Beseprah Erau 2026: Polres Kukar Kawal Ribuan Warga, Sultan dan Rakyat Duduk Satu Hamparan
Kukar – Ribuan masyarakat memadati kawasan depan Museum Mulawarman, Jalan Diponegoro, Tenggarong, Kamis (24/9/2026), mengikuti tradisi Beseprah dalam rangka Festival Budaya Erau Adat Kutai 2026. Di tengah berkumpulnya sekitar 1.000 warga, Polres Kutai Kartanegara (Kukar) hadir mengawal jalannya kegiatan untuk memastikan rangkaian tradisi berlangsung aman, tertib dan terkendali.
Mengusung tema “Raja Menjamu Rakyatnya”,
Beseprah menjadi salah satu rangkaian penting Erau yang mempertemukan Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pemerintah daerah, Forkopimda, kerabat Kesultanan hingga masyarakat dalam satu ruang kebersamaan.
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Kukar Ny. Bella Khairul hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Wakapolres Kompol Izdiharuddin Faris Raharja Putra, Kabag Ops Kompol Ecky Widi Prawira dan unsur jajaran Polres Kukar serta pengurus Bhayangkari Cabang Kukar.
Kehadiran pimpinan Polres Kukar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan kepolisian terhadap kelancaran agenda budaya daerah yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar.
Bukan sekadar hadir, jajaran Polres Kukar memastikan kegiatan masyarakat berskala besar seperti Beseprah dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan terkendali. Hal ini menjadi penting mengingat kegiatan berlangsung di ruang terbuka dan dihadiri masyarakat dari berbagai unsur.
Sebelum masyarakat menikmati hidangan bersama, rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kutai Kartanegara, pembacaan doa, sambutan pemerintah daerah dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta Titah Sultan.
Setelah Titah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura XXI, kegiatan Beseprah dimulai. Sultan, pemerintah, aparat, kerabat Kesultanan, tamu undangan dan masyarakat kemudian duduk bersama menikmati hidangan dalam satu hamparan.
Kondisi tersebut menggambarkan karakter Beseprah yang tidak mengenal sekat pangkat maupun jabatan.
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam sambutannya, menjelaskan bahwa Beseprah merupakan tradisi makan bersama masyarakat Kutai dengan duduk bersila di atas tikar.
Menurutnya, nilai utama Beseprah adalah kesetaraan sosial, silaturahmi dan persaudaraan. Pemimpin dan masyarakat duduk bersama, menikmati hidangan dari tempat yang sama serta membangun kedekatan tanpa membedakan kedudukan.
Polres Kukar mendukung pelestarian Budaya yang mana bagi Polres Kukar, situasi aman dan terkendali menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat dapat mengikuti tradisi budaya dengan nyaman.
Karena itu, kehadiran jajaran Polres Kukar bersama unsur Forkopimda dalam kegiatan tersebut turut memperkuat sinergitas antara aparat keamanan, pemerintah daerah, Kesultanan dan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan agenda budaya daerah.
Sementara itu, sambutan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura yang disampaikan Pangeran Haryo Notonegoro menegaskan bahwa Erau bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi mengandung nilai kehidupan yang perlu diwariskan kepada generasi muda.
Berbagai prosesi adat, mulai dari Menjamu Benua, Beluluh, Bepelas, Beseprah, Mengulur Naga hingga Belimbur, memiliki filosofi masing-masing dan menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kutai.
Pesan tersebut sekaligus mempertegas pentingnya menjaga Erau agar tidak hanya menjadi tontonan, tetapi tetap dipahami dan dihayati nilai budayanya oleh generasi penerus.
Beseprah Erau 2026 pun kembali menjadi ruang perjumpaan antara Sultan, pemerintah, aparat dan rakyat. Di satu hamparan tikar, sekat jabatan menghilang sementara di sisi lain, sinergi seluruh unsur menjadi bagian penting untuk memastikan tradisi budaya masyarakat Kutai tetap berlangsung aman dan khidmat.




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!