Kapolres Kukar Bersama Forkopimda Tinjau Lokasi Banjir dan Salurkan Bantuan di Kembang Janggut

Kukar – Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Kutai Kartanegara melaksanakan kunjungan lapangan ke Kecamatan Kembang Janggut, Jumat (16/1/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah serta Polri dalam menangani dampak bencana banjir yang melanda wilayah hulu.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Kukar didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kutai Kartanegara Ny. Bella Khairul, serta diikuti oleh unsur TNI, pemerintah daerah, DPRD, instansi terkait, dan para kepala desa setempat.

Rangkaian kegiatan diawali sekitar pukul 11.54 WITA dengan kedatangan Forkopimda di RT 1 Desa Genting Tanah. Selanjutnya, rombongan menuju Kantor Desa Genting Tanah RT VIII untuk melaksanakan Salat Jumat berjamaah, dilanjutkan dengan makan siang bersama serta penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat terdampak banjir.

Usai dari Desa Genting Tanah, Kapolres Kukar bersama Forkopimda melanjutkan monitoring ke sejumlah desa lain yang terdampak banjir, di antaranya Desa Loa Sakoh, Desa Hambau RT 9, dan RT 11. Di setiap lokasi, Kapolres Kukar secara langsung menyerahkan bantuan kepada warga serta berdialog dengan masyarakat guna mendengar keluhan dan memastikan kondisi warga pascabanjir.

Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Khairul Basyar menyampaikan bahwa kehadiran dirinya bersama Forkopimda merupakan bentuk empati dan tanggung jawab negara kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Polri bersama pemerintah daerah hadir untuk memberikan bantuan sekaligus memantau langsung perkembangan situasi banjir, khususnya di wilayah hulu,” ujar Kapolres.

Selain penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mitigasi risiko banjir serta evaluasi kondisi lapangan guna menentukan langkah penanganan lanjutan yang lebih efektif.

Polsek Kembang Janggut Bersama Tim Gabungan Evakuasi Korban Tenggelam di Sungai Belayan

Kukar – Peristiwa duka menyelimuti warga Desa Long Beleh Modang, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara. Seorang warga setempat ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Belayan, tepatnya di Muara Penoon, pada Jumat pagi (16/1/2026).

Korban diketahui bernama Arani (58), seorang pria warga Desa Long Beleh Modang RT 02. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di aliran Sungai Belayan pada rentang waktu sekitar pukul 06.00 hingga 08.00 WITA.

Mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar pukul 06.58 WITA, Polsek Kembang Janggut bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Personel Polsek Kembang Janggut berkoordinasi dengan Sat Polairud, Tim Basarnas dan BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, tim gabungan langsung melakukan proses evakuasi jenazah dari sungai dengan penuh kehati-hatian. Jenazah korban kemudian berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Kapolsek Kembang Janggut, AKP Dedi Supriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah kepolisian guna memastikan peristiwa tersebut tertangani dengan baik dan sesuai prosedur.

“Personel kami segera mendatangi TKP, melakukan pengumpulan bahan keterangan, mendata serta memeriksa saksi-saksi, dan membuat laporan resmi guna kepentingan administrasi dan pendataan,” ujar Kapolsek.

Dari hasil keterangan saksi-saksi, yakni Ilanto (21) dan Asnawati (56), yang merupakan warga setempat, korban pertama kali ditemukan oleh masyarakat di sekitar aliran sungai sebelum akhirnya dilaporkan kepada aparat setempat.

Hingga proses evakuasi selesai, situasi di lokasi kejadian berlangsung aman dan terkendali. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar sungai, agar selalu meningkatkan kewaspadaan guna menghindari kejadian serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kehati-hatian dalam beraktivitas di perairan, serta sinergi yang cepat antara masyarakat dan aparat dalam penanganan situasi darurat.

Polsek Muara Wis Intensifkan Patroli Dialogis, Bangun Kedekatan dengan Warga Desa

Kukar – Guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, Polsek Muara Wis Polres Kutai Kartanegara melaksanakan Giat Patroli Dialogis dengan menyambangi dan berdialog langsung bersama masyarakat di wilayah hukumnya, Jumat (16/1/2026).

