Kapolres Kukar Terima Kunjungan Kerja Kalapas Kelas IIA Tenggarong

KUKAR – Sinergitas terus dilakukan bersama sejumlah pihak. Kali ini menerima kunjungan kerja dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, yang dipimpin langsung oleh Suparman. Kunker ini dilaksanakan di Ruang Kerja Kapolres Kukar, pada Selasa (1/10/2024).

Kedatangan Kalapas Tenggarong itu disambut hangat oleh Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman dengan didampingi Wakapolres Kukar, Kompol M Aldy Harjasatya dan Kasat Polairud, AKP Yohanes Bonar Adiguna.

AKBP Heri menerangkan bahwa hal Ini dalam rangka rangka menjalin tali silaturahmi dan mempererat koordinasi antara dua instansi.

Sejumlah hal pun dibahas, dalam pertemuan yang hangat antara dua pimpinan tersebut. Semakin menguatkan Sinergitas keduanya, dalam hal pekerjaan masing-masing instansi.

Kapolres Kukar pun berharap dengan jalinan silaturahmi ini dapat meningkatkan semangat kebersamaan dalam menjaga keamanan wilayah.

Kebakaran Hanguskan Bangunan Bekas Sarang Walet di Loa Ipuh

KUKAR – Kebakaran terjadi kembali di Kecamatan Tenggarong. Kali ini menimpa sebuah bangunan kayu tiga lantai bekas sarang walet yang kini digunakan sebagai tempat pengepul barang rongsokan. Tepatnya di Jalan Beniris, RT 74 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, pada Senin (24/6/2024). Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WITA dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp 300 juta.

Kapolsek Tenggarong, AKP Sukardi, menjelaskan bahwa bangunan tersebut dimiliki oleh Akh Diat Indratno. Sementara pengepul barang yang tinggal di dalamnya adalah Edi Sumarwito dan Bayu Angga Hadi Saputra. Pada saat kejadian, kedua penghuni sedang makan di warung dekat lokasi. Mereka melihat api muncul di lantai dua dan segera bergegas ke tempat kejadian. Namun, api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan sebelum berhasil dipadamkan.

Kerugian dari kebakaran ini meliputi hancurnya bangunan kayu serta sejumlah surat berharga milik Edi Sumarwito. Tidak ada korban jiwa atau luka dalam insiden ini. Pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekitar pukul 09.30 WITA setelah mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit mobil single kabin dengan pompa.

Bangunan yang terbuat dari bahan kayu tersebut diketahui dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Diduga, api berasal dari arus pendek listrik di lantai dua yang digunakan sebagai tempat tidur. Polisi setempat telah mengambil langkah cepat dengan mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, serta menghubungi tim Inafis Polres Kutai Kartanegara untuk penyelidikan lebih lanjut.

Situasi saat ini dinyatakan aman dan terkendali setelah pemadaman api selesai. Kasus kebakaran ini masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dari kebakaran tersebut.

Polsek Kenohan Lakukan Pengamanan Kegiatan Kampanye Salah Satu Paslon Pilkada Kukar di Tuana Tuha

KUKAR – Polsek Kenohan lakukan kegiatan pengamanan kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 03, Dendi Suryadi dan Muhammad Alif Turiadi, di Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, yang berlangsung pada Selasa (1/10/2024).

Kapolsek Kenohan, IPTU Nelson Eddy Bojoh, menyampaikan kegiatan kampanye dihadiri sekitar 70 simpatisan. Hadir pula dalam acara tersebut Dendi Suryadi beserta istrinya, Ira Puspita Sari, serta Abdul Rasid, sebagai juru kampanye. Tim sukses, di antaranya Agus Surya G dan Doni, turut memandu acara.

Kampanye dimulai dengan pembukaan, diikuti menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, dan sambutan dari Ketua Tim Pemenangan. Acara puncak adalah penyampaian visi dan misi oleh Dendi Suryadi dan Muhammad Alif Turiadi, yang menyoroti beberapa program unggulan mereka jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kukar. Seperti BPJS gratis, bantuan seragam sekolah, pembangunan sumur bor, serta peningkatan taraf hidup masyarakat desa.

Kapolsek Kenohan melaporkan bahwa pengamanan kampanye dilakukan oleh 3 personel dari Polsek Kenohan, dibantu 2 personel Panwascam. Kegiatan pun berjalan aman dan lancar hingga selesai.

