Bersama Warga, Polsek Sebulu Bahu Membahu Padamkan Api Yang Melalap Rumah di Sebulu Ilir

Kukar – Tiga unit rumah warga di Jl. Abdullah RT 013, Desa Sebulu Ilir, Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara ludes dilalap si jago merah dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa dini hari, 13 Mei 2025 sekitar pukul 03.00 WITA.

Kapolsek Sebulu, AKP Randy Anugrah Putranto, kebakaran bermula dari rumah milik Andriyani (43) yang diduga mengalami korsleting listrik. Api dengan cepat membesar dan merambat ke dua rumah lain yang berdempetan, masing-masing milik Johan Wahyudi (45) dan Sulaiman (55).

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WITA setelah dilakukan upaya bersama oleh warga sekitar dengan menggunakan mesin Alkon serta bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran,” ujar Kapolsek.

Dalam peristiwa ini, selain bangunan rumah yang sebagian besar berbahan kayu, sejumlah barang berharga dan dokumen penting juga turut hangus terbakar. Dari hasil pendataan sementara, total kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp500 juta.

Barang bukti yang diamankan di lokasi salah satunya adalah satu buah kilometer listrik yang hangus terbakar, diduga sebagai pemicu awal kebakaran.

Dua warga yang menjadi saksi atas kejadian tersebut, yaitu Eka Susanti (45) dan Untung Dewa (50), menjelaskan bahwa asap dan api terlihat pertama kali muncul dari bagian dalam rumah Andriyani, dan dengan cepat membesar karena kondisi rumah yang berdempetan.

Polsek Sebulu terus berkoordinasi dengan pihak desa dan pemadam kebakaran untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan memberikan pengamanan terhadap lokasi bekas kebakaran.

Kapolsek Sebulu juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya terkait instalasi listrik rumah yang sudah tua atau tidak layak pakai.

Aksi Cepat Polsek Kenohan, Tangkap Pelaku Narkoba Tanpa Perlawanan

Kukar – Kepolisian Sektor (Polsek) Kenohan, di bawah jajaran Polres Kutai Kartanegara, berhasil mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu di wilayah hukumnya. Penangkapan ini terjadi pada Senin, 12 Mei 2025 sekitar pukul 16.30 WITA di Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Kapolsek Kenohan IPTU Nelson Eddy Bojoh menyampaikan bahwa penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang melaporkan adanya aktivitas mencurigakan terkait transaksi narkoba. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Kenohan langsung melakukan penyelidikan di lokasi yang disebutkan.

Petugas kemudian mengamankan seorang pria berinisial J (25), warga Desa Tukung Ritan, Kecamatan Tabang. Saat dilakukan pemeriksaan badan di depan sebuah warung makan di RT 002 Desa Tuana Tuha, ditemukan beberapa paket sabu yang disembunyikan di dalam kantong depan jaket yang dikenakan tersangka.

Barang bukti yang berhasil diamankan dari tangan tersangka berupa 1 unit handphone merk Infinix tipe HOT 12i, jaket hoodie warna coklat bertuliskan “OFF WHITE”, selembar kertas amplop warna putih, 2 plastik klip bening dan 5 plastik kristal putih diduga sabu dengan berat bruto masing-masing 0,49 gram, 0,47 gram, dan tiga lainnya masing-masing 0,45 gram

Saat ini tersangka telah diamankan di Polsek Kenohan guna proses penyelidikan lebih lanjut. Ia dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, khususnya Pasal 112 Jo. Pasal 114 yang mengatur tentang kepemilikan dan peredaran narkotika.

Hadiri Pembentukan Satgas Gereja Ramah Lingkungan GPIB Kaltim II, Polsek Muara Jawa Tuai Apresiasi