Kegiatan patroli dialogis tersebut dilaksanakan dengan melibatkan personel Polsek Muara Wis, yakni Aiptu Didik, Aiptu Hardi, Brigadir Arifin, Brigpol Toni, dan Bripda Dody M.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian melakukan tatap muka dan komunikasi langsung dengan warga di sejumlah desa, antara lain Desa Muara Wis, Desa Sebemban, Desa Lebak Mantan, dan Desa Lebak Cilong, Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Melalui pendekatan dialogis yang humanis, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Warga juga diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor (3C), serta peredaran narkoba.

Selain itu, masyarakat diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan orang tidak dikenal yang gerak-geriknya mencurigakan atau mengetahui adanya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (guantibmas), baik dengan mendatangi Kantor Polsek Muara Wis maupun melalui layanan Call Center Polri 110.

Kapolsek Muara Wis AKP Al Anas menyampaikan bahwa patroli dialogis merupakan salah satu upaya preventif Polri untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan dengan menghilangkan niat dan kesempatan pelaku, khususnya pada jam-jam rawan.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk menggali informasi dari masyarakat sebagai bahan masukan dalam pelaksanaan tugas kepolisian, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan sinergi antara Polri dan warga,” ujarnya.

Dengan adanya patroli dialogis secara rutin, diharapkan kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat memberikan rasa aman dan nyaman, serta menumbuhkan kesadaran bersama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Muara Wis.

Polsek Loa Kulu Gelar Jumat Berkah Bersama Masyarakat di Masjid Al Akmal

Kukar – Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, Polsek Loa Kulu Polres Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Jumat Berkah bersama masyarakat di Masjid Al Akmal, Desa Sepakat, Kecamatan Loa Kulu, pada Jumat (16/1/2026).

Kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian Polri kepada masyarakat sekaligus implementasi nilai-nilai keagamaan yang menekankan pentingnya berbagi dan saling menolong, khususnya pada hari Jumat yang penuh berkah dalam ajaran Islam.

Hadir dalam kegiatan tersebut personel Polsek Loa Kulu, yakni PS Kanit Binmas Aipda Sugeng Rianto, Aipda Erwin Efendi selaku piket Regu II, serta Briptu M. Haiqal dari piket Regu II. Kehadiran anggota kepolisian disambut hangat oleh pengurus masjid dan warga sekitar yang sedang melaksanakan ibadah.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, melalui keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara Polri dan masyarakat, sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan warga.

“Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami berharap dapat meringankan beban masyarakat serta menumbuhkan rasa kebersamaan, kepercayaan, dan sinergi antara kepolisian dan warga. Semoga apa yang kami lakukan menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, program Jumat Berkah juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus menebarkan kebaikan dan kepedulian terhadap sesama, sehingga tercipta lingkungan yang aman, damai, dan harmonis.

Polri Hadir Menyembuhkan Luka Bencana, Ratusan Warga Aceh Tengah dan Sekitarnya Terlayani Bakti Kesehatan

ACEH TENGAH — Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak bencana banjir kembali diwujudkan melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) yang digelar secara berkelanjutan di sejumlah wilayah terdampak di Provinsi Aceh.

Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 14–15 Januari 2026, dengan fokus utama di wilayah hukum Polres Aceh Tengah.

Pelayanan kesehatan ini juga diperluas hingga ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis pascabencana.

Di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, tim kesehatan Polri memberikan pelayanan medis kepada warga terdampak banjir di Desa Jamat, Desa Delung Sekinel, dan Desa Kute Reje.

Sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai, personel kesehatan gabungan dari Sidokkes Polres Aceh Tengah bersama tenaga medis BKO Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan kesehatan, pemberian obat-obatan, serta edukasi kesehatan lingkungan kepada masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah tenaga medis Polri, di antaranya Kasidokkes Polres Aceh Tengah IPDA Johariyadi, S.Kep., IPDA dr. Henri Aprilio Purnomo, serta personel kesehatan Brimob dan jajaran tenaga kesehatan lainnya.

