Perkuat Sinergitas, Polsek Anggana Masifkan Patroli Dialogis di Titik Rawan Gangguan Kamtibmas

Kukar – Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Polsek Anggana menggelar patroli dialogis lintas desa di wilayah hukum Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu (04/04/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.20 WITA hingga 10.40 WITA ini menyasar sejumlah titik strategis, mulai dari Jalan Poros Samarinda-Anggana hingga kawasan pemukiman di Desa Kutai Lama dan Desa Sidomulyo.

Perwira Pengendali Polsek Anggana, Iptu Jumarin, menjelaskan bahwa patroli ini bukan sekadar pemantauan wilayah, melainkan sarana komunikasi dua arah antara Polri dan warga. Dalam giat tersebut, Iptu Jumarin didampingi empat personel lainnya, yakni Aiptu Catur Hari S, Aiptu Kaharuddin, Bripka Dedi Dores, dan Bripka Dwi Bagus.

“Kami ingin menjalin kerjasama yang erat dengan masyarakat. Dengan berdialog langsung, kami dapat menggali informasi serta masukan dari warga sebagai bahan evaluasi tugas Polri dalam menjaga lingkungan agar tetap aman dan damai,” ujar Iptu Jumarin.

Dalam interaksinya, petugas menyampaikan sejumlah pesan operasional kepolisian untuk meningkatkan kewaspadaan warga. Beberapa poin utama yang ditekankan antara lain antisipasi tindak kriminalitas C3 (Curas, Curat, Curanmor), bahaya peredaran narkotika, hingga ancaman penipuan berbasis online yang kian marak.

Petugas juga mengingatkan warga untuk mewaspadai potensi kebakaran serta melaporkan segera jika melihat orang asing dengan gerak-gerik mencurigakan di lingkungan mereka.

“Jika terjadi gangguan Kamtibmas, kami meminta warga jangan ragu untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat atau langsung ke Polsek Anggana agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Tujuan utama dari patroli intensif ini adalah untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dengan cara mencegah bertemunya niat dan kesempatan di lokasi-lokasi rawan. Polsek Anggana berkomitmen akan terus melakukan kegiatan serupa secara rutin guna menciptakan wilayah yang representatif bagi aktivitas masyarakat.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

nineteen − 18 =