Kapolda Aceh Serahkan 300 Kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk Korban Bencana di Ketambe

Kutacane — Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah menyerahkan bantuan kemanusiaan berupa 300 unit kasur tidur, sembako, dan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada korban bencana banjir bandang yang rumahnya hanyut di Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara, Selasa, 20 Januari 2026.

Ratusan kasur tersebut merupakan bantuan dari Kapolda Aceh bersama Yayasan PT Mapanbumi, Paramitha Foundation, serta Yayasan HOPE. Selain kasur, Kapolda Aceh juga menyerahkan secara simbolis Dana Tunggu Hunian sebesar Rp1,8 juta untuk jangka waktu tiga bulan kepada para korban.

Seluruh bantuan tersebut diantar langsung oleh Kapolda Aceh ke lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Ketambe. Hal itu merupakan wujud kepedulian serta kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Aceh juga bertemu dan berinteraksi langsung dengan para korban banjir bandang. Abituren Akabri 1991 itu ingin melihat secara langsung kondisi warga sekaligus menanyakan kebutuhan mendesak yang diperlukan para korban, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan pada Februari mendatang.

“Saya bersama pejabat utama Polda Aceh, didampingi Kapolres Aceh Tenggara beserta unsur Forkopimda, mengantar langsung bantuan kasur dan Dana Tunggu Hunian untuk korban banjir bandang di Ketambe. Sekaligus ingin menanyakan langsung apa saja kebutuhan mendesak para korban, khususnya menjelang bulan suci Ramadan,” ujar Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah di sela-sela kunjungannya.

Jenderal bintang dua asal Tangse itu juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memberikan dukungan serta perhatian secara berkelanjutan terhadap kebutuhan para korban bencana banjir bandang, terutama menjelang bulan suci Ramadan.

Sementara itu, dalam kunjungan kerjanya, Kapolda Aceh turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, unsur Forkopimda, serta seluruh masyarakat atas berbagai upaya penanggulangan bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 27 November 2025 lalu.

Berkat sinergi dan kerja sama yang solid dari seluruh pihak, kata Kapolda Aceh, Kabupaten Aceh Tenggara tercatat sebagai daerah pertama yang berhasil menurunkan status dari tanggap darurat bencana ke tahap pemulihan pascabencana.

Marzuki juga menilai, kekompakan dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat tersebut sejalan dengan moto “sepakat segenep” yang menjadi identitas dan karakter Kabupaten Aceh Tenggara.

BPOM Apresiasi Standar Keamanan Pangan SPPG Polri, Makanan Diuji Setara Hidangan VIP

Jakarta — Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi terhadap penerapan standar keamanan pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri. Hal tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan dan pengecekan langsung terhadap proses pengolahan makanan bergizi gratis yang disiapkan di dapur SPPG Polri Cipinang.

Prof. Taruna menegaskan bahwa penilaian BPOM dilakukan secara objektif, termasuk menilai aspek kebersihan dan tahapan produksi makanan. “Saya melihat penilaian kami secara objektif. Kita saksikan secara objektif, dan teman-teman juga melihat kebersihannya,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat satu keunggulan yang melampaui standar yang telah ditetapkan, yakni adanya screening atau pengecekan terakhir sebelum makanan dibagikan. “Ada pengecekan kimiawinya, seperti arsen, formalin, dan sebagainya. Itu nilai plus,” jelas Prof. Taruna.

Lebih lanjut, ia menilai pengetesan makanan yang dilakukan SPPG Polri sebagai nilai tambah yang sangat signifikan. “Kelebihan yang kita temukan adalah adanya pengetesan makanan, meskipun pengetesan tersebut belum diwajibkan dalam standar kami,” katanya. Ia menjelaskan bahwa proses pengujian tersebut membutuhkan biaya besar, mulai dari tes kits, reagen, sampel, hingga tenaga ahli.