Kukar – Polsek Muara Jawa menunjukkan komitmennya dalam mendukung program berbasis lingkungan dan keagamaan dengan menghadiri kegiatan Sosialisasi Gereja Ramah Lingkungan (GRL) serta Pembentukan Satgas GRL yang digelar oleh Majelis Sinode GPIB dan Mupel GPIB Kaltim II di Gedung Gereja Anugrah Handil, Kecamatan Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Senin (12/5).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WITA ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan tokoh gereja, di antaranya Camat Muara Jawa Muh. Ramli, Lurah Muara Jawa Ulu Usman, serta Ketua II Majelis Sinode GPIB Pdt. Yansen Riu Pasa. Polsek Muara Jawa diwakili oleh Aiptu Imannuel M yang hadir untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Kegiatan tersebut mencakup berbagai rangkaian acara, mulai dari ibadah pembukaan, sambutan dari para tokoh, studi pengolahan sampah di TPST GMJB (Gerakan Muara Jawa Bersih), hingga penanaman tanaman ramah lingkungan seperti Lidah Mertua dan Sirih Gading sebagai simbol komitmen terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Pdt. Yansen Riu Pasa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Polsek Muara Jawa yang telah hadir dan turut mendukung kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran Polri bukan hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara institusi negara dan masyarakat dalam mewujudkan kepedulian terhadap isu lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi peran aktif Polsek Muara Jawa dalam mendukung gerakan lingkungan yang kami bangun. Kehadiran Polri memberikan semangat tersendiri bagi kami untuk terus bergerak,” ungkap Pdt. Yansen.

Kapolsek Muara Jawa, IPTU Al Annas, S.H., melalui keterangannya menyampaikan bahwa Polri akan selalu terbuka dalam mendukung setiap kegiatan masyarakat yang bersifat membangun dan membawa dampak positif, termasuk dalam pelestarian lingkungan.

“Polri hadir bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam membangun kesadaran bersama, termasuk menjaga lingkungan,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 13.30 WITA ini berjalan aman dan tertib, serta diakhiri dengan doa bersama sebagai bentuk refleksi spiritual atas gerakan ekologis yang diinisiasi oleh jemaat GPIB.

Polsek Kota Bangun Amankan Penutupan Festival Budaya “Nutuk Beham” di Kedang Ipil

Kukar – Polsek Kota Bangun melaksanakan kegiatan pengamanan dalam rangka penutupan Festival Budaya Kutai Adat Lawas “Nutuk Beham” yang digelar di Balai Adat RT 008 Desa Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Minggu (11/05/2025) pagi.

Acara penutupan festival budaya tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Festival Nutuk Beham sendiri merupakan tradisi adat warisan leluhur masyarakat Kutai yang menggambarkan nilai-nilai budaya luhur dan identitas lokal yang terus dilestarikan.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sejumlah personel Polsek Kota Bangun diterjunkan langsung ke lokasi guna melaksanakan pengamanan. Kegiatan PAM dilakukan secara humanis dan persuasif, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh peserta maupun pengunjung acara.

Kapolsek Kota Bangun AKP Ribut menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian di tengah kegiatan budaya merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal, sekaligus sebagai upaya preventif menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif.

“Kami mengapresiasi seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung kelancaran kegiatan ini. Semoga budaya Kutai seperti Nutuk Beham terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” ujar Kapolsek.

Hingga acara berakhir, kegiatan penutupan festival berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa adanya gangguan berarti. Polsek Kota Bangun juga menyatakan komitmennya untuk terus hadir dalam setiap kegiatan masyarakat demi terciptanya rasa aman dan harmoni sosial.

Polres Kutai Kartanegara Tanggap Bencana Alam, Lakukan Evakuasi, Pengamanan dan Koordinasi Lintas Sektor

Kukar – Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sejak beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya sejumlah bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang di beberapa kecamatan, pada Senin (12/5).

Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polres Kutai Kartanegara bergerak cepat dengan mengerahkan personel dari masing-masing Polsek untuk melakukan pengamanan, evakuasi warga, hingga koordinasi lintas sektor guna penanganan lebih lanjut.

Beberapa langkah-langkah sigap yang dilakukan jajaran Polsek di berbagai wilayah terdampak.

Polsek Loa Janan langsung turun ke lapangan menangani pohon tumbang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa titik, termasuk ruas Jalan Poros Loa Janan–Tenggarong yang sempat terganggu arus lalu lintasnya. Bersama relawan melakukan evakuasi pohon tumbang dan pengaturan lalu lintas serta membantu rumah warga yang terdampak longsor.

Menghadapi longsor badan jalan sepanjang 25 meter yang merupakan akses utama warga, Polsek Sangasanga segera berkoordinasi dengan PT Indomining dan Pemerintah Kecamatan Sangasanga untuk percepatan penanganan. Sementara itu, personel terus melakukan patroli dan pengamanan di sekitar titik longsor guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

Personel Polsek Tenggarong Seberang terus memantau wilayah-wilayah terdampak banjir di Desa Manunggal Jaya dan Desa Bangun Rejo. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dan terus siaga membantu warga jika kondisi memburuk.