Polres Kukar Gelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2024

KUKAR – Polres Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Mapolres Kukar, pada Selasa (1/10/2024). Upacara ini dimulai pada pukul 07.45 WITA dan dipimpin oleh Kapolres Kukar AKBP Heri Rusyaman, dengan mengusung tema “Bersama Pancasila Kita Wujudkan Indonesia Emas.”

Turut hadir dalam upacara ini Wakapolres Kukar, Kompol M Aldy Harjasatya, serta beberapa pejabat utama Polres Kukar seperti Kabag Ops Kompol Subari, Kabag SDM Kompol Suparno, dan Kabag Log AKP Ahmad Said. Selain itu, pasukan upacara terdiri dari 1 pleton PJU, 1 pleton perwira, gabungan staf, Polwan, Sat Samapta, Sat Pol Air, serta Sat Intelkam, Sat Reskrim, dan ASN.

Susunan acara dimulai dengan laporan dari Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, diikuti dengan penghormatan pasukan dan mengheningkan cipta. Teks Pancasila dibacakan oleh Inspektur Upacara, dilanjutkan dengan pembacaan naskah Pembukaan UUD 1945 serta Ikrar Hari Kesaktian Pancasila. Dalam ikrar tersebut, ditekankan pentingnya mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara demi keutuhan NKRI.

Upacara ditutup dengan pembacaan doa, laporan kembali kepada Inspektur Upacara, dan penghormatan pasukan. Kegiatan ini selesai pada pukul 08.00 WITA dengan situasi aman dan kondusif.

Upacara ini menjadi momentum bagi seluruh personel Polres Kukar untuk memperkuat komitmen menjaga keutuhan bangsa dan menegakkan nilai-nilai Pancasila.

Tangkap Pelaku Curanmor Saat Lepas Dinas, Personel Polda Lampung Dapat Hadiah Sekolah Inspektur Polisi dari Kapolri

Mungkin Sebagian orang akan memilih untuk mengantar anak dan istrinya selamat sampai tujuan daripada menantang bahaya untuk mengejar tersangka pelaku pencurian kendaraan bermotor bersenjata api.

Tapi ini tidak berlaku bagi personel Polres Lampung Barat-Polda Lampung, Bripka Rico Hady Saputra. Ia yang pada saat itu sedang tidak bertugas bersama dengan istri serta dua anaknya terpanggil untuk ikut mengejar pelaku pencurian sepeda motor yang peristiwanya terjadi di depan matanya.

Aksi curanmor ini terjadi di Jalan Baru Panggungan Kec Gunung Sugih Kab Lampung Tengah Prov Lampung pada hari Kamis, 26 September 2024.

Saat itu Bripka Riko baru saja menjemput anaknya pulang dari sekolah bersama dengan istri dan anaknya yang masih bayi.

Di perjalanan ia mendapati korban yang baru saja menjadi sasaran dua pelaku curanmor. Tanpa pikir Panjang ia langsung memutar kendaraannya untuk mengejar pelaku.

Dari penuturannya Bripka Riko menuturkan pelaku sempat melepaskan tembakan.

“Pelaku sempat membuang tembakan sebanyak satu kali. Di tengah perjalanan pelaku membuang senjata apinya ke semak-semak,”tutur Bripka Riko

Pelaku pertama berhasil diamankan setelah terjatuh dari kendaraan yang dicuri oleh pelaku. Tak berhenti di situ, Bripka Riko masih mengejar satu pelaku lagi dibantu personel Polsek Gunung Sugih. Pelaku ditangkap saat bersembunyi di semak-semak.

Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan Bripka Riko meskipun sedang lepas dinas.

Melalui Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, “bapak Kapolri mengucapkan Terimakasih, atas keberanian dan dedikasi Bripka Riko menjaga Kamtibmas, selain itu beliau memberikan penghargaan berupa Pendidikan Inspektur Polisi tahun 2025.

“Semoga ini juga dapat menjadi inspirasi kepada anggota Polri lainnya. Bukti bripka Rico menjiwai profesinya sebagai petugas Kepolisian. Dimanapun dan kapan pun, seorang Polisi selalu siap sedia melindungi, melayani, mengayomi Masyarakat. Pak Kapolri sangat apresiatif terhadap pengorbanan Bripka Riko dan untuk itu Kapolri memberikan penghargaan sekolah SIP tahun 2025, “ujar Irjen Pol Dedi Prasetyo.