“Proses ini setara dengan pengetesan makanan untuk tamu VIP. Biasanya, jika presiden atau tamu VIP datang, makanan akan dites terlebih dahulu. Di sini, sebelum makanan sampai ke anak-anak sebagai penerima manfaat, makanan tersebut diuji layaknya makanan VIP. Anak-anak kita diperlakukan seperti VIP,” tutur Prof. Taruna.

Sementara itu, Kepala Satgas MBG Polri, Irjen. Pol. Nurworo Danang, S.I.K., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan langsung Kepala BPOM RI ke SPPG Polri. “kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan Bapak Kepala BPOM Republik Indonesia. Ini menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi kami,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung dan menyukseskan program pemerintah, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sesuai arahan Kapolri, seluruh SPPG Polri diwajibkan menjalankan proses produksi makanan dengan memenuhi standar Badan Gizi Nasional serta prinsip tata kelola yang baik.

“Kami berharap kualitas makanan yang diproduksi oleh SPPG Polri di seluruh Indonesia memiliki kualitas terbaik, sehingga dapat meningkatkan asupan gizi dan kualitas hidup anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” kata Irjen. Danang. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045, sekaligus bentuk sinergi seluruh kementerian dan lembaga dalam mendukung program prioritas Presiden Prabowo.

Polwan Biddokkes Polda Kaltim Bersama Bhayangkari Berbagi di Masjid Al Ikhlas Balikpapan Selatan

Tribratanews.kaltim.polri.go.id, Balikpapan – Kepedulian Polri terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi sosial yang dilakukan oleh Polwan Biddokkes Polda Kalimantan Timur bersama Bhayangkari Daerah Kaltim. Kegiatan berbagi tersebut dilaksanakan di Masjid Besar Al Ikhlas, Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Selasa (20/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Aiptu Retno Tri Haryati, S.K.M., ini merupakan bentuk empati dan perhatian Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya jamaah masjid dan warga sekitar.

Dalam kesempatan tersebut, personel Polwan Biddokkes Polda Kaltim bersama Ibu-ibu Bhayangkari menyalurkan bantuan sosial berupa gula pasir kemasan 2 kilogram sebanyak 100 bungkus.

Pakor Polwan Polda Kaltim AKBP Nina Ike Herawati, S.H., M.H.,menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polwan untuk terus hadir dan berbagi manfaat di tengah masyarakat, tidak hanya melalui tugas kepolisian, tetapi juga lewat aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

“Melalui kegiatan berbagi ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polwan hadir tidak hanya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri. Semoga bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat dan meringankan kebutuhan sehari-hari,” ujar AKBP Nina.

AKBP Nina juga menambahkan bahwa sinergi antara Polwan dan Bhayangkari diharapkan dapat memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pengurus Masjid Besar Al Ikhlas. Salah seorang warga mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya atas perhatian yang diberikan oleh Polwan dan Bhayangkari Polda Kaltim.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan ini. Kehadiran Polwan dan Bhayangkari di masjid kami membawa rasa hangat dan kebersamaan. Semoga kebaikan ini dibalas dengan keberkahan,” ungkap salah satu masyarakat setempat.

Dengan adanya kegiatan sosial seperti ini, diharapkan semakin terjalin hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, serta memperkuat citra Polri yang humanis dan peduli terhadap sesama.

Polantas Menyapa Jadi Wujud Pelayanan Cepat dan Transparan di Satpas Polres Kukar

Kutai Kartanegara – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutai Kartanegara terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui kegiatan “Polantas Menyapa: Hadir Melayani Masyarakat” yang dilaksanakan di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polres Kutai Kartanegara.

Dalam kegiatan ini, personel Satlantas hadir secara langsung menyapa masyarakat yang sedang mengurus berbagai keperluan administrasi kendaraan, seperti pembuatan dan perpanjangan SIM, pengurusan STNK, serta BPKB. Kehadiran petugas di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan seluruh proses pelayanan berjalan dengan baik, cepat, dan sesuai prosedur.