Dari hasil pelayanan di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 326 warga berhasil mendapatkan layanan kesehatan gratis. Keluhan yang paling banyak ditemukan meliputi ISPA, hipertensi, dispepsia, dislipidemia, serta gangguan kulit akibat dampak banjir.

Salah seorang warga Desa Jamat, Rahmawati (47), mengaku sangat terbantu dengan kehadiran tim kesehatan Polri di kampungnya.

“Sejak banjir kemarin, banyak warga yang batuk dan sesak napas. Kami sulit ke puskesmas karena akses jalan rusak. Alhamdulillah, polisi datang langsung memeriksa kami dan memberi obat. Ini sangat membantu dan menenangkan warga,” tuturnya haru.

Rangkaian Bakti Kesehatan Polri juga berlanjut pada Kamis (15/1/2026) di Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Desa Rusip dan Desa Tembolon, Kecamatan Syiah Utama. Di lokasi ini, tim medis melayani pemeriksaan kesehatan terhadap 84 warga dan menggelar kegiatan trauma healing bagi 41 anak untuk memulihkan kondisi psikologis mereka pascabencana.

Di hari yang sama, pelayanan kesehatan turut digelar di Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, wilayah hukum Polres Lhokseumawe. Di lokasi ini, sebanyak 67 warga menerima layanan kesehatan gratis dari tim medis Polri.

Sementara itu di Kabupaten Aceh Tamiang, pelayanan kesehatan dipusatkan di Posko Polri Kesehatan. Tim gabungan dari Biddokkes Polda Aceh, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah memberikan pemeriksaan kesehatan serta pembagian vitamin kepada 61 warga terdampak banjir bandang.

Kabid Dokkes Polda Aceh Kombes Pol dr. Dafianto Arief, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan ini merupakan bagian dari Operasi Aman Nusa II yang digelar Polri dalam rangka penanganan bencana.

“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan layanan kesehatan yang layak. Kami mengerahkan tenaga medis lintas polda agar pelayanan bisa menjangkau hingga ke desa-desa yang sulit diakses,” ujarnya.

Menurutnya, metode pelayanan dilakukan secara proaktif melalui pendekatan door to door, home visit, serta edukasi kesehatan guna mencegah munculnya penyakit pascabencana.

Melalui rangkaian kegiatan Bakti Kesehatan tersebut, Polri kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang selalu berdiri bersama masyarakat. Di tengah keterbatasan pascabencana, kehadiran tim medis Polri menjadi harapan dan kekuatan baru bagi warga untuk bangkit dan pulih kembali.

Gotong Royong Menahan Longsor: Polsek Kute Panang dan Warga Lukup Sabun Barat Bersatu Menjaga Jalan Kehidupan

Aceh Tengah — Ancaman tanah longsor yang mengintai di sisi jalan Kampung Lukup Sabun Barat tidak memadamkan semangat warganya. Justru dari tanah yang rapuh itu, tumbuh solidaritas yang kokoh antara Polri dan masyarakat.

Pascakejadian longsor, personel Polsek Kute Panang bersama warga turun langsung ke lapangan, bahu-membahu menjaga agar akses jalan tetap aman dilalui. Kegiatan gotong royong lanjutan ini dilaksanakan selama dua hari, Rabu dan Kamis, 14–15 Januari 2026, di ruas jalan Kampung Lukup Sabun Barat, Kecamatan Kute Panang, yang menjadi jalur penghubung penting antara Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Pada sejumlah titik rawan pergerakan tanah, personel Polsek bersama masyarakat memasang tiang-tiang bambu sebagai penahan dinding jalan, sebagai langkah darurat untuk menahan tekanan tanah dan menjaga kestabilan badan jalan, (15/1/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Kute Panang, Iptu Kamarudin, S.H., serta dihadiri Reje Kampung Lukup Sabun Barat, personel Polsek Kute Panang, Bhabinkamtibmas, aparatur kampung, dan masyarakat setempat. Tanpa sekat dan tanpa jarak, seluruh elemen bergerak dalam satu semangat menyelamatkan jalan yang menjadi urat nadi kehidupan warga, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah, aktivitas petani, hingga jalur distribusi kebutuhan harian.