Selain menangkap dua pelaku, Bripka Riko dan personel Polsek Gunung Sugih juga berhasil menemukan barang bukti berupa senjata api yang dibuang pelaku.

Aksi heroik pengejaran yang dilakukan Bripka Riko yang direkam oleh anaknya viral dan mendapat pujian dari Masyarakat.

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Kapolri Turut Mendampingi

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2024).

Presiden Jokowi yang juga memimpin upacara kali ini juga didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Mendikbudristekdikti Nadiem Anwar Makarim, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Upacara diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti laporan komandan upacara Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa kepada Presiden selaku inspektur upacara, bahwa upacara siap dilaksanakan.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa utamanya pahlawan revolusi, mengheningkan cipta dimulai,” ucap Presiden selaku inspektur upacara.

Selanjutnya, pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, diikuti pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Dalam kegiatan upacara ini, juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan ikrar kesetiaan kepada Pancasila, yang dipandu oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Usai pembacaan Ikrar, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Setelah pembacaan doa, dilakukan penerimaan penghormatan kebesaran dari komandan upacara kepada inspektur upacara. Kemudian inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara, untuk kemudian bersama rombongan terbatas melakukan peninjauan ke Monumen Pancasila Sakti dan Lubang Buaya.

Presiden Jokowi Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila di Lubang Buaya, Kapolri Turut Mendampingi

Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendampingi Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menghadiri upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Selasa (1/10/2024).

Presiden Jokowi yang juga memimpin upacara kali ini juga didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Mendikbudristekdikti Nadiem Anwar Makarim, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Upacara diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti laporan komandan upacara Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa kepada Presiden selaku inspektur upacara, bahwa upacara siap dilaksanakan.

“Untuk mengenang jasa para pahlawan dan pejuang-pejuang bangsa utamanya pahlawan revolusi, mengheningkan cipta dimulai,” ucap Presiden selaku inspektur upacara.

Selanjutnya, pembacaan teks Pancasila oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo, diikuti pembacaan teks Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Dalam kegiatan upacara ini, juga dilakukan pembacaan dan penandatanganan ikrar kesetiaan kepada Pancasila, yang dipandu oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Usai pembacaan Ikrar, upacara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Setelah pembacaan doa, dilakukan penerimaan penghormatan kebesaran dari komandan upacara kepada inspektur upacara. Kemudian inspektur upacara meninggalkan mimbar upacara, untuk kemudian bersama rombongan terbatas melakukan peninjauan ke Monumen Pancasila Sakti dan Lubang Buaya.

RILIS SSDM

Ikut Jejak Ayah Jadi Abdi Negara, Atlet Paralimpik Ini Masuk Bintara Polri

Siswa Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktukba) Inklusif Polri dari jalur disabilitas, Rendi Arif Pratama, kini menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumatera Utara (Sumut). Rendi merupakan atlet paralimpik cabang olahraga atletik.

Pemuda 17 tahun ini mengatakan dirinya ingin mengikuti jejak Sang Ayah sebagai abdi negara. Ayahnya merupakan prajurit TNI AD yakni Sersan Kepala (Serka) Hendri Saputra.

“Saya ingin seperti ayah saya, menjadi abdi negara. Awal sebelum Polri membuka penerimaan anggota disabilitas, cita-cita saya jadi guru,” kata Rendi di SPN Polda Sumut, Hinai, Langkat, Sumut pada Minggu (29/9/2024).

Peraih medali perunggu cabang olahraga lari cepat 100 meter Peparpernas X 2023 ini menceritakan antusiasmenya saat tahu Polri membuka kesempatan untuk penyandang disabilitas menjadi seorang polisi. Kala itu dia membuka media sosial TikTok, dan melihat unggahan perihal kebijakan inklusif Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penerimaan anggota, yaitu merekrut penyandang disabilitas.

“Awalnya saya lagi scroll media sosial, TikTok. Lalu saya jumpa FYP bahwa ada pembukaan siswa Bintara Polri untuk khusus disabilitas. Lalu saya langsung bilang ke orang tua bahwasanya ada pembukaan Bintara Polri untuk disabilitas. Dan orang tua langsung mendukung dan kami mencari informasi lebih lanjut dengan pergi ke Polres Deli Serdang,” cerita Rendi yang juga peraih medali emas cabor Lempar Lembing Peparprov II Sumut.