Selain memberikan pelayanan, Polantas juga memberikan edukasi singkat terkait pentingnya tertib berlalu lintas, kelengkapan administrasi kendaraan, serta imbauan agar masyarakat selalu mematuhi peraturan demi keselamatan bersama. Masyarakat yang hadir pun tampak antusias dan merasa terbantu dengan pelayanan yang diberikan, karena petugas siap memberikan informasi serta pendampingan jika ada hal-hal yang perlu dijelaskan.

Kasat Lantas Polres Kutai Kartanegara AKP Ahmad Fandoli menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis, ramah, dan profesional kepada masyarakat.

“Melalui program Polantas Menyapa, kami ingin memastikan masyarakat merasa nyaman dan terlayani dengan baik saat mengurus administrasi seperti SIM, STNK, maupun BPKB. Kami hadir untuk membantu, memberikan informasi, serta memastikan pelayanan berjalan transparan dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan Polantas Menyapa, diharapkan masyarakat semakin mudah dalam mengakses layanan kepolisian, sekaligus dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya dalam bidang pelayanan lalu lintas.

Satlantas Polres Kutai Kartanegara akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui berbagai program yang dekat dengan masyarakat, sebagai bentuk nyata dari semangat Polri Presisi dalam melindungi, mengayomi, dan melayani.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Forkopimcam Kota Bangun Gelar Silaturahmi Kebersamaan

Kukar – Dalam upaya mempererat sinergi dan kebersamaan lintas sektor, Forkopimcam Kecamatan Kota Bangun menggelar kegiatan silaturahmi yang melibatkan unsur kecamatan, Polsek, Koramil, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kantor Urusan Agama (KUA), Korwil, serta Dinas Perhubungan Kecamatan Kota Bangun. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat Kantor Kecamatan Kota Bangun, Selasa (20/1/2026) pagi.

Silaturahmi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WITA ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, tokoh agama, serta pegawai dan muslimat Kecamatan Kota Bangun dengan jumlah peserta kurang lebih 50 orang. Kegiatan diawali dengan pembukaan dan pembacaan Al-Fatihah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai wujud kecintaan terhadap tanah air.

Dalam sambutannya, Plt. Camat Kota Bangun Abdul Karim, menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama antarinstansi dalam menjaga stabilitas pemerintahan serta ketertiban masyarakat. Hal senada juga disampaikan Kapolsek Kota Bangun, AKP Asnan Rusmawan, yang menegaskan bahwa sinergitas Forkopimcam menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Dengan terjalinnya silaturahmi yang baik, diharapkan seluruh unsur dapat saling mendukung dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjaga persatuan dan ketenteraman di wilayah Kecamatan Kota Bangun,” ujar AKP Asnan Rusmawan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi konsolidasi dan tanya jawab antara unsur Forkopimcam dan tokoh agama, yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagai bentuk penguatan kelembagaan, turut dilaksanakan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada unsur Forkopimcam, Camat, Polsek, Danramil, KUA, Dishub, MUI, dan Korwil.

Silaturahmi ditutup dengan doa bersama, mencerminkan harapan agar kebersamaan dan kerja sama lintas sektor di Kecamatan Kota Bangun terus terjaga demi terciptanya masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Kecamatan Kenohan, Polsek Lakukan Pemantauan Intensif

Kukar – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu sungai sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah titik di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Polsek Kenohan bergerak cepat melakukan pemantauan lapangan guna memastikan kondisi masyarakat serta menjaga situasi tetap aman dan terkendali.

Kapolsek Kenohan, AKP Giri Pratiwo, menyampaikan bahwa pemantauan dilakukan sejak Senin (19/1/2026) mulai pukul 05.00 hingga 17.00 WITA. Dari hasil pantauan, banjir terparah terjadi di Desa Kahala Ilir, tepatnya di RT 07 dan RT 08. Air sungai meluap hingga menggenangi jalan desa dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.

