehadiran Taruna Akpol sebagai pendamping menciptakan suasana hangat, aman, dan penuh keakraban. Anak-anak tidak hanya diajak bermain, tetapi juga diberi ruang untuk mengekspresikan perasaan, bercerita, serta membangun kembali kepercayaan diri.

Psikolog SSDM Polri AKBP Astiadi Prahastomo, S.Psi., S.I.K., M.T. Yang memimpin kegiatan ini menjelaskan bahwa trauma healing ini dilakukan sebagai bentuk pertolongan psikologis awal bagi anak-anak pascabencana. Fokus utama kegiatan adalah memulihkan rasa aman, menenangkan emosi, dan mengembalikan keceriaan anak-anak agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan sehat. Pendekatan berbasis Psychological First Aid melalui permainan, interaksi sosial, dan komunikasi empatik dinilai efektif membantu anak-anak menurunkan kecemasan serta membangun kembali rasa percaya diri. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran 9 Taruna Akpol sangat membantu proses pendampingan, karena para taruna mampu menjadi figur kakak dan sahabat bagi anak-anak, sehingga tercipta kedekatan emosional yang mempercepat proses pemulihan.

Kegiatan trauma healing ini menjadi aksi kemanusiaan perdana dari rangkaian panjang pengabdian 169 Taruna Akpol yang dikerahkan ke Aceh Tamiang selama satu bulan penuh. Para taruna akan melaksanakan berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, mulai dari pemulihan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pengelolaan dapur umum, hingga pendampingan psikososial, guna membantu percepatan pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa kegiatan trauma healing yang dilakukan oleh SSDM Polri bersama 9 Taruna Akpol ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam proses pemulihan masyarakat pascabencana, khususnya bagi anak-anak. Selama satu bulan ke depan, 169 Taruna Akpol akan hadir dan bekerja bersama masyarakat Aceh Tamiang dalam berbagai program kemanusiaan, memastikan kehadiran Polri tidak hanya dalam pemulihan fisik, tetapi juga dalam penguatan mental dan psikologis masyarakat agar mampu bangkit kembali secara utuh.

Kegiatan trauma healing ini menjadi simbol awal pengabdian panjang Taruna Akpol di Aceh Tamiang. Selama satu bulan ke depan, para taruna akan terus hadir di tengah masyarakat — bekerja, melayani, dan menguatkan — demi mempercepat pemulihan kehidupan pascabencana serta menumbuhkan kembali harapan bagi generasi masa depan.

Operasi Damai Cartenz 2026 Wujudkan Kedamaian melalui Aksi Bersih Gereja di Kuala Kencana

MIMIKA — Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan Gereja GKI Ottow Geissler Mile 32, Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Jumat, 23 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam menjaga kedamaian serta mempererat hubungan dengan masyarakat dan unsur keagamaan di daerah operasi.

Selain menjalankan patroli dan penegakan hukum, personel Operasi Damai Cartenz 2026 meluangkan waktu untuk melakukan kerja bakti bersama di lingkungan gereja. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi dan komunikasi dengan pengurus gereja serta jemaat, guna memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat.

Kaops Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Operasi Damai Cartenz mengedepankan nilai-nilai kedamaian dan toleransi antarumat beragama.

“Menjaga Papua tetap aman dan damai tidak hanya dilakukan melalui pengamanan, tetapi juga melalui kehadiran yang tulus di tengah masyarakat. Rumah ibadah adalah simbol kedamaian, dan Polri hadir untuk merawatnya bersama masyarakat,” ujar Brigjen Pol. Faizal Ramadhani.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak gereja. Pdt. Rocky thaime, S.Si., M.M., salah satu tokoh gereja setempat, mengapresiasi keterlibatan personel Operasi Damai Cartenz 2026 dalam kegiatan sosial keagamaan.

“Kami merasakan kehadiran Polri yang benar-benar humanis. Kegiatan bersih-bersih ini bukan hanya tentang lingkungan, tetapi juga membangun rasa aman, kebersamaan, dan kepercayaan. Operasi Damai Cartenz membawa pesan damai bagi jemaat,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Aksi bersih gereja ini menjadi bagian dari komitmen Operasi Damai Cartenz 2026 dalam menjaga stabilitas keamanan Papua melalui pendekatan persuasif dan bermartabat.