Longsor yang menutupi setengah badan Jalan Poros Tenggarong–Loa Janan langsung ditindaklanjuti dengan sistem buka tutup lalu lintas. Polsek Loa Kulu juga berkoordinasi dengan PLN dan Dinas PMK serta relawan untuk penanganan tiang listrik yang miring dan membersihkan lumpur dari badan jalan.

Banjir parah yang merendam akses jalan menuju Kecamatan Muara Wis membuat jalur darat tidak dapat dilalui. Polsek Muara Wis segera beradaptasi dengan situasi dan mendukung akses evakuasi melalui jalur sungai menggunakan perahu ces. Personel juga memantau banjir di Desa Melintang serta memberikan imbauan kepada warga untuk tetap waspada.

Meski banjir di wilayah perkotaan seperti Jl. Tambak Rel, Jl. Belida, Jl. Jelawat, dan Jl. AP Mangkunegoro hanya setinggi 5–15 cm, Polsek Tenggarong tetap siaga dan melakukan monitoring serta patroli untuk memastikan tidak ada gangguan aktivitas masyarakat.

Kapolres Kukar, AKBP Dody Surya Putra menegaskan bahwa seluruh personel Polri di wilayah terdampak tetap siaga dan responsif dalam melakukan upaya mitigasi serta pelayanan terhadap masyarakat.

“Kami pastikan jajaran Polsek bersinergi dengan instansi terkait serta relawan untuk melakukan tindakan cepat dan terukur. Prioritas kami adalah keselamatan masyarakat dan kelancaran aktivitas publik,” ujarnya

Hingga saat ini, tidak terdapat laporan korban jiwa, meskipun sejumlah kerugian materiil terutama pada sektor pertanian dan infrastruktur. Kepolisian terus memantau kondisi dan akan memberikan pembaruan secara berkala kepada masyarakat.

Masyarakat juga dihimbau untuk tetap waspada, dikhawatirkan ada bencana susulan.

Polsek Loa Kulu Ungkap Aksi Premanisme dan Pungli di Jalan Yoes Sudarso

Kukar – Dalam rangka Operasi Pekat Mahakam II, Unit Reskrim Polsek Loa Kulu berhasil mengungkap tindak pidana premanisme dan pungutan liar (pungli) yang terjadi di wilayah hukumnya pada Minggu malam, 11 Mei 2025, sekitar pukul 23.00 Wita.

Pengungkapan kasus ini dilakukan berdasarkan laporan dari seorang warga, yang merasa resah dengan aktivitas pungli yang dilakukan sekelompok orang di Jl. Yoes Sudarso RT 015, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Tim Reskrim Polsek Loa Kulu yang dipimpin langsung oleh Kapolsek AKP Elnath S.W Gemilang, segera mendatangi lokasi kejadian.

Setiba di TKP, petugas mendapati empat orang pelaku sedang duduk di tengah jalan sambil membawa kotak kardus yang disodorkan kepada pengemudi kendaraan yang melintas, dengan tujuan meminta sejumlah uang secara paksa. Aksi tersebut dinilai meresahkan masyarakat dan masuk dalam kategori pemerasan serta pungli.

Empat orang yang diamankan yakni B (37), AH (49), FD (17) dan MFR (17).

Dalam operasi tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 513.000 dalam berbagai pecahan, serta dua buah kotak kardus bekas merek Mizone dan Sun Kara yang digunakan untuk menampung uang dari para pengendara.

Kapolsek Loa Kulu menyampaikan bahwa perbuatan para pelaku diduga melanggar Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Namun, mengingat dua dari pelaku masih di bawah umur dan belum memiliki catatan kriminal, terhadap para pelaku dilakukan pembinaan dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kami akan terus menindak segala bentuk premanisme dan pungli demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kepada masyarakat, kami imbau agar segera melaporkan jika menemukan tindakan serupa,” tegas AKP Elnath.

Operasi Pekat Mahakam II ini merupakan bagian dari upaya Polda Kalimantan Timur dan Polres Kutai Kartanegara dalam memberantas penyakit masyarakat, khususnya menjelang peringatan Hari Raya dan demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

Komisi III DPR Apresiasi Polri tangguhkan Penahanan Mahasiswi ITB

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Rano Alfath, mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menangguhkan penahanan mahasiswi ITB berinisial SSS. Mahasiswi tersebut sebelumnya ditahan terkait unggahan meme yang memuat gambar Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-7, Joko Widodo.