Sesampainya di polres, personel SDM setempat lalu berbincang terkait persyaratan pendaftaran Bintara Polri jalur disabilitas. Singkat cerita, Rendi akhirnya mendapat nomor pendaftaran dan mengikuti serangkaian tes masuk Bintara Polri hingga dinyatakan lolos seleksi.

“Saat itu saya menyiapkan fisik saya, contohnya berenang dan berlari. Kemudian belajar untuk tes akademik,” ucap sulung dari tiga bersaudara ini.

Rendi sejak kecil mengaku berjuang untuk mandiri dan memilih menghadapi perundungan dari teman-temannya. Rendi lalu menyadari dirinya harus semangat dan \’bangkit\’ dari kondisi tersebut.

“Saya waku masih kecil saya pikir saya tidak disabilitas, saya pikir saya normal. Saya tahu saya disabilitas setelah teman-teman saya bilang saya cacat kelas 3 SD. Saya diejek teman saya. Kelas 6 juga saya diejek satu kelas, akhirnya saya ngadu. Lalu saya berpikir apakah saya harus selalu sedih? Jawabannya ‘tidak’. Saya melihat (penyandang) disabilitas yang lain, jadi saya harus lebih semangat dari mereka,” ungkap peraih medali perak cabang olahraga Lempar Cakram Peparprov II Sumut ini.

Dia bercerita ibunya pernah menguncinya di dalam sebuah ruangan. Dan ruangan itu, sambung Rendi, baru akan dibuka ibunya jika Rendi sudah bisa memakai baju sendiri. Rendi menuturkan hal tersebut merupakan salah satu cara ibunya mendidiknya untuk mandiri.

\”Nggak lama saya ketuk (pintu) dari dalam, saya bilang sudah berhasil pakai baju sendiri. Ibu menangis terharu,\” kata Rendi.

Rendi yang juga meraih medali perak di cabor Tolak Peluru Peparprov II Sumut ini menyampaikan kedua orang tuanya selalu melapangkan dadanya, dan memberi motivasi dirinya bisa mencapai cita-cita. Rendi menyebut kedua orang tuanya selalu menyebut dirinya anak istimewa.

“Kata orang tua, ‘Sabar saja, ini jalan kamu, ini takdir kamu. Tapi yakinlah suatu hari kamu bakal jadi apa yang kamu mau’. Motivasi lainnya, ‘Kamu itu istimewa, jadi jangan berkecil hati kalau diejek. Kamu lebih daripada yang lain, kamu itu istimewa’,” ungkap Rendi.

Rendi mengatakan sedari kecil juga ayahnya telah membekali dirinya dengan pengetahuan, semisal terkait komputer. Rendi menuturkan dia memiliki kemampuan di bidang komputer, sehingga dia yakin selain prestasi atletik, kemampuannya itu dapat memberi kontribusi untuk Polri.

“Mereka (orang tua) memberikan contoh agar saya tidak lemah atau dimanja-manja. Saya selalu dibuat mandiri. Saya yakin dengan kemampuan komputer saya dan saya yakin bisa bermanfaat untuk Polri,” ujar Rendi.

Pertama masuk SPN Polda Sumut sebagai siswa Bintara, Rendi mengaku kaget dengan kehidupan yang serba cepat, disiplin dan tegas. Namun di sisi lain dia terkesan dan bersyukur.

“Yang paling terkesan waktu saya datang kemari (SPN Polda Sumut), waktu disuruh cepat-cepat pakai baju dan sepatu. Saya merasakan, ‘Oh begini sekolah polisi’. Lama saya terbiasa. Dan kalau dulunya saya ngomong lemah lembut, sekarang saya berani tegas. Saya juga dulu tidak rapih dalam pakaian, sekarang sudah lebih rapih,” ucap Rendi.

Rendi pun bersyukur karena dia diperlakukan sama oleh siswa lainnya. Dia merasa diperlakukan setara.

“Di lingkungan SPN saya merasa rekan-rekan dan pengasuh, terutama pengasuh tidak ada bedakan satu dengan yang lain. Mau saya begini, mau saya begitu, sama di sini semua, rata,” kata remaja berusia 17 tahun ini.

Diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.

Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian.

\”Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, \’Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri\’,\” tutur Irjen Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu.