Lewat Buku, Wakapolri Titipkan Pesan Penting Pemberantasan TPPA–PPO kepada 5 Calon Atase dan Staf Teknis Polri

Jakarta — Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. menyampaikan pesan strategis pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Perlindungan Perempuan dan Anak (TPPA–PPO) kepada lima calon Atase Kepolisian Republik Indonesia (Atpol RI) dan staf teknis Polri melalui penyerahan buku “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital”.

Pesan penting tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembekalan Bagi Calon Atase Kepolisian RI dan Staf Teknis Polri T.A. 2026 yang dilaksanakan pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 10.00 WIB s.d. selesai, bertempat di Ruang Kerja Wakapolri, Lantai 2 Gedung Utama Mabes Polri.

Adapun lima personel Polri yang mengikuti pembekalan dan akan melaksanakan penugasan sebagai Atase Kepolisian dan Staf Teknis Polri di luar negeri adalah:
1. Kombes Pol Sofyan Arief, S.I.K. — Atase Kepolisian RI di Berlin, Jerman
2. Kombes Pol M. Sandhi Satyatama, S.H., S.I.K., M.S.C.S. — Atase Kepolisian RI di Ankara, Turki
3. Kombes Pol I Nengah Adi Putra, S.I.K. — Atase Kepolisian RI di Manila, Filipina
4. AKBP Taufik Noor Isya, S.I.K. — Staf Teknis Polri di Kuala Lumpur, Malaysia
5. AKP Louis Stefanus Gregory Kaunang, S.I.K., M.Si. — Staf Teknis Polri di Kuching, Malaysia

Dalam arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa TPPA–PPO merupakan kejahatan kemanusiaan lintas negara yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi digital, dengan perempuan dan anak sebagai kelompok paling rentan menjadi korban. Oleh karena itu, para atase dan staf teknis diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pencegahan, penindakan, perlindungan korban, serta penguatan kerja sama internasional.

“Melalui buku ini, saya menitipkan pesan penting agar pemberantasan TPPA dan PPO menjadi prioritas utama dalam setiap penugasan. Ini adalah amanah kemanusiaan sekaligus tanggung jawab moral dan institusional Polri,” tegas Wakapolri.

Wakapolri juga menekankan bahwa para calon atase dan staf teknis merupakan representasi kehormatan Polri di kancah internasional, sehingga diharapkan mampu menjalankan fungsi intelijen, diplomasi kepolisian, serta kehumasan, sekaligus menjadi jembatan komunikasi yang efektif dengan diaspora Indonesia di negara penugasan.

Kegiatan pembekalan ini turut dihadiri oleh Kadivhubinter Polri Irjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H. dan Kabagwakinter Rokersin Divhubinter Polri Kombes Pol Andiko Wicaksono, S.I.K.

Buku “Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital” ditulis bersama oleh:
• Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.
• Komjen Pol. (Purn.) Drs. I Ketut Suardana, M.Si.
• Direktur Tindak Pidana PPA–PPO Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, S.I.K., M.Si.

Karya ini diharapkan menjadi rujukan akademis, praktis, dan kebijakan bagi aparat penegak hukum, akademisi, serta pemangku kepentingan dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak serta pemberantasan TPPA–PPO di era digital.

Tinjau langsung Pelayanan Pascabanjir, Kapolda Aceh Pastikan Masyarakat Terlayani Optimal

Aceh Tamiang — Pascabanjir yang melanda wilayah Aceh, Polres Aceh Tamiang terus melakukan pembenahan guna memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Kapolda Aceh Irjen Pol Marzuki Ali Basyah melakukan pemantauan langsung terhadap kegiatan pelayanan publik yang dilaksanakan oleh Polres Aceh Tamiang. Jumat, (23/1/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Aceh meninjau langsung pelayanan pergantian STNK dan BPKB yang rusak akibat banjir. Selain itu, ia juga memantau aktivitas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Aceh Tamiang.

Pemantauan berlangsung di Gedung Sentra Pelayanan Polres Aceh Tamiang. Kapolda Aceh mengecek sejumlah fasilitas serta ruang pelayanan publik untuk memastikan seluruh layanan kepolisian tetap berjalan cepat, responsif, dan optimal meskipun berada dalam masa pemulihan pascabencana.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga berinteraksi langsung dengan masyarakat yang tengah mengakses layanan kepolisian. Ia mendengarkan kebutuhan dan masukan warga, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh pelayanan yang mudah dan nyaman.

