Medan Rawa dan Gelap Tak Halangi Polsek Muara Kaman Padamkan Karhutla 10 Hektare di Sedulang

Kukar – Medan rawa belukar berduri, lahan gambut hingga keterbatasan jarak pandang pada malam hari tak menyurutkan langkah personel Polsek Muara Kaman dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sedulang, Kecamatan Muara Kaman, Kutai Kartanegara.

Kebakaran yang terdeteksi pada Rabu (23/9/2026) malam itu diperkirakan melanda sekitar 10 hektare lahan milik pemerintah.

Setelah menerima informasi titik api, personel Polsek Muara Kaman langsung melakukan pengecekan lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mempercepat penanganan.

Bukan perkara mudah. Akses menuju lokasi sangat sulit, lantaran titik kebakaran berada di kawasan rawa belukar berduri dengan kondisi lahan gambut. Di tengah kondisi gelap, petugas juga harus menghadapi sejumlah titik api dan kepulan asap tebal yang membatasi pandangan.

Penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan MPA Desa Sedulang, MPA Desa Liang Buaya, Damkar Desa Sabintulung, Damkar PT Kencana Group, Damkar PT MKH, perangkat Desa Sedulang serta masyarakat setempat.

Kekuatan pemadaman didukung 13 unit mesin alkon dan sekitar 90 roll selang berukuran 1,5 inci. Peralatan tersebut digunakan untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses sekaligus mempercepat penyiraman di area yang terbakar.

Perjuangan petugas membuahkan hasil. Sekitar pukul 01.00 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan. Namun, penanganan tidak berhenti ketika api terlihat padam.

Petugas kembali melakukan penyisiran dan pendinginan di lahan bekas terbakar guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala. Hingga pemantauan terakhir, lokasi hanya menyisakan asap dan proses pendinginan masih dilakukan.

Polsek Muara Kaman juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak melakukan pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

Penanganan Karhutla di Sedulang menjadi gambaran bahwa pemadaman bukan sekadar memadamkan api. Medan berat, minimnya jarak pandang dan karakter lahan gambut membuat setiap titik api harus ditangani secara cermat agar tidak kembali membesar.

Berkat sinergi Polri bersama MPA, Damkar, perangkat desa dan masyarakat, kondisi di lokasi hingga saat ini aman dan terkendali.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 × three =