“Air sudah memasuki pekarangan rumah warga dan masih bertahan hingga sore hari. Kondisi ini dipengaruhi limpahan air sungai dari wilayah hulu Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut, ditambah tingginya curah hujan,” ungkap Kapolsek Kenohan.

Tak hanya permukiman warga, halaman Kantor Desa Kahala Ilir juga terpantau terendam air dengan ketinggian serupa. Warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada terhadap kemungkinan kenaikan debit air, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, di Desa Semayang, genangan air terpantau di jalan masuk desa sepanjang 50 hingga 400 meter dengan ketinggian air berkisar antara 20 hingga 40 sentimeter. Meski masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati. Di area bawah permukiman warga, genangan air masih bertahan sekitar 5 sentimeter dan berpotensi meningkat.

Kondisi yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Jalan HTI PT AAU, Loa Surut, Desa Kahala. Jalan tersebut tergenang air dengan ketinggian antara 50 hingga 100 sentimeter disertai arus yang cukup deras. Aparat kepolisian dengan tegas mengimbau agar seluruh kendaraan, baik truk, roda enam, maupun roda dua, tidak melintas demi keselamatan. Untuk kendaraan roda dua, warga disarankan menggunakan perahu klotok untuk menyeberang.

“Hingga saat ini tidak ditemukan adanya longsor, pohon tumbang, maupun kejadian menonjol lainnya. Situasi masih aman dan terkendali, namun kami terus melakukan pemantauan dan siap melaporkan perkembangan selanjutnya,” tegas AKP Giri Pratiwo.

Polsek Kenohan juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keselamatan keluarga, serta segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat akibat banjir. Kehadiran aparat di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman serta memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan tepat.

Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara Intensifkan Patroli KRYD, Jaga Keamanan Objek Vital

Kukar – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Kutai Kartanegara melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) berupa patroli dan himbauan kamtibmas di sejumlah objek vital pada Senin (19/1/2026).

Patroli yang dimulai sejak pagi hingga siang hari tersebut menyasar beberapa lokasi strategis, di antaranya Pos Pulau Kumala dan Bank Kaltimtara. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah potensi terjadinya tindak kriminalitas.

Dalam pelaksanaannya, personel Sat Samapta yang terlibat aktif menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada petugas jaga di masing-masing lokasi. Petugas diimbau agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap orang-orang yang mencurigakan, serta tidak ragu untuk segera melaporkan apabila terjadi gangguan keamanan melalui Call Center Polri 110 atau ke kantor polisi terdekat.

Pendekatan humanis turut dikedepankan dalam kegiatan patroli ini, dengan mengedepankan komunikasi yang santun dan persuasif kepada petugas keamanan maupun masyarakat sekitar. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Melalui patroli KRYD ini, kami ingin memastikan bahwa objek-objek vital tetap dalam kondisi aman serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang beraktivitas,” ujar salah satu petugas di sela kegiatan.

Hingga kegiatan patroli berakhir, situasi di seluruh lokasi yang dipantau terpantau aman dan kondusif. Sat Samapta Polres Kutai Kartanegara menegaskan akan terus melaksanakan patroli secara rutin dan berkelanjutan sebagai wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Blue Light Patrol Polsek Muara Muntai Jaga Keamanan Malam Hari di Desa Muara Muntai Ulu

Kukar – Guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif pada malam hari, Polsek Muara Muntai Polres Kutai Kartanegara melaksanakan kegiatan Blue Light Patrol pada Senin malam (19/1/2026).

Kegiatan patroli yang dimulai pukul 22.30 WITA hingga 00.00 WITA tersebut dipimpin oleh Kepala SPK Regu “2” dan dilaksanakan di wilayah Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai. Patroli ini menyasar sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas.