Kapolsek Kute Panang Iptu Kamarudin, S.H. menyampaikan bahwa gotong royong ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. “Kami bersama masyarakat bergerak cepat melakukan penanganan sementara untuk mencegah longsor lanjutan. Jalan ini sangat vital bagi aktivitas warga, sehingga harus dijaga bersama demi keselamatan,” ujar Iptu Kamarudin, S.H., di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa pemasangan bambu penahan tanah dilakukan sebagai solusi darurat sambil menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait. “Upaya ini memang bersifat sementara, kami berharap risiko longsor dapat diminimalkan dan jalan tetap aman dilalui,” tambahnya.

Sementara itu, Reje Kampung Lukup Sabun Barat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan langsung jajaran Polsek Kute Panang yang turun bergotong royong bersama warga. “Kami sangat berterima kasih kepada Kapolsek dan seluruh personel Polsek Kute Panang yang hadir dan bekerja bersama masyarakat. Kehadiran polisi memberi kami rasa aman dan semangat untuk menjaga akses jalan kampung ini,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh salah seorang warga Kampung Lukup Sabun Barat yang ikut bergotong royong sejak pagi hari. “Kalau jalan ini sampai amblas, aktivitas kami akan terganggu. Alhamdulillah polisi turun langsung membantu. Ini bukan sekadar kerja bakti, tapi bentuk kebersamaan,” ujarnya.

Gotong royong ini bertujuan mencegah terjadinya longsor lanjutan atau amblasnya badan jalan yang dapat membahayakan keselamatan pengguna. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi cerminan kuatnya sinergi Polri dan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana alam. Di balik kerja fisik yang melelahkan, tersimpan makna yang lebih dalam: kehadiran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dan bagian dari masyarakat.

Progres Pembangunan Huntara Puluik Puluik di Polda Sumatera Barat

Sumatera Barat – Pada hari Jumat, tanggal 16 Januari 2026, personel Brimob Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) ditargetkan berjumlah 34 Unit di lokasi Puluik Puluik Kecamatan Bayang Utara Kab. Pesisir Selatan Sumatera Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana bagi masyarakat terdampak.

Adapun progres pekerjaan yang telah dilaksanakan hingga hari ini yaitu: pengecoran dasar rumah telah selesai dan siap digunakan pada 22 unit rumah. Kerangka baja ringan untuk tiang rumah juga telah terpasang pada 22 unit rumah. Pemasangan dinding GRC saat ini sedang berlangsung pada 22 unit rumah, bersamaan dengan pengerjaan teras untuk jumlah unit yang sama.

Selain itu, penggalian septic tank telah dilakukan sebanyak 6 lubang. Untuk atap rumah, pemasangan seng telah siap pada 22 unit rumah. Pemasangan tempat duduk WC telah terpasang pada 22 unit rumah, serta pemasangan kerangka baja ringan untuk WC telah terpasang pada 20 unit rumah.

Perkuat Sinergi Kamtibmas, Wakapolres Kukar Terima Kunjungan LBN

Kukar – Wakapolres Kutai Kartanegara (Kukar) Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra menerima kunjungan silaturahmi dari pengurus Organisasi Kemasyarakatan Laskar Borneo Nusantara (LBN) di ruang kerja Wakapolres Kukar, pada Rabu (15/1/2026).

Kunjungan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi dan sinergi antara kepolisian dengan organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan tersebut, Wakapolres Kukar menyampaikan apresiasi atas kunjungan Laskar Borneo Nusantara. Ia menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

Wakapolres Kukar juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk bersama-sama mendukung tugas Polri serta berperan aktif dalam menjaga persatuan, toleransi, dan stabilitas keamanan di wilayah Kutai Kartanegara.

Sementara itu, perwakilan Laskar Borneo Nusantara menyampaikan komitmennya untuk mendukung Polres Kukar dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, serta siap bersinergi dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Kegiatan silaturahmi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan organisasi kemasyarakatan, sehingga tercipta suasana yang harmonis dan kondusif di tengah masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara.