Kapolda Aceh Irjen Marjuki mengatakan bahwa Polri hadir untuk masyarakat, khususnya dalam situasi pascabencana. “pelayanan kepolisian harus tetap prima dan humanis”, Ucap Kapolda.

Ia juga memberikan arahan kepada seluruh personel agar terus meningkatkan kesiapsiagaan serta menjaga kualitas pelayanan guna mendukung proses pemulihan masyarakat Aceh Tamiang.

Kegiatan pemantauan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Kapolda Aceh untuk memastikan seluruh layanan kepolisian di wilayah hukum Polres Aceh Tamiang berjalan maksimal dan berkesinambungan.

Polres Kutai Kartanegara Gelar Program Warung Berkah, Bagikan Beras dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Masyarakat

Kukar – Polres Kutai Kartanegara kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui pelaksanaan Program Warung Berkah, yang dirangkai dengan pembagian bantuan beras serta pemeriksaan kesehatan gratis, Jumat (23/1/2026) pagi.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kedai Ojol Kamtibmas, Lapangan Parkir Kumala, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara. Program sosial ini menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan, seperti pengemudi ojek online, petugas kebersihan, pemulung, serta masyarakat umum, dengan total penerima manfaat sebanyak 225 orang.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas Polres Kukar AKP Sukardi, didampingi Kasi Dokkes IPTU Supriadi Nurdin, KBO Satbinmas IPTU Dewa Gede Ertana, Kanit Binpolmas IPTU Abdul Rajab, serta personel Satbinmas dan Sidokkes Polres Kutai Kartanegara.

Dalam pelaksanaannya, Polres Kutai Kartanegara menyalurkan bantuan sembako berupa beras kepada masyarakat, membagikan makanan dan minuman gratis, serta memberikan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Selain itu, personel juga menyampaikan penyuluhan singkat terkait pentingnya menjaga kesehatan, keamanan, dan ketertiban lingkungan.

AKP Sukardi menyampaikan bahwa Program Warung Berkah merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan pelayan masyarakat yang peduli terhadap kondisi sosial dan kesejahteraan warga.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan dapat membantu serta mempererat hubungan Polri dengan warga,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Polres Kutai Kartanegara kepada masyarakat.

Wakapolres Kutai Kartanegara Tekankan Kebersihan Mako Saat Apel Olahraga Pagi Personel

Kukar – Wakapolres Kutai Kartanegara Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan kesiapsiagaan lingkungan Mako Polres Kutai Kartanegara saat mengikuti Apel Olahraga Pagi Personel, Jumat (23/1/2026) pagi.

Apel yang digelar sekitar pukul 08.00 WITA di Halaman Mako Polres Kutai Kartanegara tersebut dipimpin oleh Kabag Ren Polres Kutai Kartanegara AKP Rihard Nixon Hernando Lumban Toruan, serta diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kasi, perwira, bintara, dan ASN Polres Kutai Kartanegara.

Dalam arahannya, Wakapolres Kutai Kartanegara menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan Mako menjadi salah satu perhatian utama, terlebih dalam rangka menyambut rangkaian kegiatan kunjungan Wakapolda Kalimantan Timur ke wilayah Kutai Kartanegara. Menurutnya, kebersihan Mako tidak hanya mencerminkan kesiapan institusi, tetapi juga menjadi cerminan kedisiplinan dan profesionalisme personel Polri.

“Kebersihan lingkungan Mako harus menjadi perhatian bersama. Selain menciptakan suasana kerja yang nyaman, ini juga menunjukkan kesiapan kita dalam menerima kunjungan pimpinan serta pelayanan kepada masyarakat,” tegas Wakapolres.

Sebagai tindak lanjut, usai pelaksanaan apel pagi, seluruh personel diarahkan untuk melaksanakan korve bersama guna memastikan kebersihan dan kerapian lingkungan Mako Polres Kutai Kartanegara tetap terjaga dengan baik.

Langkah ini diharapkan dapat terus menumbuhkan rasa tanggung jawab personel terhadap lingkungan kerja serta meningkatkan citra Polri yang bersih, disiplin, dan profesional.