RILIS SSDM

Ikut Jejak Ayah Jadi Abdi Negara, Atlet Paralimpik Ini Masuk Bintara Polri

Siswa Pendidikan dan Pembentukan Bintara (Diktukba) Inklusif Polri dari jalur disabilitas, Rendi Arif Pratama, kini menjalani pendidikan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumatera Utara (Sumut). Rendi merupakan atlet paralimpik cabang olahraga atletik.

Pemuda 17 tahun ini mengatakan dirinya ingin mengikuti jejak Sang Ayah sebagai abdi negara. Ayahnya merupakan prajurit TNI AD yakni Sersan Kepala (Serka) Hendri Saputra.

“Saya ingin seperti ayah saya, menjadi abdi negara. Awal sebelum Polri membuka penerimaan anggota disabilitas, cita-cita saya jadi guru,” kata Rendi di SPN Polda Sumut, Hinai, Langkat, Sumut pada Minggu (29/9/2024).

Peraih medali perunggu cabang olahraga lari cepat 100 meter Peparpernas X 2023 ini menceritakan antusiasmenya saat tahu Polri membuka kesempatan untuk penyandang disabilitas menjadi seorang polisi. Kala itu dia membuka media sosial TikTok, dan melihat unggahan perihal kebijakan inklusif Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam penerimaan anggota, yaitu merekrut penyandang disabilitas.

“Awalnya saya lagi scroll media sosial, TikTok. Lalu saya jumpa FYP bahwa ada pembukaan siswa Bintara Polri untuk khusus disabilitas. Lalu saya langsung bilang ke orang tua bahwasanya ada pembukaan Bintara Polri untuk disabilitas. Dan orang tua langsung mendukung dan kami mencari informasi lebih lanjut dengan pergi ke Polres Deli Serdang,” cerita Rendi yang juga peraih medali emas cabor Lempar Lembing Peparprov II Sumut.

Sesampainya di polres, personel SDM setempat lalu berbincang terkait persyaratan pendaftaran Bintara Polri jalur disabilitas. Singkat cerita, Rendi akhirnya mendapat nomor pendaftaran dan mengikuti serangkaian tes masuk Bintara Polri hingga dinyatakan lolos seleksi.

“Saat itu saya menyiapkan fisik saya, contohnya berenang dan berlari. Kemudian belajar untuk tes akademik,” ucap sulung dari tiga bersaudara ini.

Rendi sejak kecil mengaku berjuang untuk mandiri dan memilih menghadapi perundungan dari teman-temannya. Rendi lalu menyadari dirinya harus semangat dan \’bangkit\’ dari kondisi tersebut.

“Saya waku masih kecil saya pikir saya tidak disabilitas, saya pikir saya normal. Saya tahu saya disabilitas setelah teman-teman saya bilang saya cacat kelas 3 SD. Saya diejek teman saya. Kelas 6 juga saya diejek satu kelas, akhirnya saya ngadu. Lalu saya berpikir apakah saya harus selalu sedih? Jawabannya ‘tidak’. Saya melihat (penyandang) disabilitas yang lain, jadi saya harus lebih semangat dari mereka,” ungkap peraih medali perak cabang olahraga Lempar Cakram Peparprov II Sumut ini.

Dia bercerita ibunya pernah menguncinya di dalam sebuah ruangan. Dan ruangan itu, sambung Rendi, baru akan dibuka ibunya jika Rendi sudah bisa memakai baju sendiri. Rendi menuturkan hal tersebut merupakan salah satu cara ibunya mendidiknya untuk mandiri.

\”Nggak lama saya ketuk (pintu) dari dalam, saya bilang sudah berhasil pakai baju sendiri. Ibu menangis terharu,\” kata Rendi.

Rendi yang juga meraih medali perak di cabor Tolak Peluru Peparprov II Sumut ini menyampaikan kedua orang tuanya selalu melapangkan dadanya, dan memberi motivasi dirinya bisa mencapai cita-cita. Rendi menyebut kedua orang tuanya selalu menyebut dirinya anak istimewa.

“Kata orang tua, ‘Sabar saja, ini jalan kamu, ini takdir kamu. Tapi yakinlah suatu hari kamu bakal jadi apa yang kamu mau’. Motivasi lainnya, ‘Kamu itu istimewa, jadi jangan berkecil hati kalau diejek. Kamu lebih daripada yang lain, kamu itu istimewa’,” ungkap Rendi.