Menurut Rano, keputusan Kapolri mencerminkan kepemimpinan yang mengedepankan kemanusiaan dan rasa keadilan.

“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pak Kapolri atas keputusan yang sangat bijak dan penuh empati. Penangguhan penahanan ini mempertimbangkan permohonan resmi dari keluarga dan jaminan dari Ketua Komisi III. Ini adalah bukti nyata bahwa Kapolri memimpin dengan mengutamakan rasa keadilan dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujar Rano, Senin (12/5/2025).

Rano menambahkan bahwa keputusan tersebut bukan hanya soal prosedur hukum, melainkan bentuk kepedulian dan keberanian mengambil langkah manusiawi di tengah tekanan opini publik.

“Saya mengenal betul karakter Kapolri. Beliau tidak hanya profesional dan tegas, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan keberanian moral dalam mengambil keputusan yang bijak,” lanjutnya.

Ia juga menilai bahwa Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Sigit semakin bergerak ke arah yang modern dan humanis.

Rano menegaskan bahwa penangguhan penahanan ini tidak berarti mengabaikan proses hukum. Justru, ini menjadi contoh penerapan pendekatan keadilan restoratif dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Penegakan hukum tak melulu soal hitam dan putih. Edukasi dan pembinaan perlu dikedepankan, terutama bagi anak muda yang mungkin belum menyadari bahwa aktivitas mereka di ruang digital bisa berdampak hukum,” katanya.

“Keputusan ini bisa menjadi preseden dalam penegakan hukum ke depan, bahwa hukum juga harus mempertimbangkan konteks sosial dan masa depan individu yang terlibat,” lanjutnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengumumkan bahwa penahanan terhadap SSS ditangguhkan. Penangguhan ini diberikan agar yang bersangkutan dapat melanjutkan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Penangguhan penahanan diberikan dengan dasar pendekatan kemanusiaan dan memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk melanjutkan perkuliahan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Minggu (11/5/2025).

Permohonan penangguhan diajukan oleh kuasa hukum serta orang tua SSS. SSS juga telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Prabowo, Jokowi, dan pihak kampus.

Legislator: Penangguhan Penahanan Mahasiswi ITB bentuk Keadilan Restoratif Polri

Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Golkar, Soedeson Tandra, mengapresiasi penangguhan penahanan mahasiswi ITB berinisial SSS yang mengunggah meme Presiden Prabowo Subianto dan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Tandra menyatakan langkah yang diambil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah tepat.

“Ya kalau menurut saya sudah tepat lah itu. Presiden bersikap bijak ya. Dan yang kedua, itu kan mereka masih anak muda lah, masih emosional. Tapi itu kami juga mengimbau pada anak-anak muda, kritik itu tidak dilarang, tidak dilarang, tetapi kritik yang sesuai norma-norma etika bangsa kita,” ujar Tandra, Senin (12/5/2025).

Tandra juga menyarankan agar ke depannya kasus ini diselesaikan melalui pendekatan restorative justice.

“Jadi poin kami, ya, kami mengapresiasi lah sikap bijak Presiden, Kapolri ya, dalam rangka itu menangguhkan penahanan. Kalau boleh ya di restorative justice aja lah,” ucapnya.

Ia berharap Presiden Prabowo memaafkan kesalahan mahasiswi tersebut. Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menyampaikan kritik dengan cara yang sesuai etika.

“Kami mohon kepada Presiden untuk memaafkan, karena masa depan anak-anak muda kita ini masih panjang. Tapi, di lain pihak kami juga mengimbau kepada teman-teman generasi muda khususnya mahasiswa, kritik tidak dilarang, asal sesuai norma-norma etika kita,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menangguhkan penahanan terhadap SSS. Penangguhan diberikan dengan pertimbangan pendekatan kemanusiaan dan untuk memberi kesempatan melanjutkan kuliah.

“Penanggulangan penahanan ini diberikan tentu mendasari pada aspek pendekatan kemanusiaan dan memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk melanjutkan perkuliahannya,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Minggu, (11/5/2025).

Penangguhan diberikan berdasarkan permohonan dari tersangka melalui penasihat hukum dan orang tuanya. SSS juga telah menyampaikan permohonan maaf.