Dengan menyalakan lampu rotator biru sebagai tanda kehadiran polisi di tengah masyarakat, personel Polsek Muara Muntai berupaya memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi tindak kejahatan. Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan ini yakni Aipda Ahmad, Brigpol Widodo, Briptu Andika, Bripda Semuel, dan Bripda Bagas.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemantauan aktif terhadap situasi lingkungan sekitar, mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas, pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya.

“Kegiatan Blue Light Patrol ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas dan memastikan masyarakat dapat beristirahat dengan tenang pada malam hari,” ujar salah satu petugas di lapangan.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Desa Muara Muntai Ulu terpantau aman, tertib, dan terkendali. Polsek Muara Muntai menegaskan akan terus mengintensifkan patroli malam sebagai wujud komitmen Polri dalam menjaga keamanan serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara Terbit dalam Bahasa Inggris, Diberikan pada Dubes

Buku Rasa Bhayangkara Nusantara, karya Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, dicetak dalam dua bahasa yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Buku ini diberikan kepada Duta Besar (Dubes) RI Untuk Inggris, Desra Percaya.

“Alhamdulillah Mas Dirgayuza telah menyerahkan buku Rasa Bhayangkara Nusantara ke Pak Dubes, (buku) yang diberikan versi cetakan Bahasa Inggris. Semoga bukunya dapat menjadi media diplomasi,” kata Komjen Dedi kepada wartawan, Selasa (20/1/2026).

Mantan Kapolda Kalimantan Tengah (Kalteng) ini mengatakan soal gastro diplomacy. “Kuliner menjadi bahasa universal untuk membangun kedekatan, dalam hal ini memperkenalkan budaya dan kekayaan kuliner Indonesia ke tingkat nasional dan internasional,” sambung Komjen Dedi.

Diberitakan sebelumnya buku Rasa Bhayangkara Nusantara bukan sekadar kumpulan gambar dan menu. Buku ini merupakan catatan tentang bagaimana Polri mengabdi melalui sesuatu yang sederhana namun bermakna.

Dalam buku ini, keseharian SPPG Polri dari sebelum matahari terbit hingga MBG diantarkan ke penerima manfaat digambarkan di buku ini. Buku ini dipandang Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai simbol cara baru membangun bangsa melalui perhatian yang nyata.

Diketahui pada Kamis (18/12/2025), Polri menyerahkan Buku Menu MBG ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ kepada delegasi Kedutaan Besar Prancis. Penyerahan buku dilakukan saat tim dari Kedubes Prancis mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mabes Polri 1 Pejaten.

Komjen Dedi membawa perpaduan pengalaman lapangan dan pemikiran ilmiah dalam pengembangan tata kelola program nasional. Dengan rekam jejak sebagai penulis lebih dari 36 buku dan penerima Rekor MURI sebagai perwira tinggi Polri dengan karya tulis terbanyak, Wakapolri menegaskan komitmen Polri untuk menjadikan riset dan pengetahuan sebagai fondasi pengabdian.

Sementara itu, Dirgayuza Setiawan menghadirkan perspektif kebijakan dan ketahanan pangan yang memperkuat desain serta narasi buku, sehingga ‘Rasa Bhayangkara Nusantara’ tidak hanya menjadi dokumentasi pengabdian, tetapi juga rujukan strategis dalam mendukung keberlanjutan Program MBG.

MK Kunci Perdebatan, Fernando Emas: Jabatan Sipil Polri Dinyatakan Konstitusional

Jakarta – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menyatakan dukungan penuh terhadap putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak gugatan uji materi Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) dan Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia (UU Polri).

Ia menilai putusan tersebut sekaligus mematahkan narasi menyesatkan yang selama ini dibangun untuk mendeskreditkan institusi Polri.