Rendi mengatakan sedari kecil juga ayahnya telah membekali dirinya dengan pengetahuan, semisal terkait komputer. Rendi menuturkan dia memiliki kemampuan di bidang komputer, sehingga dia yakin selain prestasi atletik, kemampuannya itu dapat memberi kontribusi untuk Polri.

“Mereka (orang tua) memberikan contoh agar saya tidak lemah atau dimanja-manja. Saya selalu dibuat mandiri. Saya yakin dengan kemampuan komputer saya dan saya yakin bisa bermanfaat untuk Polri,” ujar Rendi.

Pertama masuk SPN Polda Sumut sebagai siswa Bintara, Rendi mengaku kaget dengan kehidupan yang serba cepat, disiplin dan tegas. Namun di sisi lain dia terkesan dan bersyukur.

“Yang paling terkesan waktu saya datang kemari (SPN Polda Sumut), waktu disuruh cepat-cepat pakai baju dan sepatu. Saya merasakan, ‘Oh begini sekolah polisi’. Lama saya terbiasa. Dan kalau dulunya saya ngomong lemah lembut, sekarang saya berani tegas. Saya juga dulu tidak rapih dalam pakaian, sekarang sudah lebih rapih,” ucap Rendi.

Rendi pun bersyukur karena dia diperlakukan sama oleh siswa lainnya. Dia merasa diperlakukan setara.

“Di lingkungan SPN saya merasa rekan-rekan dan pengasuh, terutama pengasuh tidak ada bedakan satu dengan yang lain. Mau saya begini, mau saya begitu, sama di sini semua, rata,” kata remaja berusia 17 tahun ini.

Diketahui, Polri melalui Biro Pengendalian Personel SSDM Polri, merekrut 16 penyandang disabilitas pada penerimaan Bintara Tahun Anggaran 2024 ini. Mereka terdiri dari 3 siswa Bintara perempuan dan 13 laki-laki.

Rekrutmen kelompok disabilitas menjadi anggota organik merupakan kebijakan inklusif Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi menuturkan Jenderal Sigit yakin penyandang disabilitas mampu melakukan pekerjaan kepolisian.

\”Polri pada tahun 2023 sebenarnya sudah melakukan rekrutmen terhadap kelompok disabilitas tapi untuk golongan ASN atau pegawai negeri pada Polri (PNPP). Dari kelompok itu kita pekerjakan di dua polda yaitu Polda Jogja kemudian di Polda Sumatera Selatan. Dari situ berproses, Pak Kapolri tambah yakin, \’Saya minta (difabel menjadi-red) anggota Polri\’,\” tutur Irjen Dedi sambil menirukan perintah Jenderal Sigit padanya kala itu.

BERIKUT QUOTE KARO PENMAS DIVHUMAS POLRI BRIGJEN. POL. TRUNOYUDO WISNU ANDIKO, S.I.K.

Polri melakukan Ops Mantap Brata 2024, dalam operasi pengamanan pelantikan anggota DPR/DPD RI Periode 2024-2029, Kapolri telah menginstruksikan kepada Kabaharkam Polri selaku KaOps Operasi Mantap Brata 2024 untuk menciptakan dan memelihara situasi kamtibmas yang kondusif.

Polri melakukan pengamanan dengan melibatkan 5.614 personel dengan rincian satgas daerah sejumlah 4.006, Satgas Polres 585 personel, satgas pusat 598 personel dan Stakeholder terkait sejumlah 425 personel termasuk TNI dan pemerintah daerah.

Konsep pengamanan mengedepankan pre-emtif dan preventif dengan cara bertindak melaksanakan koordinasi dan kerjasama bersinergi dengan instansi terkait lainnya guna meminimalisir potensi ancaman yang dapat mengganggu kamtibmas dalam menghadapi rangkaian pelantikan anggota DPR/DPD 2024-2029. Melakukan deteksi dan identifikasi dini setiap potensi ancaman guna melakukan tindakan antisipasi dini dan sterilisasi dengan unit jibom dan K9. Melakukan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli di rute yang dilalui, jika perlu dilakukan alih arus/rekayasa lalu lintas. Melakukan imbauan kepada segenap lapisan masyarakat untuk turut serta berpartisipasi menjaga kamtibmas yang kondusif.