Karhutla Kembali Muncul di Muara Sembilang, Polsek Samboja Bergerak Padamkan 4 Hektare Lahan

Kukar – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Dua titik kebakaran di lahan semak belukar dan gambut di Jalan Handil Penghulu RT 012, Kelurahan Muara Sembilang, ditangani personel Polsek Samboja bersama tim pemadam kebakaran, TNI, pemerintah kelurahan, dan warga, Sabtu (24/10/2026).

Kebakaran yang diperkirakan melahap total sekitar 4 hektare lahan itu menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan permukiman warga. Salah satu titik merupakan kebakaran lanjutan yang muncul pada Jumat malam, sedangkan titik lainnya merupakan titik api baru.

Begitu menerima informasi kebakaran, personel gabungan bergerak melakukan pemadaman mulai pukul 10.00 WITA. Upaya tersebut menghadapi kendala serius karena lokasi kebakaran tidak memiliki akses bagi mobil pemadam kebakaran, sementara jarak dari Mako Polsek Samboja mencapai sekitar 25 kilometer.

Meski menghadapi keterbatasan akses, personel Polsek Samboja bersama empat petugas Damkar Kecamatan Samboja, satu personel Koramil Samboja, Lurah Muara Sembilang, serta 10 warga setempat terus berupaya mengendalikan api. Dengan dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.30 WITA.

Berdasarkan kondisi di lapangan, cuaca panas dan kering selama beberapa hari terakhir diduga menjadi salah satu faktor pemicu kebakaran. Namun, penyebab pasti munculnya api masih perlu dipastikan lebih lanjut.

Penanganan ini menegaskan pentingnya respons cepat dan kerja sama lintas unsur, terutama ketika kebakaran terjadi di kawasan gambut yang sulit dijangkau dan berdekatan dengan tempat tinggal masyarakat.

Polsek Samboja mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama cuaca panas, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api. Keterlambatan penanganan dapat membuat api meluas dan mengancam keselamatan warga maupun lingkungan.

Sinergi kepolisian, petugas pemadam, TNI, pemerintah setempat, dan masyarakat menjadi kunci dalam menekan risiko karhutla serta melindungi permukiman dari ancaman kebakaran.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + 12 =