Polres Kukar Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru, Personel Ditekankan Siap Terapkan Regulasi

Kukar – Polres Kutai Kartanegara Polda Kalimantan Timur menggelar sosialisasi dan penyesuaian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP sebagai langkah strategis meningkatkan pemahaman personel terhadap regulasi hukum yang baru.

Kegiatan tersebut digelar pada Kamis (15/1), dipimpin oleh Kabag Ops Polres Kukar Kompol Roganda bersama Kasat Reskrim Polres Kukar AKP Ecky Widi Prawira, dan diikuti oleh para pejabat serta personel pengemban fungsi operasional.

Dalam sosialisasi ini disampaikan sejumlah perubahan penting yang berdampak langsung pada pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam proses penyelidikan, penyidikan, dan penegakan hukum. Personel ditekankan untuk memahami substansi aturan baru agar penerapannya di lapangan berjalan profesional, humanis, dan sesuai ketentuan hukum.

Kabag Ops Polres Kukar menegaskan bahwa pemahaman KUHP dan KUHAP yang baru menjadi kunci dalam menyamakan persepsi serta meningkatkan kualitas penegakan hukum. Sementara itu, Kasat Reskrim menyoroti perlunya penyesuaian pola kerja penyidik agar tetap menjunjung prinsip keadilan dan hak asasi manusia.

Melalui kegiatan ini, Polres Kutai Kartanegara menegaskan komitmennya untuk siap mengimplementasikan regulasi baru demi mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sat Binmas Polres Kukar Sambangi BPBD, Perkuat Sinergi Antisipasi Bencana dan Jaga Kamtibmas

Kukar – Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) Polres Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan sambang dan bimbingan penyuluhan (Binluh) Kamtibmas sebagai upaya memperkuat sinergi lintas instansi sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Rabu (14/1/2026).

Kegiatan sambang dilaksanakan dengan sasaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara di kantor BPBD Kukar serta peninjauan situasi di kawasan Stadion Aji Imbut, Kecamatan Tenggarong Seberang.

Sambang tersebut dipimpin oleh Iptu Eko Santoso selaku Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Polres Kukar, bersama personel Sat Binmas lainnya. Dalam kunjungan ke BPBD, jajaran Sat Binmas berkoordinasi langsung dengan Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kukar, Edy Haryadi, terkait langkah-langkah peringatan dini menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

BPBD Kukar menjelaskan bahwa sejak November 2025 telah diterbitkan surat imbauan kepada masyarakat melalui para camat se-Kabupaten Kukar sebagai bentuk kewaspadaan dini. Ancaman bencana hidrometeorologi yang menjadi perhatian meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tanah longsor, banjir, hujan lebat, serta angin kencang.

Beberapa wilayah yang masuk dalam perhatian khusus antara lain Kecamatan Loa Janan yang rawan longsor, Kecamatan Merang Kayu rawan banjir, Kecamatan Samboja rawan genangan air, serta Kecamatan Kembang Janggut dan Tabang yang masuk dalam peta kewaspadaan. Berdasarkan data meteorologi, puncak musim hujan ekstrem diperkirakan terjadi dua kali pada tahun 2026, yakni pada periode Desember–Januari dan April–Mei.

Saat ini, beberapa desa di Kecamatan Kembang Janggut dan Tabang diketahui mengalami luapan air. Meski demikian, aktivitas dan mobilitas masyarakat masih berjalan normal. BPBD Kukar telah menyiagakan pos bencana, perahu karet, serta perlengkapan darurat lainnya sebagai langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan genangan atau kondisi darurat.

Selain koordinasi kebencanaan, Sat Binmas Polres Kukar juga menyampaikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat, antara lain agar tetap menjaga situasi keamanan yang kondusif, tidak mudah terpengaruh berita hoaks, serta waspada terhadap paham radikalisme dan intoleransi yang dapat memecah persatuan.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan kamtibmas atau tindak pidana dengan menghubungi petugas kepolisian terdekat atau layanan darurat Polri 110.

Melalui kegiatan sambang dan Binluh Kamtibmas ini, Polres Kutai Kartanegara berharap terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin kuat antara Polri, instansi terkait, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.