Menurut Fernando, amar putusan MK dalam perkara Nomor 223/PUU-XXIII/2025 sudah sangat jelas dan tidak menyisakan ruang spekulasi. MK secara konstitusional menegaskan bahwa anggota Polri aktif dapat menduduki jabatan sipil tertentu sepanjang memiliki keterkaitan langsung dengan fungsi dan tugas kepolisian, sebagaimana diatur dalam UU Polri.

“Putusan ini menutup rapat propaganda hukum yang sengaja dibangun untuk menyerang Polri. MK tidak hanya menolak gugatan, tapi juga menegaskan bahwa dasar hukum penempatan Polri di jabatan sipil itu sah, legal, dan konstitusional,” tegas Fernando Emas dalam keterangannya, hari ini.

Fernando menilai, selama ini ada kelompok tertentu yang terus menggiring opini publik seolah-olah Polri melakukan pelanggaran konstitusi hanya karena menempatkan personelnya di jabatan sipil strategis. Padahal, kata dia, logika tersebut bertentangan langsung dengan norma hukum yang berlaku.

“Mereka bicara supremasi hukum, tapi justru menutup mata terhadap UU Polri. Mereka mengaku pejuang konstitusi, tapi mengabaikan prinsip lex specialis derogat legi generali yang dengan tegas dijelaskan MK. Ini bukan kritik, ini manipulasi,” ujarnya.

Fernando menegaskan bahwa UU ASN tidak pernah berdiri sendiri. Sejak awal, pengisian jabatan ASN oleh unsur Polri sudah dirancang untuk tunduk dan patuh pada UU Polri sebagai hukum khusus. Hal ini, menurutnya, sudah dikunci oleh MK melalui pertimbangan hukum yang disampaikan Wakil Ketua MK Ridwan Mansyur.

“MK sudah bilang terang-benderang: UU ASN tidak bisa dibaca terpisah dari UU Polri. Jadi kalau masih ada yang memelintir seolah Polri melanggar konstitusi, itu bukan salah tafsir, tapi niat buruk,” kata Fernando.

Ia juga menyoroti bagian pertimbangan MK yang menyebut adanya kekosongan hukum terkait perincian jabatan yang memiliki sangkut paut dengan tugas kepolisian. Menurut Fernando, poin ini kerap disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk kembali menyerang Polri, padahal substansi putusan MK sama sekali tidak menyalahkan institusi kepolisian.

“MK tidak menyatakan Polri melanggar hukum. MK justru mengingatkan pembentuk undang-undang agar memperjelas norma. Jadi yang harus berbenah itu legislator, bukan Polri. Jangan dibalik-balik,” ujarnya.

Fernando menyebut upaya hukum yang diajukan pemohon sebagai bagian dari strategi politik hukum untuk mempersempit ruang gerak Polri di luar fungsi teknis penegakan hukum. Ia mengingatkan bahwa Polri adalah institusi negara yang diberi mandat luas oleh undang-undang untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kepentingan publik.

“Kalau setiap peran Polri di luar struktur dianggap ancaman demokrasi, lalu siapa yang mau disalahkan ketika negara gagap menghadapi kejahatan kompleks? Jangan jadikan Polri kambing hitam dari kegagalan regulasi,” katanya.

Fernando juga menilai putusan MK ini penting sebagai sinyal kuat agar isu rangkap jabatan Polri tidak lagi dipelintir menjadi komoditas politik atau alat serangan terhadap institusi penegak hukum.

“Putusan MK ini final dan mengikat. Sudah seharusnya semua pihak berhenti menyerang Polri dengan narasi usang dan bias. Kritik boleh, tapi jangan membangun stigma dengan mengabaikan hukum,” tegasnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa Rumah Politik Indonesia akan terus mengawal wacana publik agar tetap berbasis konstitusi, bukan sentimen atau kepentingan kelompok tertentu.

“Kalau hukum sudah bicara, seharusnya semua tunduk. Jangan kalah oleh agenda yang ingin melemahkan institusi negara melalui framing yang menyesatkan,” pungkas Fernando Emas.