SIARAN PERS ITWASUM POLRI

POLDA MALUKU UTARA PANEN RAYA JAGUNG DUKUNG PROGRAM ASTA CITA UNTUK KETAHANAN PANGAN NASIONAL GUNAKAN DANA DESA

-Tobelo Tengah, Halmahera Utara – 12 Mei 2025-Polres Halmahera Utara (Halut) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Halut sukses melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung di Desa Kali Pitu, Kecamatan Tobelo Tengah, Senin (12/5/2025). Kegiatan ini merupakan wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan ASTA CITA Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sekaligus mengawal arahan penggunaan 20% dana desa untuk sektor pangan.

Kolaborasi TNI-Polri dan Pemda dalam Meningkatkan Produksi Jagung. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIT ini dihadiri oleh masyarakat dan sejumlah pejabat teras, antara lain Kapolres Halut AKBP Faidil Zikri, Kadis Pertanian Halut Piet Hein Onthony (mewakili Bupati), Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald M.L Gaol, serta perwakilan Kejaksaan, Imigrasi, BNN, TNI-AL, dan tokoh masyarakat setempat. Turut hadir ±50 peserta dari unsur Bhayangkari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga desa.

Program ASTA CITA adalah agenda prioritas Pemerintah RI di bidang pangan, yang bertujuan meningkatkan produksi dan distribusi komoditas strategis secara merata. POLRI berkomitmen mengawal program ini melalui pengawasan partisipatif dan sinergi dengan TNI serta pemda.

Dalam sambutannya, Kapolres Halut AKBP Faidil Zikri menegaskan komitmen Polri dalam mengawal program strategis nasional:
“Penanaman jagung seluas 5 hektar ini adalah bentuk nyata sinergi TNI-Polri dengan pemda dan masyarakat. Kami hadir untuk memastikan program berjalan transparan, tepat sasaran, dan anggaran tidak disalahgunakan.”

Sementara itu, Kadis Pertanian Halut Piet Hein Onthony menyampaikan apresiasi sekaligus tantangan ke depan:
“Dukungan Babinsa dan Bhabinkamtibmas sangat vital untuk memaksimalkan hasil. Kendala utama saat ini adalah distribusi pupuk, namun kami optimis dengan kolaborasi ini, target ASTA CITA untuk swasembada pangan tercapai.”

Hasil Panen dan Dampak ke Depan
Pada kesempatan ini, dilakukan panen perdana di lahan 1 hektar dengan hasil 2 ton jagung. Capain ini menjadi langkah awal untuk pengembangan lahan seluas 5 hektar yang telah disiapkan. Kegiatan diakhiri dengan foto bersama dan penutupan pukul 09.50 WIT, berjalan aman dan lancar.

Kegiatan ini mempertegas peran Polri tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra aktif pemerintah dalam membangun ketahanan pangan. Ke depan, Polres Halut akan terus bersinergi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan program ASTA CITA memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

#AstraCita #KetahananPangan #PolriPeduli

Polri Hadir di Tengah Warga: Patroli Door to Door Dapat Pujian Masyarakat

Kukar – Pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif kembali ditunjukkan oleh jajaran Polsek Muara Kaman. Bhabinkamtibmas Desa Muara Kaman Ulu dan Muara Kaman Ilir, Aiptu Roni Dwi P., melaksanakan patroli door to door ke rumah-rumah warga pada Sabtu (10/5), sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan serta menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat.

Kehadiran polisi langsung di tengah-tengah masyarakat disambut hangat oleh warga. Banyak di antara mereka yang menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan Bhabinkamtibmas yang dinilai terbuka, komunikatif, dan peduli terhadap situasi kamtibmas di lingkungan tempat tinggal mereka.

“Bapak Bhabin datang langsung ke rumah, ngobrol santai, dan bertanya bagaimana kondisi keamanan di lingkungan kami. Ini membuat kami merasa diperhatikan dan lebih percaya kepada kepolisian,” ujar salah seorang warga.

Dalam patroli tersebut, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas, mengajak warga untuk aktif menjaga keamanan lingkungan, serta mendorong agar masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan hal-hal mencurigakan.

“Kami ingin Polri selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika ada masalah, tetapi juga sebagai sahabat yang bisa mendengar dan membantu,” ungkap Aiptu Roni Dwi P.

Polsek Muara Kaman menegaskan bahwa kegiatan patroli door to door ini akan terus dilaksanakan secara rutin, sebagai bentuk nyata pelayanan kepolisian yang proaktif dan berorientasi pada kepercayaan publik.